Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Asri Permata Sari; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih, Evi Martha; Penguji: Diah Mulyawati, Kusnadi, Siti Masruroh
Abstrak: Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan jumlah balita gizi buruk dan kurang terbanyak di Provinsi Banten dengan prevalensi sebesar 5,77%. Pemerintah Kabupaten Tangerang sejak tahun 2010 hingga saat ini telah menyelenggarakan Pos Gizi sebagai upaya penurunan prevalensi balita kurang gizi. termasuk di Kecamatan Teluknaga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyelenggaraan Pos Gizi di Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang 2017 berdasarkan komponen input, proses dan output. Metode penelitian ini kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procesure (RAP). Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah kader. Hasil penelitian pada komponen input menunjukkan jumlah sumber daya manusia cukup, bidan desa tidak mendapatkan pelatihan, dana berasal dari dana BOK, peralatan masak dari swadaya masyarakat, media penyuluhan tidak ada, dan jarak beberapa rumah peserta jauh dengan lokasi kegiatan. Gambaran komponen proses didapatkan kegiatan PMT berjalan rutin, penyuluhan tidak rutin, pemantauan perubahan perilaku tidak dilakukan. Gambaran komponen output menggambarkan asupan makanan balita belum memenuhi prinsip gizi seimbang, peserta menerapkan beberapa perilaku kebersihan, dan peserta belum menerapkan perilaku mendapatkan layanan kesehatan yang positif. Perlu dilakukan peningkatan kualitas kegiatan edukasi kesehatan melalui pelatihan kader dan bidan desa, kegiatan konseling dan pemantauan perilaku, serta pengadaan media edukasi.
Read More
T-5191
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhima Paramitha Oktacynara; Pembimbimbing: Helen Andriani; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Dhoni Suhendra, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Kemajuan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform yang sangat berpengaruh dalam edukasi kesehatan. Namun, eksplorasi pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit masih perlu dikaji dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di RSIA Pasutri Bogor pada April - Juni 2025. Informan terdiri atas sepuluh pasien dan lima tenaga kesehatan (dokter spesialis, perawat, bidan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Konten edukasi kesehatan di Instagram RSIA Pasutri Bogor dinilai mudah dipahami oleh pasien maupun tenaga kesehatan. Fitur interaktif Instagram mendukung komunikasi dua arah yang efektif, dengan konten edukatif terbukti paling memengaruhi keputusan pasien. Selain itu, konsistensi penyampaian, relevansi topik dengan isu kesehatan terkini, serta kolaborasi antara tenaga medis dan tim pemasaran menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan edukasi kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa Instagram dapat menjadi media strategis dalam edukasi kesehatan rumah sakit jika dikelola secara konsisten, relevan, dan kolaboratif. Hasil penelitian diharapkan memberi rekomendasi praktis bagi RSIA Pasutri Bogor dalam menyempurnakan strategi komunikasi digital, berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta memperkaya literatur terkait edukasi kesehatan berbasis media sosial. Kata kunci: Edukasi kesehatan, media sosial, Instagram, tenaga kesehatan

Advances in digital technology have positioned social media, particularly Instagram, as a highly influential platform for health education. However, the utilization of social media by hospitals still requires further exploration from the perspectives of patients and healthcare providers. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at RSIA Pasutri Bogor from April to June 2025. The informants consisted of ten patients and five healthcare providers (specialist physicians, nurses, and midwives). Data were collected through in-depth interviews and observations, and subsequently analyzed using data reduction, data display, and conclusion-drawing techniques. The health education content on RSIA Pasutri Bogor’s Instagram account was perceived as easy to understand by both patients and healthcare providers. Instagram’s interactive features supported effective two-way communication, with educational content proven to have the greatest influence on patients’ decision-making. In addition, consistency in message delivery, relevance of topics to current health issues, and collaboration between medical professionals and the marketing team were identified as key factors determining the success of health education. These findings affirm that Instagram can serve as a strategic medium for hospital health education when managed consistently, relevantly, and collaboratively. The results of this study are expected to provide practical recommendations for RSIA Pasutri Bogor in refining its digital communication strategy, contribute to the improvement of public health, and enrich the literature on social media–based health education
Read More
B-2576
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Viera Anisa Rahmawati; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Muhamad Lukman Sahaja
Abstrak:
Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tergolong tinggi. Kementerian Kesehatan (2025) melaporkan 57% masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada anak tunagrahita, prevalensi karies mencapai 82,6% sebagai akibat dari keterbatasan kognitif dan motorik yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita di SLBN 9 Jakarta tahun 2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang terdiri dari enam guru wali kelas, satu koordinator bagian tunagrahita, dan kepala sekolah; serta observasi terhadap praktik edukasi, sarana, dan peraturan terkait. Hasil penelitian menunjukkan, edukasi kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan secara rutin melalui program Bina Diri dengan metode pembelajaran interaktif, demonstrasi, dan evaluasi berkala. Guru wali kelas memiliki pengetahuan yang mumpuni dan menunjukan sikap, serta persepsi positif terhadap program edukasi, namun, keterbatasan waktu pembelajaran dan banyaknya tuntutan target capaian akademik masih menjadi kendala dalam pelaksanaan edukasi. Guru juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Sarana dan prasarana penunjang masih tergolong terbatas. Praktik edukasi memanfaatkan fasilitas umum sekolah dengan alat yang dibawa secara mandiri oleh murid dan guru. Belum terdapat program dan kebijakan khusus terkait edukasi kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita. Meskipun demikian, kurikulum memberikan fleksibilitas bagi guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan anak. Praktik edukasi di SLBN 9 Jakarta telah berjalan cukup baik dan adaptif, namun dapat dioptimalkan melalui peningkatan fasilitas, penguatan kolaborasi dengan orang tua, dan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal.

The Ministry of Health reported that 57% of the population in Indonesia experienced oral health issues (2025). Among children with intellectual disabilities, the prevalence of dental caries reached 82.6%, attributed to their cognitive and motor impairments. This study employed a qualitative approach, with a case study design, to analyze dental and oral health maintenance education practices for children with intellectual disabilities at SLBN 9 Jakarta in 2026. Data were collected through in-depth interviews with eight informants: six homeroom teachers, one coordinator of the childrens' intellectual disability unit, and the school principal; and observation of educational practices, facilities, and related regulations. The results indicated that dental and oral health educational practices at SLBN 9 Jakarta have been routinely implemented through the Self-Development (Bina Diri) program, utilizing various interactive learning methods, demonstrations, and periodic evaluations. Homeroom teachers demonstrated adequate knowledge with positive attitudes and perceptions toward the program. However, limited instructional time and heavy academic demands remain major obstacles to its implementation. Teachers also emphasized the importance of parental involvement in reinforcing oral health practices. Educational facilities were limited, relying mainly on general school facilities and personal equipment provided by teachers and students’ family. No specific school program or policy on oral health education for children was identified. Nevertheless, the curriculum provided flexibility for teachers to adapt learning methods to each students’ needs. Overall, the program was implemented effectively, although improvements in facilities accommodation, parental collaboration, and external partnerships are needed to enhance its sustainability and impact.
Read More
S-12308
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wendy Eszwara; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Novalino, Rahmi Syaflida Dalimunthe
Abstrak:
Kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang merata di Indonesia, memengaruhi individu dari berbagai kelompok usia. Kesehatan gigi yang buruk tidak hanya mengurangi kualitas hidup tetapi juga meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes. Tingginya prevalensi masalah gigi seperti karies, kehilangan gigi, dan penyakit gusi menunjukkan perlunya strategi promosi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak berbagai metode edukasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Dengan menilai efektivitas pendekatan ini, penelitian ini bertujuan memberikan wawasan dalam meningkatkan praktik kebersihan gigi dan kesehatan umum pasien.

Oral health is a pervasive public health issue in Indonesia, affecting individuals across all demographics. Poor oral health not only diminishes quality of life but also exacerbates risks for systemic diseases such as cardiovascular conditions and diabetes. The prevalence of dental problems like cavities, tooth loss, and gum disease underscores the urgent need for effective health promotion strategies. This study focuses on evaluating the impact of various educational methods on enhancing patients' knowledge of dental and oral health at the Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia Dental Hospital. By assessing the effectiveness of these approaches, the research aims to contribute insights into improving oral hygiene practices and overall health outcomes among patients.
Read More
T-7114
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive