Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anisa Rahma Putri; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rasman
Abstrak: Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus kecelakaan tertimpa pohon di area Gerbatama Universitas Indonesia, Depok. Kecelakaan yang terjadi tanggal 28 Desember 2014 menyebabkan pengendara motor beserta penumpang yang melintas di zona bahaya penebangan mengalami cidera berat dan ringan pada tubuh. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui berbagai penyebab yang melatarbelakangi kecelakaan. Data yang terkumpul didapat dari hasil wawancara dengan 7 orang informan, observasi lokasi kejadian, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan faktor manusia, peralatan, lingkungan, dan organisasi berkontribusi dalam kecelakaan. Berdasarkan Fault Tree Analysis penyebab dasar kejadian ini ada pada faktor organisasi berupa implementasi kebijakan keselamatan yang tidak memadai, kurangnya perencanaan terhadap pekerjaan serta supervisi dari pengawas yang kurang memadai saat pekerjaan.
Kata Kunci: Fault Tree Analysis, Kecelakaan, Tertimpa

This research is a case study of struck by falling tree accident at Gerbatama area, Universitas Indonesia, Depok. The accident which occurred on December 28, 2014 made the motorcyclist and its passenger who crossed the danger zone of the felling site got major and minor injuries on their bodies. This qualitative research aims to search for the causes of the accident.The data was collected through interviews with 7 informants, observation of the accident location, and also literature study. The results showed that human, equipment, environment, and organizational factors contributed to the accident. The Fault Tree Analysis showed that organizational factors were the basic causes of the accident, such as inadequate safety policies implementation, lack of job planning, and also lack of job supervision.
Key words: Accident, Fault Tree Analysis, Struck by
Read More
S-8767
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haerun; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Merujuk pada ketentuan ILO (International Labour Organizations), perusahaanpetrokimia merupakan perusahaan yang dikategorikan sebagai perusahaan denganrisiko Major Hazard. PT Pupuk Kujang melibatkan amonia untuk prosesproduksinya yang disimpan pada tanki penyimpanan 10000 MT. Meskipun peristiwakebocoran pada tanki amonia di PT Pupuk Kujang belum pernah terjadi, akan tetapirisiko kebocoran tersebut seluruhya masih tetap ada. Penyimpanan amonia di PTPupuk Kujang masih menyimpan potensi-potensi terjadinya kerusakan atau gangguanpada proses penyimpanannya yang dapat merusak tanki, sehingga timbul kebocoranamonia dalam jumlah besar. Dengan kemungkinan tersebut PT Pupuk Kujang memerlukan analisis konsekuensi untuk dijadikan landasan perencanaan sistemtanggap darurat jika skenario kebocoran dalam jumlah besar terjadi.Dalam studi ini analisa konsekuensi kebocoran dilakukan dengan menggunakan BREEZE Incident Analyst. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terjadinya bahayadan dampak kebocoran dapat disebabkan oleh kegagalan major dan kegagalan minoryang dianalisa dengan Fault Tree Analysis jarak dispersi terjauh mencapai lebih dari 262.6 m dengan kadar amonia 25 ppm dan 164.6 m untuk kadar 150 ppm dan116.9 m untuk kadar 750 ppm. Daerah yang berisiko terkena sebaran dispersiamonia dalam berbagai skenario adalah Pabrik Kujang 1A, utility Pabrik Kujang1B,cooling tower dan refrigerant amoniaKata kunci: Storage tank, Amonia, dispersi , BREEZE Incident analyst, Fault TreeAnalysis
According to ILO convention (International Labour Organizations), petrochemicalinstallation is one among other industry with a major hazard risk involved in theindustrial process. PT Pupuk Kujang Involved ammonia in the production processsaved on 10000 MT capacity storage tank. Although there is no leaking history forammonia storage tank at PT Pupuk Kujang it does not mean the potential for theevent to happen became impossible. The ammonia storage process still process thepotential of a mishap, malfunction or damage that could jeopardize the integrity ofthe storage tank an eventually leakage could occur. With this background, anconsequence analysis required for PT Pupuk Kujang around the facility to understandthe hazard and risk possibly occur, so proper mitigation and emergency plan could beproduce.In this study, the analysis of the consequences of leakage performed using BREEZEIncident Analyst . This studies show that the occurrence and impact of leakage can becaused by the failure of major and minor failures were analyzed by Fault TreeAnalysis, The projection produced by BREEZE Incident Analyst show the maximumdispersion distance is more 262.6 m with 25 ppm ammonia concentration and164.6 m for 150 ppm ammonia concentration and 116.9 m for 750 ppm ammoniaconcentration. Areas at risk of dispersion of the distribution of ammonia in variousscenarios are Factory Cleaver 1A, 1B Kujang utility plant, cooling tower andammonia refrigerant.Keywords : Storage tank, Ammonia, dispersion, BREEZE Incident analyst, FaultTree Analysis
Read More
S-7738
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Andriani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Yuni Kusminanti
Abstrak: Seiring dengan perkembangan di dunia industri sejak dimulainya Revolusi Industri,dunia tidak pernah lepas dari penggunaan bahan kimia. Salah satu bahan kimia yangdigunakan adalah Hidrogen Klorida/Asam Klorida (HCl) yang merupakan bahanbaku plastik PVC, bahan pembersih perabotan rumah, memproduksi gelatin, zatadiktif makanan, dan proses penyamakan kulit, maka risiko dari HCl sangat besar. Tak terkecuali terhadap material tangki sebagai tempat menyimpan bahan.Olehkarena itu sangat diperlukan penilaian tingkat risiko pada tahap desain tangki HCl 33% terhadap material tangki dan konsekuensi aspek finansial jika terjadikebocoran pada tangki tersebut.Dalam studi ini digunakan metode Quantitative Risk Analysis API-RBI 581:2008.Hasil Penelitian menunjukan bahwa Nilai Probability of Failure (PoF) yang didapatadalah 3909,24 berada pada kategori 5 (1000 < Df-total ≤10000), konsekuensi biayajika terjadi lubang pada dinding tangki sebesar US$ 8.670.000 berada pada kategoriD dan pada tingkat high risk. Sedangkan konsekuensi biaya jika terjadi lubang pada pelat dasar tangki sebesar US$ 21.500.000.000 berada pada kategori E pada tingkat high risk.Kata kunci: Storage tank, HCl, Quantitative Risk Analysis, API, RBI
Along with the development of the world's industry and since the beginning of theindustrial revolution, the world is never be separated from the use of chemicals. Oneof the chemicals used is hydrogen chloride/hydrochloric acid which is the rawmaterial of plastic PVC, furniture cleaning materials, to produce gelatin, foodaddictive substances, and the leather tanning process, so the risk of HCL is very large.There is no exception for the tank material as the place to store materials. Therefore,it is very necessary need the level risk assessment in design phase HCl 33% storagetank againts tank material and financial consequences aspects if there is a leak at thetank.In this study, the analysis of the risk assessment used the Quantitative Risk AnalysisMethode API-RBI 581:2008. This study shows that the value of Probability ofFailure (PoF) obtained is 3909,24 and is on category 5 (1000 < Df-total ≤10000), ifthere is a hole in the wall of the tank its cost of consequence is US$ 8.670.000, oncategory D and at the high level risk. While the cost of consequence if there is a holeat the plate of bottom tank is US$ 21.500.000.000 and is on category E and at thehigh risk level.Keywords : Storage tank, Ammonia, dispersion, BREEZE Incident analyst, FaultTree Analysis
Read More
S-7719
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive