Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andi Leny Susyanty, Heny Lestary, Raharni
BPK Vol.44, No.4
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Estherlina Sitorus; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Tata, Yanti Yulianti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pembiayaan kesehatan berdasarkan sumber dan pemanfaatan dana yang berasal dari pemerintah di Kota Serang Tahun 2014-2016, serta komitmen dari pemerintah Daerah Kota Serang terhadap pembiayaan kesehatannya dengan menggunakan pendekatan District Health Account (DHA). Penelitian dilakukan di Sektor kesehatan dan sektor terkait di wilayah Kota Serang. Hasil penelitian menunjukan bahwa total anggaran untuk pembiayaan kesehatan bersumber pemerintah di Kota Serang dari Tahun 2014- 2016 mengalami peningkatan yaitu pada Tahun 2014 sebesar Rp 61.759.128.963, Tahun 2015 sebesar Rp 77.302.110.763 dan Tahun 2016 sebesar Rp 88.278.652.111. Jika dilihat dari persentase APBD Kota Serang pada Tahun 2014 sebesar 6,02%, Tahun 2015 sebesar 6,99% dan Tahun 2016 sebesar 7,79%. Hal ini menunjukan komitmen pemerintah Kota Serang terhadap pendanaan sektor kesehatannya. Pembiayaan kesehatan berdasarkan fungsi, persentase terbesar untuk fungsi tata kelola sistem kesehatan dan untuk pelayanan kuratif. Berdasarkan program, banyak terealisasi untuk program penguatan Sistem kesehatan 59,55%-67,43% untuk program kesehatan individu sebesar 21,29% - 26,49% kemudian untuk program kesehatan masyarakat sebesar 11,28%-13,96%. Berdasarkan mata anggaran, paling besar untuk belanja operasional (83,68%-93,57%) untuk investasi (4,76%-15,29%) serta untuk belanja pemeliharaan (0,93%-1,67%). Dengan sumber daya yang terbatas sedangkan kebutuhan kesehatan yang terus meningkat, maka diperlukan efisensi penggunaan sumber daya yang ada serta pemilihan program kegiatan kesehatan yang efektif, serta perlu dibuat kebijakan penganggaran kesehatan sebagai dasar atau acuan perencanaan anggaran kesehatan di Kota Serang. Kata Kunci: Pembiayaan Kesehatan, DHA, Belanja Kesehatan This study aims to obtain information about health financing based on sources and utilization of funds derived from the government in Serang City Year 2014-2016, as well as commitment from the local government of Serang City against health financing by using approach District Health Account (DHA). The research was conducted in health sector and related sectors in Serang City area. The results showed that the total budget for health financing sourced by the government in Serang City from 2014-2016 has increased in 2014 amounting to Rp 61,759,128,963, Year 2015 amounting to Rp 77,302,110,763 and Year 2016 of Rp 88,278,652,111. If seen from the percentage of APBD Serang City in the Year 2014 of 6.02%, Year 2015 of 6.99% and Year 2016 of 7.79%. This shows the commitment of Serang City government to funding the health sector. Health financing by function, the largest percentage of health system governance functions and for curative services. Based on the program, many realized for health system strengthening program 59,55% -67,43% for individual health program equal to 21,29% - 26,49% then for public health program equal to 11,28% -13,96%. Based on budget, most of the operational expense (83.68% -93.57%) for investment (4.76% -15.29%) and for maintenance expenditure (0.93% -1.67%). With limited resources while increasing health needs, it will require the efficient use of existing resources as well as the selection of effective health program activities, and the need to make health budgeting policy as the basis or reference of health budget planning in Serang City. Keywords: Health Financing, DHA, Health Expenditure
Read More
T-4987
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Gede Semarajana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Amila Megraini, I Gede Wiryana Patra Jaya
Abstrak: Keterlambatan BPJS Kesehatan dalam membayar klaim kepada rumah sakit menimbulkan gangguan kas rumah sakit sehingga operasional rumah sakit terganggu. Masalah tersebut mengakibatkan penurunan kualitas pelayanan rumah sakit sehingga dapat menurunkan kepuasan pasien. BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan bank mengenai program Supply Chain Financing (SCF) untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. Kementerian Kesehatan RI melalui Surat Edaran Nomor HK 02.01/MENKES/286/2019 tentang Pembayaran Kepada Penyedia Jasa dalam Program Jaminan Kesehatan, menyampaikan agar rumah sakit dapat mengkaji dan menimbang untuk memanfaatkan SCF apabila dianggap dapat membantu masalah arus kas rumah sakit. Studi ini bermaksud mengevaluasi implementasi kebijakan program Supply Chain Financing di RSU Bhakti Rahayu Denpasar di Era Jaminan Kesehatan Nasional. Desain penelitian ini adalah studi kasus kualitatif, dimana data kualitatif diperoleh dengan cara melakukan deep interview dengan tujuan untuk dapat mengevaluasi implementasi kebijakan Program Supply Chain Financing di RSU Bhakti Rahayu Denpasar dilhat dari sisi input, proses, dan output-nya. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan program Supply Chain Financing di RSU Bhakti Rahayu Denpasar telah berjalan baik. Hasil ini menunjukkan sumber daya manusia, sarana prasarana, pendanaan/biaya, serta MoU rumah sakit dengan bank mendukung terlaksananya program SCF sehingga rumah sakit dapat menerima percepatan penerimaan klaim BPJS Kesehatan yang difasilitasi oleh bank.
Read More
B-2247
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tuti Handayani, Mardiati Nadjib
JEKI Vol.1, No.2
Depok : FKM UI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Turniani Laksmiarti, Wahyu Pudji Nugraheni
Bulitsiskes Vol.16, No.3
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Putri; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Indah Rosana Djajadireja
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi biaya, kecukupan biaya, dan fungsi manajemen dalam pembiayaan Program Jakarta Sehat. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa anggaran biaya Program Jakarta Sehat untuk tahun 2013 yaitu sebesar Rp 1,5 Trilyun dengan penyerapan sebesar 99,3% atau senilai Rp 1,49 Trilyun. Metode prospective payment yang digunakan perlu ditinjau lebih lanjut agar mencapai keseimbangan unit cost dan tarif pada rumah sakit. Mekanisme pengendalian dan evaluasi dilakukan satu bulan satu kali dengan melihat kepada output program. Efektivitas pembiayaan Program Jakarta Sehat belum tercapai secara optimal dan adil di kedua sisi pembuat kebijakan dan terutama pemberi pelayanan kesehatan. Uraian tugas manajerial secara lebih rinci perlu dicantumkan pada pedoman pelaksanaan. Perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif Program Jakarta Sehat dilihat sebagai sebuah sistem manajemen yang utuh.
 

 
This study's aim is to analyze the allocation of costs, cost adequacy, and management functions in "Jakarta Sehat" Program's financing. Based on the results of the research, it is known that the "Jakarta Sehat" Program budget for 2013 amounting to 1.5 trillion rupiahs with the absorption of 99.3% or 1.49 trillion rupiahs. Prospective payment method that is used needs to be reviewed further in order to achieve balance and unit cost rates at the hospital. Control mechanisms and evaluation conducted once a month by looking at the output of the program. "Jakarta Sehat" Program's financing effectiveness has not achieved optimally and fairly on both sides of the policy makers and health providers especially. The managerial job descriptions in more detail needs to be included in the guidelines for implementation. It's important to evaluate "Jakarta Sehat" Program in a comprehensive seen as a complete management system.
Read More
S-8355
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ristrini, Wasis Budiarto
JMPK Vol.07, No.03
Yogyakarta : UGM, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tuti Handayani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Tati Suryati, Lemi Kurniawan
T-4584
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ery Setiawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Kurnia Sari, Maya Trisiswati
Abstrak: Peningkatan signifikan pada tren insiden penyakit HIV dan AIDS baik dalam tingkat global maupun Indonesia saat ini terjadi pada kelompok Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL). Hal ini dapat menjadi suatu isu kritis ketika Kelompok LSL dapat menjadi jembatan transmisi baru melalui hubungan heteroseksual dan transmisi perinatal dari ibu ke anak. Kondisi ini disebabkan oleh karakteristik sebagian besar LSL yang juga melakukan hubungan seksual dengan lain jenis (wanita) atau bahkan telah mempunyai istri secara legal (biseksual). Berbagai program dan pendekatan telah banyak dilakukan oleh pemerintah maupun LSM, namun demikian hal tersebut masih belum dapat diikuti oleh penurunan yang signifikan terhadap prevalensi HIV dan AIDS khususnya pada kelompok populasi Kunci LSL. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini ditujukan untuk melakukan penilaian tentang keberlangsungan program LSL ke depan dengan ditinjau dari sisi manajemen program melalui metode penelitian kualitatif dengan unit analisis pada program. Hasil wawancara mendalam menjelaskan bahwa secara praktik, manajemen pelaksanaan yang dilakukan sudah cukup baik atau sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah ditetapkan, namun demikian apabila ditinjau dari sisi sustainibilitas program ke depan terdapat beberapa fokus perhatian seperti sustainibilitas pembiayaan, ketepatan estimasi target, dan kebijakan khusus penanggulangan LSL.
 

 
The significant increase in the incidence trends of HIV and AIDS in both the global level and Indonesia is currently happening in the group Men who have sex with men (MSM). This would be a critical issue when the MSM group can be a new bridge heterosexual transmission and perinatal transmission from mother to child. This condition is caused by the characteristics of most of the MSM who also have sex with another type (female) or even have had a legal wife (bisexual). Various programs and approaches have been carried out by governments and NGOs, however, it still can not be followed by a significant decrease in the prevalence of HIV and AIDS, especially in the MSM population group keys. In connection with this, this study aimed to assess the sustainability of the MSM program forward with a review of the management of the program via qualitative research methods in program analysis unit. The results of in-depth interviews explained that in practice, the implementation of the management done well enough or in accordance with the guidelines that have been set, but Accordingly to sustainability context there are several focus attention such as sustainability financing, the accuracy of estimates of the target, and specific policy for MSM prevention.
Read More
S-8483
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Kamila; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Wahyu Sulistiadi, Tati Suryati, Herlinawati
T-4604
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive