Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novita; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Rita Damayanti, Endang Mulyani
S-8135
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novahana Noor Pradita; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dramayadi
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan lalu lintas khususnya pada kendaraan roda dua dengan korban kedua paling banyak adalah usia remaja. Berbagai faktor melatarbelakangi angka ini, akan tetapi faktor perilaku disebut sebagai faktor utama. Perilaku yang berkembang pada masa remaja dapat menetap hingga dewasa, sehingga dibutuhkan perbaikan perilaku sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sekaligus faktor yang berhubungan dengan perilaku mengemudi beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner kepada siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (n=168). Hasil peneitian menunjukkan hampir sebagian besar responden berperilaku mengemudi berisiko. Selain itu terdapat hubungan antara pengaruh teman dan pengaruh orang tua dengan perilaku mengemudi pada remaja. Dibutuhkan tindak lanjut yang lebih tegas dari pihak kepolisian juga kerja sama dari pihak sekolah maupun orang tua untuk menurunkan perilaku mengemudi berisiko pada remaja.
Kata kunci: Perilaku mengemudi, Faktor perilaku tidak aman, anak SMA.

The number of traffic accidents is very high, especially on two-wheeled vehicles with the second most victims are adolescence. Various factors underlie this number, but behavioral factors reffered as the major factor. Behaviors that develop in adolescence can persist into adulthood, so behavior improvement is needed as early as possible. This study aims to describe factors related to risky driving behaviors in adolescents. The method used is quantitative and cross sectional. The data were collected by distributing questionnaires to high school students (n = 168). The results showed that majority of respondents have risky driving behaviors. In addition there is a relationship between the influence of friends and the influence of parents with driving behavior in adolescents. Rigorous law enforcement by the police and cooperation from parents and school are needed to reduce risky driving behavior in adolescents. Keywords : Riding behavior, unsafe behavior factors, high school students
Read More
S-9120
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Norma Diantika; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Tiara Amelia, Yayuk Arnawati
Abstrak:

ABSTRAK


Nama : Norma Diantika
Program Studi : Kesehatan Masyarakat
Judul : Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kebersihan Menstruasi Siswi SMPN 13 Bogor Tahun 2025
Pembimbing : Prof. Dr. drg. Ella Nurlaella Hadi, M.Kes.

Menurut data BKKBN Jawa Barat tahun 2020 bahwa pemahaman remaja Jawa Barat tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) sudah cukup baik, namun pemahaman terkait kesehatan reproduksi remaja secara komprehensif masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku kebersihan menstruasi pada siswi di SMPN 13 Bogor tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sebanyak 150 siswi dipili sebagai sampel dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan secara primer melalui pengisian kuesioner secara mandiri dan dianalisis menggunakan uji chi square. Data meliputi perilaku kebersihan menstruasi sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independen terdiri dari: usia menarche, pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana, status sosial ekonomi, pendidikan ibu dan keterpaparan informasi. Hasil penelitian menunjukan hanya sikap (p<0,048) yang berhubungan dengan perilaku kebersihan menstruasi di SMPN 13 Bogor. sedangkan usia menarche (p=0,747), pengetahuan (p=0,432), ketersediaan sarana (p=0,432), status sosial ekonomi (p=0,293), pendidikan ibu (p=0,848), keterpaparan informasi (p=0,859). Untuk itu perlu dilakukan pengawasan pemberian promosi kesehatan dengan metode penyuluhan dan konseling yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Kata Kunci : Perilaku, Kebersihan Menstruasi, Siswi SMP


ABSTRACT   Name                : Norma Diantika  Study Program        : Public Health  Title                  : Factors Associated with Menstrual Hygiene Behavior Among Female Students at SMPN 13 Bogor in 2025 Counsellor                : Prof. Dr. drg. Ella Nurlaella Hadi, M.Kes.   According to data from the West Java BKKBN in 2020, West Java adolescents' understanding of Family Life Preparation for Adolescents (PKBR) is quite good, but their comprehensive understanding of adolescent reproductive health is still lacking. This study aims to identify the factors associated with menstrual hygiene behavior among female students at SMPN 13 Bogor in 2025. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. A total of 150 female students were selected as samples using proportional stratified random sampling. Data were collected primarily through self-administered questionnaires and analyzed using the chi-square test. The data included menstrual hygiene behavior as the dependent variable, while the independent variables consisted of: age at menarche, knowledge, attitude, availability of facilities, socioeconomic status, mother's education, and exposure to information. The results of the study showed that only attitude (p<0.048) was associated with menstrual hygiene behavior at SMPN 13 Bogor. Meanwhile, age at menarche (p=0.747), knowledge (p=0.432), availability of facilities (p=0.432), socioeconomic status (p=0.293), maternal education (p=0.848), and exposure to information (p=0.859) were not significantly related. Therefore, it is necessary to monitor the provision of health promotion through health education and counseling conducted by health workers.   Keywords: Behavior, Menstrual Hygiene, Junior High School Students

Read More
S-12112
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rista Azzulfa; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sugiatmi
Abstrak:

Mi instan adalah salah satu makanan yang populer di dunia, terutama kawasan Asia. Menurut World Instant Noodles Association (WINA) pada tahun 2023, Indonesia menduduki posisi kedua permintaan mi instan tertinggi. Masa remaja merupakan masa peralihan yang memiliki banyak perubahan dalam aspek kehidupan, termasuk mengenai pemilihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi mi instan berdasarkan perilaku membaca label ING, pengaruh teman sebaya dan faktor lainnya pada siswa SMAN 34 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah 125 responden yang ditentukan melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian SQ-FFQ dan kuesioner oleh responden di sekolah. Pengolahan dan
analisis data dilakukan menggunakan program Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan 64,8% siswa di SMA memiliki konsumsi mi instan yang tinggi (≥ 1 kali/minggu). Analisis lanjutan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara persepsi harga produk dan pengaruh teman sebaya dengan konsumsi mi instan. Berdasarkan hasil penelitian, siswa disarankan untuk bijak konsumsi mi instan dengan memperhatikan frekuensi, jumlah mi instan yang dikonsumsi, serta penambahan bahan makanan seperti protein dan sayur. Sekolah dan orang tua juga memiliki peran yang penting untuk mengawasi serta mengarahkan remaja dalam pemilihan makanan yang baik.


Instant noodles are one of the most popular foods in the world, especially in Asia. According to the World Instant Noodles Association (WINA) in 2023, Indonesia ranked the second highest demand for instant noodles. Adolescence is a transitional period that has many changes in aspects of life, including food choices. This study aims to determine differences in instant noodle consumption based on ING label reading behavior, peer influence and other factors among students of SMAN 34 Jakarta. This research used a cross-sectional study design with a quantitative approach. The sample in this study was 125 respondents who were determined through the purposive sampling method. Data collection was conducted by filling out the SQ-FFQ and questionnaires by respondents at school. Data processing and analysis were conducted using Microsoft Excel and IBM SPSS Statistics programs. The results showed that 64,8% of students in high school had high instant noodle consumption (≥ 1 time/week). Further analysis showed that there was a significant proportion difference between perceived product price and peer influence with instant noodle consumption. Based on the results of the study, students are advised to consume instant noodles wisely by paying attention to the frequency, the amount of instant noodles consumed, and the addition of food ingredients such as protein and vegetables. Schools and parents also have an important role to supervise and direct adolescents in choosing good food.

Read More
S-11955
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilia Pandin Madao; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Agustin Kusumayati, Laila Fitria, Mirza Apriani, Didik Supriyono
Abstrak:
Siswa-siswi SMP di Kecamatan Citeureup dapat berisiko mengalami gangguan hemoglobin atau anemia karena PM2.5 yang dihasilkan dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor. Remaja yang terpapar PM2.5 dapat mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darah dimana berdampak pada penurunan oksigen yang diedarkan ke seluruh organ-organ tubuh, terutama otak dan jantung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pajanan PM2.5 dengan anemia pada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case-control. Sampel penelitian ini adalah sebagian siswa-siswi kelas VIII dan IX yang berada pada 4 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Citeureup. Analisis data dilakukan dengan cara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 22. Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan anemia pada siswa-siswi SMP adalah konsentrasi PM2.5 (p-value = 0,026), jenis kelamin (p-value = 0,007), dan IMT (p-value = 0,016). Berdasarkan analisis multivariat, konsumsi zat besi heme (telur ayam) dan non-heme (buncis, singkong, oncom, tahu), konsumsi peningkat absorpsi zat besi (melon dan jambu biji), serta aktivitas fisik merupakan variabel konfounding hubungan PM2.5 dengan anemia.

Junior high school students in Citeureup District can be at risk of hemoglobin disorders or anemia due to PM2.5 produced by industrial activities and motor vehicles. Adolescents exposed to PM2.5 can experience a decrease in hemoglobin levels in the blood, which impacts a decrease in oxygen circulated to all body organs, especially the brain and heart. This study aims to determine the association between PM2.5 exposure and anemia in junior high school students in Citeureup District, Bogor Regency. The type of research is quantitative research with a case-control research design. The sample of this study is some students in grades VIII and IX who are in 4 Junior High Schools in Citeureup District. Data analysis was carried out in univariate, bivariate, and multivariate methods using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 22. The variables that were significantly related to anemia in junior high school students were PM2.5 concentration (p-value = 0.026), gender (p-value = 0.007), and BMI (p-value = 0.016). Based on multivariate analysis, the consumption of heme iron (chicken eggs) and non-heme iron (chickpeas, cassava, oncom, tofu), consumption of iron absorption enhancers (melon and guava), and physical activity were the confounding variables of the association between PM2.5 and anemia.
Read More
T-7094
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amin S Muh; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Pujiyanto, Andi Sari Bunga Untung, Fitriana Yuliawati Lakolla
Abstrak: Rokok merupakan faktor resiko utama dari penyakit jantung, kanker, penyakit parukronis, kanker mulut dan tenggorokan. Perilaku merokok bahkan dapat kita jumpaipada kelompok umur yang lebih muda, yakni pelajar sekolah. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh peringatan kesehatan bergambar padakemasan rokok terhadap intensi berhenti merokok Siswa SMA laki-laki denganmenggunakan studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada siswaSMA di Makassar yang dihitung berdasarkan rumus uji hipotesis beda proporsiyaitu 96 responden dari SMU, 64 responden dari SMK, 11 responden dari MA.Tingkat efektivitas pengaruh kesehatan bergambar pada kemasan rokok terhadapintensi berhenti merokok Siswa SMA laki-laki diukur dengan menggunakankuesioner. Seluruh gambar memiliki hubungan yang signifikan dengan intensiberhenti merokok responden, yaitu gambar 1 dengan nilai p = 0,001, gambar 2dengan nilai p = 0,001, gambar 3 dengan nilai p = 0,002, gambar 4 dengan nilai p= 0,001 dan gambar 5 dengan nilai p = 0,004. Dari keseluruhan variabel independenyang diduga paling kuat mempengaruhi intensi berhenti merokok pada respondenadalah Gambar 4 dengan p value < 0,05. Dengan nilai OR sebesar 2,7 yang artinyaGambar 4 memberikan peluang 2,7 kali menyebabkan tingginya intensi berhentimerokok siswa.Kata kunci : analisis, peringatan kesehatan bergambar, intensi berhenti merokok,siswa SMA.
Read More
T-4720
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeremiah Purwoto; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Hera Ganefi
Abstrak: Ketidakpuasan bentuk tubuh merupakan evaluasi negatif yang dilakukan pada satu atau beberapa bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan faktor lingkungan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh yang dilakukan dengan studi cross-sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 48,3% siswi mengalami ketidakpuasan bentuk tubuh. Beberapa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan ketidakpuasan bentuk tubuh adalah status gizi, diet penurunan berat badan, rasa percaya diri, pengaruh kritik orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Penulis menyarankan agar orang tua dan sekolah dapat sama-sama mendidik siswi melalui penyuluhan dan promosi gizi agar siswi mengetahui bentuk tubuh ideal, menerapkan gaya hidup sehat, dan memiliki rasa percaya diri.
 

 
Body dissatisfaction is a negative evaluation towards one or several body parts. This study aims to determine the relationship of both individual factors and environmental factors with body dissatisfaction of female high school students. The result of this study shows that 48,3% of female students are dissatisfied with their body. Variables which are related to body dissatisfaction are nutritional status, weight-loss diet, self-esteem, critics from parents, and critics from peer group. The researcher suggests for both parents and school to educate female student through counseling and nutritional promotion, thus female student would acknowledge the ideal body shape, to live a healthy lifestyle, and have a good self-esteem.
Read More
S-8296
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Umi Febrianti; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Triyanti, Lilik Kustiyah
Abstrak:
Latar Belakang: Emisi gas rumah kaca dari konsumsi pangan merupakan isu yang perlu diperhatikan karena sistem pangan menyumbang 23−42% emisi yang dihasilkan manusia. Remaja merupakan individu yang mulai memiliki otonomi sendiri terkait pemilihan makanan dan kebiasaan kurang baik−termasuk konsumsi tinggi emisi−perlu diubah sebelum dibawa ke tahap kehidupan selanjutnya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan emisi gas rumah kaca dari konsumsi pangan pada siswa SMA Negeri 34 Jakarta Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan sampel berjumlah 100 orang. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, uang jajan, tingkat pemenuhan kebutuhan energi, tingkat pemenuhan kebutuhan protein, tingkat pemenuhan kebutuhan lemak, tingkat pemenuhan kebutuhan karbohidrat, kelompok pangan: sumber karbohidrat dan lauk hewani dengan emisi gas rumah kaca dari konsumsi pangan pada siswa SMA Negeri 34 Jakarta tahun 2025. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara IMT/U serta kelompok pangan: buah-buahan, lauk nabati, olahan protein hewani, sayuran, dan kelompok pangan lainnya. Kesimpulan: Jenis kelamin, uang jajan, tingkat pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi makro, serta kelompok pangan sumber karbohidrat dan lauk hewani berhubungan dengan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan pada siswa SMA Negeri 34 Jakarta tahun 2025.

Background: Dietary greenhouse gas emission currently is a critical issue because the food system accounting approximately 23−42% of human-generated emissions. Adolescents are individuals who begin to have their own autonomy regarding food choices and their poor eating habits−including high-emission consumption pattern−should be changed before they enter the next stages of life. Objective: To determine factors associated with dietary greenhouse gas emissions among students at SMA Negeri 34 Jakarta in 2025. Method: This study is quantitative research using a cross-sectional design with 100 samples. Results: There is a significant relationship between sex, pocket money, energy adequacy level, protein adequacy level, fat adequacy level, carbohydrate adequacy level, food groups: carbohydrates and animal protein with dietary greenhouse gas emissions among students at SMA Negeri 34 Jakarta in 2025. Meanwhile, there is no significant relationship between BMI-for-age and food groups: fruits, plant-based protein, processed animal protein, vegetables, and other food groups. Conclusion: Sex, pocket money, energy and macronutrient adequacy level, and food groups: carbohydrate and animal protein are related to dietary greenhouse gas emissions among students at SMA Negeri 34 Jakarta in 2025.
Read More
S-11975
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuby Abigail; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak:
Kecenderungan perilaku makan menyimpang (PMM) merupakan gangguan makan yang mengubah pola konsumsi atau penyerapan makanan hingga mengganggu kesehatan seseorang. Di Indonesia, prevalensi PMM terus meningkat dan salah satu kelompok yang paling rentan adalah remaja. Beberapa studi terdahulu yang dilakukan di Jakarta, Depok, dan Bekasi (2008-2023) menunjukkan angka kecenderungan PMM sebesar 32,7% - 91,7% di kalangan remaja. PMM merupakan masalah yang perlu memperoleh perhatian khusus karena dapat membawa berbagai dampak buruk bagi tumbuh kembang remaja bahkan dapat berujung pada kematian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecenderungan PMM pada remaja perempuan maupun laki – laki. Terdapat sepuluh variabel independen yang diteliti, yaitu jenis kelamin, status gizi, citra tubuh, stres, rasa percaya diri, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua, dan pengaruh media sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional melibatkan 217 responden (kelas X dan XI) dari 15 SMA Negeri di Kota Depok, Jawa Barat. Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode quota sampling dan pengambilan data dilakukan selama bulan April – Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMM merupakan masalah yang banyak ditemui dengan 78,8% responden ditemukan memiliki kecenderungan PMM. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara kecenderungan PMM dengan stres, status gizi, pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua, dan pengaruh media sosial. Diperlukan adanya kolaborasi dari remaja, orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah peningkatan kasus PMM di kalangan remaja.

Eating disorders (EDs) tendencies are disordered eating-related behaviors that alter food consumption or absorption patterns that disrupt one's health. In Indonesia, the prevalence of eating disorders continues to rise, with adolescents being one of the most vulnerable groups. Several previous studies conducted in Jakarta, Depok, and Bekasi between 2008 and 2023 have shown a prevalence of PMM ranging from 32.7% to 91.7% among teenagers. PMM is a problem that requires special attention because it can have various negative impacts on the growth and development of teenagers, and can even lead to death. This study was conducted to understand the incidence and factors associated with EDs tendencies among both female and male adolescents. Ten independent variables were examined: gender, nutritional status, body image, stress, self-confidence, physical activity, nutritional knowledge, peer influence, parental influence, and social media influence. The research design used was cross-sectional, involving 217 respondents (10th and 11th graders) from 15 public high schools in Depok City, West Java. Respondents were selected using quota sampling method, and data collection took place during April - May 2024. Research results indicate that eating disorders are a prevalent issue, with 78.8% of respondents found to have tendencies towards EDs. Bivariate analysis results indicated significant relationships between EDs tendencies and stress, nutritional status, peer influence, parental influence, and social media influence. Collaboration among adolescents, parents, schools, and government is needed to increase awareness and prevent the rise of eating disorder cases among adolescents.
Read More
S-11673
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Rahmawati; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawwati Utari, Triyanti, R.Bagus Irwan Ruswandi, Dwi Suwartini
Abstrak:

Prevalensi obesitas pada remaja cenderung meningkat. Pola konsumsi yang tidak sehat adalah salah satu faktor risiko obesitas. Perilaku konsumen yang baik diperlukan seperti kepatuhan dalam hal membaca informasi nilai gizi dan memilih produk yang tepat. Kecenderungan remaja dalam membaca informasi nilai gizi masih rendah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan perilaku membaca informasi nilai gizi produk minuman manis dalam kemasan pada siswa SMAN 32 dan SMAS Muhammadiyah 18 Jakarta Selatan pada tahun 2019. Desain penelitian ini adalah crosssectional. Total sampel sebanyak 187 siswa yang diambil dengan metode total sampling. Sumber data menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 44,9% siswa yang membaca informasi nilai gizi. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap informasi nilai gizi dengan perilaku membaca informasi nilai gizi. Hasil multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor dominan. Faktor yang berhubungan dengan perilaku membaca informasi nilai gizi adalah sikap terhadap informasi nilai gizi. Responden dengan sikap yang baik mempunyai peluang 2 kali lebih besar untuk membaca informasi nilai gizi dibandingkan dengan responden yang tidak membaca informasi nilai gizi. Untuk meningkatkan sikap dibutuhkan sosialisasi, salah satunya melalui media internet. . Kata kunci: Informasi nilai gizi, minuman manis dalam kemasan, siswa SMA, sikap


 The prevalence of obesity in adolescents tends to increase. Unhealthy consumption patterns are one of the risk factors for obesity. Good consumer behavior is needed in relation to compliance in terms of reading labels and choosing the right product. The tendency of adolescents to read nutrition labels were low. This study aims to determine the dominant factors of use of nutrition labels on packaged beverages for students in SMAN 32 and SMAS Muhammadiyah 18 South Jakarta in 2019. The design of this research is cross-sectional. The total sample is 187 students taken by the total sampling method. This study used primary data by filled out questionnaires and using anthropometric methods. Data were analyzed univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate. The research results showed that 44.9% of students read nutritional value information. There is a significant relationship between attitudes towards nutritional value information and behavior in reading nutritional value information. Multivariate results show that there is no dominant factor. Factors related to the behavior of reading nutritional value information are attitudes towards nutritional value information. Respondents with a good attitude are 2 times more likely to read nutritional value information compared to respondents who do not read nutritional value information. To improve attitudes, socialization is needed, one of which is through the internet. Key words: Nutrition labels, packaged beverages, high school students, attitudes

Read More
T-6357
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive