Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irfani, Witri / Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
S-2328
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Rusmana; Pembimbing: Anwar Hasan
S-2588
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diana Andriyani Pratamawati, Anggi Septia Irawan, Widiarti
Vektora Vol.IV, No.2
Salatiga : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astridya Paramita, Setia Pranata
Bulitkes Vol.41, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safa Nabilah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Muhammad Olik Abdul Holik
Abstrak: Escherichia coli merupakan bakteri yang umum digunakan sebagai parameter terkait cemaran tinja dan sanitasi. Keberadaan nitrat pada air juga menjadi salah satu indikator terkait sanitasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sanitasi dapat mempengaruhi konsentrasi TDS (Total Dissolve Solids) dalam air tanah. Adanya kandungan E .coli, nitrat, dan TDS berlebih dalam air tanah yang digunakan sebagai air minum rumah tangga dapat berdampak pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi rumah tangga dengan kualitas air minum rumah tangga bersumber air tanah berdasarkan parameter E .coli, nitrat, dan TDS. Kondisi sanitasi yang diteliti meliputi 7 aspek, yaitu sarana buang air besar, tempat pembuangan akhir tinja, jarak tempat pembuangan akhir tinja, tempat pembuangan sampah rumah tangga, jarak TPS/TPA terdekat, sarana pembuangan limbah cair rumah tangga, serta jarak sarana pembuangan limbah cair rumah tangga. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode cross sectional. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara tempat pembuangan akhir tinja dengan kandungan TDS (p=0.086), tempat pembuangan sampah dengan cemaran E. coli (p=0.054), dan jarak TPS/TPA terdekat dengan kandungan TDS (p=0.061). Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis lebih lanjut mengenai keterkaitannya dengan kesehatan.
Escherichia coli is a commonly used bacteria as a parameter related to fecal contamination and sanitation. The presence of nitrate in water is also an indicator related to sanitation. Several studies show that sanitation can affect concentration of TDS (Total Dissolve Solids) in groundwater. So, the presences of E. coli, nitrate, and TDS in groundwater that used as daily needs household drinking water can affect human health. This study aims to analyze the relationship between seven household sanitation conditions and the quality of household drinking water from groundwater based on the presence of E. coli, nitrate, and TDS as the parameters. The sanitation conditions include 7 aspects, such as defecation facilities, faecal disposal sites, the distance between feces disposal sites and drinking water sources, household waste disposal sites, the distance between household and temporary storage sites (TPS)/Final Processing Sites (TPA), household waste water disposal facilities, and the distance between household waste water disposal facilities and drinking water source. This research uses secondary data with a cross sectional analysis method. The analysis was carried out with univariate test and bivariate test using chi square test with a confidence level of 90%. The research results showed that there was significant relations between faecal disposal sites and TDS (p=0.086), waste disposal sites and E. coli (p=0.054), the distance to the nearest waste disposal sites and TDS. Therefore, the suggestions for further researcher to analyze the relations with health.
Read More
S-11747
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meithyra Melviana Simatupang; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitri, Didin Aliyudin, Upi Meikawati
Abstrak: Mycobacterium tuberculosis dilepaskan oleh penderita saat batuk, bersin bahkan ketika berbicara. Durasi dan lamanya paparan kuman TB merupakan faktor penting dalam penularan, terutama pada ruangan tertutup. Maka, orang yang paling rentan tertular adalah kontak serumah penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku dan kondisi lingkungan rumah terhadap adanya gejala TB pada kontak serumah penderita. Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan mewawancarai 73 penderita TB serta kontak serumahnya dan mengobservasi kondisi lingkungan rumahnya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya gejala TB pada kontak serumah dipengaruhi oleh penderita yang tidak menutup mulut saat batuk/bersin, membuang dahak sembarangan dan kontak serumah yang tidur di ruangan yang sama dengan penderita. Adapun kondisi rumah yang berpengaruh meliputi pencahayaan dan ventilasi yang tidak memenuhi syarat serta kepadatan hunian yang tinggi. Kesimpulannya, perilaku dan kondisi lingkungan rumah berkaitan dengan adanya gejala tuberkulosis pada kontak serumah. Agar tidak terjadi penularan pada kontak serumah, penderita dianjurkan untuk menggunakan masker, kontak serumah tidak boleh tidur bersama penderita. Pencahayaaan dan ventilasi rumah juga harus sesuai syarat rumah sehat untuk mencegah perkembangbiakan mikroorganisme di dalam rumah.
Kata kunci: tuberkulosis, perilaku, lingkungan rumah, kontak serumah

Mycobacterium tuberculosis bacteria exhaled by patients when coughing, sneezing, even speaking. Duration and frequency of exposure is important factor of TB transmission, especially in closed room. Therefore, household contact of TB patient is susceptible. This research aimed to find out the influence of behavior and house environment condition to tuberculosis symptoms existence at household contact of TB patient. This cross-sectional research collected data by interviewed 73 TB patients and their household contact. Then, observation the house environment conditions. Results showed that TB symptoms at household contact was affected by patient behavior to covered mouth when coughing/sneezing, disposed sputum carelessly and household contact behavior who slept in the same room with the patient. While, house condition that affect was not-eligible lighting and ventilation, then high population density. In conclusion, behavior and house environment condition was influenced the existence of TB symptoms at household contact. To avoid tuberculosis transmission, patients is suggested to wear mask and their household contacts should not sleep with them in the same room. Lighting and ventilation also have to comply healthy house requirement to prevent the proliferation of microorganisms in the house.
Keywords: tuberculosis, behavior, house environment, household contact
Read More
T-4811
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dahlia Nur; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji : Zarfiel Tafal, Budi Hartono, Leny Ariyani, Juhri
Abstrak: Sampah telah menjadi permasalahan nasional yang masih saja terjadi hingga saat ini sehingga penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Peran perilaku masyarakat dalam penanganan sampah menjadi salah satu aspek sangat penting dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku penanganan sampah rumah tangga serta faktor yang berkontribusi terhadap perilaku tersebut pada masyarakat di wilayah RW 04 kelurahan Kamal Muara Penjaringan Jakarta Utara tahun 2015. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode Rapid Assessmengt Procedure (RAP). Pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder menggunakan data wilayah dan kependudukan Kelurahan Kamal Muara serta data kesakitan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan dan membuang sampah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sikap tak acuh dengan lingkungan, sarana prasarana dan fasilitas pengelolaan sampah termasuk laut yang menjadi bagian fasilitas tempat pembuangan sampah. Semua faktor-faktor ini menimbulkan niat bagi masyarakat dalam melakukan perilaku pemilahan dan pembuangan sampah. Berdasarkan kesimpulan, maka direkomendasikan terutama kepada pemerintah daerah untuk mensosialisasikan dan implementasi program pengelolaan sampah secara regular kepada masyarakat terutama dalam perilaku pemilahan dan pembuangan sampah. Kata kunci: perilaku penanganan sampah, pemilahan dan pembuangan sampah
Read More
T-4501
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Suryanti; Pembimbing; Anwar Hassan; Penguji: Tri Krianto, M Taufik
Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya pemeliharaan kesehatan yang dilakukan oleh diri sendiri dan keluarga dalam mewujudkan budaya hidup sehat dalam keluarga baik secara fisik, mental dan spiritual. Indikator perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga yang dipilih dalam penelitian ini yaitu menimbang bayi dan balita secara teratur, mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, melakukan aktivitas fisik dan tidak merokok di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran dan faktorfaktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga di Desa Iwul Kecamatan Parung Bogor tahun 2015. Variabel bebas pada penelitian ini adalah karakteristik (pendidikan, umur, pendapatan), pengetahuan tentang PHBS, ketersediaan sarana PHBS dan dukungan sosial. Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan 4 indikator yaitu menimbang bayi dan balita secara teratur, mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun, melakukan aktivitas setiap hari minimal 30 menit dan tidak merokok di dalam rumah. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional dan menggunakan uji chi square untuk melihat adanya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendapatan, pengetahuan dan ketersediaan sarana terhadap pelaksanaan PHBS di Desa Iwul (p value < 0,05). Sedangkan pada faktor umur, pendidikan dan dukungan sosial menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan PHBS. Penelitian ini dapat menjadi bahan perbandingan dan evaluasi dalam menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Iwul. Kata kunci : faktor, PHBS, 4 indikator, rumah tangga.
Clean and Healthy Behavior Lives (PHBS) is a health maintenance efforts undertaken by yourself and family in creating a culture of healthy living in the family both physically, mentally and spiritually. Behavioral indicators of clean and healthy household arrangement chosen in this study is weigh infants and toddlers regularly, wash hands with soap and clean water, physical activity and not smoking in the house. This study aimed to obtain information about distribution and the factors associated with PHBS households in the order of the District Iwul Parung Bogor in 2015. The independent variables in this study are the characteristics (education, age, income), knowledge of PHBS, availability resources of PHBS and social support. The dependent variable in this study is a clean and healthy living behaviors (PHBS) with 4 indicators of weighing babies and toddlers regularly, wash hands with clean running water and soap, do activities every day at least 30 minutes and no smoking in the house. The design study is cross-sectional and the chi square test to look at the relationship between independent variables and the dependent variable.The results showed that there was a significant relationship between income, knowledge and availability of resources for the implementation of PHBS in the village Iwul (p value significant relationship to the implementation of PHBS. This research can be a comparison and evaluation of the plan of activities to improve the behavior of a clean and healthy living in the village Iwul particularly on four indicators. Keywords : factor, PHBS, 4 indicator, household
Read More
S-8923
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gea Puteri Utami; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Evi Martha, Sudijanto Kamso, Aprilia Krisliana, Galuh Budhi Leksono Adhi
Abstrak:
Kontak serumah merupakan faktor risiko utama penularan tuberkulosis (TB), dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) diberikan untuk mencegah perkembangan penyakit pada kontak serumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi TPT pada kontak serumah di Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun 2024. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan sepuluh informan utama: delapan keluarga yang menjalani TPT dan dua yang tidak, serta empat kader TB, empat petugas Puskesmas, dan penanggung jawab program TB. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi dari Oktober 2024 hingga Januari 2025, yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kontak serumah yang menjalani TPT mematuhi tata laksana sesuai standar. Stok obat TPT di Puskesmas terjamin, dan dukungan keluarga serta tenaga kesehatan memadai. Namun, dukungan kader TB masih kurang optimal. Kontak serumah yang tidak menjalani TPT umumnya kurang pengetahuan, dukungan keluarga terbatas, serta kekhawatiran terhadap efek samping dan rendahnya kepercayaan diri. Perilaku konsumsi TPT dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, tingkat keparahan penyakit, manfaat terapi, hambatan, dan kepercayaan diri. Dorongan untuk menjalani TPT bersumber dari keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan media sosial.

Household contacts are a major risk factor for tuberculosis (TB) transmission, and Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is given to prevent the progression of TB in household contacts. This study aims to examine the behavior of TPT consumption among household contacts at the public health center in South Tangerang City in 2024. A qualitative approach with a case study design was used, involving ten main informants: eight families undergoing TPT and two families not undergoing TPT, as well as four TB cadres, four Puskesmas staff, and the TB program manager. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and observations from October 2024 to January 2025, and analyzed thematically. The results showed that most household contacts who underwent TPT adhered to the prescribed standards. The availability of TPT stock at the Puskesmas was guaranteed, and family and healthcare worker support was sufficient. However, support from TB cadres was still suboptimal. Household contacts not undergoing TPT generally lacked knowledge, had insufficient family support, concerns about side effects, and low self-confidence. The behavior of TPT consumption was influenced by perceptions of vulnerability, the severity of the disease, therapy benefits, barriers, and self-confidence. Motivation to undergo TPT came from family, cadres, healthcare workers, and social media.
Read More
T-7256
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nikita Evelyna Subiyanto; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Bambang Wispriyono, Agustin Indracahyani
Abstrak:
COVID-19 merupakan penyakit pernapasan yang mewabah di seluruh dunia setelah kasus pertama di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok, ditemukan pada Desember 2019, dan memasuki Indonesia pada tahun 2020, yang mengakibatkan terjadinya masa pandemi. Pada masa pasca-pandemi tersebut, diduga terdapat hubungan antara determinan lingkungan hunian baik dari kondisi lingkungan dan kondisi status ekonomi memiliki hubungan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan COVID-19. Penelitian berikut menggunakan desain penelitian cross-sectional dan simple random sampling. Dari penelitian berikut, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan bermakna antara determinan lingkungan hunian terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan COVID-19, dan dapat diketahui lingkungan hunian memiliki hubungan lebih kuat terhadap pengetahuan seseorang terhadap COVID-19.

COVID-19 is a respiratory illness that plagued the world after first case found on Wuhan, People’s Republic of China, in December 2019, and entered Indonesia on 2020 that caused pandemic era in Indonesia. On post-pandemic era, it is suspected there are relationship between household condition determinants from the environment and economic status to knowledge, perception and attitudes towards COVID-19. The research used cross-sectional study design and simple random sampling. From this research, it could be seen that there is a significant relationship between household condition and knowledge, perception and attitudes towards COVID-19. It is also known that household condition has stronger relationship with someone’s knowledge towards COVID-19
Read More
S-11336
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive