Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
MSDs sering dialami oleh pekerja perkantoran karena banyak menghabiskan waktunya
untuk melakukan pekerjaan statis. Di PT X, keluhan terkait MSDs seringkali muncul, namun PT X belum melakukan pengukuran terkait dengan risiko ergonomi dan MSDs sejak periode September 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat keluhan MSDs PT X dan apakah ada hubungannya dengan faktor risiko individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan IMT) dan postur kerja. Hubungan di antar variabel diuji menggunakan uji spearman. Faktor risiko yang berhubungan signifikan adalah faktor risiko individu IMT dengan P value = 0.018 dan koefisien korelasi -0.41 yang menandakan arah hubungan negatif dengan kekuatan hubungan cukup. Arah hubungan negatif berarti adanya hubungan terbalik di antara IMT dan tingkat keluhan MSDs. Semakin tinggi IMT, kemungkinan untuk mengalami MSDs akan semakin rendah.
MSDs is closely associated with those who works office job as they spent most of their time sitting in the same position. At PT X, MSDs complaints frequently occurred, however, no ergonomic assessments have been conducted since September 2021. This study aims to get the general level of MSDs complaints among office workers at PT X and to examine whetere there is a relationship between the level of MSDs complaints and individual risk factors (age, gender, physical activity, and BMI) as well as working postures. The correlation between variables were tested using the Spearman correlation test. BMI was found to have a significant relationship with MSDs with a p-value of 0.018 and a correlation coefficient of -0.41 that indicates a moderate negative relationships. This outcome suggests that those with higher BMI, have a lower likelihood to experience MSDs
