Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Health and Safety Executive found that in 2013/2014, about 526.000 from1.241.000 of work related disesease cases is musculoskeletal disorders. In 2014WHO fact sheet stated that 37% of work relaed disesase is back pain. US BLSstated that nurse is the worker who is with high prevelence. This research aims toobserve musculoskeletal symptoms of nurses who is in operating room byergonomic approaching. Ergonomic risk level was assessed by REBA (RapidEntire Body Assesment) method. This research design is observational with crosssectional. Respondent in this research is 8 nurses in operating room. The resultshowed that 100% of nurses got musculoskeletal symptoms after shift work,where the highest symptoms is in left and right calf (87.5%). Patient transferringactivity from operating table to bed is activity with high risk which potentiallycaused musculoskeletal symptoms. One of the important factor in musculoskeletalsymptoms of nurse in operating room is environment factor which is secure andcomfort for worker, tools, and its job.
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pemeriksaan angka kuman yang positif jamur dan bakteri stapilococcus sp di Ruang Bedah Rumah Sakit X. Meskipun intervensi terhadap fisik bangunan sudah dilakukan untuk menghilangkan jamur dan bakteri, namun pada pemeriksaan ulang setelah dilakukan intervensi hasil pemeriksaan angka kuman masih positif bakteri stapilococcus sp. Dari hasil temuan ini penulis mengkaitkan adanya kesalahan pada tata ruang dan lingkungan kamar bedah Rumah Sakit X. Faktor lain yang menyebabkan kajian terhadap tata ruang dan lingkungan kamar bedah ini menjadi penting untuk dilakukan adalah adanya motivasi dari pihak manajemen untuk melakukan pengembangan Unit Kamar Bedah dalam waktu dekat yang disesuaikan dengan standar pelayanan kamar bedah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Oleh karenanya sebuah kajian awal perlu dilakukan untuk mengetahui pada bagian mana saja yang perlu dilakukan revisi terhadap tata ruang dan lingkungan di Unit Kamar Bedah sehingga dalam pelaksanaan pengembangan dapat berjalan efektif, efisien dan tepat sasaran. Rancangan penelitian yang dipilih adalah pendekatan kualitatif dengan i menggunakan analisis komparatif yang dilakukan dengan cara menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan terhadap kondisi tata ruang dan lingkungan kamar bedah yang dibandingkan dengan pedoman, peraturan dan standar pelayanan kamar bedah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ada 6 (enam) standar tata ruang dan lingkungan yang digunakan untuk melakukan penilaian yaitu 1) standar zoning, 2) standar bentuk, karakteristik dan komposisi, 3) standar hubungan antar ruang, 4) standar alur, proses dan tata letak, 5) standar fungsi dan aktivitas, 6) standar prasarana serta ditambah 1 (satu) standar pendukung yaitu 7) standar peralatan. Pencapaian persentase (%) pemenuhan tiap standarnya dihitung dengan membandingkan jumlah parameter yang memenuhi standar dengan total parameter yang dipersyaratkan dikalikan 100 %. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dilakukan analisa isi (content analysis) dan konsensus bersama dengan stake holder Rumah Sakit X untuk menghasilkan beberapa rekomendasi terhadap pemecahan masalah terkait dengan tata ruang dan lingkungan kamar bedah. Akhir dari penelitian ini telah disimpulkan beberapa rekomendasi berdasarkan hasil pencapaian pemenuhan tiap standar dan hasil konsensus dengan stake holder Rumah Sakit X pada bagian mana saja yang menjadi prioritas untuk dilakukan pengembangan terkait dengan tata ruang dan lingkungan kamar bedah yang dibagi berdasarkan term waktu target realisasi yaitu : 1. Kegiatan pengembangan yang dapat dilakukan dalam waktu dekat (target realisasi bulan Juli 2011) 2. Kegiatan pengembangan yang dapat dilakukan 2 – 3 bulan kedepan (target realisasi Agustus – September 2011) 3. Dan Kegiatan pengembangan yang dapat dilakukan 3 – 4 bulan kedepan (target realisasi Oktober – Desember 2011) Kata Kunci : Tata Ruang dan Lingkungan, Kamar Bedah
The research is motivated from the results of a positive germ numbers of fungi and bacteria stapilococcus sp in Departement of Surgerry from X Hospital. Despite the intervention of the physical building has been done to eliminate fungi and bacteria, but on re-examination after the examination results of the intervention rate is still positive bacteria germs stapilococcus sp. From these findings the authors relate the presence of errors in environmental and spatial from Departement of Surgerry. Another factor that led to the study of environment and spatial anlysis is becoming an important thing to do is the motivation of the management to do the Departement of Surgerry development in the near future that are tailored to the operating room service standards set by the Indonesian Ministry of Health. Therefore an initial assessment needs to be done to find out on which part needs to be done and revisions to the spatial environment in Departement of Surgerry in the implementation of development so it can run effectively, efficiently and on target. The study design chosen was a qualitative approach using comparative analysis is done by finding similarities and differences of environmental and spatial conditions of the operating room compared with the guidelines, regulations and standards for operating room services are set by the Ministry of Health Republic of Indonesia. There are 6 (six) environmental and spatial standards that are used to assess: 1) zoning standards, 2) form, characteristics and composition standard 3) the standard relationship between space, 4) workflow, process and lay out standard 5) functions and activities standard 6) infrastructure standard as well as plus 1 (one) standard that is supporting 7) standard equipment. Attainment percentage (%) compliance with each standard is calculated by comparing the number of parameters that meet the standards required for a total of parameters multiplied by 100%. From the results of this assessment is then performed content analysis (content analysis) and consensus with stakeholders, X Hospital to produce some recommendations towards solving problems associated with environmental and spatial operating room. End of this research has concluded several recommendations based on the achievement of each standard compliance and the results of consensus with stakeholders X Hospital on which parts are the priorities to be done related to spatial development and operating room environments that are shared by the realization that term target time : 1. Development activities thar can be done in the near future (target realization of July 2011 2. Development activities that can be performed 2-3 months (target realization of August-September 2011 3. And development activities that can be performed 3-4 months (target realization of October-December 2011 Keyword: The Environment and Spatial Planning, Departement of Surgerry
