Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nia Fitriasari; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adang Bachtiar, Ede Surya Darmawan, Dian Pancaningrum, Didik Supriyono
Abstrak: Puskesmas mampu PONED menyelenggarakan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar sebab komplikasi tidak dapat diramalkan sebelumnya sehingga ibu hamil harus berada sedekat mungkin dengan pelayanan emergensi dasar. Pelatihan keterampilan Pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar dilaksanakan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan yang diharapkan memberikan dampak langsung pada kualitas pelayanan kegawatdaruratan meternal dan neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah dilatih PONED dan belum dilatih PONED terhadap kinerja pada puskesmas di Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah petugas yang sudah dilatih PONED dan belum dilatih PONED. Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada variabel pengetahuan, keterampilan dan kinerja pada kelompok PONED dan non PONED; Pada kelompok PONED variabel sikap diduga yang paling dominan mempengaruhi variabel kinerja. Kata kunci Kinerja, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan, PONED
Read More
T-4535
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Agus Suarsana; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Mardiati Nadjib, IBG Fajar Manuaba, Nanin Susanti
Abstrak: Pemberian pelayanan kesehatan memerlukan sumber daya berkualitas agar menghasilkan luaran yang baik. Dengan demikian, sumber daya manusia harus dipandang sebagai aset bahkan investasi rumah sakit. Perawat yang merupakan proporsi ketenagaan terbesar dalam layanan kesehatan akan memberikan sumbangan bagi keberhasilan pelayanan bila dapat melakukan tugas dan fungsinya sesuai standar. Perawat yang memiliki kemampuan dan motivasi yang baik akan berkontribusi terhadap tugas penyelenggaraan pelayanan kesehatan rumah sakit melalui layanan keperawatan. Sebaliknya, perawat yang tidak melakukan asuhan keperawatan dengan baik dan benar dapat menimbulkan masalah pada pelayanan terhadap pasien. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melihat hubungan antara kemampuan, motivasi dan supervisi perawat terhadap kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat RSU Imanuel Sumba. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional kuantitatif dengan metode pengambilan data potong lintang yaitu dengan melakukan pengamatan atau pengukuran terhadap setiap variabel penelitian satu kali dalam satu waktu. Dalam penelitian ini, subjek penelitian adalah perawat di RSU Imanuel. Subjek diminta mengisi kuesioner kemampuan, motivasi dan supervisi. Skor untuk setiap item kuesioner dijumlahkan. Nilai total adalah 100%, nilai 65% atau lebih dianggap baik sedangkan nilai < 65% dianggap kurang. Dari 22 responden perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSU Imanuel Sumba, yang kemudian ditelusuri asuhan keperawatannya, didapatkan 8 orang (36,4 % ) perawat yang kelengkapan asuhan keperawatannya termasuk katagori baik, dan sisanya 14 orang (63,6% ) kelengkapan asuhan keperawatannya termasuk katagori kurang baik. Perawat yang memiliki pengetahuan yang baik 17 (77,3%) dan kurang baik 5 (22.7%). Perawat yang mempunyai keterampilan baik 16 (72,7%) dan kurang baik 6 (27,3%). Perawat dengan motivasi baik 5 (22,7%) dan kurang 17 (77,3%). Perawat yang menyatakan supervisi baik 9 (40,9%) dan kurang 13 (59,1%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p value=0,613) dan keterampilan (p value =0,624) dengan kelengkapan asuhan keperawatan. Ada hubungan yang bermakna antara motivasi (p value=0,039) dan supervisi (p value=0,043) dengan kelengkapan asuhan keperawatan
Providing health services requires quality resources to produce a good outcome. Thus, human resources should be viewed as assets and even hospital investments. Nurses who are the largest proportion of workforce in health services will contribute to the success of the service if they can perform their duties and functions according to standards. Nurses who have good ability and motivation will contribute to the task of administering hospital health services through nursing services. Conversely, nurses who do not perform nursing care properly and correctly can cause problems in patient care. Therefore, this research was conducted with the aim of looking at the relationship between the abilities, motivation and supervision of nurses on the completeness of nursing care documentation in the Imanuel Hospital Sumba ward. This study used a quantitative observational research design with cross-sectional data collection methods by observing or measuring each research variable once at a time. In this study, the research subjects were nurses at Imanuel General Hospital. Subjects were asked to fill out a questionnaire on ability, motivation and supervision. The scores for each questionnaire item are summed. A total score is 100%, a score of 65% or more is considered good, while a score less than 65 is considered insufficient. Of the 22 nurse respondents who served in the inpatient room of Imanuel Sumba Hospital, whose nursing care was then traced, there were 8 nurses (36.4%) whose complete nursing care was categorized as good, and the remaining 14 people (63.6%) had complete care. nursing is in a poor category. Nurses who have good knowledge 17 (77.3%) and less good 5 (22.7%). Nurses who have good skills are 16 (72.7%) and less good 6 (27.3%). Nurses with good motivation are 5 (22.7%) and less 17 (77.3%). Nurses who stated good supervision were 9 (40.9%) and less 13 (59.1%). There is no significant relationship between knowledge (p value = 0.613) and skills (p value = 0.624) with the completeness of nursing care. There is a significant relationship between motivation (p value = 0.039) and supervision (p value = 0.043) with the completeness of nursing care
Read More
B-2191
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deden Harda Purnama; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Syahrul Munir
Abstrak: Penelitian ini mebahas pengetahuan, sikap dan keterampilan pengemudi tentang System Smith di PT. X. Duri-Riau. Tujuan dibuatnya penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak pengemudi yang memenuhi kualifikasi sebagai pengemudi yang sesuai dengan System Smith . jenis penelitian yang digunakan adalahstudi deskriptif analisis dengan rancangan penelitian observasional menggunakan alatukur kuesioner dan cara ukur wawancara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengemudi yang memenuhi kualifikasi sebagai pengemudi yang sesuai denganSystem Smith masih sedikit. Kata kunci :Pengetahuan, sikap, keterampilan pengemudi tentang System Smith.
Read More
S-7710
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Wirani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Tien Astari, Nurul Dewi Windrati
Abstrak: Metode komunikasi kolaboratif untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recomendation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan SBAR terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan perawat di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2016. Jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dilanjutkan pendekatan kualitatif (Mixed Research). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan perawat sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi SBAR dan perawat memiliki reaksi baik sesudah pelatihan. Pelatihan komunikasi SBAR efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat. Saran untuk rumah sakit untuk membentuk unit diklat, membuat post training action plan secara konsisten dan program inhouse training lanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, pengetahuan, keterampilan, reaksi, SBAR Collaborative communication methods to improve patient safety is communication SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). This study aims to determine the effectiveness of training SBAR to knowledge, attitudes, and skills of nurses at Pelabuhan Hospital Palembang in 2016. Type quasi experimental design with one group pretest-posttest followed a qualitative approach (Mixed Research). The results showed significant differences in the knowledge and skills of nurses before and after training SBAR communication and nurses have a good reaction after training. SBAR communication training effectively improve knowledge and skills of nurses. Suggestions for the hospital to restructurisation a unit training, evaluate a post training action plan consistently and advanced in-house training program. Key Word: Training, knowledge, skills, reaction, SBAR
Read More
B-1825
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Defri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Roji Suherman
S-8677
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Kevaladandra; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Kemal N. Siregar, Nurhalina Afriana, Akbar Prayuda
Abstrak: Kepatuhan ODHA terhadap terapi antiretroviral (ART) cenderung menurun pada tahun 2020 karena adanya kekhawatiran dan ketakutan ODHA untuk mengambil obat ARV di pelayanan kesehatan pada masa pandemi COVID 19 nformasi yang baik terkait HIV dan COVID 19.ingginya motivasi informan untuk retensi layanan PDP, dan keterampilan perilaku informan yang baik agar dapat mengakses layanan PDP meningkatkan retensi layanan PDP ODHA yang baik pula. Hasil penelitian menyarankan agar yayasan X bekerja sama dengan layanan kesehatan yang menyediakan layanan PDP untuk mengoptimalkan pemanfaatan telekonsultasi sebagai alternatif pelayanan HIV serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya dapat bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan retensi layanan ODHA di masa pandemi COVID 19
Read More
T-6160
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvie Fitria Pinandita; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Evy Febrina Nurpeni, Cholid Yamani
Abstrak: Latar belakang : Ketidaktercapaian target kunjungan pasien rawat jalan di RSIA Kenari Graha Medika selama 3 tahun terakhir menunjukkan adanya masalah yang perlu segera diatasi. Tidak tercapainya target pasien lama selama periode tersebut mengindikasikan rendahnya minat pasien untuk kembali (repurchase intention). Komunikasi antara dokter dan pasien di unit rawat jalan RSIA Kenari Graha Medika menjadi perhatian karena beberapa kali mendapatkan komplain pasien. Tujuan : untuk mengetahui hubungan keterampilan komunikasi dokter dengan repurchase intention pasien rawat jalan di RSIA Kenari Graha Medika. Metode : Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 152 sampel. Variabel yang diteliti adalah keterampilan komunikasi dokter dihubungkan dengan repurchase intention yang dimediasi oleh variabel customer satisfaction. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat (deskriptif) dan multivariat dengan SEM PLS. Hasil : Dari analisis data didapatkan seluruh konstruk dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan hasil perhitungan loading factor, AVE dan corbach alpha. Uji hipotesis menunjukkan semua variabel diterima. Kesimpulan : Keterampilan komunikasi dokter berhubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention melalui kepuasan pasien, semakin tinggi keterampilan komunikasi dokter maka semakin tinggi juga repurchase intention. Berdasarkan temuan bahwa keterampilan komunikasi dokter berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien dan repurchase intention, penting untuk terus melatih dokter dalam keterampilan komunikasi yang efektif.
Background: The failure to achieve the target for outpatient visits at RSIA Kenari Graha Medika over the last 3 years indicates a problem that needs to be addressed immediately. Not achieving the old patient target during this period indicates the patient's low interest in returning (repurchase intention). Communication between doctors and patients in the RSIA Kenari Graha Medika outpatient unit has become a concern because several times patient complaints have been received. Objective: to determine the relationship between doctors' communication skills and repurchase intention of outpatients at RSIA Kenari Graha Medika. Method: Cross sectional research design with a sample size of 152 samples. The variable studied is the doctor's communication skills which are associated with repurchase intention which is mediated by the customer satisfaction variable. Data analysis was carried out using univariate (descriptive) and multivariate analysis with SEM PLS. Results: From data analysis, it was found that all constructs were declared valid and reliable based on the results of loading factor, AVE and Corbach alpha calculations. Hypothesis testing shows all variables are accepted. Conclusion: Doctors' communication skills are positively and significantly related to repurchase intention through patient satisfaction. The higher the doctor's communication skills, the higher the repurchase intention. Based on the finding that physician communication skills are significantly related to patient satisfaction and repurchase intention, it is important to continue training physicians in effective communication skills.
Read More
B-2487
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive