Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizky Anggraita Damayanti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Tresna Karmila, Arif Gunawan
Abstrak:
Keselamatan pasien adalah masalah bagi sistem perawatan kesehatan. Lingkungan keselamatan kerja dari organisasi perawatan kesehatan, dan bagaimana keterlibatan karyawan memengaruhi keselamatan pasien sangat penting untuk meningkatkan keselamatan karyawan dan pasien. Ada bukti anekdotal yang menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan dikaitkan dengan budaya keselamatan di Rumah Sakit Citra Sari Husada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan hubungan antara keterlibatan karyawan dan budaya keselamatan pasien, dan memprediksi budaya keselamatan pasien dari skor keterlibatan karyawan. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan kuesioner sebagai alat ukur. Survei Gallup Q12 tentang keterlibatan karyawan dan Survei Rumah Sakit Pada Budaya Keselamatan Pasien dilakukan. Data dikumpulkan pada bulan Mei - Juni 2020 dari sampel karyawan dan dokter di seluruh Rumah Sakit Citra Sari Husada, dan terdapat 88 sampel yang bisa dianalisis. Hasil penelitian ini, kedua budaya dalam keselamatan pasien di Rumah Sakit Citra Sari Husada ditemukan dalam tingkat sedang. Dalam hasil keterlibatan karyawan tidak terlibat. Dari 12 komposit kultur keselamatan pasien, skor rata-rata tertinggi adalah dukungan manajemen untuk keselamatan pasien

Patient safety is an issue for the health care system. The work safety environment of a health care organization, and how employee involvement affects patient safety is critical to improving employee and patient safety. This study used a cross-sectional design with a questionnaire as a measuring tool. A Gallup Q12 Survey on employee engagement and a Hospital Survey on Patient Safety Culture were conducted. Data were collected in May - June 2020 from a sample of employees and doctors throughout Citra Sari Husada Hospital, and there were 88 samples that could be analyzed. The results of this study, the two cultures in patient safety at Citra Sari Husada Hospital were found to be moderate. In the involvement of employees not involved. Of the 12 patient safety culture composites, the highest mean score was management support for patient safety (62.12%). Bivariate analysis using Pearson correlation was performed, and 11 composites of patient safety culture had a correlation with employee involvement. This research model can explain the patient safety culture by 24.7%. The linear equation of this model is Patient Safety Culture = 44,279 + 0.439 total employee engagement score - 2,844 hours worked / week. The recommendations of this study are for the development of an award-winning system, workload analysis, open-minded input, and continuous workload analysis to improve patient safety culture.

Read More
T-5974
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hariandy Hasbi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Subkhan, Tubagus Dwika Yuantoko
Abstrak:
Kepemimpinan keselamatan yang kuat dapat menjadi role models, pemotivasi, dan pendorong karyawan untuk berperilaku aman, nyaman, dan sehat dalam bekerja. Ketika karyawan dilibatkan dalam proses usaha, mereka akan lebih bersemangat, berdedikasi, dan sangat menikmati pekerjaan yang diberikan. Sikap dan perilaku tidak berwujud tersebut mendorong karyawan menunjukkan performa terbaik, sehingga terbangun budaya keselamatan yang terus tumbuh semakin baik dan akan mendorong terciptanya kinerja keselamatan perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pengaruh ekosistem kepemimpinan keselamatan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang dimediasi oleh keterlibatan karyawan serta pengaruh budaya keselamatan pada kinerja keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional di mana analisis data multivariat dihitung dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang telah disetujui melalui informed consent. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT X bidang konstruksi perkeretaapian. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling yang diambil secara acak dari berbagai level jabatan dan lokasi kerja yang memenuhi kriteria inklusi, di mana penetapan jumlah sampel menggunakan formulasi Slovin, sehingga didapatkan sebanyak 243 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan berpengaruh positif terhadap budaya keselamatan dan juga pada kinerja keselamatan, keterlibatan karyawan mampu menjadi mediasi antara kepemimpinan keselamatan terhadap budaya keselamatan, serta budaya keselamatan berpengaruh positif terhadap kinerja keselamatan. Implikasinya bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan keselamatan melalui visi, kredibilitas, orientasi terhadap tindakan, komunikasi, kolaborasi, umpan balik, dan pengakuan pada seluruh karyawan di setiap level jabatan dan lokasi. Hal ini dapat membangun budaya keselamatan yang lebih baik melalui keterlibatan karyawan yang memiliki semangat kerja tinggi, berdedikasi dan menikmati pekerjaannya membentuk perilaku aman, nyaman, dan sehat, sehingga membentuk dan berdampak pada patuhnya terhadap aturan dan ikut bersama-sama membangun keselamatan di lingkungan perusahaan.

Strong safety leadership can be a role model, motivator, and booster for employees to behave safely, comfortably and healthily at work. When employees are involved in the business process, they will be more enthusiastic, dedicated, and really enjoy the work. These intangible attitudes and behaviors encourage employees to show their best performance so that a safety culture is built that continues to grow better and will encourage the creation of great and sustainable company safety performance. The purpose of this study is to analyze how the relationship between the safety leadership ecosystem in building a work safety culture mediated by employee involvement and the influence of safety culture on safety performance. This study uses a descriptive method through a quantitative approach with a cross-sectional research design where multivariate data analysis is calculated using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Primary data collection uses a questionnaire that has been approved through informed consent. The population of this study were all employees of PT X in the railway construction sector, the sampling technique used stratified random sampling which was taken randomly from various job levels and work locations that met the inclusion criteria, where the determination of the number of samples used the Slovin formulation so that 243 respondents were obtained. The results of the study indicate that safety leadership has a positive effect on safety culture and also on safety performance, employee engagement can be a mediator between safety leadership and safety culture, and safety culture has a positive effect on safety performance. The implication is that increasing the capacity of safety leadership through: vision, credibility, action orientation, communication, collaboration, feedback and recognition in all employees at every level of position and location can build a great safety culture through the employees engagement who have high work enthusiasm, are dedicated and enjoy their work forming safe, comfortable and healthy behaviors so that they form and have an impact on compliance with the rules and participate together in building safety in the company.
Read More
T-7214
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive