Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yunita Diana Sari; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Julianty Pradono, Sri Prihartini
Abstrak:

ABSTRAK

Penyakit jantung koroner merupakan pembubuh utama di negara maju maupunnegara berkembang. Salah satu faktor risiko utama penyebab arterosclerosis adalahhiperkolesterolemia yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL.Perubahan pola hidup yang ditandai dengan kurangnya mengkonsumsi buah dansayuran serta banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak, merupakan salahsatu risiko terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan asupan serat dengan kadar kolesterol LDL pendudukusia 25-65 tahun di Kelurahan Kebon Kalapa Bogor tahun 2013. Penelitian dilakukandengan desain cross sectional menggunakan data baseline Studi Kohor Faktor RisikoPenyakit Tidak Menular Badan Litbangkes tahun 2011. Analisis multivariatemenggunakan regresi logistik. Hasil analisis data diperoleh proporsi kolesterol LDLtinggi sebesar 78.3% dengan rata-rata kadar kolesterol 120 mg/dl. Rata-rata asupanserat sebesar 7 gram/hari dengan proporsi asupan serat <6.6 gram/hari sebesar 50.5%.Hasil multivariate menunjukkan asupan serat rendah merupakan faktor protektif (OR= 0.182) terhadap kadar kolesterol LDL tinggi setelah dikontrol oleh variabel umur,asupan lemak dan asupan protein nabati. Faktor determinan dalam model ini terhadapkadar kolesterol LDL adalah asupan protein nabati (OR = 13.356). Model ini mampumemprediksi kejadian kadar kolesterol LDL sebesar 79.4% dan sisanya dipengaruhioleh variabel lain yang tidak tercantun didalam model. Dengan melakukanpenyuluhan akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandungserat merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya penyakit yang berhubungandengan arterocslerosis. Merubah pola makan dengan memperbanyak konsumsi buahakan mengurangi kadar kolesterol LDL dalam darah.

ABSTRACT

Coronary heart disease considers as one of the major killers both in developedand developing countries. One of the main risk factors that caused artherosclerosis ishypercholesterolemia which indicates by elevated LDL cholesterol level. Life stylechanging by lack of consuming fruits and vegetables while excess in consuming foodhigh in fat content considered one of risk to have elevated cholesterol level. The aimof this research is to identify the relationship between fiber consumption and thecontent of LDL cholesterol for the people of 25-65 years of age at Kebon KelapaVillage in Bogor on the Year of 2013. The research is conducted by Cross Sectional.The analytic design utilizes the baseline data from Cohort Study of ContagiousDisease Risk Factors of the Research and Development of Health Agency of theRepublic of Indonesia in the year of 2011. Stratification is used in analyzing data andcog regression is utilized in multivariate analysis. The analysis of the result obtainedthat the prevalence of LDL cholesterol is 78.3% with the average of cholesterolcontent 120 mg/dl. The average of daily fiber consumption is 7 gram/day with theproportion of fiber consumption <6.6 gram/day is 50.5%. The result of multivariateanalysis indicates that low fiber consumption considers as a protective factor(OR=0.182) toward high level of LDL cholesterol level after having controlled bysuch variables as age, consumptions of fat and vegetable protein. Determinant factorin this model toward LDL cholesterol content is the consumption of vegetable protein(OR=13.356). This model has the ability to predict in experiencing LDL cholesterollevel 79.4% and the remaining would be influenced by other factors that have notwritten down in the model. By educating the community about the important ofconsuming high fiber foods consider as one of the effort to prevent the occurrence ofdiseases relate with artherosclerosis. Changing the eating pattern by consuming morefiber will decrease the content of cholesterol level in the blood

Read More
T-4007
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukarramah; Pembimbing: Nasrin Kodim, Ratna Djuwita; Penguji: Edi Supriyatna, Puntodewo
Abstrak: Latar Belakang: Petani adalah kegiatan utama di daerah pedesaan. Hipertensi adalahgangguan kardiovaskular yang paling umum dan tantangan kesehatan masyarakat yangdiakibatkan dari transisi sosioekonomi, demografi, dan epidemiologis. Tujuan dari studi iniuntuk mengetahui hubungan dan kontribusi kolesterol LDL terhadap kejadian hipertensi.Metode: Desain dalam penelitian ini adalah studi cross sectional. Penelitian ini menggunakandata sekunder dari Siskohatkes (sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan). Populasi sumberadalah seluruh jemaah haji yang bekerja sebagai petani di daerah pedesaan Provinsi SumateraSelatan. Sampel berjumlah 411 orang petani usia produktif (15-64 tahun). Variabel independenutama adalah kolesterol LDL dan dependen utama adalah hipertensi. Data dianalisismenggunakan univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Perhitungan dampak potensial menggunakan artibutable risk (AR%) sedangkan ukuran asosiasimenggunakan Odds ratio (OR)Hasil: Analisis multivariat model akhir dengan regresi logistik ganda, ada hubungan antarakolesterol LDL dengan hipertensi, P = .001, OR 2,284 dengan 95% CI (1,474-3,540) setelahdikontrol oleh usia dan IMT. Berdasarkan perhitungan dampak pottential menggunakan AR%didapatkan nilai sebesar 4,0 atau 40%. Artinya bahwa jika kadar kolesterol <160 mg / dl dapatmencegah hipertensi hingga 40% pada populasi.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kolesterol LDL dan hipertensi setelahdikontrol oleh umur dan IMT.Kata Kunci : Kolesterol LDL, Hipertensi, Petani, Rural.
Background: Farmers are the main activities in rural areas. Hypertension is the most commonand acquired cardiovascular disorder that can be acquired from socioeconomic, demographic,and epidemiological transitions. The purpose of this study was to determine asosiation andcontribution LDL cholesterol to hypertension.Method: The design in this study was a cross sectional study. This study used secondary datafrom Siskohatkes (computerized integrated haj computerized system). The population is allpilgrims who work as farmers in the rural areas of South Sumatra Province. Secret sample 411productive ages (15-64 years). The main independent variable is LDL and the major dependentis hypertension. Data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate using multiplelogistic regression. Potential compensation uses a meaningless risk (AR%) while the measureuses the Odds ratio (OR)Result: Multivariate analysis of the final model with multiple regression, there was arelationship between LDL cholesterol with hypertension, P = 0.001, OR 2.284 with 95% CI(1,474-3,540) after intervention by time and BMI. Based on the trigger using AR%, get a valueof 4.0 or 40%. This means if the cholesterol level <160 mg / dl can prevent hypertension by40% in the population.Conclusion: There is a significant relationship between LDL cholesterol and hypertension afteradjusted age and BMI.Keywords: LDL cholesterol, Hypertension, Farmer, Rural.
Read More
T-5156
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Amru Rhozaq; Pembimbing: Besral; Penguji: R. Sutiawan, Arie Fitriani Hasanah
S-8714
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukhlidah Nanun Siregar; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Trini Sudiarti, Hardiansyah, Misty
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan determinan- determinan terkait profil lipid darah berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 pada kelompok umur 18-59 tahun. Desain penelitian Cross Sectional dengan sampel 21.055 orang. Data dianalisis dengan analisis multivariat Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, jenis kelamin, status perkawinan, obesitas sentral, merokok, dan aktivitas fisik berhubungan dengan kadar kolesterol total. Jenis kelamin, status perkawinan, merokok, aktivitas fisik, pola konsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan, dan konsumsi kopi berhubungan dengan kadar kolesterol HDL. Umur, jenis kelamin, status perkawinan, obesitas sentral, merokok, dan aktivitas fisik berhubungan dengan kadar kolesterol LDL. Umur, jenis kelamin, status perkawinan, obesitas sentral, merokok, stres, dan pola konsumsi kopi berhubungan dengan kadar trigliserida. Umur menjadi determinan utama pada kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL, dan kadar trigliserida. Sedangkan determinan utama pada kadar kolesterol HDL adalah obesitas sentral. Disarankan kepada masyarakat usia 18-59 tahun untuk menjaga gizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, dan berhenti merokok untuk menjaga agar terhindar dari obesitas sentral yang berdampak kepada profil lipid darah tidak normal. Kata kunci : Umur, kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, trigliserida
Read More
T-4356
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fadhilah Sari; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Woro Riyadina
Abstrak: Stroke ialah salah satu penyebab kematian dan kecacatan neurologis utama di Indonesia. Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang setiap tahun meningkat jumlahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio Low Density Lipoprotein (LDL) terhadap High Density Lipoprotein (HDL) dengan kejadian stroke pada penduduk usia dewasa. Penelitian ini menggunakan data dari studi kohort PTM (penyakit tidak menular) tahun 2011. Sampel dalam penelitian ini ialah penduduk usia dewasa yang menjadi responden penelitian studi kohort faktor risiko PTM di kota Bogor tahun 2011 yang berjumlah 1506 dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik dengan signifikansi statistik di lihat berdasarkan interval kepercayaan 95%. Prevalensi sampel pada penduduk usia dewasa di kota Bogor yang menderita stroke sebesar 1,26%, responden dengan rasio LDL terhadap HDL yang tinggi sebesar 35,66%. Responden dengan usia ≥46 tahun sebesar 34,26% dengan prevalensi jenis kelamin terbanyak pada perempuan sebesar 53,45% dan yang berpendidikan rendah sebesar 54,58%, responden yang obesitas sebesar 27,42%, responden dengan kadar kolesterol total tinggi sebesar 38,45% serta responden dengan kadar trigliserida tinggi sebesar 17,07%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara rasio LDL terhadap HDL dengan kejadian stroke dengan adjusted prevalens odds rasio 3,909 (95% CI 1,346-11,354). Rasio LDL terhadap HDL yang tinggi berisiko terhadap kejadian stroke pada penduduk usia dewasa.
Read More
T-5639
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resthie Rachmanta Putri; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Krisnawaty Bantas, Mondastri Korib Sudaryo, Marulam M. Panggabean, Dian Kusuma
Abstrak: Pendahuluan.Pencegahan dan pengendalian hiperlipoproteinemia tipe LDLsangatpenting untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler. Pemeriksaanlaboratorium dari serum darah menjadi baku emas penegakan diagnosishiperlipoproteinemia tipe LDL, namun harganya yang mahal dan tidak tersedia disemua layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan indikatorrasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (LP/TB) sebagai alat untuk deteksidini hiperlipoproteinemia tipe LDL di Indonesia.Metode.Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2013 dengan desain potonglintang. Subyek penelitian adalah seluruh penduduk Indonesia yang berusia 15tahun ke atas. Subyek dengan riwayat penyakit jantung koroner, stroke, hipertiroid,sedang hamil, atau menggunakan kontrasepsi oral diekslusi. Total subyek penelitiansebanyak 29.536 orang. Variabel independen adalah rasio LP/TB, usia, jeniskelamin, adanya hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, aktivitas fisik, pola diet,kebiasaan merokok, dan stress. Variabel dependen adalah ada tidaknyahiperlipoproteinemia tipe LDL (LDL ≥100 mg/dl).Hasil. Prevalensi hiperlipoproteinemia tipe LDLdi Indonesia sebesar 73,48%. Darianalisis ROC didapatkan area under curve (AUC) rasio LP/TB untukmengidentifikasi hiperlipoproteinemia tipe LDLsebesar 0,6355. Titik potong rasioLP/TB sebesar 0,45 pada laki-laki dan 0,49 pada perempuan menghasilkansensitivitas sebesar 70,15%. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara AUC rasioLP/TB dengan AUC indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Namundengan menggunakan titik potong standar di Indonesia, sensitivitas IMT danlingkar pinggang lebih rendah untuk mendiagnosis hiperlipoproteinemia tipe LDL(sensitivitas IMT: 31,27%, sensitivitas lingkar pinggang 30,16%). Variabel yangmenjadi faktor risiko hiperlipoproteinemia tipe LDL adalah usia (POR: 1,03; 95%CI 1,030-1,034), wanita (POR: 1,12; 95% CI 1,05-1,19), hipertensi (OR: 1,34%95% CI 1,12-1,59), dan diabetes mellitus tipe 2 (POR:1,75; 95% CI 1,37-2,23).Faktor protektif hiperlipoproteinemia tipe LDL menurut indikator rasioLP/TB adalah stress psikis (POR: 0,88, 95%CI: 0,08-0,98).Kesimpulan. Rasio LP/TB ≥0,45 pada laki-laki dan ≥0,49 pada perempuan dapatdigunakan untuk menjadi alat deteksi dini hiperlipoproteinemia tipe LDLdengansensitivitas yang baik. Usia, wanita, diabetes mellitus tipe 2, dan hipertensimerupakan faktor risiko hiperlipoproteinemia tipe LDL.Kata kunci: rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan, LDL, sensitivitas,deteksi dini.
Read More
T-4655
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pitri Noviadi; Promotor: I Made Djaja; KoPromotor: Syahrul Meizar Nasri, Jenny Bashirudin; Penguji: Sudijanto Kamso, L. Meily Kurniawidjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Dewi Rahayu, Sony P. Warouw, Dwi Susilowati
D-363
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermita Bus Umar; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Diah Mulyawati Utari, Umi Fahmida; Penguji: Kusharisupeni, Purwantyastuti, Cesilia Meti Dwiriani, Dewi Permaesih, Agus Triwinarto
Abstrak:
Pola makan yang tidak sehat berhubungan dengan tingginya Dietary Inflammatory Index (DII) yang pada akhirnya memiliki hubungan timbal balik dengan profil lipid yang tidak normal seperti peningkatan LDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis DII pada diet Wanita Usia Subur (WUS) etnik Minangkabau dan hubungannya dengan kadar kolesterol LDL. Penelitian ini menggunakan disain potong lintang pada 143 orang WUS etnik Minagkabau, yang terbagi ke dalam dua kelompok berdasarkan kadar LDL, yaitu LDL tinggi (n=71) dan kadar kolesterol LDL normal (n=72). Pengumpulan data meliputi wawancara, pengukuran antropometri dan pemeriksaan kolesterol LDL. Penilaian konsumsi makanan untuk menghitung DII menggunakan metode Semi Quatitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ) dan Food Recall. Analisis menggunakan uji t idependen, uj Chi square, Uji Anova dan Uji Regresi logistik ganda untuk melihat hubungan DII dengan kolesterol LDL dengan memperhatikan variabel kovariat. Hasil penelitian mendapatkan Skor DII secara keseluruhan sebesar 2,44±1,03, dengan nilai DII pada kelompok LDL tinggi sebesar 2,62±1,15 lebih tinggi dibanding kelompok LDL normal yaitu sebesar 2,27±0,86 (p<0,05). Subjek yang mempunyai DII tinggi (tertil 3) berisiko 2,69 kali mengalami kolesterol LDL tinggi dibanding subjek dengan DII rendah (tertil 1) setelah dikontrol dengan aktifitas fisik. Daging, ayam dan minyak mempunyai kontribusi yang lebih dominan terhadap kadar kolesterol LDL tinggi, sumber protein nabati (tahu dan tempe), sayuran dan bumbu mempunyai kontribusi yang lebih dominan terhadap kolesterol LDL normal. Ikan dan santan memberikan kontribusi pada kedua kelompok tergantung teknik pengolahan. Perlu adanya perubahan pola konsumsi dari jenis dan bahan makanan yang bersifat proinflamasi menjadi antiinflamasi, serta membatasi cara pengolahan makanan dengan cara digoreng dan mempertahankan tradisi penggunaan bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan kunyit di dalam pengolahan makanan terutama yang menggunakan santan.
Read More
D-415
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Irmasari; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Budi Hartono, Eko Pudjadi, Herri Harianto
Abstrak:

ABSTRAK Pekerja loket tol mempunyai risiko terpapar debu, khususnya PM2.5 yang dapat berakibat pada sindrom metabolik tubuh. Penelitian ini membandingkan antara pekerja loket tol dengan pekerja office terkait adanya sindrom metabolik yang diukur melalui tekanan darah, profil lipid (LDL, HDL, trigliseride, dan kolesterol total) dan Indek Massa tubuh (IMT). Hasil penelitian ditemukan adanya perbedaan rata-rata nilai tekanan darah distolik (Pvalue 0,470), kadar LDL kolesterol (Pvalue 0,349), kadar HDL kolesterol (Pvalue 0,336), Trigliseride (Pvalue 0,023), dan Kolesterol Total(Pvalue 0,142), dimana pekerja office (kelompok kontrol) mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan pekerja loket tol (kelompok terpapar).


ABSTRACT Toll booth workers had risk of dust exposure, especially PM2.5 which can affect metabolic syndrome in the body. This study compared the toll booth worker to office worker related to the metabolic syndrome as measured by blood pressure, lipid profile (LDL, HDL, trigliseride, and total cholesterol) and Body Mass Index (BMI). Results reveal the different mean values for diastolic blood preasure (Pvalue 0,470), LDL cholesterol (Pvalue 0,349), HDL cholesterol (Pvalue 0,336), triglyceride (Pvalue 0,023), and total cholesterol (Pvalue 0,142), which is office workers (control group) has a higher value than the toll booth workers (exposed group).

Read More
T-3775
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selfi Mayasari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wahyudin
S-7581
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive