Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Keberhasilan universal health coverage di Indonesia sangat ditentukan oleh utilisasi sumber daya yang efisien di rumah sakit. Variasi biaya yang tinggi untuk perawatan tertentu menunjukkan indikasi bahwa rumah sakit belum cukup efisien dalam memanfaatkan sumber dayanya untuk menyediakan pelayanan. Length of stay (LOS) adalah salah satu faktor penting penentu biaya yang banyak digunakan sebagai indikator efisiensi rumah sakit dalam penggunaan sumber daya. LOS dan biaya perawatan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik yang merupakan karakteristik pasien maupun faktor terkait manajemen di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar hubungan antara karakteristik pasien dengan variasi LOS dan biaya perawatan,dan mengetahui gambaran penerapan clinical pathway sebagai upaya kendali mutu dan biaya pada pasien JKN rawat inap di RSUP Fatmawati dari tahun 2015 – September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi usia, jumlah diagnosis, jumlah prosedur dan kelas rawat hanya dapat menjelaskan sedikit variasi LOS dan biaya perawatan (R 2 <34%). Sementara itu clinical pathway sebagai salah satu pendekatan manajemen untuk kendali mutu dan biaya belum diterapkan secara optimal. Berbagai upaya kreatif perlu dilakukan manajemen antara lain implementasi care plan, difungsikannya kembali case manager, pengisian CP secara elektronik dan identifikasi inefisiensi dalam pelayanan menggunakan data unit cost rumah sakit. Kata kunci: Length of stay (LOS), biaya (costs), efisiensi, clinical pathway, CMG
ABSTRACT Efficient use of resources in hospitals will contribute to successful implementation of universal health coverage in Indonesia. Substantial variation in hospital costs for certain diagnosis or procedure is an indication of resource use inefficiency. Length of stay is a well-accepted measure of resource utilization and a key driver to hospital costs. Variation in LOS and costs can be influenced by patient demographic and clinical factors that are outside a hospital’s control, in the meanwhile there are also factors within the control of a hospital. This research focuses on five Casemix Main Groups and aims to identify how patient characteristic factors contribute to variation in LOS and costs, and to investigate qualitatively the implementation of Clinical Pathway as a management approach to control LOS as well as hospital costs for JKN patients at RSUP Fatmawati, a class-A teaching hospital in Jakarta, from 2015 to September 2017. The result indicates that the variance in LOS and cost is not significantly correlated to patient’s age, number of diagnoses, number of procedures and room types as independent variables. The hospital has numerous clinical pathways that have not been optimally implemented yet for LOS and cost control. This research provides information for hospital management team to improve LOS performance by implementing care planning, intensive case management and to use cost data for identification of inefficiency of certain types of care. Keywords: Length of stay (LOS), costs, efficiency, clinical pathway, CMG
Latar Belakang : Length of stay (LOS) atau ideal time merupakan salah satu indikator penilaian key performance indicator (KPI) patient experience untuk menilai pelayanan IGD. Pencapaian LOS di IGD Mayapada Hospital Bogor baru tercapai 91% di bulan September dari target 100% dengan angka variasi waktu pelayanan yang cukup tinggi.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian operational research dengan menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (mix methode) dan teknik stratified random sampling untuk metode pengambilan sampel dengan jumlah sebanyak 240 pasien IGD. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin.
Hasil Pembahasan : Pada penelitian ini ditemukan waste waiting sebagai penyebab masalah berdasarkan analisa pareto adalah pada kegiatan menunggu hasil laboratorium sebesar 28% (00:36:20), menunggu hasil radiologi sebesar 21% (00:27:38), persiapan obat, alkes dan oplos obat sebesar 19% (00:24:42) dan menunggu keputusan rawat inap sebesar 23% (00:30:11) dengan total keseluruhan sebesar 91%. Intervensi dengan implementasi lean six sigma yang dilakukan mampu menurunkan angka lead time sebesar (↓ 27,7%) dari 3 jam 59 menit 20 detik menjadi 2 jam 53 menit 2 detik dengan menghilangkan kegiatan non value added sebesar (↓ 37%) dari 2 jam 7 menit 4 detik menjadi 1 jam 20 menit 23 detik. Pada fase kontrol LOS pasien IGD menunjukan penurunan angka lead time sebesar 18% yaitu 2 jam 21 menit 23 detik dan penurunan kegiatan non value added menjadi 51 menit 7 detik
Kesimpulan : Intervensi lean six sigma dengan menggunakan tools standardize work, heijunka, 5S dan brainstorming terbukti mampu menurunkan waktu length of stay pelayanan pasien IGD.
Background : Length of stay (LOS) or ideal time, is one of the key performance indicators (KPIs) used to assess patient experience in emergency department (ED) services. LOS achievement in the ED reached only 91% of the target 100% in September at Mayapada Hospital Bogor, with a high variation in service time. Methodology : This study uses an operational research design, combining quantitative and qualitative research methods (mixed methods), and employs stratified random sampling techniques. The sampel size consisted of 240 ED patients, determined using the Slovin formula. Results and Discussion: In this study, the identified cause of the problem based on pareto analysis was waste due to waiting, with the following breakdown : waiting for laboratory results accounted for 28% (00:36:20), waiting for radiology results 21% (00:27:38), preparation of medications, medical devices, and drug mixing 19% (00:24:42), and waiting for inpatient admission decisions 23% (00:30:11), comprising a total of 91%. The intervention through the implementation of lean six sigma successfully reduced lead time by 27.7%, from 3 hours 59 minutes 20 seconds to 2 hours 53 minutes 2 seconds, by eliminating non–value-added activities by 37%, from 2 hours 7 minutes 4 seconds to 1 hour 20 minutes 23 seconds. In the control phase, the Emergency Department patient length of stay (LOS) showed a lead time reduction of 18%, equivalent to 2 hours, 21 minutes, and 23 seconds, and a decrease in non-value-added activities to 51 minutes and 7 seconds. During the control phase, the length of stay (LOS) for emergency department (ED) patients showed a further lead time reduction of 18%, reaching 2 hours 21 minutes 23 seconds, with a reduction in non–value-added activities to 51 minutes 7 seconds. Conclusion : Lean Six Sigma interventions, utilizing tools such as standardized work, heijunka, 5S, and brainstorming, effectively reduced the length of stay for ED patients.
Latar Belakang: Kepadatan (overcrowding) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan isu global yang berdampak negatif terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Length of Stay (LOS) atau lama rawat, dengan target ≤4 jam, menjadi indikator kinerja kunci di banyak negara untuk mengatasi masalah ini. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menetapkan target pencapaian LOS ≤4 jam sebesar ≥90% untuk rumah sakit vertikal. Namun, capaian di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) masih sangat rendah, yakni 18% pada triwulan keempat tahun 2023. Sebagai solusi, RSCM mengimplementasikan Ruang Rawat Emergensi (RRE), sebuah unit observasi, untuk memperbaiki alur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan RRE terhadap pencapaian target LOS ≤4 jam di IGD RSCM.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kausal-komparatif. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis elektronik seluruh pasien IGD RSCM. Analisis membandingkan periode sebelum implementasi RRE (1 Januari s.d. 31 Desember 2023) dengan periode setelah implementasi (1 Januari s.d. 31 Desember 2024). Uji statistik yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat (Uji Mann-Whitney dan Chi-Square) untuk menguji perbedaan antar kelompok.
Hasil: Setelah implementasi RRE, terjadi penurunan signifikan pada median LOS pasien IGD secara keseluruhan, dari 16,36 jam pada tahun 2023 menjadi 8,01 jam pada tahun 2024. Proporsi pasien yang memenuhi target LOS ≤4 jam meningkat dari 17,66% menjadi 26,71%. Pasien zona kuning yang diputuskan rawat di RRE memiliki median LOS IGD yang secara signifikan lebih singkat (6,42 jam) dibandingkan dengan yang dirawat di ruang non-RRE (11,62 jam). Keputusan rawat oleh DPJP Emergensi menunjukkan peluang 1,86 kali lebih tinggi untuk mencapai target LOS ≤4 jam dibandingkan DPJP non-emergensi. Secara finansial, RRE memberikan keuntungan pada kelompok pasien yang dapat dipulangkan.
Kesimpulan: Penerapan RRE terbukti secara signifikan dapat mempersingkat median LOS pasien di IGD dan meningkatkan proporsi pencapaian target LOS ≤4 jam. Meskipun demikian, capaian tersebut masih jauh di bawah target nasional ≥90%. RRE merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi dampak kepadatan IGD dan berpotensi memberikan keuntungan finansial. Peran DPJP Emergensi dalam pengambilan keputusan disposisi pasien sangat krusial untuk optimalisasi alur pelayanan
Clinical Pathway in the hospital is a guideline which includes all activities fromadmission until hospital discharge. This thesis discusses the effect of clinicalpathways towards length of stay and cost of prescription patient in IMC hospital.This study is a qualitative and quantitative, analysis of a descriptive case studydesign. Results of the study illustrate the stages of the process of implementingclinical pathways in IMC Hospital that begins with planning, team building, clinicalpathways form drafting, dissemination, trial and implementation; as well as adecline in length of stay and cost of prescription inguinal hernia patients due to theeffect of the implementation of clinical pathways in IMC Hospital.Keyword:Clinical pathway, length of stay, prescription cost, inguinal hernia.
This study discusses the relationship factors of health service utilization by long days of hospitalization in health insurance participants PT. Bosowa Insurance during the period from January to October 2015 by using a quantitative method and cross sectional study design. Based on collection techniques derived from secondary from the report claim PT. Insurance Bosowa then taken specific based on hospitalization claims. The result showed that age, the type of membership and classification of the disease has a significant relationship to the length of stay, which has a p-value ≤0,05 while gender, class and type provider care not statistically significantly associated with length of stay, which has p-value> 0.05. Keywords : Utilization, length of stay, Inpatient Care Claims
