Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khairunnisa Cahya Pertiwi; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Trisari Anggondowati, Sandeep Nanwani
Abstrak:
Komplikasi persalinan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Usia ibu diketahui sebagai faktor risiko, namun faktor-faktor risiko spesifik pada tiap kelompok usia memerlukan analisis tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan faktor risiko kejadian komplikasi persalinan berdasarkan kelompok usia ibu di Indonesia. Data berasal dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 dengan menggunakan desain studi potong lintang. Sampel terdiri dari 70.681 ibu yang pernah bersalin pada periode 1 Januari 2018 hingga pengumpulan data SKI. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji asosiasi Chi-Square. Hasil penelitian ini menemukan perbedaan proporsi komplikasi persalinan di Indonesia pada usia muda (15,1%), ideal (16,9%), dan tua (19,2%), dan perbedaan faktor yang berasosasi dengan kejadian komplikasi persalinan pada setiap kelompok usia. Jenis komplikasi persalinan paling dominan pada usia muda dan ideal adalah partus lama dan ketuban pecah dini, sedangkan sungsang pada usia tua. Faktor-faktor yang secara konsisten berasosiasi dengan kejadian komplikasi persalinan di ketiga kelompok usia ibu adalah tingkat pendidikan, wilayah tempat tinggal, paritas, perencanaan kehamilan, riwayat komplikasi kehamilan, penolong persalinan, tempat persalinan, dan sumber pembiayaan persalinan. Faktor yang spesifik pada kelompok usia ideal dan tua, yaitu tingkat pendidikan pasangan, jarak kelahiran, dan riwayat kunjungan ANC. Faktor yang hanya berasosiasi signifikan pada kelompok usia tertentu. Faktor dukungan suami atau keluarga hanya berpengaruh pada kelompok usia ideal, sementara status pekerjaan ibu hanya berpengaruh pada kelompok usia tua. Diperlukan tindakan deteksi dini dan manajemen risiko yang terdiferensiasi sesuai kelompok usia. Peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu perlu diiringi dengan intervensi yang menyasar faktor risiko spesifik, baik klinis (partus lama pada usia muda, hipertensi pada usia tua) maupun sosiodemografi.


Labor complications are a primary cause of maternal mortality in Indonesia and are influenced by various factors. Maternal age is a known risk factor, yet the specific factors for each age group require distinct analysis to inform targeted interventions. This study aims to determine the overview and risk factors for labor complications based on maternal age groups in Indonesia. This study utilized a cross-sectional design, analyzing secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The sample consisted of 70,681 mothers who met the inclusion criteria. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. The study found differences in the proportion of childbirth complications in Indonesia across young (15.1%), ideal (16.9%), and older (19.2%) age groups, as well as differences in factors associated with complications in each age group. The most dominant types of childbirth complications in young and ideal age groups were prolonged labor and premature rupture of membranes, while breech presentation was more common in older age groups. Factors consistently associated with childbirth complications across all three maternal age groups were education level, area of residence, parity, pregnancy planning, history of pregnancy complications, birth attendant, place of delivery, and source of delivery financing. Factors specific to the ideal and older age groups were partner's education level, birth spacing, and history of Antenatal Care (ANC) visits. Factors that were only significantly associated with specific age groups included husband or family support, which only affected the ideal age group, and maternal employment status, which only affected the older age group. Early detection and differentiated risk management tailored to each age group are necessary. targeting specific risk factors, both clinical (e.g., prolonged labor in young age, hypertension in older age) and sociodemographic.
Read More
S-12143
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewiyana; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Asri C Adisasmita, Siti Nurul Qomariyah, Bambang Dwipoyono
Abstrak:

Komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang sering terjadi selama hamil dan berdampak pada mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi baru lahir. Peneliti tidak menemukan studi di Indonesia yang membahas komplikasi kehamilan secara umum pada kelompok usia <20 tahun dan ≥35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian komplikasi kehamilan di Indonesia menggunakan data IFLS V 2014/2015. Sampel yang di analisis pada penelitian ini berjumlah 1.325 setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis multivariat menggunakan uji multiple cox regression digunakan untuk mengetahui pengaruh usia ibu yang berisiko dalam menyebabkan komplikasi kehamilan pada populasi ibu yang pernah melahirkan pada tahun 2013-2015. Pada penelitian ini dilakukan analisis pada sub populasi untuk jenis komplikasi tertentu. Hasil studi menunjukkan prevalensi komplikasi kehamilan sebesar 24%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik. Hasil akhir analisis multivariat, komplikasi kehamilan secara umum pada usia ibu saat hamil <20 tahun (aPR 0,98, 95% CI 0,60–1,57), sedangkan usia ibu saat hamil ≥35 tahun memiliki risiko 1,16 kali mengalami komplikasi kehamilan dibandingkan kelompok usia ibu saat hamil 20-34 tahun setelah dikontrol kovariat (aPR 1,16, 95% CI 0,85–1,57). Terdapat peningkatan risiko pada sub populasi komplikasi kehamilan dan sub populasi komplikasi perdarahan antepartum baik pada usia ibu saat hamil <20 tahun atau ≥35 tahun.


Pregnancy complications are common health issues during pregnancy and impact maternal and neonatal mortality and morbidity. Author did not find studies in Indonesia that analyze pregnancy complications in general, particularly for maternal age of <20 years and ≥35 years. This study aims to analyze the relationship between maternal age and the occurrence of pregnancy complications in Indonesia using IFLS V data. The samples analyzed in this study was 1,325 after fulfilling the inclusion and exclusion criteria. Multivariate analysis with multiple cox regression was used to determine the effect of maternal age at risk in causing pregnancy complications in a population of mothers who gave birth in 2013-2015. This study also analyzed subpopulations was performed for specific types of complications. The results showed that prevalence of pregnancy complications was 24%. There was no statistically significant relationship. The final results of the multivariate analysis showed that pregnancy complications in general occurred in maternal age <20 years (aPR 0.98, 95% CI 0.60–1.57), while maternal age ≥35 years had a 1.16 times higher risk of experiencing pregnancy complications compared to maternal age 20-34 years after controlling covariates (aPR 1.16, 95% CI 0.85–1.57). There is an increased risk in the subpopulation of pregnancy complications and antepartum hemorrhage among maternal age <20 years or ≥35 years during pregnancy.

Read More
T-7021
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ramadhani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Trisari Anggondowati, Syafridawati, Tiska Yumeida
Abstrak:
Provinsi Sumatera Barat termasuk 5 provinsi dengan proporsi SC tertinggi yaitu 23,6%. Proporsi SC di Kota Pariaman dan RSUD Pariaman Pariaman termasuk kategori sangat tinggi lebih dari 40%. Sejumlah penelitian menunjukkan usia maternal dan paritas sebagai faktor yang konsisten dan berkontribusi besar terhadap tingginya proporsi persalinan SC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia maternal dan paritas dengan persalinan SC. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan populasi sumber ibu bersalin di RSUD Pariaman tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana. Analisis data mencakup analisis deskriptif, bivariat, stratifikasi, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia maternal dengan persalinan SC setelah dikontrol faktor paritas, dan riwayat SC (RR=1,27; 95%CI=1,020 –1,597) dan terdapat hubungan paritas dengan persalinan SC setelah dikontrol faktor usia maternal, riwayat SC dan komplikasi kehamilan (RR=1,85; 95%CI=1,37 – 2,50). Dapat disimpulkan, ibu dengan usia maternal lanjut dan ibu nullipara berisiko lebih besar melahirkan secara SC. Oleh karena itu perlu diprioritaskan intervensi menurunkan SC yang fokus pada kelompok ibu usia maternal lanjut dan nullipara

West Sumatra province includes 5 provinces with the highest proportion of SC, which is 23.6%. The proportion of SC in Pariaman City and Pariaman Public Hospital is in the very high category of more than 40%. Numerous studies point to maternal age and parity as consistent factors that contribute greatly to the high proportion of SC deliveries. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with SC delivery. The design of this study is a retrospective cohort, with the source population being maternity mothers at RSUD Pariaman in 2023. Sampling is done using a simple random technique. Data analysis includes descriptive, bivariate, stratified, and multivariate analyses. The results showed a significant relationship between maternal age and SC delivery after controlling for parity and SC history (RR = 1,27; 95% CI = 1,020–1,597), and there was a significant association between parity and SC delivery after controlling for maternal age, SC history, and pregnancy complications (RR = 1,85; 95% CI = 1,37–2,50). It can be concluded that mothers with advanced maternal age and nulliparity are at greater risk of giving birth to SC. Therefore, it is necessary to prioritize interventions to reduce SC that focus on advanced maternal age, and nullipara groups.
Read More
T-6912
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okta Krisnawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Rico Kurniawan, Yoslien Sopamena, Hanny Harjulianti, Eti Rohati
Abstrak:
Kematian ibu masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan komplikasi selama persalinan menjadi faktor penyumbang utama. Penelitian ini mengkaji hubungan antara faktor ibu berisiko tinggi khususnya usia ibu dan paritas dengan kejadian komplikasi persalinan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dilakukan terhadap 64.000 ibu (sampel terbobot: 17.956.052) yang melahirkan antara tahun 2018-2023. Pembobotan sampel kompleks diterapkan untuk memastikan representasi nasional. Analisis bivariabel menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariabel dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko independen komplikasi persalinan. Prevalensi komplikasi persalinan adalah 21,22%. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa ibu berusia >35 tahun memiliki peluang 1,36 kali lebih tinggi mengalami komplikasi (AOR=1,359; 95% CI: 1,248-1,480) dibandingkan ibu berusia 20-35 tahun. Sebaliknya, ibu nulipara dan primipara menunjukkan angka komplikasi tertinggi (21,01%), sementara ibu multipara memiliki risiko yang lebih rendah (AOR=0,715; 95% CI: 0,629-0,776). Faktor geografis, frekuensi ANC, dan akses ke fasilitas kesehatan juga menunjukkan hubungan signifikan dengan komplikasi persalinan. Usia ibu lanjut (>35 tahun) dan paritas rendah secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi persalinan di Indonesia. Penguatan program keluarga berencana, peningkatan kualitas pelayanan antenatal, dan perbaikan akses layanan kesehatan merupakan strategi esensial untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas maternal.

Maternal mortality remains a significant public health challenge in Indonesia, with complications during childbirth being a primary contributing factor. This study examines the relationship between high-risk maternal factors specifically maternal age and parity and the occurrence of childbirth complications using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The study is a cross-sectional study was conducted with 64,000 mothers (weighted sample: 17,956,052) who delivered between 2018-2023. Complex sample weighting was applied to ensure national representativeness. Bivariable analysis using chi-square tests and multivariable logistic regression were performed to identify independent risk factors for childbirth complications. The prevalence of childbirth complications was 21.22%. Multivariable analysis revealed that mothers aged >35 years had 1.36 times higher odds of experiencing complications (AOR=1.359; 95% CI: 1.248-1.480) compared to those aged 20-35 years. Conversely, nulliparous and primiparous mothers showed the highest complication rates (21.01%), while multiparous mothers had lower odds (AOR=0.715; 95% CI: 0.629-0.776). Geographic factors, ANC frequency, and access to healthcare facilities also demonstrated significant associations with childbirth complications. Advanced maternal age (>35 years) and low parity significantly increase the risk of childbirth complications in Indonesia. Strengthening family planning programs, enhancing quality antenatal care, and improving healthcare access are essential strategies to reduce maternal morbidity and mortality.
Read More
T-7477
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfatun Nazifah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Helda, Fajar Hardianto
S-7947
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nafa Shahira Anglila Syaharani; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Sudibyo Alimoeso
Abstrak:
Komplikasi kehamilan adalah salah satu penyebab kematian ibu yang dapat berdampak tidak hanya pada kesehatan ibu tetapi juga pada bayi baru lahir. Usia yang terlalu muda (35 tahun) merupakan usia ibu hamil yang berisiko tinggi terhadap komplikasi kehamilan. Banten dan Jawa Barat berkontribusi terhadap tingginya angka wanita yang hamil pada usia risiko tinggi sekaligus juga menduduki peringkat lima tertinggi provinsi dengan persentase komplikasi kehamilan se-Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan berdasarkan usia ibu hamil risiko tinggi di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Desain penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan data sekunder dari hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel penelitian ini adalah 777 wanita yang melahirkan anak terakhir lahir hidup dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang berusia muda dan tua saat hamil dan bertempat tinggal di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda model prediksi yang distratifikasi berdasarkan usia ibu hamil risiko tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi kehamilan lebih banyak terjadi pada ibu hamil usia tua di kedua provinsi. Di Provinsi Banten, variabel yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan pada ibu hamil usia muda adalah status kehamilan, umur kandungan saat pemeriksaan kehamilan pertama, jumlah pemeriksaan kehamilan, masalah akses perawatan kesehatan ibu, pengambilan keputusan perawatan kesehatan ibu, tingkat pendidikan ibu, dan indeks kekayaan dengan umur kandungan saat pemeriksaan kehamilan pertama dan masalah akses perawatan kesehatan ibu sebagai variabel yang paling berhubungan. Pada ibu hamil usia tua, variabel yang berhubungan secara signifikan adalah status kehamilan dan jumlah pemeriksaan kehamilan dengan jumlah pemeriksaan kehamilan sebagai variabel yang paling berhubungan. Di Provinsi Jawa Barat, variabel yang berhubungan secara signifikan pada ibu hamil usia muda adalah tingkat pendidikan ibu dengan status pekerjaan ibu sebagai variabel yang paling berhubungan. Untuk mencegah komplikasi kehamilan pada ibu hamil usia risiko tinggi, institusi kesehatan terkait perlu meningkatkan promosi edukasi terkait komplikasi kehamilan dan “4 Terlalu dan 3 Terlambat”; akses layanan kesehatan reproduksi; cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil; serta deteksi komplikasi kehamilan berdasarkan faktor risiko yang berpengaruh signifikan.

Pregnancy complications are one of the causes of maternal death which can affect not only on mother’s health but also on the newborn. Ages that are too young (35 years) are the ages of pregnant women who are at high risk of pregnancy complications. Banten and West Java Province contribute to the high number of women who pregnant at a high-risk maternal age and are also ranked as the fifth highest province with the percentage of pregnancy complications in Indonesia. This study aims to determine the factors associated with pregnancy complications according to high-risk maternal age in the Provinces of Banten and West Java. The research design was cross-sectional using secondary data from 2017 Indonesia Demographic Health Survey (IDHS). The sample of this study was 777 women who gave birth to their last live birth within the last five years who were at young and advanced ages during pregnancy and lived in Banten and West Java Province. Data was analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression stratified by high-risk maternal age. The results showed that pregnancy complications were more common in older pregnant women in both provinces. In Banten Province, the variables associated with pregnancy complications in young age pregnant women are pregnancy status, months pregnant at first received antenatal care, number of received antenatal care, problems accessing maternal health care, maternal health care decision-making, maternal education level, and wealth index with months pregnant at first received antenatal care and problems accessing maternal health care as the most related variables. In advanced age pregnant women, the variables that were significantly related were pregnancy status and number of received antenatal care with number of received antenatal care being the most related variable. In West Java Province, the variable that is significantly related to in young age pregnant women is maternal education level with maternal employment status as the most related variable. To prevent pregnancy complications in pregnant women of high risk age, health institutions need to increase promotion of education related to pregnancy complications and “4 Terlalu dan 3 Terlambat”; access to reproductive health services; coverage of health services for pregnant women; and detection of pregnancy complications based on risk factors that have a significant effect.
Read More
S-11415
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive