Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ingrat Padmosari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sabarinah Prasetyo, M. Ilhamy, Imran Pambudi, Tin Afifah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari faktor komposisional (levelindividu) serta determinan kontekstual (level kabupaten/kota) terhadap kejadiankomplikasi obstetri di 20 Kabupaten. Penelitian ini menggunakan desain potonglintang dengan pendekatan analisis multilevel untuk mengestimasi efek kontekstual,sehingga dapat ditentukan prioritas intervensi program terhadap kejadian komplikasiobstetri. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder Riskesdas 2013,Studi Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di 100 Fasilitas Kesehatan tahun 2012 dandata BPS Tinjauan Regional berdasarkan PDRB Kabupaten/Kota tahun 2010-2013,dengan melibatkan 2066 orang Wanita Usia Subur berusia 15-49 tahun) yangmemiliki riwayat kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi Kejadian Komplikasi Obstetri di 20 Kabupaten adalah 30,1%.Tampak adanya perbedaan peranan di level individu dan level kabupaten/kota.
Read More
T-4549
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Zahrah Zhafirah; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Wahyu Septiono, Yenni Risniati, Meilinda
Abstrak:
Masalah Kesehatan Jiwa (MKJ) merupakan beban kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosioekonomi individu dan karakteristik wilayah terhadap masalah kesehatan jiwa menggunakan pendekatan multilevel analysis berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan analisis multilevel logistic regression. Sampel analisis terdiri dari 589.813 individu berusia ≥15 tahun yang tersebar di 464 kabupaten/kota. Masalah kesehatan jiwa diukur menggunakan SRQ-20 dengan cut-off skor ≥6. Variabel level 1 mencakup faktor sosioekonomi dan karakteristik individu, sedangkan variabel level 2 meliputi indikator sosioekonomi dan karakteristik fisik-sosial wilayah. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi MKJ sebesar 1,54% (95% CI: 1,41–1,69%). Null model menghasilkan ICC 23,34% (95% CI: 20,98–25,88%) dan MOR 2,60, membuktikan variasi antar wilayah yang substansial. Pada tingkat individu, pendidikan menunjukkan efek protektif berpola dosis-respons, pengangguran aktif meningkatkan risiko, dan kepemilikan aset menunjukkan gradien protektif yang konsisten. Pada tingkat wilayah, TPAK yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko MKJ lebih rendah, sementara kepadatan penduduk yang tinggi dan kawasan perkotaan berhubungan dengan risiko lebih tinggi. Enam variabel level 2 lainnya tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masalah kesehatan jiwa dipengaruhi oleh faktor baik di tingkat individu maupun kontekstual wilayah. Diperlukan pendekatan intervensi yang bertingkat dan berbasis wilayah untuk mengurangi beban masalah kesehatan jiwa di Indonesia.

Mental health problems (MHP) represent a growing public health burden in  Indonesia. This study aimed to analyze the association between individual  socioeconomic factors and district characteristics on mental health problems using  a multilevel analysis approach based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI  2023). A cross-sectional design with multilevel logistic regression was employed.  The analytical sample comprised 589,813 individuals aged ≥15 years nested within  464 districts/cities. Mental health problems were measured using the SRQ-20 with  a cut-off score of ≥6. Level 1 variables included individual socioeconomic factors  and demographic characteristics, while Level 2 variables comprised socioeconomic  indicators and physical-social characteristics of districts. The findings revealed an  MHP prevalence of 1.54% (95% CI: 1.41–1.69%). The null model yielded an ICC  of 23.34% (95% CI: 20.98–25.88%) and an MOR of 2.60, confirming substantial  between-district variation. At the individual level, education demonstrated a dose response protective effect, active unemployment increased MHP risk, and asset  ownership showed a consistent protective gradient. At the district level, higher labor  force participation rate (LFPR) was associated with lower MHP risk, while higher  population density and urban residence were associated with higher risk. Six other  Level 2 variables were not statistically significant. This study concludes that mental  health problems are influenced by both individual and contextual district-level  factors. A multilevel, area-based intervention approach is needed to reduce the  burden of mental health problems in Indonesia.
Read More
T-7543
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
W. Bouwmeester, K.G.M. Moons, T.H. Kappen, W.A. van Klei, J.W.R. Twisk, M.J.C. Eijkemans, Y. Vergouwe
Abstrak: Internal validity of a risk model can be studied efficiently with bootstrapping to assess possible optimism in model performance. Assumptions of the regular bootstrap are violated when the development data are clustered. We compared alternative resampling schemes in clustered data for the estimation of optimism in model performance. A simulation study was conducted to compare regular resampling on only the patient level with resampling on only the cluster level and with resampling sequentially on both the cluster and patient levels (2-step approach). Optimism for the concordance index and calibration slope was estimated. Resampling of only patients or only clusters showed accurate estimates of optimism in model performance. The 2-step approach overestimated the optimism in model performance. If the number of centers or intraclass correlation coefficient was high, resampling of clusters showed more accurate estimates than resampling of patients. The 3 bootstrap schemes also were applied to empirical data that were clustered. The results presented in this paper support the use of resampling on only the clusters for estimation of optimism in model performance when data are clustered.
Read More
AJE Vol.177, No.11
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emily T. Murray ... [et al.]
AJE Vol.178, No.3
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Riana Kismaningrum; Pembimbing: Tris eryando; Penguji: Besral, Minarto, R. Giri Wurjandaru
Abstrak: Obesitas disebabkan ketidakseimbangan asupan kalori masuk dan energi keluaryang diukur melalui parameter IMT. Timbulnya ketidakseimbangan inimerupakan peran dari berbagai determinan. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi determinan komposisional dan kontekstual terkait IMT padaorang dewasa di 16 propinsi diatas rata-rata prevalensi obesitas nasional.Penelitian menggunakan desain potong-lintang dengan jumlah responden 180.352orang dewasa usia 19-44 tahun di Indonesia. IMT dihitung dari hasil pengukurantinggi badan dan berat badan responden. Data determinan komposisional didapatdari Riskesdas 2013. Data determinan kontekstual didapat dari Statistik PotensiDesa tahun 2011, Statistik Perilaku Peduli Lingkungan Hidup tahun 2013 danStatistik Pengeluaran Konsumsi Makanan-Bukan Makanan danPendapatan/Penerimaan Rumah Tangga tahun 2013. Penelitian ini menggunakananalisis multilevel regresi linear. Hasil penelitian ini melaporkan bahwadeterminan komposisional yang memiliki hubungan dominan dengan IMT adalahstatus ekonomi pada semua kelompok. Determinan kontekstual yang memilikihubungan dominan dengan IMT adalah peningkatan akses terhadap penggunaankendaraan bermotor dan makanan siap saji sejalan dengan peningkatan IMT.Penelitian ini memiliki kontribusi untuk memahami hubungan kompleks antaradeterminan individu dan komunitasnya terkait IMT. Kebijakan yang mendukungpeningkatan akses terhadap makanan sehat dan aktivitas fisik melalui falsilitasyang tersedia di sekitar tempat tinggal dan edukasi pola hidup seimbangdiharapkan mampu mengurangi risiko penyakit tidak menular terkait IMT dimasyarakat.Kata kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), orang dewasa, analisis multilevel.
Obesity caused by unequality of nutrition intake and energy output which ismeasured by body mass index (BMI) as parameter. Unequality phenomenaaccured by complex determinants called compositional and contextual factor. Theaim from this study is identify complex determinants of BMI in 16 province inIndonesia which have higher obesity prevalence than national obesity prevalence.This study use cross-sectional design study and 180.352 sampel of Indonesianadults in 19-44 years old. BMI measured from body height and body weight. Datafor compositional determinants collected from Basic Health Research 2013 givenby National Health Research and Development of Indonesia. Data for contextualdeterminants collected from Statistical of Statistik Potensi Desa 2011, StatistikPerilaku Peduli Lingkungan Hidup 2013 dan Statistik Pengeluaran KonsumsiMakanan-Bukan Makanan dan Pendapatan/Penerimaan Rumah Tangga 2013given by Berau of Statistic of Indonesia. Analysis using multilevel linearregression. Compositional determinant dominant of IMT reported is socialeconomy status. Social economy status have postive associated with BMI.Contextual determinants dominant of IMT reported are motorized-user and fast-food outlet have postive associated with BMI. Policy to encorouge people toaccess healthy food and physical activity expectable to reduce non-communicablediseases.Keywords: body mass index, adults, multilevel analysis.
Read More
T-4588
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Handito; Promotor: Nasrin Kodim; Kopromotor: Tri Yunis Miko, Badriul Hegar Syarif; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Besral, Julitasari Sundoro, Kodrat Pramudho
D-340
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Saleh Jasape; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Nyoman Saniambara
Abstrak:
Rabies, penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis multilevel untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian rabies pada tingkat individu dan kontekstual di NTT selama 2023-2024. Data dari 14 kabupaten/kota yang dikategorikan sebagai daerah endemis rabies menunjukkan bahwa kelompok usia muda (15-24 tahun), paparan kerja lapangan, dan akses ke fasilitas kesehatan yang berjarak lebih dari 207 km secara signifikan meningkatkan risiko rabies. Temuan utama mencakup nilai odds ratio (OR) sebesar 18,427 untuk akses layanan kesehatan jarak jauh dan kontribusi variabel kontekstual seperti akses layanan kesehatan sebesar 36,284% terhadap kemungkinan wabah rabies. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan, intervensi kesehatan masyarakat yang terarah, serta kampanye vaksinasi yang efektif untuk manusia dan hewan guna mengurangi penyebaran rabies di daerah endemis seperti NTT. 

Rabies, a zoonotic disease caused by lyssaviruses, remains a significant public health challenge globally, including in East Nusa Tenggara (NTT) Province, Indonesia. This study employed a multilevel analysis to identify factors influencing rabies incidence at individual and contextual levels in NTT during 2023-2024. Data from 14 districts/cities categorized as rabies-endemic areas revealed that young age groups (15-24 years), occupational exposure, and living more than 207 km from healthcare facilities significantly increased the risk of rabies. Key findings included an odds ratio (OR) of 18.427 for distant healthcare access and a 36.284% contribution of contextual variables such as healthcare access to the likelihood of rabies outbreaks. This study underscores the importance of improving healthcare access, targeted public health interventions, and effective vaccination campaigns for both humans and animals to reduce rabies transmission in endemic areas like NTT
Read More
T-7224
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yovella Medhira Fujiasti; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Nining Mularsih, Hidayat Nuh Ghazali
Abstrak:
Latar belakang: Meskipun telah mendapatkan terapi ARV untuk menurunkan viral load namun jumlah viral load itu sendiri sangat dipengaruhi faktor individu. Selain itu telah banyak studi yang menyatakan bahwa faktor ekologi atau lingkungan juga berperan terhadap jumlah viral load pada ODHIV. Studi analisis multilevel dilakukan untuk mengetahui efek variasi dari faktor kontekstual dan besar kontribusinya terhadap viral load > 200 salinan/ml pada ODHIV di DKI Jakarta tahyuh 2023. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi gabungan antara studi cross sectional dan studi ekologi.  Hasil: tidak ada efek variasi dari faktor risiko kontekstual terhadap jumlah viral load > 200 salinan/ml di tingkat kota (MOR=1,00). Variasi antar kelompok kota berdasarkan variabel kontekstual cukup besar tetapi efek variasi pada tingkat kota bukan disebabkan oleh faktor kontekstualnya. Simpulan: tidak ada efek variasi dari faktor risiko kontekstual terhadap jumlah viral load > 200 salinan/ml pada tingkat kota di Provinsi DKI Jakarta. Faktor risiko kontekstual tidak berkontribusi terhadap kejadian jumlah viral load > 200 salinan/ml di DKI Jakarta tahun 2023.

Background: Even though you have received ARV therapy to reduce viral load, the amount of viral load greatly influences individual factors. Apart from that, many studies have stated that ecological or environmental factors also contribute to the amount of viral load in PLHIV. A multilevel analysis study was carried out to determine the effect of variations in contextual factors and their contribution to viral load > 200 copies/ml in PLHIV in DKI Jakarta in the year 2023. Method: This research used a combined study design between a cross-sectional study and an ecological study.  Result: There was no effect of variations in contextual risk factors on the number of viral loads > 200 copies/ml at the city level (MOR=1.00). The variation between city groups based on contextual variables is quite large, but the effect of variation at the city level is not caused by contextual factors. Conclusion: There is no effect of variations in contextual risk factors on the number of viral loads > 200 copies/ml at the city level in DKI Jakarta Province. Contextual risk factors do not contribute to the incidence of viral loads > 200 copies/ml in DKI Jakarta in 2023.
Read More
T-7433
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Anwar Musadad; Promotor: Nuning MK. Masjkuri; Ko-Promotor: Mondastri Korib Sudaryo, Nurhayati Prihartono; Penguji: Tri Budi W. Rahardjo, Agus Suwandono, Syahrizal Syarif, Soetiarto Soetiarto, Farida
D-303
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Athaya Rofifah Fajriah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Atik Nurwahyuni, Yulia Fitriani
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama kunjungan layanan kesehatan primer di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan ISPA, baik pada Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP) maupun Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), dengan rata-rata tahunan masing-masing sebesar 3,7 juta dan 19,3 juta kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sosiodemografi individu (usia, jenis kelamin, segmentasi peserta, kelas rawat) serta faktor keehatan lingkungan tingkat kabupaten/kota (kepadatan penduduk, tempat tinggal, curah hujan, suhu rata-rata, kelembapan udara, dan kecepatan angin) dan tingkat provinsi (ISPU) terhadap jumlah kunjungan ISPA di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) rawat jalan Program JKN tahun 2023. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan unit analisis individu dan agregat wilayah. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel usia, jenis kelamin, segmentasi peserta, kelas rawat, kepadatan penduduk, tempat tinggal, suhu, kelembapan relatif, dan ISPU memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kunjungan ISPA di FKTP lebih dari sekali. Pada analisis multivariat, faktor usia, segmentasi peserta, kepadatan penduduk, suhu, dan kecepatan angin berhubungan secara signifikan dengan kunjungan peserta ISPA ke FKTP. Variabel yang paling berpengaruh dalam model ini adalah usia balita. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multi-level dalam upaya pengendalian ISPA melalui intervensi berbasis individu dan lingkungan.
Acute Respiratory Infections (ARI) remain a leading cause of visits to primary healthcare services in Indonesia. Data show an increase in ARI visits, both inpatient and outpatient at the primary level, with an average annual total of 3.7 million and 19.3 million visits, respectively. This study aims to analyze the relationship between individual sociodemographic factors (age, gender, participant segmentation, and treatment class), environmental health factors at the district/city level (population density, residence type, rainfall, average temperature, humidity, and wind speed), and provincial level factors (Air Pollution Standard Index, ISPU) on the number of ARI visits to Primary Healthcare Facilities (FKTP) outpatient services under the JKN program in 2023. This quantitative study uses a cross-sectional design, with individual and regional aggregate units of analysis. Bivariate analysis results show that age, gender, participant segmentation, treatment class, population density, residence, temperature, relative humidity, and ISPU have a statistically significant relationship with ARI visits to FKTP more than once. Multivariate analysis further reveals that age, participant segmentation, population density, temperature, and wind speed are significantly associated with ARI visits to FKTP. The most influential variable in the model is the age group of children under five. These findings highlight the importance of a multi-level approach in controlling ARI through both individual and environmentbased interventions.
Read More
S-12001
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive