Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ni Putu Deni Adi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Joanita Anna Maria Anny Tukan, I.G.B. Fajar Manuaba
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di unit rawat inap kelas I, kelas II dan kelas III RSUD SK Lerik Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD SK Lerik tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian, dari hasil analisis univariat didapatkan rata-rata mutu pelayanan di unit rawat inap RSUD SK Lerik adalah 78,7960 ± 10,51395 (95% CI: 77,3337-80,2584) masuk dalam kategori mutu baik. Rata-rata kepuasan pasien di unit rawat inap RSUD SK Lerik adalah 117,8557± 15,80741 (95% CI: 115,6571-120,0543) tergolong baik. Hasil analisis hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien dengan uji korelasi menunjukkan hubungan kuat dengan nilai r sebesar (0,856) dan berpola positif artinya semakin bertambah baiknya mutu pelayanan semakin meningkat kepuasan pasien. Hasil uji statistic regresi linier sederhana didapatkan ada hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di unit rawat inap (p = 0,0001). Setiap kenaikan 1 skor mutu pelayanan, maka skor kepuasan pasien akan naik sebesar 1,268 setelah dikontrol variabel status pekerjaan, asuransi kesehatan dan pendidikan. Saran peneliti terkait dengan besarnya pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien menuntut pihak manajemen rumah sakit untuk selalu memantau dan menganalisis setiap keluhan dan harapan pasien yang berkaitan dengan mutu layanan kesehatan salah satunya dengan cara melakukan survei kepuasan pasien secara berkala.

This thesis discusses the analysis of the relationship between the quality of health services with patient satisfaction in inpatient units of class I, class II and class III of SK Lerik Regional Hospital in Kupang City. The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and patient satisfaction in the inpatient room of SK Lerik Regional Hospital in 2020. This study was a quantitative study with cross sectional design. The results of the study, from the results of univariate analysis found the average quality of service in the inpatient unit of SK Lerik Regional Hospital was 78.7960 ± 10.51395 (95% CI: 77.3337-80.2584) included in the good quality category. The average patient satisfaction in the inpatient unit of SK Lerik Regional Hospital is 117.8557 ± 15.80741 (95% CI: 115.6571-120.0543) classified as good. The results of the analysis of the relationship of service quality with patient satisfaction with the correlation test showed a strong relationship with an r value of (0.856) and positive patterned means that the better the quality of service the patient satisfaction increases. Simple linear regression statistical test results found that there is a significant relationship between service quality with patient satisfaction in the inpatient unit (p = 0.0001). For every increase in 1 service quality score, the patient satisfaction score will increase by 1.268 after being controlled by work status, health insurance and education variables. Researcher's suggestion related to the magnitude of the influence of the quality of health services on patient satisfaction requires the hospital management to always monitor and analyze every complaint and patient's expectations relating to the quality of health services, one of which is by conducting periodic patient satisfaction surveys.

Read More
B-2143
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widarni; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Sandi Iljanto, Atik Nurwahyuni, Adelia U. Ady Mangilep
B-1337
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sayyidatul Munawaroh; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Adang Bachtiar, Fajar Arianti, Amila Megraini
Abstrak:
erjadinya konflik diberbagai negara sehingga sebagian warga negaranya memutuskan untuk meninggalkan negaranya dan mengungsi, pada tahun 2019 sebesar 13.657 pengungsi yang ada Indonesia. Sehingga keadaan mereka tidak beruntung ini dengan berbagai kesulitan namun pengungsi tetap memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terstandar sebagai bagian dari hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan mengambil data metode kuantitatif terlebih dahulu setelah itu memperkuat dengan melakukan metode kualitatif kepada stakeholder yang langsung memberikan pelayanan kesehatan.Hasil analisis univariat, menunjukkan bahwa dimensi pengungsi yang merasa puas 36% dan tidak puas 35%, sedangkan dimensi emphaty sebesar 51% tidak puas dan dimensi assurance 52%. Berbeda dengan hasil kualitatif kepada stakeholder dapat disimpulkan bahwa seluruh dimensi sudah terpenuhi sesuai dengan harapan para pengungsi. Secara stimultan provider dapat meninjau efektif dan efisien pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan para pengungsi sehingga mampu melaksanakan pelayanan yang prima.

Conflicts in some countries cause their citizens to leave the country to seek asylum. In 2019, the number of overseas refugees in Indonesia was 13,657 people. In conditions that are full of disadvantages and difficulties, refugees still have the right to fulfil their basic needs, including access to health cares. This study used a mixed method, consisting of quantitative and qualitative methods. The qualitative method was used to confirm the results of quantitative analysis, which was done by interviewing the health service providers. The results of the analysis showed that 36% of refugees were satisfied with health services in the X health center (Puskesmas), while 35% were not satisfied. On the other hand, the percentage of refugees who were not satisfied with health services based on the dimension of empathy and assurance was 51% and 52%, respectively. However, the results of qualitative approach demonstrated otherwise, where the health care providers stated that all dimensions of service quality have met the standard and were in accordance with the expectations of refugees. The Puskesmas are advised to evaluate and improve the effectiveness and efficiency of the health services by considering the needs of refugees.

Read More
T-5886
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mellisa Amelia; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Artha Prabawa, Enny Ekasari
S-6610
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suvonalya; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Rahma Indira Wardani, Gafar Hartatiyanto
Abstrak: Mutu pelayanan kesehatan menjadi hal penting dalam organisasi pelayanan kesehatan sehingga mendorong setiap organisasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil dari survey kepuasan masyarakat terhadap instalasi pelayanan RSUD Budhi Asih pada tahun 2014-2017 didapatkan ada kesenjangan (gap) antara harapan konsumen dengan mutu pelayanan di instalasi rawat jalan RSBA sehingga perlu dilakukan peningkatan kinerja di semua unsur unsur pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan di RSBA dengan menggunakan pendekatan kriteria malcolm baldridge. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan studi crosssectional gabungan kualitatif dan kuantitatif (mix method). Penelitian dilakukan di instalasi rawat jalan RSBA pada bulan November-Desember Tahun 2018 dengan jumlah sampel 130 dan jumlah informan 12 orang. Hasil didapatkan : Mutu pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan RSUD Budhi Asih secara umum adalah baik. Ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, fokus pada tenaga kerja, fokus pada operasi terhadap hasil yaitu mutu pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan RSBA dimana nilai p < 0.05 dan pada uji multivariat yang memiliki keeratan kuat adalah perencanaan strategis dan fokus pada proses. Kualitas pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan RSBA perlu ditingkatkan, terutama fokus pada pelanggan, perencanaan strategis, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan dan hasil-hasil kinerja organisasi. Komitmen dari seluruh elemen di rumah sakit sangat dibutuhkan. Pelayanan konsumen dengan baik dan benar, tindakan medis yang tepat sesuai dengan standar operasional prosedur, pelayanan prima dan upaya untuk memenuhi kelengkapan sarana prasarana rumah sakit adalah hal penting yang harus dilakukan oleh RSBA untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Read More
B-2049
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oneng Soekiraten; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Anhari Achadi, Jusuf Kristianto, Indah Rosana Djajadireja
Abstrak: Mutu pelayanan kesehatan menjadi hal penting dalam organisasi pelayanan kesehatan sehingga mendorong setiap organisasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Melihat gambaran angka kunjungan Unit Hemodialisa yang terus meningkatdisertai dengan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan peran pemimpin, akses Unit Hemodialisa yang kurang strategis, dan kurang optimalnya pemanfaatan kotak saran untuk pasien, sehingga perlu dilakukan peningkatan kinerja di semua unsur dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan unit Hemodialisa dengan menggunakan kriteria malcolm baldridge. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yaitu serangkain kegiatan di mana peneliti mengumpulkan informasi kinerja dan mutu pelayanan rumah sakit kemudian menganalisisnya untuk pengambilan berbagai kesimpulan

Hasil didapatkan : Mutu pelayanan kesehatan unit Hemodialisa RSUD.H.Hanafie secara umum sudah baik namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan lagi, kriteria fokus pada pelanggan, kriteria pengukuran. analisis, dan manajemen pengetahuan, dan kriteria hasil kinerja organisasi masih dinilai sangat kurang. 2. Dalam unit hemodalisa di RSUD H. Hanafie Muara Bungo, hubungan yang paling kuat terletak pada kriteria pemimpin dengan kriteria fokus pada operasi sedangkan hubungan terendah pada kriteria perencanaan strategis.

Kualitas mutu pelayanan kesehatan di unit Hemodialisa perlu ditingkatkan, terutama fokus pada pelanggan, perencanaan strategis, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan dan hasil-hasil kinerja organisasi. Komitmen dari seluruh elemen di rumah sakit sangat dibutuhkan. Pelayanan konsumen dengan baik dan benar, tindakan medis yang tepat sesuai dengan standar operasional prosedur, pelayanan prima dan upaya untuk memenuhi kelengkapan sarana prasarana rumah sakit adalah hal penting yang harus dilakukan oleh Unit Hemodialisa RSUD H.Hanafie untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit
The quality of health services is an important thing in health service organizations that encourage every health service organization to improve the quality of health services. Seeing the increasing number of visits by the Hemodialisa Unit accompanied by several problems related to the role of leaders, access to the less strategic Hemodialysis Unit, and the less optimal use of suggestion boxes for patients, so that performance improvements in all elements need to be done in an effort to improve service quality.

The purpose of this study was to determine the description of the service quality of Hemodialysis units using the criteria for malcolm baldridge. This type of research is descriptive analytic research, which is a series of activities in which the researcher collects performance information and hospital service quality then analyzes it for various conclusions.

The results are obtained: Quality of health services for Hemodialysis Hospital RSUD. H. Hanafie in general is good, but there are several aspects that need to be improved, the criteria for focusing on customers, measurement criteria. analysis, and knowledge management, and the criteria for organizational performance results are still considered very lacking. 2. In the hemodynamic unit at H. Hanafie Muara Bungo Hospital, the strongest relationship lies in the criteria of the leader with the focus criteria on the operation while the lowest relationship is on the strategic planning criteria.

The quality of health services in the Hemodialysis unit needs to be improved, especially the focus on customers, strategic planning, measurement, analysis and management of knowledge and organizational performance results. Commitment from all elements in the hospital is needed. Customer service properly and correctly, appropriate medical actions in accordance with standard operating procedures, excellent service and efforts to fulfill the completeness of hospital infrastructure are important things that must be done by the Hemodialysis Unit of H. Hanafie Hospital to improve the quality of hospital services
Read More
B-2103
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Mira Candrawati; Pembimbing: Maysitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Rima Hemawati
Abstrak: Tidak sesuainya waktu tunggu rawat jalan di Poliklinik Spesialis RS Hermina Bogor dengan standar dapat mempengaruhi mutu unit dari sisi penyedia layanan, sedangkan dari sisi pasien akan menghambat proses pelayanan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan usulan desain cetak biru layanan yang menggambarkan proses pelayanan rawat jalan pasien JKN, menganalisis titik-titik lamanya waktu tunggu rawat jalan, dan faktor-faktor penyebab lamanya waktu tunggu rawat jalan di Poliklinik Spesialis. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi (dari pasien datang mengambil nomor antrian hingga selesai mendapatkan obat atau tidak mendapatkan obat), telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bottleneck paling besar yang menghambat proses pelayanan rawat jalan adalah saat pasien mengantre pendaftaran. Peneliti mengusulkan desain cetak biru layanan untuk pasien rawat jalan JKN sebagai upaya perbaikan untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Read More
S-10173
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Putri S; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Adang Bachtiar, Sutopo
Abstrak:
Tesis ini membahas kepuasan pasien berdasarkan mutu pelayanan rawat inap di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi yang diukur melalui 5 dimensi mutu pelayanan kesehatan, terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis kepuasan pasien berdasarkan mutu pelayanan rawat inap di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode campuran (mix methode) dengan melakukan pengambilan data kuantitatif terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif kepada stakeholder melalui Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan analisis deskriptif statistik diketahui bahwa 36 item sudah mendapatkan nilai kesesuaian diatas 90%, artinya pasien sudah puas dengan dimensi mutu pelayanan rawat inap secara keseluruhan. Ada hubungan antara dimensi mutu pelayanan kesehatan tangibles (p-value 0.002), assurance (p-value 0.040) dan emphaty (p-value 0.014) dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Dari hasil analisis diagram kartesius didapatkan 5 item pada kuadran I yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan, 13 item pada kuadran II, 8 item pada Kuadran III dan 12 item pada kuadran IV. Hasil studi kualitatif menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit juga telah melakukan inovasi dan improvement secara berkelanjutan dalam pemberian layanan kesehatan kepada pasien. Untuk meningkatkan kualitas layanan, rumah sakit dapat terus melakukan impelentasi manajemen mutu terpadu yang berfokus pada penjenjangan prioritas secara simultan sehingga dapat disusun upaya mempertahankan prestasi dimensi yang sudah baik dan meninjau efektivitas upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dapat memenuhi harapan pasien.

This thesis explores patient satisfaction based on the quality of inpatient services at H. Abdul Manap General Hospital Jambi City. The study measures patient satisfaction using the five dimensions of healthcare service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty. The research aims to assess and analyze patient satisfaction based on the quality of inpatient services at H. Abdul Manap General Hospital, Jambi City in 2023. The study employs a mixed-methods approach, collecting quantitative data followed by qualitative data through Focus Group Discussions (FGD). Descriptive statistical analysis reveals that 36 items have achieved a satisfaction score above 90%, indicating overall patient satisfaction with the dimensions of inpatient service quality. The study further establishes a significant relationship between the tangibles (p-value 0.002), assurance (p-value 0.040), and emphaty (p-value 0.014) dimensions of healthcare service quality and patient satisfaction with inpatient services at H. Abdul Manap General Hospital Jambi City. Cartesian diagram analysis identifies 5 items in quadrant I that require priority improvement, 13 items in quadrant II, 8 items in quadrant III, and 12 items in quadrant IV. The qualitative study findings indicate that the hospital management has implemented continuous innovation and improvement in providing healthcare services to patients. To enhance service quality, the hospital can continue implementing integrated quality management focusing on simultaneous prioritization. This approach will facilitate the development of strategies to maintain the performance of well-rated dimensions and review the effectiveness of improvement efforts to meet patient expectations.
Read More
T-7102
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nicky Anelia; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Nur Ardianty, Erizon Safari
Abstrak:
Tesis ini membahas kepuasan pasien JKN berdasarkan mutu pelayanan rawat jalan di RS “X” Jakarta yang diukur melalui 5 dimensi mutu pelayanan kesehatan, terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis kepuasan pasien JKN berdasarkan mutu pelayanan rawat jalan di RS “X” Jakarta tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode campuran (mix methode) dengan melakukan pengambilan data kuantitatif terlebih dahulu, kemudian diperkuat dengan data kualitatif kepada stakeholder pemberi pelayanan kesehatan. Berdasarkan analisis deskriptif statistik diketahui bahwa 29 item sudah mendapatkan nilai kesesuaian diatas 90%, artinya pasien sudah puas dengan dimensi mutu pelayanan rawat jalan secara keseluruhan. Dari hasil analisis diagram kartesius didapatkan 14 item pada kuadran II yang perlu dipertahankan prestasinya karena dinilai sangat baik dan melebihi harapan pasien, 11 item pada kuadran IV, 8 item pada Kuadran III dan 5 item pada kuadran I yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan. Hasil studi kualitatif menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit juga telah melakukan inovasi dan improvement secara berkelanjutan dalam pemberian layanan kesehatan kepada pasien JKN. Pengukuran NPS menunjukkan bahwa sebanyak 53,8% pasien sudah berada pada level promotors. Untuk meningkatkan kualitas layanan, rumah sakit dapat terus melakukan impelentasi manajemen mutu terpadu yang berfokus pada penjenjangan prioritas secara simultan sehingga dapat disusun upaya mempertahankan prestasi dimensi yang sudah baik dan meninjau efektivitas upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dapat memenuhi harapan pasien.

This thesis discusses the satisfaction of National Health Insurance (JKN) patients based on the quality of outpatient care at Jakarta “X” Hospital, which is measured through 5 dimensions of healthcare quality: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The aim of this research is to examine and analyze the satisfaction of JKN patients based on the quality of outpatient care at Jakarta “X” Hospital in the year 2023. This study utilizes a mixed methods approach, starting with the collection of quantitative data, followed by qualitative data from healthcare service stakeholders. Based on descriptive statistical analysis, it is revealed that 29 items have achieved suitability scores above 90%, indicating that patients are satisfied with the overall quality dimensions of outpatient care. The Cartesian diagram analysis results in 14 items located in Quadrant II, which need to maintain their excellent performance as they are evaluated to exceed patient expectations, there are 11 items in Quadrant IV, 8 items in Quadrant III, and 5 items in Quadrant I, which are prioritized for improvement efforts. The qualitative findings indicate that the hospital management has consistently engaged in innovation and continuous improvement in providing healthcare services to JKN patients. The NPS measurement indicates that 53.8% of patients are already at the promoters level. The hospital should continue implementing integrated quality management, focusing on prioritization strategies concurrently, to sustain the dimensions that perform well and assess the effectiveness of improvement efforts to meet patient expectations.
Read More
T-6800
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra Wirawan; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Robiana Modjo, Hermain, Zelvy Emmelya Sundari
Abstrak:
Bagi pasien rumah sakit, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya dirasakan dengan sembuhnya dari penyakit secara fisik namun juga menyangkut kepuasan pasien terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Pasien akan puas apabila layanan yang diterimanya setidaknya sama atau melampaui harapan pasien. Sedangkan pasien merasa tidak puas apabila layanan yang diterimanya tidak sesuai dengan harapan pasien. Berdasarkan data capaian indikator mutu di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Mentok Tahun 2022, terdapat beberapa indikator mutu yang belum mencapai target. Selain itu angka kunjungan pasien JKN di instalasi rawat jalan RSBT Mentok Tahun 2020-2022 juga mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien dan gambaran minat kunjungan ulang pada pasien JKN di instalasi rawat jalan RSBT Mentok Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 120 orang. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square atau uji Fisher Exact. Berdasarkan uji statistik untuk melihat hubungan karakteristik responden dengan minat kunjungan ulang didapat hasil seluruh karakteristik responden memiliki p value > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan minat kunjungan ulang. Sedangkan hasil uji statistik antara kepuasan responden pada dimensi Tangibles dengan minat kunjungan ulang diketahui p value > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kepuasan responden pada dimensi Tangibless dengan minat kunjungan ulang. Dan hasil uji statistik antara kepuasan responden pada dimensi Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty dengan minat kunjungan ulang diketahui p value ≤ 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara kepuasan responden pada dimensi Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty dengan minat kunjungan ulang. Hubungan kepuasan pasien secara keseluruhan didapat hasil p value ≤ 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara kepuasan pasien dengan minat kunjungan ulang. Hasil pemetaan unsur pelayanan pada diagram Kartesius didapat hasil 5 (lima) unsur pelayanan berada pada kuadran A yang artinya menjadi prioritas utama untuk dilakukan upaya perbaikan. Kelima unsur pelayanan tersebut yaitu kondisi ruang tunggu pasien, ketersediaan alat kesehatan, ketersediaan jenis pemeriksaan di laboratorium, ketersediaan obat di instalasi farmasi rumah sakit dan kehadiran dokter sesuai jadwal pelayanan. Oleh karena itu pihak RSBT Mentok harus lebih memperhatikan unsur-unsur pelayanan yang belum memberikan kepuasan maksimal kepada pasien.

For hospital patients, quality health services are not only felt by recovering from physical illness but also regarding patient satisfaction with the attitudes, knowledge and skills of health workers in providing services and the availability of adequate facilities and infrastructure. Patients will be satisfied if the service they receive at least equals or exceeds patient expectations. Meanwhile, the patient feels dissatisfied if the service he receives does not match the patient's expectations. Based on the achievement data of quality indicators at Bakti Timah Mentok Hospital in 2022, there are several quality indicators that have not reached the target. In addition, the number of JKN patient visits at the outpatient installation at Bakti Timah Mentok Hospital in 2020-2022 has also decreased. The purpose of this study was to describe patient satisfaction and interest in revisiting JKN patients at the outpatient installation at Bakti Timah Mentok Hospital in 2023. The study design was cross sectional with a sample size of 120 people. Statistical analysis using Chi Square test or Fisher Exact test. Based on statistical tests to see the relationship between the characteristics of the respondents and the interest in repeat visits, it was found that all of the characteristics of the respondents had p value > 0.05, which means that there was no significant relationship between the characteristics of the respondents and the interest in repeat visits. While the results of statistical tests between respondents' satisfaction on the Tangibles dimension and intention to revisit, it is known that p value > 0.05, which means that there is no significant relationship between respondent's satisfaction on the Tangibles dimension and intention to revisit. And the results of statistical tests between respondents' satisfaction on the dimensions of Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy with interest in repeat visits are known to be p value ≤ 0.05, which means that there is a significant relationship between respondents' satisfaction in the dimensions of Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy with interest in repeat visits. The relationship between patient satisfaction as a whole resulted in p value ≤ 0.05, which means that there is a significant relationship between patient satisfaction and interest in repeat visits. The results of the mapping of service elements in the Cartesian diagram show that 5 (five) service elements are in quadrant A, which means they are a top priority for improvement efforts. The five elements of service are the condition of the patient's waiting room, the availability of medical devices, the availability of types of laboratory examinations, the availability of drugs in the hospital pharmacy installation and the presence of doctors according to the service schedule. Therefore, the Bakti Timah Mentok Hospital must pay more attention to service elements that have not provided maximum satisfaction to patients.
Read More
T-6771
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive