Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 52 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tania Eka Putri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani
S-8023
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Yudianto; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Stefanus Eke Ola
B-1330
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Yana; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Enie Rochaeni, Sumijatun
Abstrak: Tesis ini membahas tentang stres kerja serta faktor yang mempengaruhi stres kerjapada perawat IGD RSUD Pasar Rebo Tahun 2014. National Institute forOccupational Safety and Health (NIOSH) membagi faktor yang mempengaruhistres kerja menjadi faktor kondisi pekerjaan, non pekerjaan, individu dandukungan. Penelitian dilakukan pada 24 perawat IGD. Desain penelitian yangdigunakan adalah deskriptif observasional dengan metode cross sectional.
Padapenelitian ditemukan 45,8% perawat mengalami stres yang tinggi. Perbedaanproporsi terbesar ditemukan pada faktor individu (kepercayaan diri) dan dukungan(dukungan atasan). Hasil merekomendasikan perbaikan deskripsi kerja yang lebihjelas dan akurat serta pelatihan komunikasi terkait upaya manajemendalammengelola stres kerja.
This study discusses work stress and the factors that affect work stress amongnurses In Emergency Room in RSUD Pasar Rebo 2014. National Institute forOccupational Safety and Health (NIOSH)categorizes the factors that influencework stress, which are as job stressor, non-work, individual, and support factors.This study was conducted among 24 emergency room nurses at RSUD PasarRebo. Descriptive observational cross-sectional method was used in this study.
The results found that 45.8% of nurses experienced high stress. The largestproportionswere found in individual factor (self-esteem) and support (supervisorsupport). This study recommend improvements on clearer job descriptions andaccurate communication and training related to management efforts in managingwork stress.
Read More
B-1628
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wan Muharyati; Pembimbing: Rita Damayanti, Besral; Penguji: Ilyas, Jaslis
Abstrak: Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bukti tertulis bahwa proses asuhan keperawatan telah dilaksanakan dalam pemberian asuhan keperawatan pasien di rumah sakit. Kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di RS Jiwa Prof HB. Sa'anin Padang masih rendah (32,25%).

Faktor-faktor yang berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan antara lain faktor individu (karakteristik individu: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, status perkawinan dan kemampuan intelektual: pengetahuan) dan faktor organisasi (supervisi, insentif, pelatihan, beban kerja dan iklim kerja).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran faktor-faktor dari variabel individu dan organisasi terhadap kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di unit rawat map RS Jiwa Prof. HB. Sa'anin Padang.

Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan disain cross sectional dan untuk pengayaan informasi juga dilakukan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan observasi, sampel adalah semua perawat berjumlah 53 orang (total sampel) yang merupakan perawat pelaksana di 7 (tujuh) ruang rawat map RS Jiwa Prof FIB. Sa'anin Padang. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda dan tingkat kemaknaan 0,05.

Hasil penelitian menggambarkan proporsi kinerja perawat dalam pendokumentasian masih rendah, kinerja perawat yang balk hanya 41,5%. Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan adalah tingkat pendidikan, supervisi dan beban kerja. Tingkat pendidikan dan beban kerja mei upakan faktor yang paling dominan setelah dikontrol oleh umur, supervisi dan iklim kerja.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada penentu kebijakan di RS Jiwa Prof. HB. Sa'anin Padang untuk lebih meningkatkan kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu dengan cara meningkatkan SDM perawat dengan memberi kesempatan untuk meningkatkan pendidikan formal/non formal seperti mengikuti pelatihan dan seminar, beban kerja perawat dikurangi dengan memberi tugas dan tanggungjawab sesuai tupoksinya serta perbaikan dan perubahan semua sistem yang terkait dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan seperti pelaksanaan supervisi sesuai dengan prinsip-prinsipnya.

Nursing care documentation is written evidence showing that the nursing care process has been implemented in the hospital. Nurse performance in documenting the nursing care in Prof. HB. Sa'anin Padang Mental Hospital still low (32,25%).

Factors related to performance of nurse on documenting patient's nursing care are individual factors (individual characteristic: age, sex, education level, length of work, marital status and knowledge) and organizational factors (supervision, incentive, training, work load and work climate).

The aim of this study is to identify factors related to individual variables and organizational factors and their relationship to nursing care documentation in ward unit of Prof. HB. Sa'anin Padang Mental Hospital.

The study is non-experimental cross sectional design, qualitative method may to enrich information with in depth interview, focus group discussion and observation, sample of 53 individuals (total sample) who fulfill sample selection criteria, all of them are nurse in 7 (seven) wards unit of Prof HB. Sa'anin Padang Mental Hospital. Collected data was then analyzed with univariate analysis, bivariate analysis using chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression at p value S 0,05.

The research of performance in documenting the nursing care showed that the proportion of performance still low, good performance of nurse just only 4,5%. The multivariate analysis showed that education level, supervision and work load was variable related to nursing care documentation. Education level and work load were the most dominant variable related to nursing care documentation after controlled by age, supervision and work climate.

Based on study results, it is recommended to Prof. HB. Sa'anin Padang Mental Hospital policyrnaker to improve nurse performance in documenting nursing care through improving man power of nurse by give opportunity to improve formal education/ non formal like following seminar and trainings, nurse work load can make Iess by given jobs description and responsibility as their real work and function and also repair and change all system that related to nursing care documentation such as implementing of supervision adjust to it's principle.
Read More
T-2214
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vonny Umboh; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak: Keperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam menyelenggarakan upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Salah satu ukuran mutu proses dalam keperawatan adalah baiknya catatan keperawatan. Catatan keperawatan merupakan dokumen yang penting bagi asuhan keperawatan pasien di rumah sakit. Dalam hal ini perawat mempunyai peranan panting dalam meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang pada akhirnya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Untuk itu perlu terus menerus meningkatkan kemampuan perawat dalam asuhan keperawatan sebagai ukuran kinerja perawat. Kinerja sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerja perawat rawat imp dalam melaksanakan kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Palembang dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2001. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 60 perawat di ruang rawat inap.

Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat; dengan menggunakan uji statistik deskriptif, regresi linier, t-test dan analisa varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat rata-rata adalah 294,71 dan nilai median 303,30. Setelah dikelompokkan dengan pengkategorian baik dan kurang didapatkan hasil 50 % kinerja baik dan 50 % kinerja kurang. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa faktor tingkat pendidikan, motivasi, persepsi peran, disain pekerjaan, imbalan. dan sumberdaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja. Dan hasil analisis multivariat didapat bahwa faktor-faktor tingkat pendidikan, persepsi peran, imbalan dan merupakan faktor-faktor yang dominan secara bersama-sama berhubungan dengan kinerja perawat.

Perlu bagi pihak mamajemen RS Jiwa Palembang untuk memperhatikan peningkatan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan meningkatkan pendidikan, balk pendidikan formal maupun non formal yang terprogram. Variabel imbalan perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan mengadakan program pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan peran sebagai perawat.

Factors Related to Performance of Inpatient Nurses in Palembang Mental Hospital, Year 2001Nursing is one the profession that plays important role in organizing efforts of assuring quality of care in hospital. Nursing documentation is an important document for patients nursing activities in the hospital.

Human resource, especially nurses play an important role in increasing the nursing activities service quality that in turn will increase the service quality. Therefore, productivity increase is needed to improve performance. The performance is highly affected by various factors, both internally and externally.

This research is intended to obtain description regarding the performance of inpatients nurses and to implement nursing activities documentation and to identify factors related the performance of the nurses. The research was done in Palembang Mental Hospital from April 1 to May 31, 2001. The research design used is cross sectional on 60 nurses in the inpatients room.

The analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis; by using descriptive statistics test; linear regression , independent sample t-test and analysis of variance. The result of the research indicates that average performance of the nurses is 294,71 and median value is 303,30. After it is group according to good and poor category, it is found out that 50 % is good and 50 % is poor. From bivariate analysis it is obtained that education, motivation, role perception , job design and resources factors have significant relationship with performance ( p < 0,05 ). From the multivariate analysis, it is obtained that education, role perception and incentive factors are dominant factors collectively with relationship to the performance of the nurses.

It is necessary that management of Palembang Mental Hospital to consider the nurses performance in documentation of the nursing activities by increasing the education, both formal and informal programmed education. The role perception and .incentive variable needs to be considered in increasing the performance of the nurses, by organizing training program that will increased the work motivation and self-respect as nurses.
Read More
T-1144
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rukiah Lubis; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Deni T. Sugiarto
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis turnover perawat rawat inap di RSU Zahirah Tahun 2012. Latar belakang dari penelitian ini adalah tingginya angka turnover perawat rawat inap pada tahun 2012 yang mencapai 40%. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan turnover, dilihat dari faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis-deskriptif. Terdapat 8 (delapan) orang informan, diantaranya manajer SDM, manajer keperawatan, kepala unit rawat inap, 3 (tiga) orang perawat rawat inap yang masih bekerja, dan 2 orang perawat rawat inap yang sudah keluar dari RSU Zahirah. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan turnover perawat rawat inap di RSU Zahirah, yaitu kompensasi sebagai faktor utama, beban kerja, dan kesempatan untuk maju.
 

This thesis aims to analyze the inpatient nurses turnover at Zahirah Hospital on 2012. The background of this study was the high rate of inpatient nurses turnover on 2012 reached 40%. Therefore, the researchers wanted to know what factors are associated with turnover, views of the individual factors, occupational factors, and organizational factors. This research is a qualitative with descriptive-analysis method. There are 8 (eight) informant, including HR manager, nursing manager, heads of inpatient units, three (3) inpatient nurses who are still working, and 2 inpatient nurses who are already out of RSU Zahirah. The study states that there are several factors related to inpatient nurses turnover in Zahirah Hospital, namely compensation as a major factor, workload, and the opportunity to advance.
Read More
S-7822
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufik Herdiansyah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Suparni, Kurniawan Arif Mufadlil
Abstrak:
Cedera tertusuk jarum suntik dan benda tajam lainnya/Needle-stick and Sharp Injuries (NSSI) merupakan kejadian terpotong, tertusuk, tergores, terbacok yang disebabkan oleh instrumen medis seperti jarum suntik dan benda tajam lainnya secara tidak sengaja saat bekerja, NSSI merupakan jenis cedera tersering dalam lingkup pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi mengenai faktor risiko (karakteristik/faktor individu, perilaku tidak aman dan lingkungan kerja tidak aman) yang berhubungan dengan kejadian NSSI pada perawat di Rumah Sakit XYZ. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, menggunakan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil adalah 172 perawat yang bertugas di bagian Instalasi Rawat Inap, Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Bedah Sentral. Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu karakteristik/faktor individu, perilaku tidak aman dan lingkungan kerja tidak aman, sedangkan variabel dependen kejadian NSSI. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, dengan teknik analysis data yaitu univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar perawat tidak pernah mengalami kejadian NSSI dalam rentang satu tahun yakni sebanyak 81,4%. Sebanyak 18,6% lainnya pernah mengalami kejadian NSSI minimal satu kali dalam rentang waktu satu tahun. Adanya hubungan signifikan antara faktor lingkungan kerja yaitu adanya pengawasan dengan kejadian NSSI, hal ini menunjukkan bahwa pandangan akan adanya pengawasan merupakan faktor protektif dari kejadian
NSSI.Needle-stick and Sharp Injuries (NSSI) are incidents of cuts, punctures, scratches, slashes caused by medical instruments such as syringes and other sharp objects accidentally while working, NSSI is the most common type of injury in the scope of health services. The purpose of this study was to determine and identify risk factors (individual characteristics/factors, unsafe behavior and unsafe work environment) associated with NSSI incidents in nurses at XYZ Hospital. This study was an observational study, using a cross-sectional study design. The sample taken was 172 nurses who worked in the Inpatient Installation, Emergency Installation and Central Surgical Installation. The variables in this study consisted of independent variables, namely individual characteristics/factors, unsafe behavior and unsafe work environment, while the dependent variable was the incident of NSSI. Data collection was carried out by distributing questionnaires, with data analysis techniques, namely univariate and bivariate. The results showed that most nurses had never experienced an NSSI incident within a period of one year, namely 81.4%. Another 18.6% had experienced NSSI at least once in a year. There was a significant relationship between work environment factors, namely supervision, and NSSI incidents, indicating that the view of supervision is a protective factor from NSSI incidents.
Read More
T-7383
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riki Yedija Lumban Tobing; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Galianti Prihandayani, Sumijatun
Abstrak:
Pendahuluan: Pendirian rumah sakit di Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik yang dimiliki oleh swasta maupun yang dioperasikan oleh pemerintah. Pasca merebaknya pandemi COVID-19 pada tahun 2020, terjadi lonjakan permintaan terhadap rumah sakit, hal ini terlihat dari semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang baru dibangun (BPS, 2023). Hal ini menumbuhkan tingkat daya saing yang tinggi di antara rumah sakit, sehingga mengharuskan kelangsungan hidup mereka dan pemeliharaan konsistensi kompetitif. Penting bagi rumah sakit saat ini untuk memiliki kemampuan untuk memodifikasi layanan mereka sebagai respons terhadap epidemi. BPS memproyeksikan jumlah rumah sakit di Indonesia akan mencapai 3.072 rumah sakit pada tahun 2022. Jumlah tersebut tumbuh 0,99% dibandingkan tahun sebelumnya sehingga total rumah sakit menjadi 3.042 rumah sakit. Terdapat 2.561 rumah sakit yang diklasifikasikan sebagai Rumah Sakit Umum (RSU) berdasarkan kategorinya. Terdapat 511 rumah sakit yang tergolong rumah sakit khusus (RSK) (BPS. 2023). Sikap dan tindakan sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menentukan efektivitas suatu usaha. Rumah Sakit membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan luar biasa namun juga memiliki dedikasi yang kuat terhadap perusahaan agar tetap kompetitif di sektor perekonomian. Rendahnya komitmen organisasi ditunjukkan melalui keinginan berpindah sumber daya manusianya (Ratminto & Winarsih, 2005). Tingkat kecenderungan karyawan untuk keluar dari organisasi, juga dikenal sebagai turnover intention, merupakan prediktor paling akurat terhadap perilaku pergantian karyawan (Mobley, 2011). Menurunkan tingkat turnover intention dapat mencegah terjadinya turnover karyawan. Turnover karyawan merupakan sebuah kejadian yang normal terjadi di sebuah institusi rumah sakit, asalkan angkanya tidak terlalu tinggi. Standar turnover yang normal adalah 5-10% per tahun (Mathis & Jacksen, 2011). Tesis ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat dan bidan RSIA Viola. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kompensasi, gaya kepemimpinan transformasional, work-life balance, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional mempengaruhi turnover intention perawat dan bidan. Penelitian ini menyarankan kepada RSIA Viola untuk memperbaiki struktur gaji, mempertahankan penerapan gaya kepemimpinan transformasional, mengurangi jam lembur dan standby on call, mempertahankan supervisi yang baik dari atasan langsung, serta memperbaiki sistem penilaian prestasi karyawan sehingga dapat memberikan jenjang karir bagi perawat dan bidan.

Introduction: The establishment of hospitals in Indonesia has experienced significant progress in recent years, both those owned by the private sector and those operated by the government. After the outbreak of the COVID-19 pandemic in 2020, there was an increase in demand for hospitals, this can be seen from the increasing number of new health facilities being built (BPS, 2023). This fosters a high level of competitiveness among hospitals, necessitating threats to their livelihoods and maintenance of competitive consistency. It is important for today's hospitals to have the ability to modify their services in response to the epidemic. BPS projects that the number of hospitals in Indonesia will reach 3,072 hospitals in 2022. This number grew 0.99% compared to the previous year, bringing the total number of hospitals to 3,042 hospitals. There are 2,561 hospitals classified as General Hospitals (RSU) based on reasons. There are 511 hospitals classified as special hospitals (RSK) (BPS. 2023). The attitudes and actions of human resources play an important role in determining the effectiveness of a business. Hospitals need human resources who not only have extraordinary skills but also have a strong dedication to the company in order to remain competitive in the economic sector. Low organizational commitment is shown through the desire to eliminate human resources (Ratminto & Winarsih, 2005). The level of employee propensity to leave the organization, also known as turnover intention, is the most accurate predictor of employee turnover behavior (Mobley, 2011). Reducing turnover rates can prevent employee turnover. Employee turnover is a normal event that occurs in a hospital institution, provided the number is not too high. The normal turnover standard is 5-10% per year (Mathis & Jackson, 2011). This study examines the determinants of turnover intention among nurses and midwives at RSIA Viola. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. The findings indicated that factors such as compensation, transformational leadership, work-life balance, job satisfaction, and organizational commitment have an impact on the turnover intention of nurses and midwives. This research recommends that RSIA Viola enhance the remuneration structure, uphold the implementation of transformational leadership, decrease overtime hours and on-call standby, ensure effective supervision from direct supervisors, and enhance the employee performance appraisal system to establish a clear career path for nurses and midwives.
Read More
B-2402
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susila Indrayani; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktamianti, Suprijanto Rijadi, Sumijatun, Padyo Budipurbono
B-1684
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiah Ayu Purwandani; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Budhi Mulyadi
Abstrak: Health and Safety Executive menemukan bahwa pada tahun 2013/2014 sebanyak526.000 kasus dari 1.241.000 kasus penyakit akibat kerja adalah Musculoskeletaldisorders. Menurut WHO fact sheet pada tahun 2014 terdapat sebanyak 37%penyakit akibat kerja adalah nyeri punggung. BLS Amerika Serikat menyatakanbahwa perawat merupakan kelompok pekerja dengan insiden rate yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat keluhan muskuloskeletal pada perawat dikamar operasi dengan pendekatan ergonomi. Penilaian tingkat risiko ergonomimenggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Penelitian inimenggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional.Responden pada penelitian ini adalah sebanyak 8 perawat di kamar operasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 100% perawat mengalami keluhanmuskuloskeletal setelah shift, dimana keluhan terbesar adalah pada betis kiri danbetis kanan (87,5%). Kegiatan memindahkan pasien dari meja operasi ke keretadorong merupakan kegiatan dengan risiko tinggi yang dapat memicu timbulnyakeluhan muskuloskeletal. Salah satu faktor yang berperan penting terhadapkeluhan muskuloskeletal pada perawat di kamar operasi adalah faktor lingkunganyang aman dan nyaman bagi pekerja, peralatan, dan pekerjaan yang dilakukan.
Health and Safety Executive found that in 2013/2014, about 526.000 from1.241.000 of work related disesease cases is musculoskeletal disorders. In 2014WHO fact sheet stated that 37% of work relaed disesase is back pain. US BLSstated that nurse is the worker who is with high prevelence. This research aims toobserve musculoskeletal symptoms of nurses who is in operating room byergonomic approaching. Ergonomic risk level was assessed by REBA (RapidEntire Body Assesment) method. This research design is observational with crosssectional. Respondent in this research is 8 nurses in operating room. The resultshowed that 100% of nurses got musculoskeletal symptoms after shift work,where the highest symptoms is in left and right calf (87.5%). Patient transferringactivity from operating table to bed is activity with high risk which potentiallycaused musculoskeletal symptoms. One of the important factor in musculoskeletalsymptoms of nurse in operating room is environment factor which is secure andcomfort for worker, tools, and its job.
Read More
T-4572
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive