Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dwi Sisca Kumala Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ratna Djuwita, Ratu Ayu Dewi Sartika, Dodik Briawan, Iskari Ngadiarti
T-3349
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Wijanarko ... [et al.]
MGMI Vol.4, No.1
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Masruroh; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Siti Arifah Pudjonarti, Suroto, Yoan Hotmida Naomi Hutabarat
Abstrak:
Obesitas yang merupakan masalah kesehatan dan prevalensinya cenderungmeningkat setiap tahun berdampak pada terjadinya penyakit degeneratif sepertihipertensi, diabetes mellitus dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perbedaan status obesitas berdasarkan asupan gizi, konsumsiminuman manis, aktivitas fisik dan durasi tidur pada PNS. Populasi penelitianadalah orang dewasa yang terdaftar sebagai PNS di Ditjen Kesehatan MasyarakatKemenkes. Disain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampelsebanyak 108 yang dipilih dengan systematic random sampling. Datadikumpulkan pada bulan Mei 2016, meliputi status obesitas, asupan gizi yangterdiri dari energi, lemak, karbohidrat dan protein, serat, kebiasaan konsumsiminuman manis aktivitas fisik dan durasi tidur. Status obesitas dinilai dari IMTyang diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, aktivitas fisikdiperoleh dari GPAQ, durasi tidur dihitung berdasarkan kebiasaan tidur malampada hari kerja dan hari libur yang diperoleh dari kuesioner, konsumsi minumanmanis menggunakan FFQ dan asupan zat gizi menggunakan metode food recall2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,4 % responden mengalamiobesitas. Terdapat perbedaan status obesitas berdasarkan durasi tidur. Orang yangtidur ≤6 jam/hari berpeluang mengalami obesitas 2,8 kali lebih tinggi dari yangtidur >6 jam/hari. Perbedaan tersebut bermakna pada usia <40 tahun dan padapangkat/golongan III. Tidak ada perbedaan status obesitas berdasarkan asupangizi, aktivitas fisik dan konsumsi minuman manis. Disarankan kepada PNSuntuk mengatur pola tidur dan durasi tidur malam tidak kurang dari 6 jam sehariagar terhindar dari risiko obesitas.Kata Kunci: obesitas, dewasa, durasi tidur, asupan gizi, aktivitas fisik
Obesity that its prevalence has increased over the years, is associated withhypertension, diabetes mellitus and cardiovascular diseases. The study aimed todetermine the differences between nutrition intake, dietary fiber, consumptionsweetened beverages, physical activity and sleep duration among civil servants.The study population is adult who are registered as sivil servant of General ofPublic Health in Ministry of Health. The design of the study is cross sectionalwith total sample 108 selected by systematic random sampling. The study wasconducted in May 2016. The data colection used instruments includingantropometric measurements (obesity status), GPAQ (physical activity), a specialquestionairre for sleep duration, FFQ (sweetened beverages consumption) and2x24 hour food recall (nutrition intake). The result showed 44,4% of respondentswere obese. There was significant differences in obesity status based on sleepduration (p=0.022). People who slept ≤ 6 hours/day had 2.8 time higher risk ofbecoming obese than those who slept > 6 hours/day. The significancy only onresponden with ages<40 years and level III of occupancy. This finding suggeststhat civil servants has to manage their sleep time and not have usual sleepduration less than or equal to 6 hours a day in order to avoid the risk of obesity.Key words: obesity, adults, sleep duration, physical activity, nutrition intake.
Read More
Obesity that its prevalence has increased over the years, is associated withhypertension, diabetes mellitus and cardiovascular diseases. The study aimed todetermine the differences between nutrition intake, dietary fiber, consumptionsweetened beverages, physical activity and sleep duration among civil servants.The study population is adult who are registered as sivil servant of General ofPublic Health in Ministry of Health. The design of the study is cross sectionalwith total sample 108 selected by systematic random sampling. The study wasconducted in May 2016. The data colection used instruments includingantropometric measurements (obesity status), GPAQ (physical activity), a specialquestionairre for sleep duration, FFQ (sweetened beverages consumption) and2x24 hour food recall (nutrition intake). The result showed 44,4% of respondentswere obese. There was significant differences in obesity status based on sleepduration (p=0.022). People who slept ≤ 6 hours/day had 2.8 time higher risk ofbecoming obese than those who slept > 6 hours/day. The significancy only onresponden with ages<40 years and level III of occupancy. This finding suggeststhat civil servants has to manage their sleep time and not have usual sleepduration less than or equal to 6 hours a day in order to avoid the risk of obesity.Key words: obesity, adults, sleep duration, physical activity, nutrition intake.
T-4616
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pratiwi; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Dewi Damayanti
Abstrak:
Kegemukan pada remaja adalah kelebihan berat bedan dengan batas ambang IMT/U > 1 standar deviasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kegemukan serta hubungannya dengan jenis kelamin, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, sindrom makan tengah malam, pengetahuan gizi, asupan zat gizi, konsumsi minuman manis, dan konsumsi makanan cepat saji pada remaja di SMA Labschool Kebayoran Jakarta Selatan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan metode sampel sistematik dengan total sampel 137 siswa. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner mandiri, wawancara food recall 2x24 jam, serta pengukuran antropometri untuk berat, tinggi badan, dan pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin serta asupan protein dengan kegemukan (p-value <0.05) dan jenis kelamin sebagai faktor dominan pada kegemukan.
Obesity in adolescent is excess of body weight with BMI for age > 1 SD. This study aims to describe the incidence of obesity and its relationship with gender, body fat percentage, physical activity, night eating syndrome, nutrition knowledge, nutrient intake, consumption of sweetened beverages, and consumption of fast food at adolescent in Labschool Kebayoran High School Jakarta year 2014. This study used a cross-sectional design. Samples in this study were students of class X and XII which selected using systematic sampling method with a total sample of 137 students. Data were collected by self-administered questionnaire, food recall interview, and measurements of weight, height, and measurements of body fat percent using BIA. The result showed a significant correlation between gender and protein intake with obesity (p value < 0,05), and gender is the dominant factor of obesity
Read More
S-8351
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmi Lisdeni; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum, Darwel
Abstrak:
Read More
Salah satu fokus program pembangunan kesehatan di Indonesia saat sekarang merupakan stunting. Stunting adalah kegagalan pertumbuhan dan perkembangan karena multifaktor diantaranya sanitasi lingkungan yang buruk, asupan gizi kurang, penyakit infeksi, dll yang ditandai dengan tinggi atau panjang badan tidak sesuai dengan umurnya (TB/U20%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita yang dikaitkan dengan sanitasi lingkungan dan asupan gizi pada Balita 6-59 bulan di Wilayah Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat pada Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 189 sampel. Analisis data dilakukan dengan SPSS yaitu analisis univariat Distribusi Frekuensi, Analisis bivariate (Chi-square) dan analisis multivariat (regresi logistik). Terdapat hubungan yang bermakna antara variabel-variabel sanitasi lingkungan dan asupan gizi dengan kejadian stunting pada balita yaitu variabel perilaku BABS, variabel perilaku CTPS, variabel Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT), variabel sarana dan kepemilikan jamban dan variabel asupan zat gizi. Semua variabel sanitasi lingkungan dan asupan gizi yang diteliti merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita karena memiliki OR>1 Sedangkan variabel yang paling besar pengaruhnya yaitu variabel CTPS. Terdapat faktor risiko sanitasi lingkungan dan asupan gizi terhadap kejadian stunting pada balita. Dan disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemberantasan stunting dengan pemicuan STBM dan peningkatan asupan memberikan edukasi kepada ibu balita serta ibu hamil untuk memakan makanan beragam, bergizi dan seimbang serta meningkatkan pemberian PMT pada balita terutama PMT lokal bernilai gizi yang banyak di wilayah tersebut seperti Ikan. Perlu peningkatan kerjasama lintas sektor untuk memberantas faktor risiko sanitasi lingkungan yang buruk dan asupan gizi yang kurang pemicu stunting. Kata kunci: Stunting, balita 6-59 bulan, sanitasi lingkungan, asupan gizi, Batangkapas .
One of the current focuses of health development programs in Indonesia is stunting. Stunting is failure of growth and development due to multiple factors including the poor environmental sanitation, the inadequate nutritional intake, the infectious diseases, etc. which is characterized by height or body length that is not appropriate for age (TB/U 20%). The goal of the research is ttg=termine the risk factors for stunting in toddlers which are associated with environmental sanitation and nutritional intake in toddlers 6-59 months . The design of this research is cross sectional with a total sample of 189 samples. Data analysis was carried out using SPSS, namely Frequency Distribution univariate analysis, bivariate analysis (Chi-square) and multivariate analysis (logistic regression). There is a significant relationship between environmental sanitation variables and nutritional intake and the incidence of stunting in toddlers, namely the behavioral variable of ODF, the behavioral variable of CTPS, home food and drink processing (PAM-RT) variable, latrine ownership variable and nutrient intake variable. All environmental sanitation and nutritional intake variables studied are risk factors for stunting in toddlers because they have OR> 1. Meanwhile, the variable with the greatest influence is the CTPS variable. There are risk factors for environmental sanitation and nutritional intake in the incidence of stunting among toddlers. And it is recommended that the Community Health Center and Health Service eradicate stunting by triggering STBM and increasing intake. education for mothers of toddlers and pregnant mothers to eat diverse, nutritious and balanced food and increase the provision of PMT to toddlers, especially local PMT with nutritional value which is abundant in the region, such as fish. There is a need to increase cross-sector collaboration to eradicate the risk factors of poor environmental sanitation and inadequate nutritional intake that trigger stunting.
T-6884
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinta Artati Kusumardhani; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Trini Sudiarti, Ida Ruslita
S-6638
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Monica; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Eti Rohati
Abstrak:
Obesitas memberikan efek yang merugikan mulai dari peningkatan risiko penyakit tidak menular hingga penurunan produktivitas dalam bekerja. Penelitian ini merupakan studi cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan faktor-faktor risiko yang bermakna pada kejadian obesitas kalangan pekerja PT X. Populasi penelitian ini adalah pekerja tetap yang terdaftar di PT X dengan sampel sebanyak 89 yang diperoleh dengan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 12-24 Mei 2017 dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner, mikrotoa, timbangan digital, dan food models. Hasil penelitian menunjukkan 50,6% responden mengalami obesitas. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa penelitian ini belum dapat membuktikan adanya perbedaan bermakna antara faktor risiko yang diteliti pada kejadian obesitas kalangan pekerja di PT X. Peneliti menyarankan pada PT X untuk menyediakan sarana olahraga bagi pekerja untuk meningkatkan aktivitas fisik dan memberikan fasilitas untuk melakukan pemantauan status gizi. Kata Kunci: asupan zat gizi makro, pekerja, obesitas, shift kerja, work family conflict self efficacy, Obesity has been associated with an increased risk of non-communicable disease to decreased productivity in work. This study is a cross sectional that aims to determine the difference of risk factors towards obesity in worker of PT X 2017. Population of this study are a permanent workers in PT X with 89 samples obtained by simple random sampling. This study was conducted on 12-24 May 2017 using instruments such as questionnaires, microtoa, digital scales and food models. The results showed 50,6% respondents were obese. Through bivariate analysis research showed that was not proven the difference of risk factors towards obesity among workers in PT X. The researcher suggest that PT X can provide sport facilities for workers to increase physical activity and provide facilities to monitor the nutritional status. Key words: Obesity, shift work, work family conflict self efficacy, nutrition intake, worker
Read More
S-9452
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
