Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Virgin Susilowati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Evi Fatimah, Ade Jubaedah
Abstrak: Perkembangan anak di awal kehidupannya akan mempengaruhi kesejahteraannya dikemudian hari. Perkembangan awal anak akan optimal bila kebutuhan gizinya terpenuhi. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi di awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubangan pola pemberian ASI dengan perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jambon dengan jumlah responden sebanyak 141 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 47,5% mengalami perkembangan suspek terhambat, dan bayi dengan ASI eksklusif yang mengalami perkembangan suspek terhambat sebesar 26,2%. Berdasar analisis statistik regresi logistik berganda menunjukkan hasil ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan perkembangan bayi p=0,010 (95% CI 1,349-9,517). Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 3,6 kali lebih besar untuk mengalami perkembangan suspek terhambat
Read More
T-6006
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Binar Panunggal ... [et al.]
MGMI Vol.7, No.2
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delima Suci Alyani; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Yvonne Indrawani, Henny Herlina
S-6614
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryam Said; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Hera Lestari Kikarsa, Sri Duryati Budihardjo, Luknis Sabri
Abstrak: Abstrak

Tujuan peneltian ini adalah diketahuinya proporsi pemberian ASI eksklusif dan tingkat kecerdasan serta hubungan antara durasi pemberian ASI dengan kecerdasan anak pada siswa-siswi SDSN Pekayon Jaya VI Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan disain crosssectional model regresi logistik ganda dengan responden siswa/i kelas 1-3 yang berumur 7-9 tahun dan ibunya sebanyak 175 responden. Namun jumlah sampel yang terkumpul hanya 166 (94,8%) responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2013. Pada siswa-siswi dilakukan tes kecerdasan dengan menggunakan tes Raven sedangkan ibunya mengisi kuesioner.

Hasil penelitian didapatkan tingkat kecerdasan tinggi 57,2%, rata-rata 36,7% dan rendah 6%. Variabel yang berhubungan dengan kecerdasan adalah durasi pemberian ASI (p=0,043, OR=0,487, 95%CI=0,254-0,932) dan Pendidikan ibu (p=0,047, OR=3,730, 95%CI=1,119-12,432). Pendidikan ibu adalah faktor yang pengaruhnya lebih besar terhadap kecerdasan, bahwa ibu yang berpendidikan tinggi berpeluang memiliki anak dengan kecerdasan tinggi yaitu : 3,556 kali lebih besar dibandingkan ibu berpendidikan rendah setelah dikontrol variabel durasi ASI.

Saran untuk Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar menyelenggarakan berbagai aktivitas seperti seminar/pelatihan/konseling bagi orang tua murid tentang pentingnya peran orang tua terhadap tumbuh kembang anak.


The purpose this of research was to the determine the proportion of exclusive breastfeeding and the level of intellegence also the relationship between duration of breastfeeding with the level of students intellegence in SDSN Pekayon Jaya VI Bekasi city. This research used a cross-sectional design employed multiple logistic regression analisys technique. Students as the respondents age 7 ? 9 year-old who were selected using systematic random sampling technique and his mothers was about 175 respondents. However collected just the number of sampels was 166 (94,8%) responden. This study was conducted in May 2013 from second week to third week. The students intellegence was tested using the Raven test while her mothers was requested to fill out a questionnaire about their breastfeeding history, background caracteristic and parenting style.

The results showed the level of childrens intellegence was high (57.2%), average was (36.7%) and low was (6%). Those variables which related to the intellegence level were duration of breastfeeding (p = 0.043, OR = 0.487, 95% CI = 0.254-0.932) and the level of mothers education (p = 0.047, OR = 3.730, 95% CI = 1.119 to 12.432). The mothers education level is one of the factors which has higher effect. Againts the childrens intellegence. Those mothers who have high level education will have probability 3,556 to have their children with high level intellegence (after controlling the duration breastfeeding).

The following sugestion is made to the Department of Education Bekasi city to organize activities relevant to the inproving of parents in growth and development of their children through seminars / training / counseling.

Read More
T-3996
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tria Astika Endah Permatasari; Promotor: Ratu Ayu Dewi Sartika; Ko-Promotor: Endang Laksminingsih, Purwanto; Penguji: Evi Martha, Besral, Ahmad Syafiq, Anies Irawati, Dwiana Ocviyanti
Abstrak: Tujuan penelitian adalah memeroleh model prediksi atrisi pemberian ASI eksklusif menggunakan Breastfeeding Attrition Prediction Tool BAPT yang dimodifikasi. Penelitian longitudinal dilakukan antara Bulan Mei 2016-Januari 2017 di Rumah SakitIbu dan Anak di Kota Tangerang Selatan pada 254 ibu hamil trimester ketiga. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa BAPT modifikasi dinyatakan valid dan reliabel sebagaialat prediksi atrisi pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Proporsi atrisi pemberian ASIeksklusif sebesar 47,4 dari 192 ibu yang melengkapi kuesioner, dan tertinggi terjadipada delapan 8 minggu postpartum. Model prediksi intensi dan model prediksi atrisi pemberian ASI ekslusif dinyatakan lsquo;fit rsquo;. Atrisi pemberian ASI eksklusif dipengaruhioleh intensi p
 

 
The objective of the study was to obtain an exclusive breastfeeding attrition predictionmodel using a modified Breastfeeding Attrition Prediction Tool BAPT . A longitudinal studies was conducted between May 2016 January 2017 in 2 Mother and child Hospitalsin South Tangerang of 254 third trimester pregnant women. The results showed thatmodified BAPT was valid and reliable as a predictor tool of exclusive breastfeeding inIndonesia. The proportion of exclusive breastfeeding attrition was 47.4 of 192 motherswho completed the questionnaire, with the highest occurring at 8 weeks postpartum.
Read More
D-369
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frasisca Anggie Kumalasari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Lorensia Panselina Widowati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI periode early postpartum di Ruang Yosep Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini diikuti oleh 46 responden. Hasil penelitian ini menunjukan proporsi pemberian ASI periode early postpartumsebesar 93,48%. Analisis bivariat menunjukan bahwa Tidak ada hubungan antara faktor predisposisi (usia, paritas, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan) dengan pemberian ASI periode early postpartum, Ada hubungan faktor pemungkin yaitu Inisiasi Menyusui Dini dimana (p: 0,001, OR : 1,826 )dan Rawat gabung dimana p :0.001 , OR : 1,848 ) dengan pemberian ASI periode early postpartum ,Ada hubungan faktor penguat yaitu Dukungan Sarana dan Petugas Kesehatan dimana p : 0.003 , OR : 1,978 ) dengan pemberian ASI periode early postpartum. Dan tidak ada hubungan faktor keterpaparan informasi ASI dengan pemberian ASI periode early postpartum
Read More
S-10800
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeni Suryamah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, SUdarto Ronoatmodjo, Emita Aziz, Rusli
T-4487
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Refi Hanna Amelinda; Pembimbing: Sandra Fikawati, Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Marudut, Ivonne Kusumaningtias
Abstrak: Kesehatan adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia dan merupakan faktorpenentu untuk menentukan kualitas sumber daya manusia. Kecukupan gizi dapatberpengaruh penting untuk meningkatkan sumber daya manusia salah satu faktornyaadalah pemberian ASI sampai dengan dua tahun yang dapat berpengaruh besar terhadapsumber daya manusia tersebut. Pemberian ASI yang maximal adalah pemberian ASIsampai dengan dua tahun, Pemberian ASI sampai dengan dua tahun dapatmeningkatkan IQ anak dan meningkatkan kualitas anak bangsa, olehkarena itupemberian ASI sampai dengan dua tahun adalah hal yang sangat penting untukdiberikan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yangpaling dominan dalam pemberian ASI sampai dua tahun di kecamatan CimalakaKabupaten Sumedang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitiancross sectional dengan sampel 310 ibu yang mempunyai anak 24-59 bulan. Penelitianini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018, cara pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling, dari sebanyak 14 Desa dipilih 7 Desa lalu memilih kembali sampeldengan menggunakan metode random sampling. Hasil penelitian ini terdapat tiga faktoryang berpengaruh terhadap pemberian ASI sampai dua tahun yaitu pendidikan dengannilai p value 0,05, sosial ekonomi dengan nilai p value 0,043 dan riwayat pemberianASI eksklusif sampai enam bulan dengan nilai p value 0,023.Kata kunci:ASI, Pemberian ASI sampai dua tahun, Anak 24-59 bulan
Health is a basic need for human life and a decisive factor for determining thequality of human resources. Adequacy of nutrition can have an important effect toincrease human resources. One of the factors is breastfeeding up to two years which canhave big influence to the human resource. Maximal breastfeeding is breastfeeding up totwo years. Breastfeeding up to two years can increase the intelligence quotient (IQ) ofthe children and improve the quality of the children, therefore breastfeeding up to twoyears is important to the children. The aim of this study was to determine the mostdominant factor in breastfeeding up to two years in Cimalaka sub-district, SumedangDistrict. The study design was cross sectional. The study sample consisted of motherswho have children 24-59 months (N = 310). This research was conducted in February-March 2018. The method sampling was purposive sampling, from 14 villages selected 7villages and then select the sample by using random sampling method. The resultsshowed that there were three factors that affect breastfeeding up to two years, i.e.education (p value 0.05), socioeconomic (p value 0.043), and history of exclusivebreastfeeding until six months (p value 0.023).Keywords:Breastfeeding, Breastfeeding up to two years, Children 24-59 months.
Read More
T-5409
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuraini Fauziah; Pembimbing: Pandu Riono, Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Sudjianto Kamso, Yosnelli
Abstrak: Abstrak
Usaha yang diharapkan SDGs yaitu menurunkan angka kematian bayi hingga 23 dan balita 32 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian bayi adalah diare, dimana ASI dapat mencegah bayi dari infeksi. Pemberian ASI merupakan fondasi 1000 HPK agar anak tumbuh menjadi sehat, cerdas, dan produktif. Tujuan penelitian ini mengetahui besar asosiasi determinan pemberian ASI eksklusif di wilayah binaan KBA DKI Jakarta tahun 2019. Penelitian menggunakan desain case-control study. Responden adalah ibu yang mempunyai anak ≥ 6 bulan di 6 wilayah binaan KBA DKI Jakarta, meliputi: Warakas, Sunter Jaya, Kebon Pala, Kebon Jeruk, Ciganjur, dan Pulau Pramuka. Faktor predisposisi memiliki asosiasi terhadap pemberian ASI eksklusif, meliputi umur ibu ≥ 20 tahun (OR=17) pendidikan ibu tinggi (OR=1,3), ibu bekerja (OR=1,3), multipara (>1 paritas) (OR=1,2), tahu pemahaman ASI eksklusif dalam agama (OR=1,5), pengetahuan tentang ASI tinggi (OR=2,6), praktik menyusui eksklusif baik (OR=6,7). Faktor pemungkin memiliki asosiasi terhadap pemberian ASI eksklusif, meliputi: pendapatan keluarga ≥ UMR (OR=1,6), tempat melahirkan di RS (OR=1,1), rawat gabung (OR=2,2), akses terhadap tenaga kesehatan (OR=1,3), tidak tahu nilai-nilai budaya (OR=2,5), tidak terpapar sampel susu formula (OR=3,1). Faktor penguat memiliki asosiasi terhadap pemberian ASI eksklusif, meliputi: dukungan suami (OR=6,3), dukungan sarana dan tenaga kesehatan (OR=5,1), dukungan teman (OR=2,2), dukunga keluarga (ibu dan ibu mertua) (OR=4,5), dukungan kader posyandu (OR=3,4), dan terpajan informasi ASI eksklusif (OR=1,8). Faktor dominan pemberian ASI eksklusif yaitu: praktik menyusui eksklusif yang baik dukungan suami, dan tidak terpapar sampel susu formula. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah lebih mempertajam item pertanyaan IMD dan rawat gabung. Bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan yaitu mendukung gerakan ASI eksklusif. Bagi PT. Astra International tbk. diharapkan meningkatkan rutinitas kader posyandu melakukan kunjungan rumah. Bagi Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota diharapkan menekankan pada ketidak-terpaparan sampel susu formula dan dukungan suami dalam upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif.
 

 
The effort expected by the SDGs was decrease in infant mortality to 23 and under-fives 32/1,000 live births. One of the causes of infant mortality is diarrhea, while breast milk can prevent babies from infection. Exclusive breastfeeding (EBF) is the foundation of 1000 first day of life, so children can grow to be healthy, smart, and productive. The purpose of this study was to find out the association of determinants of exclusive breastfeeding in the Astra Village Area (KBA) of DKI Jakarta in 2019. The study used a case-control study design. Respondents were mothers who had children ≥ 6 months in 6 areas assisted by KBA of DKI Jakarta, including: Warakas, Sunter Jaya, Kebon Pala, Kebon Jeruk, Ciganjur, and Pramuka Island. Predisposing factors have an association with exclusive breastfeeding, they were maternal age ≥ 20 years old (OR=1.7), high maternal education (OR=1.3), working
 
mothers (OR=1.3), multi-parital (>1) (OR=1.2), knew and understand of exclusive breastfeeding in religion (OR=1.5), knowledge of breastfeeding was high (OR=2.), the practice of exclusive breastfeeding was good (OR=6.7). The enabling factor has an association with exclusive breastfeeding, they were family income more than or same with minimum salary of region (OR=1.6), place of birth (hospital) (OR=1.1), rooming in (OR=2.2), access to health workers (OR=1.3), did not know the cultural values (OR=2.5), were not exposed to formula milk samples (OR=3.1). Reinforcing factors have an association with exclusive breastfeeding, they were husbands support (OR=6.3), support of facilities and health personnel (OR=5.1), friends support (OR=2.2), familys support (mother and mother in-law) (OR=4.5), support from posyandu cadres (OR=3.4), and exposure to exclusive breastfeeding information (OR=1.8). The dominant factors of exclusive breastfeeding were good exclusive breastfeeding practice, husbands support, and
 
unexposed milk formula samples. The suggestion for further research is to further sharpen of IMD and rooming-in question items. For society and science are support the exclusive breastfeeding movement. For PT. Astra International Tbk. expected to improve the routine of posyandu cadres to make home visits. For the Ministry of Health and the Jakarta Health Agency were expected to emphasize the lack of exposure to formula milk samples and husbands support in an effort to increase exclusive breastfeeding.
Read More
T-5529
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Hastuty; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Sandra Fikawati, Ita Yuana
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai tidak memberikan makanan atau minuman lain, bahkan air, kecuali air susu ibu selama 6 bulan kehidupan, tetapi diperbolekan untuk menerima oralit, obat tetes dan sirup (vitamin, mineral dan obat-obatan). Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara pada tahun 2013 diketahui cakupan pemberian ASI Eksklusif sekitar 57,77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik, pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara Jakarta Selatan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Desember 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 112 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan instrument kuesioner.

Hasil penelitian mendapatkan sebesar 16,1% ibu yang memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan uji statistik diketahui pendidikan (p=0,021 OR=8,365), pengetahuan (p=0,032 OR=3,704) dan sikap (p=0,000 dan OR=11,282) memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan kepada Dinas kesehatan dan Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan menyusui melalui berbagai program penyuluhan, konseling, dan membuat kelompok atau kelas ibu hamil dengan memperbanyak materi tentang ASI eksklusif.

Kata kunci : Pemberian ASI eksklusif, Pengetahuan, Sikap

Exclusive breastfeeding is defined as no other food or drink, not even water, except breast milk (including milk expressed or from a wet nurse) for 6 months of life, but allows the infant to receive ORS, drops and syrups (vitamins, minerals and medicines). Percentage of exclusive breastfeeding in North Petukangan Village Health Center in 2013 known about 57.77%. This study aimed to determine the relationship characteristics, knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding in North Petukangan Village Health Center in South Jakarta 2014. This study used a cross-sectional design, which was done in December 2014 with a total sample of 112 mothers were having babies aged 6-12 months. Data collected by interviews and using questionnaires as the instrument.

The results of a study reported by 16,1% of exclusively breastfeeding. Based on statistical test known to education (p=0,021 OR=8,365), knowledge (p=0,032 OR=3,704) and attitude (p= 0,000 OR=11,282) had a significant association with exclusive breastfeeding. Suggested to to the Department of Health and North Petukangan Village Health Center to increase the knowledge of pregnant and lactating women through a variety of programs, such as education, counseling, and make a group or class of pregnant women with reproduce materials exclusive breastfeeding.

Keywords: Exclusive breastfeeding, Knowledge, Attitude
Read More
S-8577
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive