Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Milya Timeida; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, Amila Megraini, Jusuf Kristianto
Abstrak: Latar belakang: Berdasarkan data dari Poli Gigi Rumah Sakit Daerah Kolonel Abunjani Bangko banyak terdapat kasus pulpitis dan abses, dimana untuk penanganan kasus tersebut dengan melakukan tindakan perawatan saluran akar agar gigi dapat dipertahankan. Artinya banyak income yang dapat masuk ke rumah sakit bila perawatan saluran akar tersebut di laksanakan dengan baik. Selain itu tarif yang berlaku saat ini di Poli Gigi Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko masih berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011, khusus untuk tindakan perawatan saluran akar adalah sebesar Rp20.000,- per kunjungan, dimana penentuan tarif di rumah sakit ini masih menggunakan pendekatan historikal dengan berdasarkan pengalaman penetapan tarif yang lalu dan belum memperhitungkan besarnya biaya satuan. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan tarif yang berlaku dengan kondisi saat ini. Maka rumah sakit sangat membutuhkan input dalam bentuk informasi yang lengkap tentang perhitungan biaya satuan khususnya untuk tindakan perawatan saluran akar agar dapat dijadikan dasar untuk penetapan tarif rumah sakit.

Tujuan: Membandingkan aktivitas yang dilakukan dalam tindakan perawatan saluran akar sesuai dengan standar operasional prosedur dan mendapatkan biaya satuan perawatan saluran akar dengan diagnosa pulpitis irreversible dan diagnosa abses di poli gigi rumah sakit.

Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif observasional, dimana penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan menganalisis biaya satuan perawatan saluran akar sesuai standar operasional prosedur. Sumber data menggunakan data primer berupa observasi dan data sekunder dari rumah sakit. Perhitungan biaya menggunakan metode Activity Based Costing.

Hasil: Berdasarkan hasil observasi aktivitas tindakan perawatan saluran akar di rumah sakit ini sudah sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Hasil perhitungan biaya satuan untuk diagnosa pulpitis irreversible sebesar Rp294,159,- dan untuk diagnosa abses sebesar Rp385,352,-.

Kesimpulan: Pada saat mengerjakan kasus pasien dengan dengan diagnosa pulpitis irreversible dan diagnosa abses, aktivitas perawatan saluran akar yang dilakukan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur perawatan saluran akar yang saat ini diterapkan dirumah sakit. Untuk hasil perhitungan biaya satuan di rumah sakit ini, untuk diagnosa abses lebih besar dari diagnosa pulpitis irreversible, karena pada diagnosa abses dilakukan tiga kali kunjungan. Dari perhitungan biaya langsung di poli gigi dan biaya tidak langsung di unit penunjang terlihat bahwa biaya langsung di poli gigi lebih besar. Pelayanan kesehatan gigi merupakan bagian integral dari pelayanan rumah sakit, untuk itulah manajemen rumah sakit harus dapat meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dari sisi sarana dan prasarana, sehingga dapat menjadikan salah satu pusat pendapatan rumah sakit

Background: Based on data from the Dental Polyclinic of Kolonel Abundjani Regional Hospital has a lot of cases of pulpitis and abescess, which are used to treat these cases by taking root canal treatment so that the teeth can be maintained. It means a lot of income that can go to the hospital if the root canal treatment is carried out properly. Orther than that the current tarriff at Dental Polyclinic of Kolonel Abundjani Regional Hospital is still based on Peraturan Daerah (Regional Regulation) Number 8 Year 2011. For root canal treatment, particulary, the tarrif is Rp. 20,000.- per visit, whose estimation is still based on historical approach by considering previous experiences in tarrifing, but without considering the calculation of its actual unit costs. This results in a gap between the tarrif the current situation. Therefore, hospitals are in needs of inputs in form of complete information on unit cost analysis, especially for root canal treatment, that can be used as a basis for tariffing estimation in hospitals.

Objectives: To compare the activities involved in root canal treatment with the standard operational procedures, and to estimate the unit costs for root canal treatment with irrereversible pulpitis diagnosis and abscess diagnosis in Dental Polyclinic of a hospital.

Method: This research is an observational descriptive research. This case study aimed at analyzing the unit costs of root canal treatment according to Standard Operational Procedure. The primary data were collected from observations, while the secondary data were from the hospital. The calculation of the tarrif implemented Activity Based Costing

Results: Based on the observation, the activities involved with root canal treatment has been in compliance with the standard operational procedures. Based on the analysis, the unit costs for Irreversible Pulpitis diagnosis is Rp294,159,- and the unit costs for Abscess diagnosis is Rp385,352,-

Conclusion: In the treatments of patients with irreversible pulpitis and abscess diagnoses, the activities involved have been in compliance with standard operational procedure of root canal treatment regulated by the hospital. As for the calculation of the unit costs for the treatment in the hospital, it is found that the cost for abscess diagnosis is higher than irreversible pulpitis diagnosis because the abscess treatment is conducted in three visits. From the calculation of the direct costs in Dental Polyclinic and indirect costs in supporting units, it is found that the direct cost in Dental Polyclinic is higher. Dental health services are an integral part of hospital services, for this reason hospital management must be able to improve dental health services in terms of facilities and infrastructure, so that it can make one of the centers of hospital income
Read More
B-2110
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rodiyah Azhar; Prastuti Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Ruri Rahmadi, Anggraeni
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai pemulihan biaya pada perawatan saluran akar di poliklinik Konservasi Gigi rumah sakit Dr Bratanata tahun 2023. Permasalahan yang ada adalah nilai tarif INA CBG’s untuk semua diagnosa dan tindakan di Poliklinik Konservasi Gigi  besarnya sama. Sedangkan kasus yang dikerjakan di Poliklinik Konservasi Gigi adalah kasus dengan tingkat keparahan yang tinggi. Hal ini menyebabkan pengeluaran yang ditanggung oleh rumah sakit Dr Bratanata untuk menyelenggarakan layanan perawatan saluran akar tidak dapat ditutupi dari pemasukan yang didapatkan. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif yaitu menghitung tingkat pemulihan biaya layanan perawatan saluran akar di Poliklinik Konservasi Gigi Rumah Sakit Dr Bratanata periode Januari sampai dengan Desember 2023. Metode yang digunakan adalah Activity Based Costing (ABC). Sedangkan analisis kualitatif menggunakan analisis SWOT. Dari hasil penghitungan ini didapatkan biaya satuan layanan PSA akar tunggal sebesar Rp 1.503.437 dan akar jamak sebesar Rp 1.816.986. Penelitian ini juga menunjukkan tingkat pemulihan biaya PSA akar tunggal 80% dan akar jamak 68%. Kondisi ini menggambarkan Poliklinik Konservasi Gigi mengalami defisit. Dalam mengatasi defisit tersebut manajemen RS Dr Bratana membuat kebijakan yang berkaitan dengan penetapan biaya satuan serta membuat langkah strategis antara lain meningkatkan utilisasi dan efisiensi. Rumah sakit dapat meingkatkan pemanfaatan Poliklinik Konservasi Gigi dengan menjadi rujukan layanan perawatan saluran akar dan bekerjasama dengan asuransi swasta lainnya.


This thesis discusses cost recovery for root canal treatment at the Dental Conservation Clinic at Dr Bratanata Hospital in 2023. The problem is that the INA CBG's rates for all diagnoses and procedures at the Dental Conservation Clinic are the same. Meanwhile, the cases carried out at the Dental Conservation Clinic are cases with a high level of severity. This means that the expenses incurred by Dr Bratanata Hospital for providing root canal treatment services cannot be covered from the income obtained. This research is a cross sectional study with quantitative and qualitatif data. Quantitative analysis, namely calculating the unit cost and level of cost recovery for root canal treatment services at the Dr Bratanata Hospital Dental Conservation Clinic for the period January to December 2023. The method used is Activity Based Costing (ABC) and SWOT analysis. From the results of this calculation, it shows that unit cost of RCT to single root is Rp 1.503.437 and to multi root is Rp 1.776.975. The recovery rate for root canal treatment single root is 80% and to multi root is 69%. This condition shows that the Dental Conservation Clinic is experiencing a deficit. In overcoming this deficit, the management of Dr Bratana Hospital made policies related to determining unit costs and made strategic steps, including increasing utilization and efficiency. Hospitals can increase utilization of the Dental Conservation Clinic by becoming a reference for root canal treatment services and collaborating with other private insurance.

Read More
B-2529
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive