Ditemukan 90 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Winne Widiantini, Zarfiel Tafal
KJKMN Vol.8, No.7
Depok : FKM UI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I.M. Jaya Widyartha, I.W.G. Artawan Eka Putra, Luh Seri Ani
PHPMA-Vol.4/No.2
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratri Ciptaningtyas, Nia Pratiwi
JKR Vol.3, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Calely E. Idilla, Kuswari Mury, Nuzrina Rachmanida
ND Vol.8, No.1
Jakarta : Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah Universitas Indonesia Esa Unggul, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Poedji Hastoety Djaiman ... [et al.]
MPPK Vol.27, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2017
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Listiyaningsih Atun, Atun Siswati, Weni Kurdanti
MGMI Vol.6, No.1
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Muthia Taufik; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Anna Theresia Mangarani Saragih
Abstrak:
Read More
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit tidak menular. Meskipun demikian, data mengenai aktivitas fisik dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya pada tingkat kecamatan masih terbatas, termasuk di Kecamatan Tarumajaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik pada masyarakat Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi tahun 2026. Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik yang cukup (89,27%). Mayoritas responden berusia dewasa awal, berjenis kelamin laki-laki, memiliki pekerjaan dengan aktivitas fisik pasif, pengetahuan yang baik mengenai aktivitas fisik, mendapatkan dukungan tetangga, serta menilai fasilitas aktivitas fisik di lingkungannya mendukung. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan aktivitas fisik (p=0,023; OR=3,01; 95% CI=1,13–8,03). Sementara itu, usia, jenis kelamin, pekerjaan, pengetahuan, dukungan tetangga, dan fasilitas aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik. Mayoritas masyarakat Kecamatan Tarumajaya telah memenuhi rekomendasi aktivitas fisik yang dianjurkan. Dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik, sedangkan faktor individu, dukungan tetangga, dan fasilitas aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Physical activity is an important factor in preventing non-communicable diseases. However, evidence regarding physical activity and its associated factors at the sub-district level remains limited, including in Tarumajaya District. This study aimed to analyze factors associated with physical activity among the community of Tarumajaya District, Bekasi Regency, in 2026. A cross-sectional study was conducted among 205 residents of Tarumajaya District. Data were collected through an online questionnaire. Physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and categorized based on MET-minutes/week. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Most respondents had sufficient physical activity levels (89.27%). The majority were young adults, male, had physically passive occupations, possessed good knowledge of physical activity, received neighborhood support, and perceived local physical activity facilities as supportive. Bivariate analysis showed that family support was significantly associated with physical activity (p=0.023; OR=3.01; 95% CI=1.13–8.03). In contrast, age, sex, occupation, knowledge, neighborhood support, and physical activity facilities were not significantly associated with physical activity. Most residents of Tarumajaya District met the recommended level of physical activity. Family support was significantly associated with physical activity, while individual factors, neighborhood support, and physical activity facilities showed no significant association.
S-12317
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Isotemporal substitution analysis for physical activity, television watching, and risk of depression
Rania A. Mekary ... [et al.]
AJE Vol.178, No.3
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Ratna Mulia, R.; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Evi Martha, Eka Syarifah Dewi, Saleh Budi Santoso
Abstrak:
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan pegawai di RSUD Karawang pada tahun 2015 diketahui prevalensi berat badan lebih yaitu 30%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian berat badan lebih setelah dikendalikan dengan variabel jenis kelamin, umur, riwayat keluarga, pendidikan, perilaku konsumsi buah dan sayur, perilaku konsumsi makanan berlemak, kebiasaan sarapan, durasi tidur, pengetahuan dan sikap pada Pegawai RSUD Karawang. Penelitian ini dilakukan di RSUD Karawang pada bulan Maret 2017. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner pada 122 responden. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 54,9% responden di RSUD Karawang yang memiliki berat badan lebih (IMT >25kg/m2). Responden yang memiliki berat badan lebih adalah 34,3% yang melakukan aktivitas fisik secara aktif dan 65,7% aktivitas fisiknya kurang aktif. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian berat badan lebih setelah dikendalikan variabel durasi tidur dan perilaku konsumsi makanan berlemak. Aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terjadinya berat badan lebih, risiko ini meningkat jika durasi tidur kurang dan perilaku konsumsi makanan berlemak yang sering. Kata Kunci: Berat badan lebih, Aktivitas Fisik Based on the results of medical examination of employees in RSUD Karawang in 2015 known overweight prevalence of 30%. The purpose of this research is to know the relationship of physical activity with the Overweight after controlled by sexes, age, family history, education, consumption behavior, sleeping time, knowledge and attitude on RSUD Karawang employee. This research was conducted at RSUD Karawang in March 2017. The research used design cross sectional study. Data collection was done through interview with questioner on 122 respondents. Sampling was done by random sampling sample. The results of this study found some 54.9% respondents in RSUD Karawang suffers from berat badan lebih (BMI > 25kg/m2). Respondents suffers from overweight is 34.3% who do physical activity actively and equal to 65,7% physical activity less active.The logistic regression results showed significant relationship between physical activity and overweight after controlled variable sleeping time and high consumption behavior of fatty food. Less physical activity become the risk factor of overweight status. The risk can be increaseddue to lack of sleeping time and high consumption behavior of fatty food. Keywords: Overweight, Physical Activity
Read More
T-4905
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Febriani; Pembimbing: Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Renti Mahkota, Sylviana Andinisari, Dewi.R Anggraini
Abstrak:
Peningkatan kadar kolesterol dan lemak dalam darah yang menyebabkan penyempitan atau pengapuran pada pembuluh darah arteri merupakan penyebab utama dari penyakit kardiovaskular. Tingkat persaingan hidup yang tinggi kemungkinan berdampak pada munculnya aneka pergeseran gaya hidup, mulai dari perilaku makan, aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan pencentus hiperkolesterolemia di usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap hiperkolesterolemia di Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2016. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel penelitian 1090 orang peserta Posbindu Penyakit Tidak Menular di DKI Jakarta tahun 2015-2016. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara kebiasaan merokok dan aktivitas fisik terhadap hiperkolesterolemia, namun tidak untukkonsumsi sayur dan buah. Responden dengan aktivitas fisik kurang memiliki risiko 5,9 kali lebih tinggi (95% CI 4,0-8,4), sedangkan yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi (95% CI 1,3-1,6) menderita hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh tekanan darah dan status gizi. Promosi kesehatan sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi tentang hiperkolesterolemia dan msyarakat secara pro aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga memperkecil risiko terkena penyakit tidak menular. Kata kunci: Hiperkolesterolemia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik Increased levels of cholesterol and fat in the blood that cause narrowing or calcification of the arteries are the main cause of cardiovascular disease. High levels of life competition may have an impact on the emergence of various lifestyle, ranging from eating behavior, physical activity, stress, smoking and alcohol consumption. Unhealthy lifestyle is a trigger Hypercholesterolemia in the productive age. The purpose of this study is to know the relationship between smoking habits and physical activity with hypercholesterolaemia in DKI Jakarta Province 2015-2016. The methods of this this study is cross-sectional with 1090 samples of participants of Non-Communicable Disease Posbindu in DKI Jakarta 2015-2016. The results showed there was an influence between smoking and physical activity on hypercholesterolemia, but not for consumption of vegetables and fruits. Individuals with less physical activity 5.9 times higher (95% CI 4.0-8.8), whereas those with smoking habits 1.4 times higher (95% CI 1.3-1 , 6) suffers from hypercholesterolemia after being controlled by blood pressure and nutritional status. Health promotion is needed to convey information about hypercholesterolemia and the community pro-actively carry out routine health checks thereby minimizing the risk of non-communicable diseases. Keywords: Hypercholesterolemia, Smoking habits, physical activity
Read More
T-4962
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
