Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yangga Yolanda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Syahrul M Nasri, Ratna Muntiowati
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia jika dibandingkan negara-negara di Eropa. Di mana 171 pekerja di Inggris mengalami Fatal Injury, sedangkan di Indonesia tercatat 4.380 cacat fungsi, 42 cacat total, dan 2. 144 meninggal dunia. Tahun 1996 OSHA merilis 5 elemen inti program K3 diantaranya adalah evaluation of program effectiveness. Dalam PP no. 50 tahun 2012 juga mengharuskan melakukan evaluasi SMK3. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi program K3.
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program-program K3 yang dimiliki oleh PT. XYZ berdasarkan standar OSHA PEP pada periode tahun 2012. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa nilai profil program K3 PT. XYZ berada pada tingkatan ke 3 (basic) berdasarkan Standar OSHA PEP.
 

Indonesia has higher work related accident than European Country. They were 171 workers fatally injured in England, meanwhile, they were 4.380 workers function disabilities, 42 has physical defect, and 2.144 died. At 1996, OSHA releases 5 core elements, one of them is evaluation of program effectiveness. PP no. 50, 2012 says occupational safety and health have to evaluated. Therefore, this research have done to evaluated OSH programs.
 
This research have done to evaluating OSH programs which belong to PT. XYZ based on OSHA PEP standard in the period of 2012. The design of this research is qualitative. The collecting of data is conduct with interview, observation, and document review. The result of this research is known that PT. XYZ Occupational Safety and Health programs be in basic level based on OSHA PEP standard.
Read More
S-7723
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tasdikin; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hendra, Istiati Suraningsih, Estu Prayogi
Abstrak:
Persepsi karyawan terhadap penerapan program K3 adalah pandangan karyawan terhadap apa yang diberikan perusahaan yang bertujuan agar karyawan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggali persepsi karyawan terhadap program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Peternakan Ayam Broiler PT XYZ Wilayah Tangerang. PT XYZ merupakan perusahaan poultry atau peternakan ayam yang memiliki tingkat bahaya dan resiko yang cukup tinggi bagi karyawan yang bekerja di lapangan. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 56 orang. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode yaitu menggunakan kuesioner persepsi (kuantitatif) dan wawancara yang ditujukan kepada karyawan dan manajemen perusahaan (kualitatif). Program K3 yang diterapkan di PT XYZ antara lain pelatihan K3, Standar Operasional Prosedur (SOP), Alat Pelindung Diri (APD), Sarana dan prasarana, Jaminan K3, Beban kerja dan Jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi secara umum responden terhadap program K3 di PT XYZ masih kurang baik. Dari hasil kuosioner didapatkan gambaran mengenai persepsi karyawan terhadap program K3 antara lain : Persepsi karyawan berdasarkan Pengetahuan K3 yg berkategori baik sebanyak 29 atau 51,8 % dan yang berkategori kurang baik sebanyak 27 atau 48,2 % responden, sedangkan persepsi karyawan berdasarkan sikap yang berkategori baik sebanyak 23 responden atau 41,1 % dan yang berkategori kurang baik sebanyak 33 responden atau 58,9 %.

Employee perceptions of program implementation Ocupational safety and health is a view of what is given to the employee that the company aims to secure the safety and health of employees work. The primary objective of this study is to investigate and explore employee perceptions of safety and health programs in Poultry Broiler XYZ Tangerang region. XYZ is a company of poultry or poultry that has the level of hazard and high risk for employees who work in the field. The number of respondents involved in this study were 56 people. This research was conducted by two methods: using perception questionnaire (quantitative) and interviews addressed to employees and company management (qualitative). Ocupational safety and health program implemented in PT XYZ including training Ocupational safety and health, Standard Operating Procedures (SOP), Personal Protective Equipment, facilities and infrastructure, Security Ocupational Safety and Health , workload and working hours. The results showed that the general perception of respondents to the Ocupational Safety and Health program in PT XYZ is still not good. From the results obtained questionnaire overview of employee perceptions of Ocupational Safety and Health program are: perception of employees based knowledge Ocupational Safety and Health which categorized either by 29 or 51.8% were categorized as poor and as much as 27 or 48.2% of respondents, while the perception of employees categorized by attitude well as much as 23 respondents or 41.1% were categorized as poor and a total of 33 respondents, or 58.9%.
Read More
T-4206
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisya Mauliana Maharani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Stevan D. Anbiya, Laksita Ri Hastiti, Abdul Rasyid, Sarah Safira
Abstrak:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri manufaktur yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi. Perilaku tidak aman masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja, sehingga implementasi program K3 yang efektif diperlukan untuk membentuk Perilaku Safety pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi program K3 dengan Perilaku Safety pekerja di PT X Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur implementasi program K3 berdasarkan tujuh elemen inti Occupational Safety and Health Administration (OSHA 3885), yaitu kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta komunikasi dan koordinasi. Perilaku Safety diukur melalui dimensi safety compliance dan safety participation. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk Implementasi Program K3 berdasarkan OSHA 3885 dan Chi-Square untuk Karakteristik Pekerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara implementasi program K3 dengan Perilaku Safety kerja pekerja (ρ = 0,743; p < 0,001). Seluruh elemen implementasi program K3 juga menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan dengan Perilaku Safety kerja, meliputi kepemimpinan manajemen (ρ = 0,685; p < 0,001), partisipasi pekerja (ρ = 0,640; p < 0,001), identifikasi dan penilaian bahaya (ρ = 0,696; p < 0,001), pencegahan dan pengendalian bahaya (ρ = 0,662; p < 0,001), pendidikan dan pelatihan (ρ = 0,710; p < 0,001), serta evaluasi dan perbaikan program (ρ = 0,714; p < 0,001). Sementara itu, hasil uji statistik pada variabel karakteristik pekerja menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, maupun pengalaman kerja terhadap Perilaku Safety kerja (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program K3 yang baik berhubungan erat dengan peningkatan Perilaku Safety pekerja, terlepas dari latar belakang demografis individu tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem manajemen K3 di PT X telah berhasil menstandarisasi Perilaku Safety di seluruh lapisan pekerja. Oleh karena itu, penguatan komitmen manajemen, peningkatan partisipasi pekerja, serta pelaksanaan pelatihan dan evaluasi program K3 secara berkelanjutan perlu terus dilakukan guna membangun budaya keselamatan kerja yang efektif dan berkelanjutan.

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect of the manufacturing industry, which is characterized by a high risk of workplace accidents. Unsafe behavior remains a major contributing factor to occupational accidents; therefore, the effective implementation of OHS programs is essential to promote workers’ Perilaku Safety. This study aimed to analyze the relationship between the implementation of OHS programs and workers’ Perilaku Safety at PT X, Bekasi Regency. A quantitative research design with a cross-sectional approach was employed. The sampling technique used in this study was purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring the implementation of OHS programs based on the seven core elements of the Occupational Safety and Health Administration (OSHA 3885), namely management leadership, worker participation, hazard identification and assessment, hazard prevention and control, education and training, program evaluation and improvement, and communication and coordination. Perilaku Safety was assessed through two dimensions: safety compliance and safety participation. Data analysis was conducted using Spearman’s correlation test for OHS program implementation based on OSHA 3885 and the Chi-square test for worker characteristics. The results indicated a strong and significant positive relationship between OHS program implementation and workers’ Perilaku Safety (ρ = 0.743; p < 0.001). All elements of OHS program implementation also demonstrated strong and significant relationships with Perilaku Safety, including management leadership (ρ = 0.685; p < 0.001), worker participation (ρ = 0.640; p < 0.001), hazard identification and assessment (ρ = 0.696; p < 0.001), hazard prevention and control (ρ = 0.662; p < 0.001), education and training (ρ = 0.710; p < 0.001), and program evaluation and improvement (ρ = 0.714; p < 0.001). Meanwhile, statistical analysis of worker characteristics showed no significant relationships between age, gender, education level, length of service, or work experience and Perilaku Safety (p > 0.05). In conclusion, effective implementation of OHS programs is strongly associated with improved workers’ Perilaku Safety, regardless of individual demographic backgrounds. This finding suggests that the OHS management system at PT X has successfully standardized Perilaku Safety across all levels of workers. Therefore, strengthening management commitment, enhancing worker participation, and continuously implementing training and evaluation of OHS programs are essential to fostering an effective and sustainable safety culture.
Read More
T-7485
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive