Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Supriyanto; Pembimnbing: Tris Eryando; Penguji: Ronnie Rivany, Debby Daniel, Dewi Lestarini
Abstrak: Instalasi Sterilisasi dan Binatu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawatimemegang peranan penting dalam pengendalian dan pencegahan Health care-Associated Infections. Saat ini, semua pekerjaan pencatatan dan pelaporankegiatan sterilisasi masih dilakukan secara manual oleh petugas sehinggamenimbulkan beberapa masalah, yaitu: Belum tersedia format pencatatan danpelaporan tentang recall sehingga data yang dibutuhkan untuk proses recall alattidak segera didapat, dan Pencatatan kegiatan sterilisasi alat medis memakanwaktu yang lama sehingga laporan kegiatan sterilisasi alat medis tidak bisadiberikan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model SistemPencatatan dan Pelaporan Sterilisasi Alat Medis, yang menghasilkan sebuahpurwarupa yang dapat menghasilkan dokumentasi sterilisasi alat medis denganbaik dan menghasilkan laporan kegiatan sterilisasi alat medis dalam waktu singkatyang dapat segera memberikan data untuk proses recall. Tahap penelitian yangdilakukan adalah analisa sistem, desain system dengan menggunakan metodeSystem Development Life Cycle, pengkodean dan ujicoba. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi alur dan telaahdokumen. Pengembanganmodel dengan hasil berupa purwarupa ini dapat mendukung penyelesaian masalahpencatatan dan pelaporan sterilisasi alat medis, terutama masalah recall.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan system ini dengansystem informasi yang telah ada di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.Kata kunci: Pelaporan,Pencatatan,Sistem, Sterilisasi.
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
Read More
T-4570
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sidarta Sagita; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktamianti, Kurnia Sari, Amila Megraini
B-1932
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memy Syamniati; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Zarfiel Tafal, Toha Muhaimin, Safaruddin Gumay, Arel ST. S Iskandar
Abstrak:

Kontrasepsi kondom merupakan metode KB yang murah dan mudah namun pencapaiannya hanya 7,60%. Menurut SDKI Pria 2007 akses kondom 68% diperoleh di Apotek. Dalam upaya promosi kondom di Apotek, maka BKKBN dan IAI membuat suatu perjanjian kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perjanjian kerjasama tersebut dijalankan oleh Apoteker untuk meningkatkan akses kondom di Apotek, melakukan KIE, mencatat dan melaporkannya. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dengan pengambilan data secara cross sectional. Subjek penelitian adalah APA di Kota Depok dengan jumlah populasi 216. Jumlah sampel 97 orang, dengan respon rate 50 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji coba dan diisi langsung oleh APA. Analisa menggunakan chi square dan multivariate (Regresi Logistik Ganda Model Prediksi). Hasil penelitian menunjukkan adanya asosiasi antara bahan penyuluhan dan dukungan IAI Provinsi Jawa Barat dengan peran Apoteker dalam promosi kondom di Apotek. Dukungan IAI Provinsi Jawa Barat menunjukkan asosiasi yang paling dominan dengan OR=10,500. Bahan penyuluhan kondom yang minim di Apotek dan peningkatan intensitas pertemuan rutin IAI guna menyebarkan informasi serta mendisiplinkan praktik Apoteker di Apotek menjadi prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti. Kata Kunci : Apoteker, Promosi Kondom (KIE), Pencatatan dan Pelaporan


 

Condom is considered as one of the cheapest and the easiest method in contraception. In fact, there is only 7,60%. According to Indonesian Demography Health Survey Men 2007, access condom in drug store is 68%. To promote condom, Demography Commite National Family Planning and Indonesian Pharmacist Association has made an agreement. The aim of this study is to evaluate how far the agreement has been done by pharmacist. To increase condom access in drug store, to educate, give an information and counseling, record and report. This study use non experimental design with cross sectional data recovery. The subjective of this study is the pharmacist who practices at drug store in Depok. The populations are 216. The samples are 97 pharmacists with 50 respon rate. The data is collected by using questioner that has been tested and filled directly by pharmacist. Chi square and multivariate (Multiple Logistic Regression Prediction). The result show that there is an associated between the material support for promoting condom in drug store and Indonesian Pharmacist Association of West Java. The most dominant factor is Indonesian Pharmacist Association support with OR= 10,500. Minimal material support for promoting condom and increasing the intensity of Indonesian Pharmacist Association for sharing information must be the main priority and pharmacist must be disciplined in pharmaceutical practice. y Key words: Pharmacists, Promote Condom, Recording and Reporting

Read More
T-3377
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memy Syamniati; Pembimbing: Zulasmy Mamdy; Penguji: Zarfiel Tafal, Toha Muhaimin, Gumay, Safaruddin S., Arel ST. Iskandar
T-3365
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miftakul Fira Maulidia; Pembimbing: Besral; Penguji: Popy Yuniar, Gunawan Djoko Untoro, Lisa Purbawaning Wulandari
Abstrak:
Transformasi digital adalah keharusan di era kemajuan teknologi termasuk sektor kesehatan. Aplikasi e kohort KIA menjadi wadah pemantauan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja bidan desa. Menggabungkan register kohort yang bersifat konvensional menjadi satu kesatuan yang komprehensif. Aplikasi e-kohort KIA dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dengan menyediakan platform digital yang efisien mudah diakses untuk pencatatan dan pemantauan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi aplikasi e-kohort KIA di Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif memalui survei kepada 132 bidan desa pengguna Aplikasi e-kohort KIA. Variabel pengukur meliputi teknologi (kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan); pengguna (kegunaan, kemudahan penggunaan); dan persepsi kinerja pengguna yang dilihat dari persepsi efektivitas dan efisiensi pengguna. Analisis menggunakan SEM PLS. Hasil menunjukkan bahwa faktor teknologi dan faktor pengguna secara signifikan mempengaruhi persepsi kinerja dari aplikasi di ketahui dari koefisien jalur sebesar 0,619. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan berkelanjutan pada fitur teknologi dan partisipasi pengguna untuk memaksimalkan manfaat aplikasi kesehatan digital. Rekomendasi bagi pembuat kebijakan dan penyedia layanan kesehatan termasuk investasi dalam infrastruktur teknologi yang handal serta memberikan dukungan teknis dan pelatihan pengguna secara berkala untuk meningkatkan efektivitas dan adopsi aplikasi tersebut

Digital transformation is necessary in the era of technological advancement, including in the health sector. The e-cohort KIA application serves as a platform for monitoring maternal and child health within the working areas of village midwives. It integrates conventional cohort registers into a comprehensive whole. The e-cohort KIA application is designed to improve maternal and child health by providing an efficient and easily accessible digital health recording and monitoring platform. This study aims to evaluate the implementation of the e-cohort KIA application in Malang Regency. The research uses a quantitative approach through a survey of 132 village midwives who use the e-cohort KIA application. The measurement variables include technology (system quality, information quality, service quality); users (usefulness, ease of use); and user performance perception seen from the perception of effectiveness and efficiency. The analysis used PLS SEM. The results show that both technology factors and user factors significantly affect performance perception of the application, as indicated by a path coefficient of 0.619. This study emphasizes the importance of continuously developing technology features and user participation to maximize the benefits of digital health applications. Recommendations for policymakers and healthcare providers include investing in reliable technology infrastructure as well as providing regular technical support and user training to enhance the effectiveness and adoption of the application
Read More
T-7074
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Arumdani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmawati Makful, Zikri Dwi Darmawan
Abstrak: Registrasi vital sebenarnya merupakan sumber informasi terbaik bagi pembangunan dalam bidang kesehatan. Namun, di Indonesia registrasi vital belum berjalan dengan baik. Diperkirakan terjadi underreporting hingga 40% untuk pelaporan kematian yang merupakan kejadian vital. Selain itu pengelolaan data kejadian vital termasuk kematian dilakukan terpisah-pisah oleh beberapa institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kualitas data kematian, mengetahui alur pencatatan dan pelaporan data kematian dan sebab kematian serta mengetahui integrasi data kematian di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kematian di Kelurahan merupakan data yang valid dan lengkap sebagai ukuran data kematian. Puskesmas dapat berkoordinasi dengan Kelurahan untuk memperoleh data kematian tersebut sehingga dapat dilakukan autopsi verbal untuk memperoleh sebab kematian. Apabila hal ini dilakukan maka Dinas Kesehatan akan mendapatkan data kematian dan sebab kematian untuk semua kematian di tingkat Kab/Kota sebagai dasar intervensi program kesehatan. Kata kunci: Alur pencatatan dan pelaporan, integrasi data, kematian, kualitas data, registrasi vital, sebab kematian Vital registration is actually the best source of information for development in health. However, in Indonesia the vital registration has not gone well. It is estimated that underreporting of up to 40% for the reporting of death which is a vital event. In addition, the management of vital events including death data is separated by several institutions. The purpose of this study is to confirm the quality of death data, to know the flow of recording and reporting of death data and cause of death data abad to know the integration of death data in Depok. This research is a qualitative research with case study design. The results showed that the death data in Kelurahan (village office) is a valid and complete data as a measure of death data. Primary Health Care facility can coordinate with Kelurahan to obtain death data so that verbal autopsy can be done to get the cause of death. If this is done then the Health Department will obtain death and death data for all deaths at the district / city level as a basis for health program intervention. Key words: Recording and reporting flow, data integration, data quality, death, vital registration, cause of death
Read More
S-9396
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlina Purba; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Popy Yuniar; Penguji: R. Sutiawan, Yuniarto Budiasantoso
Abstrak: ABSTRACT
 
 
SIMPUS merupakan aplikasi untuk manajemen pelayanan dan pelaporan
 
di puskesmas yang sejak lama dipergunakan di Puskesmas. Aplikasi Primary
 
Care BPJS Kesehatan diterapkan sejak berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional
 
Januari 2014. Adanya beberapa sistem informasi yang tidak terintegrasi di
 
puskesmas mengakibatkan terjadinya double entry sehingga menambah beban
 
petugas dalam hal pelayanan dan pelaporan maupun kualitas data dan informasi
 
yang dihasilkan, karena masing-masing sistem berdiri sendiri sesuai kebutuhan
 
program/unit masing-masing. Perancangan integrasi P-Care BPJS Kesehatan dan
 
Simpus mampu mengatasi masalah yang dihadapi puskesmas. Aplikasi
 
Penghubung yang dibangun menjadi jembatan antara kedua sistem yang
 
memungkinkan petugas cukup melakukan satu kali entry dalam pelayanan pasien
 
maupun dalam proses pencatatan dan pelaporan. Metode penelitian yang
 
digunakan dalam penelitian ini adalah metode RAD (Rapid Application
 
Development). Hasil perancangan integrasi sistem informasi ini sangat berguna
 
bagi puskesmas di era BPJS dan Simpus saat ini, oleh sebab itu kerjasama dan
 
dukungan antara institusi dalam lembaga Kementerian Kesehatan ini sangat
 
diharapkan untuk maksimalnya penggunaan sistem aplikasi ini.
 

 
ABSTRACT
 
 
SIMPUS is an application for service management and reporting that have
 
long been used at primary health care. Primary Care’s BPJS applied since the
 
enactment of National Health Coverage in January 2014. The existence of several
 
information systems that are not integrated in Primary Health Care resulted in the
 
occurrence of double entry so that adds to the burden on officers in terms of
 
service and reporting as well as the quality of the resulting data and information
 
because each system stand alone as needed program each unit. The design of the
 
integration of the P-Simpus and Health Care and the BPJS were able to overcome
 
the problems faced by the East Bogor Primary Health Care. Connecting
 
applications built a bridge between the two systems that allow enough officers
 
doing a one time entry in the service of patients as well as in the process of
 
recording and reporting. Research methods used in this research is RAD (Rapid
 
Application Development). The design of system integration of information is
 
very useful to East Bogor Primary Health Care in the era of bpjs and simpus
 
currently, therefore, the cooperation and support between institutions within the
 
Ministry of health is expected to maximum system use this application.
Read More
S-8487
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wijayanti; Pembimbing: Besral; Penguji: R. Sutiawan, Andreas Dwi Atmoko
Abstrak: Pada tahun 2012 penyakit gigi dan mulut menempati urutan empat besar penyakit utama di Kota Bogor , dalam proses pencatatan dan pelaporan program kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Kota Bogor terdapat beberapa permasalahan yaitu keterlambatan saat melaporkan ke Dinas Kesehatan dikarenakan banyaknya penyalinan data, isi laporan masih ada tidak sesuai format laporan dan tidak memiliki basis data. Aplikasi SIKDA Generik menyediakan basis data dan pencatatan terintegrasi antar unit sehingga memudahkan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas, namun masih belum tersedia indikator pelaporan program kesehatan gigi dan mulut, sehingga diperlukan pengembangan modul sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada aplikasi SIKDA Generik . Telah dihasilkan modul sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada aplikasi SIKDA Generik berbasis komputer yang dapat mempermudah dalam pencatatan dan pelaporan program kesehatan gigi dan terintegrasi antar pelayanan tanpa terjadi data yang duplikasi, tidak valid, dan keterlambatan pelaporan . Sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada Aplikasi SIKDA Generik masih diperlukan perbaikan dalam penerapannya sehingga membutuhkan kerjasama antar pihak yaitu Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan dan Puskemas dalam penerapan aplikasi tersebut.
Read More
S-8310
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stephanie Yesica; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Trini Sudiarti, Eko Prihastono, Fajrinayanti
Abstrak: Tesis ini membahas program pemberian makanan tambahan berupa biskuit pabrikan bagi balita gizi kurang (pengukuran perbandingan berat badan menurut panjang atau tinggi badan balita) yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia sejak tahun 2004 - 2022. Pada praktiknya Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) berupa biskuit pabrikan juga diberikan bagi balita dengan berat badan kurang (pengukuran perbandingan berat badan menurut umur). Perlu adanya analisis untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dengan Prevalensi Balita Berat Badan Kurang dan Gizi Kurang di Indonesia Tahun 2022. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah Data Sekunder Sigizi Terpadu / EPPGBM dari Kementerian Kesehatan RI. Data tersebut meliputi jumlah balita penerima PMT-P dan balita dengan berat badan sangat kurang (severely underweight), berat badan kurang (underweight) dan gizi kurang (moderate wasted) seluruh provinsi di Indonesia tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian makanan tambahan dengan prevalensi balita berat badan kurang (underweight) nilai P = 0,026 (CI = 0,007-0,101), sangat kurang (severely underweight) nilai P = 0,026 (CI = -0,101 s/d -0,007) dan gizi kurang (moderate wasted) nilai P = 0,021(CI = 0,056-0,650). Seluruh nilai P <0.005 menunjukkan ada hubungan prevalensi balita berat badan kurang dan gizi kurang. Penelitian menyarankan program pemberian makanan tambahan berupa biskuit dilanjutkan diikuti dengan program pendekatan keluarga bagi balita gizi kurang dan adanya penambahan pelaporan faktor determinan kejadian balita gizi kurang di aplikasi EPPGBM. --- This thesis discusses the supplementary feeding program in the form of manufactured biscuits for malnourished toddlers (measurement of the ratio of body weight according to the length or height of toddlers) that has been carried out by the Government of Indonesia from 2004 - 2022. In practice, supplementary feeding in the form of manufactured biscuits is also given to toddlers with underweight (a measure of the ratio of body weight to age). An analysis is needed to determine the relationship between supplementary feeding and the Prevalence of Underweight and Malnourished Children in Indonesia in 2022. This research is a quantitative study using secondary data with a cross-sectional design. The data used is Integrated Nutrition Secondary Data / EPPGBM from the Indonesian Ministry of Health. The data includes the number of toddlers receiving PMT-P and severely underweight, underweight and wasted toddlers in all provinces in Indonesia in 2022. The results show that there is a relationship between supplementary feeding and prevalence of underweight toddlers P value = 0.026 (CI = 0.007-0.101), severely underweight P value = 0.026 (CI = -0.101 to -0.007) and moderate wasted P value = 0.021(CI = 0.056-0.650). All P values <0.005 indicated that there was a relationship between the prevalence of underweight and malnutrition. The research suggested that the supplementary feeding program in the form of biscuits be continued followed by a family approach program for undernourished toddlers and additional reporting of the determinants of the incidence of undernourished toddlers in the EPPGM application.
Read More
T-6761
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive