Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shoffi Hanifa; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Nazhif Ghifari
Abstrak: Penelitian ini meneliti keseimbangan antara stres dan pemulihan, yang tergambar dalam recovery-stress state/RSS atlet. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya perbedaan posisi pemain, tingkat hidrasi, tipe olahraga, pengalaman pemain, starting status, serta tingkat latihan pada RSS atlet di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar DKI Jakarta pada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Hasil penelitian ini menunjukkan 71,4% responden tergolong dehidrasi dan 73,5% responden memiliki RSS buruk, dengan rata-rata skor tertinggi pada skala penilaian conflicts/pressure. Selain itu, perbedaan posisi pemain pada RSS terbukti signifikan pada seluruh responden maupun pada responden laki-laki. Kata kunci: Atlet, hidrasi, posisi pemain, recovery-stress state The focus of this study is the balance between recovery and stress, which can be seen from recovery-stress state/RSS of athletes. The purpose of this study is to know the diffrences between player position, hydration level, sport type, player experience, starting status, and exercise level on RSS of athletes on Students Sport Training Center of DKI Jakarta in 2018. This is a quantitative research with cross-sectional design. The result of this research shows that 71,4% respondents are dehydrated and 73,5% respondents has a bad RSS, with highest mean score in conflicts/pressure scale. Moreover, the difference between player position on RSS of athletes is significant on all respondents and on male respondents. Key words: Athlete, hydration, player position, recovery-stress state
Read More
S-9877
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yundri Martiraz; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Frizar Irmansyah, Chairulsjah
Abstrak:
Dengan kemajuan dalam bidang kedokteran yang terus menerus melakukan peningkatan perbaikan layanan demi kepuasan dan keselamatan pasien yang lebih baik. ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) merupakan suatu kemajuan dalam layanan kedokteran terutama dalam bidang obstetric, dimana pendekatan multimodal dalam persiapan pre operasi, intra operasi, dan juga pasca operasi. ERACS merupakan kolaborasi multidisplin yang sangat menentukan keberhasilan luaran dari ERACS, kolaborasi anatar dokter spesialis obgyn, dokter spesialis anastesi, perawat/bidan, dan juga pasien itu sendiri. ERACS juga telah dilaksakan di RSIA Kemang Medical Care sejak November 2021 dan masih menjadi pilihan layanan untuk pasien yang akan melahirkan secara operasi terencana/elektif sampai dengan saat ini. Untuk itu dalam upaya untuk menjamin mutu pelayanan di RSIA Kemang Medical Care, maka perlu untuk mengukur efektivitas (length of stay, nyeri, dan biaya) dari penerapan protocol ERACS di RSIA Kemang Medical Care tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kuantitatif cross sectional. Dimana data yang diambil merupakan data sekunder untuk melihat kepatuhan penerapan protocol ERACS yang dilihat berdasarkan daftar tilik ERACS RSIA Kemang Medical Care. Selain itu juga melihat kepatuhan masing-masing tenaga kesehatan yang terlibat begitu juga dengan kepatuhan pasien yang menjalankan proyokol ERACS. Wawancara dilakukan kepada beberapa pihak manajemen sebagai pemangku kebijakan untuk memperkuat hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis statistik, dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p value 0,04) antara kepatuhan penerapan protocol ERACS terhadap efektivitas ERACS di RSIA Kemang Medical Care. Dimana setiap kepatuhan penerapan protocol ERACS akan berpengaruh sebesar 8 kali terhadap efektivitas ERACS di RSIA Kemang Medical Care pada tahun 2022.

With advances in the medical field, we are continuously improving services for better patient satisfaction and safety. ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) is an advancement in medical services, especially in the field of obstetrics, where there is a multimodal approach in pre-operative, intra-operative and also post-operative preparation. ERACS is a multidisciplinary collaboration that really determines the success of ERACS outcomes, collaboration between ob-gyn specialists, anesthesiologists, nurses/midwives, and also the patients themselves. ERACS has also been carried out at RSIA Kemang Medical Care since November 2021 and is still the service of choice for patients who are going to give birth via planned/elective surgery until now. For this reason, in an effort to guarantee the quality of service at RSIA Kemang Medical Care, it is necessary to measure the effectiveness (length of stay, pain and costs) of implementing the ERACS protocol at RSIA Kemang Medical Care in 2022. This research uses a quantitative cross sectional study approach. Where the data taken is secondary data to see compliance with the implementation of the ERACS protocol which is seen based on the RSIA Kemang Medical Care ERACS checklist. Apart from that, it also looks at the compliance of each health worker involved as well as the compliance of patients who carry out the ERACS procedure. Interviews were conducted with several management parties as policy makers to strengthen the research results. Based on the results of statistical analysis, it was stated that there was a significant relationship (p value 0.04) between compliance with the implementation of the ERACS protocol and the effectiveness of ERACS at RSIA Kemang Medical Care. Where every compliance with the implementation of the ERACS protocol will have an impact of 8 times on the effectiveness of ERACS at RSIA Kemang Medical Care in 2022.
 
Read More
B-2433
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Aurelia; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Sandi Iljanto, Pujiyanto, Satrio N. Pratomo
Abstrak: Rumah Sakit X merupakan salah satu rumah sakit kelas C di Jakarta Selatan yangmengalami lonjakan pasien sejak diberlakukannya rujukan berjenjang oleh BPJS. PasienAcute Coronary Syndrome merupakan pasien dengan kegawatdaruratan medis yangmembutuhkan penanganan intensif di ICU. Tujuan penelitian ini adalah menganalisisbiaya pelayanan pasien ACS dengan rawat inap di RS X pada tahun 2015 menggunakanmetode Activity Based Costing. Hasil penelitian menyatakan bahwa biaya satuan untukmenyelenggarakan pelayanan pasien ACS dengan rawat inap di RS X pada tahun 2015adalah Rp 6.083.444,-. Diperoleh hasil analisis Cost Recovery Rate untuk pasien umumadalah 227.98 % dan pasien BPJS adalah 71.38 %. Disarankan agar Rumah Sakit Xmengembangkan clinical pathway untuk penyakit ACS sebagai panduan tindakan danhari rawat pasien, dan merekrut dokter tetap untuk pengendalian biaya operasional.Kata Kunci: Rumah Sakit; Cost Recovery Rate; Activity Based Costing
Hospital is a Class C Hospital in South Jakarta, which experiencing a substantialincreased number of patients since the BPJS has implemented the referral system. AcuteCoronary Syndrome patient is a patient with a medical emergency require intensivetreatment in the ICU. The purpose of this study was to analyze the cost for hospitalizedACS patients at X Hospital in 2015. The study revealed that the unit cost of hospitalizedACS patients at X Hospital in 2015 was Rp 6.083.444,-. The Cost Recovery Rate forpatients with fee-for-service was 227.98% and for BPJS patient was 71.38%. This studysuggested the hospital to develop clinical pathway for ACS guidance, as well as recruitingfull time doctors.Keyword: Hospital; Cost Recovery Rate; Activity Based Costing
Read More
B-1807
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufan Arif Z; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Deni Andreas, Adenan
T-4757
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Abdurrahman Al Hakim; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Apib KWW. Prayogi
Abstrak:
Kompleksitas dalam industri penerbangan menjadikan penyebab kecelakaan masih melibatkan faktor manusia, teknologi, dan organisasi. Sehingga, diperlukan adanya analisis yang mendalam mengenai contributing factors, underlying (root) causes, dan organizational failures untuk mengurai kompleksitas industri penerbangan serta mencegah faktor penyebab kecelakaan terulang kembali kedepannya. Penelitian ini menganalisis faktor yang berkontribusi dalam insiden kecelakaan pesawat dengan menggunakan metode Incident Cause Analysis Method (ICAM) dengan pedoman analisis yang dikhususkan untuk untuk menganalisis contributing factors, underlying (root) causes, dan organizational failures. Bentuk penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitis. Untuk kasus kecelakaan yang diteliti adalah Boeing 737-500 yang sudah dilakukan investigasi oleh KNKT serta data dari sumber lainnya. Dari hasil analisis menggunakan metode ICAM didapati hasil mengenai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan yaitu Prosedur, Keterlambatan Sistem CTSM, Faktor Manusia, Pelatihan terkait Upset Recovery, sistem Manajemen Keselamatan pihak PT X, dan Regulasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Saran yang dapat ditarik dari analisis ICAM berada dalam area peralatan, manusia, dan manajemen atau organisasi sesuai dengan akar yang berkontribusi terhadap kecelakaan terutama pada prosedur, peralatan, pelatihan pilot, sistem manajemen keselamatan, dan kebijakan.

The complexity of the aviation industry means that the causes of accidents still involve human, technological and organizational factors. Thus, an in-depth analysis of contributing factors, underlying (root) causes, and organizational failures is needed to unravel the complexity of the aviation industry and prevent accident-causing factors from recurring in the future. This research analyzes contributing factors in aircraft accident incidents using the Incident Cause Analysis Method (ICAM) with analysis guidelines specifically for analyzing contributing factors, underlying (root) causes, and organizational failures. The form of research conducted is descriptive analytical. The accident case studied is the Boeing 737-500 accident which has been investigated by the KNKT and data from other sources. From the results of the analysis using the ICAM method, it was found that the factors that contributed to the accident were Procedures, Delays in the CTSM System, Human Factors, Training related to Upset Recovery, PT X Air's Safety Management system, and Directorate General of Civil Aviation regulations. Suggestions that can be drawn from the ICAM analysis are in the areas of equipment, people, and management or organization according to the roots that contribute to accidents, especially in procedures, equipment, pilot training, safety management systems, and policies.
Read More
S-11675
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Ramaruliasari; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Atik Nurwahyuni, Amila Megraini, Dede Haschodir
Abstrak:
Laboratorium kesehatan lingkungan memiliki peran strategis dalam pengawasan kualitas lingkungan dan pencegahan penyakit. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta sebagai laboratorium rujukan regional melakukan pemeriksaan sampel air, udara, dan zat padat untuk mendukung program pemerintah dan layanan berbayar. Permasalahan utama adalah perhitungan biaya satuan yang selama ini hanya memperhitungkan biaya bahan habis pakai dan listrik tanpa memasukkan biaya gaji pegawai, biaya penyusutan peralatan, dan biaya tidak langsung lainnya. Hal ini menyebabkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak tidak mencerminkan biaya riil dan jauh lebih rendah dibandingkan laboratorium sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya satuan per parameter pemeriksaan laboratorium kesehatan lingkungan dengan metode yang lebih lengkap. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder tahun 2024. Biaya tidak langsung dari unit penunjang dialokasikan ke unit produksi menggunakan metode Double Distribution, kemudian biaya satuan per parameter dihitung menggunakan pendekatan Relative Value Unit. Penelitian mencakup 104 parameter pemeriksaan di empat laboratorium kesehatan lingkungan yaitu Laboratorium Kimia, Laboratorium Biologi, Laboratorium Udara, dan Laboratorium Bahan Berbahaya dan Beracun dengan total 12.620 pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan total biaya laboratorium mencapai Rp 15.653.424.579 yang terdiri dari biaya investasi Rp 3.713.137.111 atau 23,7%, biaya pemeliharaan Rp 1.675.092.479 atau 10,7%, dan biaya operasional Rp 10.265.194.990 atau 65,6%. Komponen terbesar adalah biaya gaji dan tunjangan pegawai sebesar Rp 5.671.372.851 atau 36,2% dari total biaya. Struktur biaya didominasi oleh biaya tetap yang mencapai 60% atau Rp 9.384.509.962. Biaya satuan untuk 104 parameter pemeriksaan berkisar dari Rp 17.993 hingga Rp 3.248.445. Tingkat pengembalian biaya dari tarif yang berlaku hanya mencapai 15%, menunjukkan defisit sebesar 85% atau Rp 4.800.201.322 yang harus ditanggung anggaran pemerintah. Tingkat penggunaan tenaga kerja hanya 20,5% dari total biaya gaji dan tunjangan Laboratorium Kesehatan Lingkungan. Perbandingan dengan laboratorium sejenis menunjukkan tarif 30-80% lebih rendah. Kesimpulan penelitian adalah diperlukan revisi tarif berbasis biaya satuan riil, peningkatan volume layanan berbayar, segmentasi fungsi program pemerintah dan layanan berbayar, serta transparansi pemisahan akuntansi biaya.

Environmental health laboratories play a strategic role in environmental quality surveillance and disease prevention. The Jakarta Regional Public Health Laboratory Center, as a regional reference laboratory, conducts examinations of water, air, and solid samples to support government programs and commercial services. The main problem is that the unit cost calculation has only considered consumable materials and electricity costs without including employee salaries, equipment depreciation, and other indirect costs. This has resulted in Non-Tax State Revenue tariffs that do not reflect actual costs and are much lower compared to similar laboratories. This study aims to calculate the unit cost per examination parameter of the environmental health laboratory using a more comprehensive method. The study uses a descriptive quantitative approach with secondary data from 2024. Indirect costs from support units were allocated to production units using the Double Distribution method, then unit costs per parameter were calculated using the Relative Value Unit approach. The study covers 104 examination parameters in four environmental health laboratories: Chemistry Laboratory, Biology Laboratory, Air Laboratory, and Hazardous and Toxic Materials Laboratory, with a total of 12,620 examinations. The results show that total laboratory costs reached Rp 15,653,424,579, consisting of investment costs of Rp 3,713,137,111 or 23.7%, maintenance costs of Rp 1,675,092,479 or 10.7%, and operational costs of Rp 10,265,194,990 or 65.6%. The largest component is employee salaries and allowances amounting to Rp 5,671,372,851 or 36.2% of total costs. The cost structure is dominated by fixed costs which reach 60% or Rp 9,384,509,962. Unit costs for 104 examination parameters range from Rp 17,993 to Rp 3,248,445. The cost recovery rate from current tariffs only reaches 15%, indicating a deficit of 85% or Rp 4,800,201,322 that must be covered by the government budget. The labor utilization rate is only 20.5% of the total salaries and allowances of the Environmental Health Laboratory. Comparison with similar laboratories shows tariffs are 30-80% lower. The study concludes that tariff revision based on actual unit costs, increased volume of commercial services, segmentation of government program functions and commercial services, and transparency in cost accounting separation are needed.
Read More
T-7475
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santy Parulian; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Grace S. Rumengan
B-1647
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reny Puspita; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah, Ichsan Hanafi
B-1730
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felicitas Nia Aryani; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Prastuti Soewondo, Amal Chalik Sjaaf, Lulis Delawati, Erik Aditya
Abstrak: Pendahuluan : Permasalahan yang belum tuntas dalam upaya MDGs salah satunya adalah penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan penurunan Angka Kematian Bayi (AKB). Sejak terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan no 26 tahun 2021 pada bulan Agustus tahun 2021 maka klaim INACBGs untuk bayi sehat dibayarkan dalam 1 (satu) paket persalinan ibunya. Di Rumah Sakit Kartika tindakan Sectio Caesaria merupakan tindakan bedah bidang kandungan yang paling banyak dilakukan setiap bulannya . Dengan adanya PMK tersebut maka Rumah Sakit mengalami selisih negatif. Persalinan SC dengan metode terbaru yaitu ERACS diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu dan menurunkan selisih tarif rumah sakit dengan tarif INACBGs. Metode ERACS sudah dilakukan sejak Desember 2021 terhadap seluruh pasien SC yang tidak memiliki kontraindikasi. Berdasarkan penelitian di atas maka peneliti ingin melakukan analisis hubungan penerapan SC Metode ERACS terhadap efisiensi biaya dan mutu layanan di RS Kartika Kasih, Sukabumi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan tagihan setiap komponen layanan dan mutu layanan operasi SC metode ERACS dan non ERACS. Metode penelitian adalah penelitian non eksperimental dengan cara pengumpulan data secara cross sectional yang diolah dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Kartika Kasih sukabumi sejak Januari 2022 sampai Juni 2022. Hasil penelitian : terdapat hubungan antara penerapan SC metode ERACS dengan mutu layanan berupa lama hari rawat, waktu mobilisasi, diet pasca operasi dan kejadian infeksi pasca operasi dan tagihan layanan berupa komponen akomodasi, komponen obat, komponen bahan medis habis pakai, komponen pemeriksaan penunjang, komponen jasa medis dokter dan yotal seluruh taghan komponen di RS Kartika Kasih . Kesimpulan : terdapat hubungan antara penerapan SC dengan mutu layanan dan tagihan layanan di RS Kartika Kasih, Sukabumi
Read More
B-2276
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive