Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novita Purnamasari; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Rico Kurniawan, Akhdrisa Mura WIjaya, Benedict Sulaiman
Abstrak:
Latar Belakang: Perkembangan teknologi mendorong Rumah Sakit melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan, salah satunya dengan e-learning. RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, sebagai rumah sakit tipe C di daerah dengan tantangan infrastruktur, telah menerapkan program e-learning, khususnya LMS Satu Sehat untuk peningkatan pembelajaran perawat. Namun, keberhasilan implementasi e-learning tidak hanya dari ketersediaan platform, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor teknologi, organisasi, dan persepsi pengguna. Belum diketahui faktor mana yang paling dominan dalam menentukan adopsi aktual dan kepuasan pengguna sebagai indikator keberhasilan implementasi e-learning. Tujuan Penelitian: Menganalisis sejauh mana implementasi e-learning LMS Satu Sehat di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan faktor-faktor yang berhubungan dengan adopsi aktual dan kepuasan pengguna e-learning menggunakan pendekatan terintegrasi Technology-Organization-Environment (TOE) framework dan Technology Acceptance Model (TAM). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah perawat rawat inap RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-4. Analisis data meliputi analisis univariat untuk deskripsi karakteristik, analisis multivariat dengan uji korelasi, dan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (SEM) untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Uji validitas menggunakan Confirmatory Factor Analysis (loading factor > 0,5) dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha (> 0,6). Hasil Penelitian: Responden penelitian mayoritas perawat perempuan, lulusan D3 Keperawatan, rentang usia 30–40 tahun, lama kerja 10–20 tahun. Faktor Organisasi memiliki kontribusi terbesar dalam mendorong PEOU (koefisien jalur 0.560) dan PU (koefisien jalur 0.751) menjadi Intensi Perilaku (koefisien jalur 0.690 didukung oleh PU), yang selanjutnya menjadi Adopsi Aktual (koefisien jalur 0.047) dan Kepuasan Pengguna (koefisien jalur 0.227) sebagai indikator keberhasilan implementasi e-learning di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau. Kesimpulan: Faktor Teknologi dan Organisasi terbukti memiliki hubungan positif dengan Persepsi Kemanfaatan (PU) dan Kemudahan Penggunaan (PEOU) e-learning oleh perawat, dengan Faktor Organisasi tampil sebagai faktor dominan. Persepsi Kemanfaatan (PU) dan Kemudahan Penggunaan (PEOU) terbukti memiliki hubungan positif dengan Intensi Perilaku e-learning oleh perawat. Intensi Pengguna terbukti memiliki hubungan positif dengan Adopsi Aktual, begitupun Adopsi Aktual memiliki positif dengan Kepuasan Pengguna (KP) dengan koefisien jalur 0,227 (R² dari KP = 0,052). Dengan demikian, keberhasilan LMS tidak hanya ditentukan oleh kualitas aplikasi, tetapi oleh tata kelola organisasi yang mampu memasukkan LMS ke dalam sistem pelatihan, CPD, persiapan akreditasi, pengembangan  mutu dan SDM, dan transformasi digital rumah sakit. Namun, tidak semua niat pengguna berhasil diubah menjadi adopsi aktual perawat, yang menandakan perlunya integrasi LMS ke dalam jadwal kerja, indikator pelatihan, supervisi unit, dan monitoring berbasis data penggunaan. Kepuasan pengguna ditemukan hanya  sebagian kecil dijelaskan oleh adopsi aktual,  dimana masih ada faktor lain diluar model penelitian ini yang dapat memengaruhinya, yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini.

Background: Technological developments encourage hospitals to innovate in healthcare services, one of which is through e-learning. RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, a type C hospital in an area with infrastructure challenges, has implemented an e-learning program, particularly the Satu Sehat LMS to enhance nurse learning. However, the success of e-learning implementation is not only determined by the availability of the platform but is greatly influenced by technological, organizational, and user perception factors. It is not yet known which factor is the most dominant in determining actual adoption and user satisfaction as indicators of successful e-learning implementation. Research Objective: To analyze the extent of the implementation of the Satu Sehat LMS e-learning at RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau and the factors influencing the actual adoption and user satisfaction of e-learning using an integrated Technology-Organization-Environment (TOE) framework and Technology Acceptance Model (TAM). Research Method: This study uses a descriptive and analytical quantitative approach with a cross-sectional design. The population consists of inpatient nurses at RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, with purposive sampling technique. Data were collected through structured questionnaires with a 4-point Likert scale. Data analysis includes univariate analysis for describing characteristics, multivariate analysis with correlation tests, and Partial Least Squares Structural Equation Modelling  (SEM) to test the causal relationship between variables. Validity testing was conducted using Confirmatory Factor Analysis (loading factor > 0.5) and reliability using Cronbach's Alpha (> 0.6).  Research Results: Majority of research’s respondents were female nurses, graduates of D3 Nursing, aged 30–40 years, with 10–20 years of work experience. The Organizational Factor had the largest contribution in driving PEOU (path coefficient 0.560) and PU (0.751) into Behavioral Intention (path coefficient 0.690 supported by PU), which then becomes Actual Adoption (path coefficient 0.047) and User Satisfaction (0.227) as indicators of successful e-learning implementation at RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.  Conclusion: Technology and Organizational factors have been shown to have a positive relationship with the Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU) of e-learning by nurses, with Organizational Factors emerging as the dominant factor. Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU) have been proven to have a positive relationship with nurses’ Behavioral Intention to use e-learning. User Intention has been shown to have a positive relationship with Actual Adoption, and Actual Adoption also has a positive impact on User Satisfaction (US) with a path coefficient of 0.227 (R² for US = 0.052). Thus, the success of an LMS is not only determined by the quality of the application but also by organizational governance that can integrate the LMS into training systems, CPD, accreditation preparation, quality and HR development, and hospital digital transformation. However, not all user intentions successfully translate into actual adoption by nurses, indicating the need to integrate LMS into work schedules, training indicators, unit supervision, and data-driven usage monitoring. User satisfaction was found to be explained only in a small part by actual adoption, as there are still other factors outside of this research model that could influence it, which is a limitation of this study.
Read More
B-2618
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Izzan Hurruzia; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ede Surya Darmawan, Wachyu Sulistiadi, Jaya Mualimin
Abstrak:
Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Provinsi Kalimantan Timur membawa implikasi strategis terhadap peningkatan kebutuhan dan kompleksitas layanan kesehatan di wilayah penyangga, khususnya Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kondisi ini menuntut kesiapan rumah sakit di wilayah penyangga untuk merespons peningkatan permintaan layanan sekaligus menghadapi dinamika persaingan dengan fasilitas kesehatan yang dikembangkan di kawasan inti IKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons strategi rumah sakit di wilayah penyangga IKN melalui penilaian faktor internal dan eksternal serta perumusan strategi respons yang adaptif terhadap dinamika pembangunan IKN Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui penyusunan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), serta pemetaan posisi strategis menggunakan matriks Internal–External (IE). Selanjutnya, analisis kualitatif dilakukan melalui metode SWOT yang dikombinasikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan rumah sakit secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, dan RSUD Aji Muhammad Parikesit berada pada posisi strategis Grow and Build, yang mengindikasikan peluang pengembangan dan penguatan layanan. Nilai IFE tertinggi diperoleh RSUD Aji Muhammad Parikesit (3,93), diikuti RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (3,41) dan RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (3,16), sementara nilai EFE tertinggi dimiliki oleh RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (3,75). Sintesis analisis SWOT–AHP menetapkan tiga prioritas utama strategi pengembangan rumah sakit, yaitu penguatan integrasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Otorita IKN, pengembangan layanan spesialis unggulan berbasis kebutuhan pasar, serta diversifikasi sumber pendapatan untuk menjamin keberlanjutan finansial rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rumah sakit di wilayah penyangga IKN memiliki kapasitas pertumbuhan yang kuat untuk mendukung sistem rujukan kesehatan IKN Nusantara. Namun, optimalisasi peran tersebut memerlukan penguatan tata kelola kolaboratif, pengembangan layanan unggulan yang terarah, serta strategi pembiayaan yang berkelanjutan agar rumah sakit mampu berperan sebagai bagian integral dari ekosistem pelayanan kesehatan nasional.

The relocation of Indonesia’s National Capital (IKN Nusantara) to East Kalimantan Province has significant strategic implications for the increasing demand and complexity of healthcare services in the surrounding buffer regions, particularly Balikpapan City, Samarinda City, and Kutai Kartanegara Regency. This transformation requires hospitals in the buffer zones to enhance their readiness in responding to rising service demand while simultaneously facing potential competition from newly developed healthcare facilities in the core IKN area. This study aims to analyze hospital strategic respons in the IKN buffer regions through an assessment of internal and external factors and the formulation of adaptive strategic responses to the dynamics of IKN Nusantara development. This study employed a mixed-methods approach integrating quantitative and qualitative analyses. The quantitative analysis involved the construction of Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices, followed by strategic position mapping using the Internal–External (IE) matrix. Subsequently, qualitative analysis was conducted using the SWOT framework combined with the Analytical Hierarchy Process (AHP) to objectively determine priority development strategies.  The results indicate that RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, and RSUD Aji Muhammad Parikesit are positioned in the Grow and Build quadrant, reflecting strong opportunities for service expansion and institutional strengthening. The highest IFE score was obtained by RSUD Aji Muhammad Parikesit (3.93), followed by RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (3.41) and RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (3.16), while the highest EFE score was achieved by RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (3.75). The synthesis of SWOT–AHP analysis identified three primary strategic priorities for hospital development: strengthening integration and collaboration with local governments and the IKN Authority, developing market-responsive specialized healthcare services, and diversifying revenue sources to ensure financial sustainability. The study concludes that hospitals in the IKN buffer regions possess strong growth potential to support the IKN Nusantara healthcare referral system. However, optimizing this role requires continuous enhancement of collaborative governance, focused development of specialized services, and sustainable financing strategies to enable hospitals to function as integral components of Indonesia’s national healthcare ecosystem.
Read More
B-2570
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive