Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aliah B. Purwakania Hasan; Pembimbing: Indang Trihandini
T-909
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryana Afandi; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Toha Muhaimin, Mardiati Nadjib, Yudhi Prayudha, Tanty Lukitaningsih
Abstrak:

Penetapan tarip pengobatan di 13 Puskesmas di Kabupaten Karawang sejak dikeluarkan SK bersama antara Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (1974), sampai saat ini telah mengalami perubahan-perubahan. Besarnya tarip pengobatan berdasarkan SK bersama tersebut adalah Rp. 300,- all to, yaitu termasuk pemeriksaan dan obat-obatan. Berdasarkan Perda Kabupaten Karawang nomor 6 tahun 1999, ditetapkan besarnva tarip pengobatan BP Puskesmas sebesar Rp.2000,- per pasien per kunjungan. Tarip scbelumnya yang juga ditetapkan berdasarkan Perda Kabupaten Karawang adalah Rp.1050,- per pasien per kunjungan. Penetapan tarip pengobatan tersebut ditetapkan hanya berdasarkan perhitungan untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) tanpa memperhitungkan berapa besarnya Unit Cost BP yang sebenarnya dan berapa kemampuan membayar serta kemauan membayar masyarakat. Untuk itu peneliti mencoba menyajikan suatu metode pengembangan sistem informasi penetapan tarip BP Puskesmas untuk tiap kali kunjungan . Sistem ini perlu legitimasi dari Kepala Dinas Kesehatan terlebih dahulu sebelum implementasi pada jaringan sistem informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang yang rencananya akan dikembangkan dalam bentuk Lokal Area Network pada tahun 2001. DaIam pengembangan sistem informasi penetapan tarip BP Puskesmas, telah dilakukan uji-coba sistem pada lima Puskesmas terpilih. Uji coba pada Kabupaten lain tidak dilakukan karena terbatasnya dana dan waktu. Pada uji coba tersebut ternyata sistem ini dapat menetapkan bukan saja Unit Cost Actual, tetapi juga Unit Cost Normative . Agar sistem ini dapat bermanfaat maka disarankan agar setiap Puskesmas selalu menyiapkan data-data yang terkait selengkap-lengkapnya agar memudahkan dalam entry data. Perbaikan data dilakukan setiap tahun agar dapat dilakukan evaluasi penetapan tarip yang telah dilaksanakan.


 

The Information System of Outpatient's Fee for Puskesmas at Karawang District.Since the joint agreement between Ministry of Health and Ministry of Home Affair of Republic of Indonesian had been launched (1974), there were several changes in Puskesmas outpatient fee. According to the joint agreement, the fee was Rp.300,- for health examination and drug. According to Local Regulation of Karawang District No.6/1999, the for outpatient was Rp.2000,0 per patient/visit. Previously, the fee was Rp.1050,-. The determination of Puskesmas fee was calculated based on the need of increasing the income of Karawang district without the calculation of the Unit Cost. Ability To Pay (ATP) and Willingness To Pay (WTP) from the population of Karawang district. This study tried to develop an Information System to the fee of outpatient visit at Puskesmas. This system need to be ligitimited by the Head Office of Health Services of Karawang district before implementing it into the health area network which will be built on the first trimester in 2001. In the process of the development of information system, 5 Puskesmas had be chosed for a field trial. The system has not been tried in other district because the limitation of time and budget. The trial showed that the system could calculate not only Actual Unit Cost but also Normative Unit Cost. To make this system useful, it is suggested that every Puskesmas should always have the necessary data as complete as possible to make data entry process easier. Data updating should be done annually to evaluate the Puskesmas fee.

Read More
T-913
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmaini Dalimunth; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sutanto Priyohastono, Indang Trihandini, R.A. Sofyan, Neni Nuraini
Abstrak:

Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kini muncul kembali (re-emerging). Untuk menanggulangi penyakit ini, sejak tahun anggaran 1995/1996 Program Pemberantasan Tuberkulosis (P2TB) melaksanakan strategi baru yaitu DOTS (Directly Obsertied Thecumem Shot-course) yang telah direkomendasikan oleh WHO. Guna mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sarana berupa obat-obatan, alat dan bahan laboratorium yang menunjang. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem informsi mengenai ketersediaan obat dan alat/bahan laboratorium, khususnya di tingkat kabupaten. Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat membantu proses evaluasi terhadap ketersediaan sarana-sarana tersebut. Sistem informasi yang dikembangkan ini merupakan suatu model, dengan mengambil lokasi penelitian di Kabupaten Serang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi ketersediaan obat dan alat/bahan laboratorium untuk program TB Paru di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, termasuk pembuatan solfivareidentifikasi kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak, sumberdaya pengguna dan prosedur operasional standar. Penelitian ini menggunakan disain penelitian riset operasional dengan tahapan pengembangan sistem diawali dengan kebijakan dan perencanaan sistem, analisis sistem hingga disain sistem terinci. Berdasarkan hasil penelitian, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang memiliki kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak serta sumber daya pengguna yang cukup memadai untuk menjalankan aplikasi sistem informasi yang based-on computer. Ketersediaan komputer bukan merupakan hal yang baru bagi tenaga di kabupaten khususnya Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) yang menangani program TB Paru. Dari hasil penelitian juga dibuat suatu rancangan alur informasi ketersediaan obat dan alat/bahan laboratorium untuk Program TB Para, dimana pengumpulan data di lakukan di puskesmas oleh petugas gudang obat dan programmer TB Paru, sedangkan pemasukan, pengolahan dan penyajian data dilakukan di Seksi P2P Dinas Kesehatan Kabupaten oleh Wakil Supervisor (Wasor) Kabupaten. Sistem informasi yang dirancang ini ditujukan untuk program TB Paru. Untuk program penyakit menular lainnya seperti demam berdarah, malaria, kusta dan Iain-lain kebutuhan. informasi mengenai ketersediaan obat dan alat/bahan laboratorium juga semakin dirasa perlu. Oleh karena itu diusulkan untuk mengkaji model rancangan sistem informasi yang terintegrasi antar program tersebut (integrasi lintas program) daiam proses monitoring dan evaluasi sebagai upaya efisiensi kerja dan dana.


 

Information System Development Model Of Medicine And Laboratory Equipmentimaterial Availability For Lung Tuberculosis Program In The Health Service Of The Regency Of Serang, West Java In The Year 2000Lung tuberculosis is a re-emerging disease that still causes health problems to people, To fight this disease, the Tuberculosis Elimination Program applies a new strategy since 1995/1996 fiscal year, named DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) as recommended by WHO. To achieve this goal, supporting facilities like medicine, equipment and laboratory materials are needed. Therefore, an information system of medicine and laboratory equipment/material availability is required, particularly at the level of regency. The existence of this information system is expected to help evaluation process of those facilities availability. The developed information system was a model resulted from a research located in the Regency of Serang. The research aimed to design an information system of medicine and laboratory equipment/material availability for Lung Tuberculosis Program in the Health Services of the Regency of Serang, including software development, hardware and Software requirement identification, user resources and standard operational procedure. The research applied operational research design which system development began with policy and system design, system analysis, to a detailed system design. According to the research results, the Health Services of the Regency Of Serang has adequate hardware, software and user resource requirement to run an information system application which based on computer. Computer provision is not new for human resources in the regency, particularly for the Disease Prevention and Cure Section in charge of the Lung Tuberculosis Program. An information flow design of medicine and laboratory equipment/material availability was also developed based on the research results with data collected from community health services by medicine warehouse officer and Lung Tuberculosis Programmer. Whereas, data entry, processing and presentation were conducted in the Disease Prevention and Cure Section by the District Vice-Supervisor. The designed information system aimed for Lung Tuberculosis Program. For other infectious disease such as dengue DHF, malaria, leprosy etc., the need of information on medicine and laboratory equipment/material availability is increasing. Therefore, it is proposed to assess an integrated information system design model (inter Program integration) in the process of monitoring and evaluation as an effort for task and fund efficiency.

Read More
T-917
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Indriani ... [et al.]
KJKMN Vol.7, No.10
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purbo Antarsih; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, John T. Marbu, Maria Margaretha
Abstrak: Tesis ini membahas tentang Perencanaan Strategis Peningkatan Kompetensi SDM RSUD KramatJati Tahun 2018-2022. Perencanaan strategis ini dibuat karena adanya permasalahan yangdisebabkan karena kompetensi SDM. Rumah sakit perlu melindungi pasien, Lingkungan dan SDMrumah sakit serta meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga perlu meningkatkan kompetensiSDM nya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif . Dengan metode inididapatkan faktor ekternal yang berupa peluang maupun ancaman serta faktor internal sebagaikekuatan maupun kelemahan organisasi. Dari beberapa alternative strategi dengan metode QSPMditentukan strategi utama yang akan digunakan. Strategi tersebut diterapkan untuk mencapaitujuan Rumah sakit.Kata Kunci :Perencanaan strategi, kompetensi, SDM.
Read More
B-1956
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awal Safar M; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Wachyu Sulistiadi, Budi Hartono, Lies Dina Liastuti
Abstrak:

Penelitian ini mengevaluasi hubungan manajemen sumber daya manusia (HRM), seperti
seleksi, rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, dan penghargaan, dengan penerapan
sistem E-Medical Record (EMR) di Rumah Sakit LNG Badak. Selain itu, penelitian
menganalisis sistem EMR melalui aspek perceived usefulness, perceived ease of use,
attitude toward usage, dan behavioral intention to use. Data dikumpulkan secara
kuantitatif melalui kuesioner dari tenaga medis, kesehatan, dan non-kesehatan. Hasil
menunjukkan perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention
to use, sedangkan perceived ease of use memengaruhi attitude toward usage. Pelatihan
dan penghargaan berkontribusi positif terhadap perceived usefulness dan ease of use,
namun hubungan seleksi, rekrutmen, dan penilaian kinerja dengan penerapan EMR
kurang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan, penghargaan, dan
pengalaman pengguna dalam adopsi EMR. Keterbatasan penelitian meliputi sampel dari
satu rumah sakit, sehingga generalisasi hasil perlu kajian lanjutan. Penelitian mendatang
disarankan menggunakan metode kualitatif dan menganalisis faktor eksternal yang
memengaruhi penerapan teknologi di rumah sakit.


This study examines the relationship between HRM practices—selection, recruitment, training, performance appraisal, and rewards—and the implementation of the E-Medical Record (EMR) system at LNG Badak Hospital. It also analyzes EMR adoption through perceived usefulness, ease of use, attitude toward usage, and behavioral intention to use. Data from medical, health, and non-health personnel show perceived usefulness impacts behavioral intention, while ease of use influences attitude. Training and rewards enhance perceived usefulness and ease of use, but selection, recruitment, and performance appraisal show weaker links. The study highlights training, rewards, and user experience as key, with further research recommended to explore external factors.

Read More
B-2500
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lesli Tamarina Khiat; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yosefa Rumbawati Indrayani, Emmy Salman
Abstrak:

ABSTRAK Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas SDM terutama para manajer Rumah Sakit anggota Hermina Hospital Group adalah dengan mengetahui hubungan antara kompetensi, beban kerja dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara variabel kompetensi, beban kerja dan kinerja manajer di RS anggota Hermina Hospital Group tahun 2013. Metode penelitian dilakukan dengan metode SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). Hasil yang didapatkan adalah adanya hubungan langsung dan tidak langsung yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan kinerja, adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan beban kerja, serta adanya hubungan yang positif dan tidak signifikan antara beban kerja dengan kinerja.


 

 ABSTRACT This thesis designed to improve the quality of human resources, focusing on the managers of hospital branches of Hermina Hospital Group. The limit set on to investigate the relationships between competence, workload and performance. This study aimed to determine the direct and indirect effect as well as the number between competence, workload and performance of managers at hospital branches of Hermina Hospital Group in 2013.The research method was conducted using SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). The research was able to obtained results of a direct and indirect relationships which are positive and with significant correlation between competence and performance, a positive ad significant relationship between competence and workload, as well as a positive and not significant relationship between workload and performance.

Read More
B-1534
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Dwi Yanti; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Enny Ekasari, Pujiyanto
S-9183
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Murniati H S., Chynthia; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini
Abstrak:
Pada penelitian ini dibahas tentang rencana program pendidikan dan pelatihan karyawan Rumah Sakit Bogor Medical Center untuk tahun 2013-2014 menuju Hospital Service Excellence. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga orang informan serta telaah data sekunder. Hasil penelitian menyarankan bahwa perencanaan program pelatihan dapat lebih efektif jika mengikuti konsep tahapan program pelatihan dari Tovey dengan lebih tajam pada identifikasi kebutuhan pelatihan dan mengembangkan Unit Diklat agar berfungsi aktif dalam perencanaan yang mendukung pengembangan SDM RS Bogor Medical Center.
 

 
In this study discussed about the plan educational programs and employee training Bogor Medical Center Hospital for the years 2013-2014 towards Hospital Service Excellence. This study is a qualitative research by conducting in-depth interviews to three informants and review of secondary data. The results suggest that the planning of the training program can be more effective if it follows the concept stages of a training program by Tovey with sharper identifying training needs and develop Education and Training Unit that is active in supporting the development of human resource planning Bogor Medical Center Hospital.
Read More
S-7999
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Pratiwi Suwandi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Astuti Giantini, Rakhmad Hidayat
Abstrak:
Employee Engagement yang baik menggambarkan pegawai yang memiliki komitmen, motivasi, dukungan dari organisasi secara positif sehingga dapat bekerja dengan efektif maupun efisien dalam meningkatkan organisasi tempat bekerjanya. Pengukuran Employee Engagement penting dilakukan salah satunya untuk Dokter Umum yang merupakan salah satu bagian yang secara langsung dari segi performa atau kinerjanya akan memberikan dampak pada kualitas pelayanan rumah sakit ke pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis determinan Employee Engagement Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia pada Tahun 2023. Penelitian melalui survei Employee Engagement dan wawancara mendalam dengan menganalisis data determinan yang dapat memengaruhi Employee Engagement pada Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Survei Employee Engagement dihasilkan sebanyak 20 Dokter Umum kategori “Engaged”, 30 Dokter Umum kategori “Not Engaged” dan tidak ada Dokter Umum kategori “Disengaged”. Hasil wawancara mendalam menunjukkan persepsi respons positif pada pertanyaan terkait Status Kepegawaian, Pengembangan Kompetensi, Penghargaan, Lokasi Penempatan, Hubungan Rekan Kerja, dan Kesesuaian Harapan. Hasil wawancara mendalam menunjukkan persepsi respons negatif pada pertanyaan terkait Kompensasi, Pengembangan Karir, Beban Kerja, dan Program Peningkatan Employee Engagement. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu melakukan evaluasi strategi perbaikan determinan Employee Engagement Dokter Umum untuk mempertahankan engagement yang baik kedepannya dan memberikan dampak positif bagi rumah sakit. Beberapa strategi diantaranya adalah sosialisasi pembekalan pada awal rekrutmen Dokter Umum di rumah sakit secara lengkap, pendataan kompetensi yang dibutuhkan di setiap penempatan kerja Dokter Umum sebagai dasar penetapan capaian kompetensi penempatan hingga remunerasi, pendataan Analisis Beban Kerja Dokter Umum sesuai dengan jenis dan jumlah beban kerja, serta monitoring secara rutin tingkatan engagement Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Good Employee Engagement describes employees who have positive commitment, motivation and support from the organization. Therefore, they can work effectively and efficiently to improve organization which they work in. It is important to measure Employee Engagement, including for General Practitioners, who are one of the departments whose performance will directly impact the quality of hospital services to patients. This research aims to conduct an analysis of the determinants of Employee Engagement for General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital in 2023. The research uses an Employee Engagement survey and in-depth interviews by analyzing determinant data that can influence Employee Engagement for General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital. The Employee Engagement Survey resulted in 20 General Practitioners in the "Engaged" category, 30 General Practitioners in the "Not Engaged" category and no General Practitioners in the "Disengaged" category. The results of in-depth interviews show a positive response perception to questions related to Employment Status, Competency Development, Awards, Placement Locations, Colleague Relations, and Matching Expectations. The results of in-depth interviews show a perception of negative responses to questions related to Compensation, Career Development, Workload, and Employee Engagement Improvement Program. Therefore, hospital management needs to evaluate strategies for improving the determinants of General Practitioner Employee Engagement to maintain good engagement in the future and have a positive impact on the hospital. Some of the strategies include providing complete outreach at the beginning of the recruitment of General Practitioners in hospitals, data collection on the competencies required for each General Practitioner work placement as a basis for determining competency achievements for placements and remuneration, data collection on General Practitioner Workload Analysis according to the type and amount of workload, as well as regularly monitoring the level of engagement of General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital.
Read More
B-2419
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive