Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Chamdani Tauchid, Laksono Trisnantoro, Julita Hendrartini
JMPK Vol.04, No.01
Yogyakarta : UGM, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rukmini, Tety Rachmawati, Agung Dwilaksono
Bulitsiskes Vol.16, No.2
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Wibowo; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Usman Sumantri, Puji Triastuti, Prastuti C. Soewondo
Abstrak: Terdapat selisih antara klaim INA-CBG dengan pendapatan Rumah Sakit di 4 Rumah Sakit kelas A yaitu RSUP Fatmawati, RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sarjito dan RSUP Dr. Hasan Sadikin. Dalam 6 bulan terdapat selisih terkecil Rp 1.091.205.671 di RSUP Dr. Kariadi dan terbesar Rp 10.142.004.398 di RSUP Fatmawati. Perbedaan selisih terutama dipengaruhi perbedaan pada komponen biaya untuk jasa medis dan farmasi pada seluruh kasus yang dilayani maupun kasus sectio cesarea tingkat keparahan 3. RSUP Dr. Kariadi dan RSUP Dr. Hasan Sadikin adalah Rumah Sakit yang efisien, sedangan RSUP Fatmawati dan RSUP Sarjito adalah Rumah Sakit yang inefisien.

Metode pembayaran INA-CBG meningkatkan upaya pengendalian biaya Rumah Sakit melalui pembayaran jasa medis yang lebih kecil, penggunaan obat generik serta pengendalian pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi. Setiap Rumah Sakit mempunyai karakteristik dalam melakukan pengendalian biaya untuk meningkatkan efisiensi dan dapat menjadi model pembelajaran bagi Rumah Sakit lain. RSUP Fatmawati dalam menerapkan clinical pathway, RSUP Dr. Kariadi dalam pengendalian alat medik habis pakai, RSUP Dr. Sarjito dalam menerapkan jasa pelayanan yang sama untuk semua kelas perawatan dan RSUP Dr. Hasan Sadikin dalam hal kebijakan mewajibkan penggunaan obat generik.

There is a difference between the claims of INA - CBG with hospital revenue in the fourth class A hospitals; Fatmawati, Dr. Kariadi, Dr . Sarjito and Dr. Hasan Sadikin . Within 6 months, difference range between Rp 1,091,205,671 in Dr. Kariadi Hospital and Rp 10,142,004,398 in Fatmawati Hospital . The difference is mainly influenced by the difference of cost component for medical service payment and pharmacy cost in all cases and cesarean section severity level 3. Dr. Kariadi and Dr. Hasan Sadikin Hospital are an efficient hospitals, on the other hand Fatmawati and Sarjito Hosital are an inefficient hospitals.

INA-CBG payment method enhance the cost containment efforts through smaller medical service payment, the use of generic drugs, control of laboratory and radiological investigations. Each hospital has the characteristics in costs containment to enhance hospital efficiency and can be a learning model for other hospitals. Fatmawati hospital in implementing clinical pathways, Dr. Kariadi hospital in the control of medical equipment consumables, Dr. Sarjito hospital in implementing the same payment services to all class care and Dr. Hasan Sadikin hospital in policies require the use of generic drugs.
Read More
B-1593
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldine Andriza Harahap; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Amila Megraini, Emmilya Rossa, Apriyanti Dewi, Shinta
Abstrak: Biaya pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalammenyelenggarakan pendidikan. Proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpadukungan biaya.Berdasarkan Keputusan Menkeu RI No. 498/KMK.05/2009 tanggal 17 Desember2009. Sebagai satker BLU, Politeknik Kesehatan Bandung boleh memungut biayadari masyarakat berdasarkan tarif layanan yang dibuat. Masalahnya belum diketahuiberapa biaya untuk penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Farmasi PoliteknikKesehatan Bandung dimana perhitungan biaya dengan metode ABC dapat digunakansebagai bahan dalam menetapkan kebijakan pembiayaan pendidikan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa biaya pendidikan pada Program StudiFarmasi Politeknik Kesehatan Bandung Tahun 2013. Metode penelitian adalahpenelitian operasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Metode analisis yang digunakan adalah metode ABC (Activity Based Costing).Hasil penelitian disajikan berdasarkan aktivitas komponen biaya yang mempengaruhibiaya pendidikan. Dimulai dari registrasi kemudian perkuliahan dan diakhiri denganpengumuman. Diketahui total biaya adalah Rp 2,385,856,539,- sedangkan biayasatuan berdasarkan metode perhitungan ABC adalah Rp 12,293,230,-. PendapatanProdi Farmasi adalah Rp 1,638,214,000,- dan Cost Recovery Rate sebesar 69%.Disarankan agar manajemen berusaha mencari sumber pendapatan lain sepertikerjasama dengan perusahaan yang berhubungan dengan kefarmasian ataupunpenelitian oleh dosen Prodi Farmasi. Selain itu Prodi Farmasi perlu memperbaikimanajemen keuangan dalam penyusunan anggaran Prodi Farmasi serta melakukanefisiensi di setiap aktivitas tanpa mengurangi efektifitas.Kata kunci :Activity Based Costing, biaya total, pendapatan, biaya satuan
The cost of education is a very important component in education. The educationprocess can not run without support of costing.Based on the Minister of Finance Decree No. 498 / KMK.05 / 2009 dated December17, 2009. As satker BLU, Health Polytechnic Bandung may collect fees fromcommunity based service rates are made. The problem is not yet known how much itcosts for providing education in Pharmacy Study Program Health PolytechnicBandung where the calculation of the cost of the ABC method can be used as aningredient in determining education funding policies.The aim of this study was to analyze the cost of education of Pharmacy HealthPolytechnic Bandung 2013. The method is operational research using quantitative andqualitative approaches. The analytical method used is the method of ABC (ActivityBased Costing).Results of the study are presented based activities that affect the cost components ofthe cost of education. Starting from the registration later lectures and ends with theannouncement. Known total cost is Rp 2,385,856,539, - while the unit cost based onthe method of calculation ABC is Rp 12,293,230, -. Pharmaceutical Prodi income isRp 1,638,214,000, - and Cost Recovery Rate of 69%.It is recommended that the management tried to find other sources income such ascooperation with companies dealing with pharmaceutical or research by professorsProdi Pharmacy. Besides Prodi Pharmaceutical need to improve financialmanagement in budgeting Prodi Pharmacy and efficiency in every activity withoutreducing effectiveness.Keywords :Activity Based Costing, total cost, revenue, unit cost
Read More
T-4581
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Rahmi Wisdiani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Djoni Darmadjaja
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Kajian Adminstrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis Implikasi Sistem Pembayaran JKN terhadap Pendapatan Rumah Sakit di Dua Rumah Sakit Swasta Kelas C di Karawang Tahun 2017 (Studi Kasus Herniotomi Tanpa Penyulit) Besaran tarif yang diatur dalam INA-CBG mendorong rumah sakit untuk menciptakan berbagai macam upaya khususnya berupa usaha pengendalian biaya agar tercipta efisiensi yang baik dan mutu pelayanan kesehatan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi system pembayaran JKN terhadap pendapatan rumah sakit di dua rumah sakit swasta kelas C berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit. Desain penelitian ini berupa studi kasus di dua rumah sakit swasta kelas C dengan desain potong lintang dan melihat tren yang terjadi pada periode tahun 2014 – 2016. Pengumpulan data dilakukan dalam dua bagian, analisis kuantitatif  bertujuan untuk menganalisis selisih pendapatan berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit dan menganalisis komponen-komponen yang menentukan besaran tarif rumah sakit. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit dalam merespon selisih biaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017 di RS A dan RS B dengan karakteristik rumah sakit yang mirip dan bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014. Terdapat  selisih negatif antara pendapatan berdasarkan tarif umum dengan pendapatan berdasarkan tarif BPJS pada periode tahun 2014 – 2016 baik di RS A maupun di RS B. Selisih negative di RS A sebesar  21,2% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum, dan selisih negative di RS B sebesar 50,5% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum. Besaran tarif dan metode pembayaran INACBGs menyebabkan adanya upaya-upaya efisiensi dan kendali biaya rumah sakit bagi pasien BPJS berupa pembayaran jasa medis yang lebih rendah, penggunaan obat generik, pengendalian pemeriksaan penunjang, pengendalian biaya di ruang operasi serta pengendalian jumlah hari rawat. Kata kunci : pembayaran JKN, pendapatan Rumas sakit,  Rumah Sakit swasta,


ABSTRACT Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Hospital Administration Judul Tesis : Analysis on JKN Payment System and its relation to Hospital Income in two type C private hospitals in Karawang, 2017 The implementation of payment system using INA-CBGs (bundling) has lead hospital to improve efficiency to provide good quality of care. The purpose of this study is to analyze implication of JKN payment system toward hospital revenue in two type C private hospitals. This case study in two type C private hospitals was done using Cross Sectional design. Data was retrospectively collected to capture trend for period 20142016,and analysed to compare hospital revenue using hospital charge vs BPJS payment scheme as set up by BPJS. The study was conducted in May-June 2017 covering 548 cases with Herniotomy in the two private hospitals with similar characteristics and contracted as BPJS service provider since 2014. The study revealed that both hospitals tend to have lower revenue from BPJS using bundling scheme as compared to hospital charge, for period 2014-2016. The result showed that in hospital A  21,2% loss and in hospital B was 50,5% loss, this may caused by unefficient use of resources, or no proper monitoring system. The two hospitals have tried to improved efficiency, implement cost containment such as fee adjustment, use of generic drug, proper length of stay, cost containment in providing medical exam and operation. Key words: JKN payment, private hospital, revenue

Read More
B-1928
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiky Fhalyang Razaki; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Ajeng Tias Endarti
Abstrak: Pada tahun 2018, menurut data Riskesdas konsumsi minuman beralkohol ilegal di Indonesia mendominasi dengan angka signifikan mencapai 66,2% dari total konsumsi alkohol nasional. Kebijakan cukai telah diidentifikasi sebagai alat efektif dalam mengendalikan konsumsi dan mendukung pengendalian kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan online database seperti PubMed, ScienceDirect, Springer Link, Scopus, dan Google Scholar yang menghasilkan 14 artikel terinklusi yakni artikel yang terbit sepuluh tahun terakhir (2014-2024). Hasil studi terinklusi dari 14 artikel menjelaskan bahwa kebijakan cukai yang dirancang dengan baik, disertai dengan pengawasan distribusi yang kuat, dapat secara signifikan menurunkan angka konsumsi alkohol ilegal sekaligus meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, edukasi publik mengenai risiko kesehatan konsumsi alkohol ilegal terbukti menjadi faktor kunci dalam keberhasilan kebijakan pengendalian. Negara yang telah mengimplementasikan kebijakan pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol ilegal menetapkan tarif cukai dengan menggunakan sistem cukai spesifik yang didasarkan pada volume atau kandungan etanol dalam produk, misalnya tarif per liter sesuai kategori alkohol, serta cukai ad valorem pada persentase harga produk, cocok untuk negara berkembang dengan inflasi tinggi karena melindungi basis pajak dari efek inflasi. Analisis pada pembahasan menunjukkan bahwa cukai yang terlalu tinggi dapat menciptakan efek substitusi terhadap produk ilegal. Implikasi dari kebijakan cukai di bidang kesehatan dapat menyebabkan penurunan konsumsi minuman beralkohol ilegal karena kenaikan harga barang yang menyebabkan konsumen memilih untuk beralih ke minuman yang lebih sehat, menyebabkan penurunan prevalensi penyakit  tidak menular seperti kardiovaskular dan kanker, serta penghematan biaya perawatan kesehatan akibat penyakit tersebut. Sedangkan di bidang sosial ekonomi, dapat menambah penerimaan negara, serta menurunkan kriminalitas
In 2018, according to Riskesdas data, the consumption of illegal alcoholic beverages in Indonesia dominated with a significant figure, reaching 66.2% of the total national alcohol consumption.. Excise policies have been identified as an effective tool for controlling consumption and supporting public health management. This study utilizes a literature review method by sourcing data from online databases such as PubMed, ScienceDirect, Springer Link, Scopus, and Google Scholar. Fourteen articles published in the last ten years (2014–2024) were included. The results from the 14 included studies indicate that well-designed excise policies, accompanied by strong distribution monitoring, can significantly reduce illegal alcohol consumption while simultaneously increasing state revenue. Additionally, public education on the health risks of consuming illegal alcohol has proven to be a key factor in the success of control policies. Countries that have implemented monitoring and control policies for illegal alcoholic beverages have adopted excise rates using specific excise systems based on the volume or ethanol content in the product (e.g., rates per liter according to alcohol category) and ad valorem excise taxes based on the product's price percentage. This is particularly suitable for developing countries with high inflation as it protects the tax base from inflationary effects. The analysis in the discussion suggests that excessively high excise rates can lead to substitution effects toward illegal products. The implications of excise policies in the health sector include a reduction in illegal alcohol consumption due to increased product prices, encouraging consumers to switch to healthier beverages. This leads to a decreased prevalence of non-communicable diseases such as cardiovascular diseases and cancer, as well as cost savings in healthcare expenditures for treating such illnesses. In the socio-economic sector, excise policies contribute to increasing state revenue and reducing crime rates.
Read More
S-11831
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivana Desiyanti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Budi Hartono, Anwar
Abstrak:

Perencanaan merupakan dasar dari strategi yang efektif, perencanaan juga menjadi salah satu indikator yang baik dalam siklus manajemen. Rumah sakit jantung dan pembuluh darah harapan kita berdiri sejak 9 November 1985 merupakan RS BLU yang menjadi RS pusat rujukan nasional yang memberi pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah. Poli eksekutif  merupakan salah satu unit pelayanan yang menjadi “private wing” RSJPDHK berdiri sejak november 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setiap produk poli eksekutif RSJPDHK melalui variabel-variabel Product Life Cycle yaitu Sales, Revenue, Cost, Provit,Cash flow, Competitor, Capital access, Market growth, Market share, Technology, Investment in R&D, Training untuk mengetahui posisi setiap produk menurut siklus hidupnya yang akan menjadi dasar untuk menentukan formulasi rencana strategis poli eksekutif RSJPDHK tahun 2011-2015. Penelitian ini merupakan penelitian operasional (operasional research), analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan ketiga produk poli eksekutif,yaitu konsultasi jantung&ekg, treadmill, echocardiography semuanya berada dalam fase PLC introduction. Alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah dengan market development dan product development. Strategi terpilih untuk poli eksekutif adalah mengadakan kerjasama dengan perusahaan dalam pelayanan medical check up, prioritas berikutnya adalah mengadakan pembenahan poli eksekutif dan mengadakan paket medical check up yang disertai pemberian service konsultasi dengan ahli gizi. Dengan mengimplementasikan strategi terpilih diharapkan poli eksekutif RSJPDHK dapat berkembang dimasa mendatang. Kata Kunci : Product Life Cycle, Sales, Revenue, Cost, Provit,Cash flow, Competitor, Capital access, Market growth, Market share, Technology, Investment in R&D, Training Daftar bacaan : 30 buku ( 1983-2009)


 

Planning is the foundation of an effective strategy, planning is also one good indicator of the management cycle. Harapan Kita Cardiovascular Hospital established since 9 November 1985 is a government hospital become a national referral center that provides services for heart disease and blood vessels. Polyclinic executive is one of service units to be "private wing" RSJPDHK established since November 2008. This study aims to analyze each product polyclinic executive RSJPDHK through the variables of Product Life Cycle of Sales, Revenue, Cost, provit, cash flow, Competitor, Capital Access, Market Growth, Market share, Technology, Investment in R & D, Training for the position of each product according to its life cycle which will be the basis for determining the formulation of a strategic plan executive polyclinic RSJPDHK years 2011-2015. This study is an operational research, analysis was done with quantitative and qualitative approaches. The results showed three executives polyclinic products, consultation cardiac & ECG, treadmill, echocardiography are all in the introduction phase of the PLC. Alternative strategies that can be done is to market development and product development. The strategy chosen for polyclinic executives are entered into a collaboration with companies in the service of medical check-ups, the next priority is to improvement polyclinic executive and held a medical check-up package with consultation with a nutritionist. By implementing the chosen strategy is expected polyclinic executive RSJPDHK can develop in the future. Keywords: Product Life Cycle, Sales, Revenue, Cost, provit, cash flow, Competitor, Capital Access, Market Growth, Market share, Technology, Investment in R & D, Training Reading list: 30 books (1983-2009)

Read More
B-1335
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Puspitasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Lia Gardenia Partakusuma, Lies Dina Liastuti
Abstrak:
Selama 40 tahun berdiri, unit rahat inap RS LNG Badak belum memberikan performa terbaiknya, baik dalam kinerja operasionalnya maupun dari sisi pendapatan. RS LNG Badak juga belum pernah memiliki rencana strategis yang seharusnya menjadi dasar strategi bisnis rumah sakit. Tujuan Penelitian ini adalah terbentuknya rencana strategis peningkatan kinerja dan pendapatan di unit Rawat Inap RS LNG Badak. Metode yang digunakan adalah action research yang mengolah data primer dan sekunder dimana data primer didapatkan melalui wawancara mendalam (deep interview) dan dipertajam dengan Focused Group Discussion (FGD) sedangkan data sekunder didapatkan melalui data laporan unit rawat inap, rekam medis, marketing dan keuangan. Hasil telitian mendapatkan, positioning RS LNG Badak adalah Hold and Maintain. Sehingga untuk dapat berada di posisi growth and built, maka RS LNG Badak perlu melaksanakan 6 strategi alternatif seperti Pengembangan Produk Layanan Rawat Inap, Pengembangan Sarana dan Prasarana di Rawat Inap. , Pengembangan Teknologi dengan melengkapi alat medis modern di Kamar Operasi, Kamar Bersalin, Ruang Intensif; service of excellent, peningkatan kerjasama dan sistem rujukan dengan Perusahaan potensial dan faskes sekitar serta penambahan spesialisasi di RS LNG Badak.

During its 40 years of existence, the inpatient unit of Badak LNG Hospital has not given its best performance both in operational performance and in terms of revenue. Badak LNG Hospital also has never had a strategic plan that should be the basis of the hospital's business strategy. The purpose of this research is to form a strategic plan to improve performance and revenue in the Inpatient unit of Badak LNG Hospital. The method used is action research that processes primary and secondary data where primary data is obtained through in-depth interviews and sharpened with Focused Group Discussion (FGD) while secondary data is obtained through inpatient unit report data, medical records, marketing and finance. The results of the research found that the positioning of Rhino LNG Hospital is Hold and Maintain. So that to be in the position of growth and built, Badak LNG Hospital needs to implement 6 alternative strategies such as Inpatient Service Product Development, Development of Facilities and Infrastructure in Inpatient. Technology Development by equipping modern medical equipment in the Operating Room, Maternity Room, Intensive Care Unit; service of excellence, increasing cooperation and referral systems with potential companies and surrounding health facilities and adding specialisations at Badak LNG Hospital.
Read More
B-2506
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive