Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Octaryana; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Tri Yunis Miko, Trio Toufik Edwin
Abstrak: Jumlah kasus AIDS di Indonesia semakin meningkat, sampai periode Juni2013 sebesar 43.667 kasus. ABK merupakan mobile migrant population yangmemiliki perilaku seksual berisiko HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuanmengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksualberisiko terkait HIV/AIDS pada ABK di Poliklinik KKP Kelas I Tanjung Priok.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian yaitucross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ABK yangmelakukan kegiatan Medical Check Up (MCU) di poliklinik KKP Tanjung Priok.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ABK yang melakukan kegiatanMCU dengan kriteria inklusi berjenis kelamin laki-laki, masa kerja minimal 3bulan, WNI, dan menandatangani informed consent. Hasil penelitianmenunjukkan 30,7% ABK memiliki perilaku seksual berisiko terkait HIV/AIDS.Karakteristik ABK terbanyak pada umur >30 tahun (56,7%), menikah (59,3%),pendidikan terakhir SMP keatas (78,7%), pulang ke daerah asal kurang dari 9bulan sekali (78,7%), lama berlabuh ≤ 3 hari (59,3%), usia seks pertama >21tahun (51,3%), tingkat pengetahuan kurang (53,3%), sikap negatif (54,7%), dankurang terpapar informasi HIV/AIDS (56,7%). Faktor-faktor yang secara statistikmemiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko adalah status pernikahan,pendidikan, frekuensi pulang ke daerah asal, lama berlabuh, usia seks pertama,pengetahuan, sikap dan keterpaparan media informasi. Sehingga perlu diberikanKIE mengenai HIV/AIDS dan penggunaaan kondom yang berkesinambungan serta penyediaan ATM kondom.Kata Kunci : Perilaku seksual berisiko, HIV/AIDS, ABK
The number of AIDS cases in Indonesia has increased, until the period ofJune 2013 amounted to 43.667 cases. The crew of ship is a mobile migrantpopulation who have HIV/AIDS-risk sexual behaviors. This research aims to havedescription of the factors correlation with risk sexual behavior related toHIV/AIDS in the crew at the Polyclinic of Port Health Office Class I of TanjungPriok. This research is an observational research using cross-sectional designstudy. Research population was entire the crew that have Medical Check Up(MCU) in the Polyclinic of Port Health Office Class I of Tanjung Priok. Researchsample was partially of the crew that have Medical Check Up (MCU) withinclusion criteria male, work period at least 3 months, Indonesian, and signedinformed consent. The result showed 30,7% of the crew have HIV/AIDS-risksexual behavior. Most of the crew characteristic are above 30 years old (56,7%),get married (59,3%), educational grade over junior high school (78,7%), back totheir hometown less than once in 9 months (78,7%), longer anchore less than 3days (59,3%), age of first sex in over 21 years old (51,3%), level of knowledgelow (53,3%), negative demeanor (54,7%), and less exposure to HIV/AIDSinformation (56,7%). The factors that are statistically have correlation with risksexual behavior was marital status, education, frequency back to their hometown,longer anchored, age of first sex, knowledge, attitudes and media exposureinformation. So that needs to be given information, education and communicationabout HIV/AIDS and sustainable use of condoms and provision of condoms ATM.Keywords : risky sexual behavior, HIV/AIDS, the crew.
Read More
S-8531
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjar Kusnawa Ardani; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Flourissa J. Sudradjat
S-6704
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Octavia; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Fajar Hardianto
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kontrol sosial keluarga, faktor penguat dan faktor predisposisi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja SMK M di Jakarta tahun 2013. Desain penelitian menggunakan pendekatan crossectional dan Rapid Assessment Procedures. Responden berjumlah 108 remaja dan 12 informan sebagai anggota FGD serta informan dua orangtua dan guru kesiswaan SMK M.
 
Hasil studi ini menunjukan adanya hubungan jenis kelamin, sikap permisif terhadap perilaku seksual, dan pola komunikasi orangtua dengan perilaku seksual berisiko di SMK M. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya komunikasi yang terbuka dan adanya tata aturan keluarga yang jelas dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
 

This study aims to get a picture of family social control, reinforcing factors and predisposing factors with sexual risk behavior in adolescents SMK M in Jakarta in 2013. Research design using cross sectional approach and Rapid Assessment Procedures. Respondents totaled 108 teens and 12 focus group members and informants as informants two parents and teachers of SMK student M.
 
Results of this study showed an association of sex, permissive attitudes toward sexual behavior, and patterns of parental communication with risky sexual behavior in SMK M. The study recommends the need for open communication and a clear family rules and regulations in the prevention of risky sexual behaviors in adolescents.
Read More
S-7778
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melia Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yovsyah, Putu Krisna Saputra
Abstrak:

Tingginya jumlah populasi remaja perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual yang sehat untuk mengurangi masalah yang dihadapi remaja. Banyak dari perilaku seksual remaja yang berujung pada masalah yang kompleks. Tujuan penelitian untuk memahaminya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada siswa SMAN di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur Tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit tahun 2024. Populasi adalah siswa kelas XI. Sampel berjumlah 250 orang. Menggunakan teknik cluster random sampling. Analisa multivariat menggunakan analisis uji multiple cox regression. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner SKRRI (2007) Hasil penelitian menunjukkan 55,2% siswa berperilaku seksual beresiko dan 44,8% siswa tidak berperilaku seksual beresiko. Terdapat korelasi yang bermakna pada variabel niat (p=0,048), memiliki pacar (p=0,000), paparan media pornografi (p=0,020). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara niat, memiliki pacar dan paparan media pornografi dengan perilaku seksual beresiko. Tidak ada hubungan antara perilaku seksual beresiko dengan jenis kelamin, ketaatan beragama, keaktifan di sekolah, pengetahuan, sikap, paparan media pornografi, peran guru, peran masyarakat, peran keluarga dan pengaruh teman sebaya. Kata kunci : Perilaku seksual beresiko, remaja, kesehatan reproduksi.


His height amount population teenager need balanced with enhancement knowledge, attitudes, and behavior healthy sex For reduce problems encountered teenager. Lots from behavior sexual ending teenager on complex problem. Objective study For understand it related factors with behavior sexual risky on high school students in the region Work Public health center Duren Sawit District, East Jakarta City Year 2024. Research use cross-sectional design . Study This carried out at regional high schools Work Public health center Duren Sawit District in 2024. Population is student class XI. Sample totaling 250 people. Use cluster random sampling technique. Analysis Multivariate use analysis multiple cox regression test. Data is collected with use SKRRI questionnaire (2007) Results study shows 55.2 % of students behave sexual at risk and 44.8% of students No behave sexual risky. There is meaningful correlation on variable intention (p=0.048), have girl/boyfriend (p=0.000), exposure to pornographic media (p=0.020). Based on results can concluded There is meaningful relationship between intention, have boyfriend and exposure to pornographic media with behavior sexual risky. No There is connection between behavior sexual risky with type sex, obedience religion, activeness at school, knowledge, attitudes, exposure to pornographic media, role of teachers, role society, role family and influence friend peer . Keywords : Behavior sexual at risk, youth, health reproduction.

Read More
T-6947
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Cakrawati; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Supardi
S-7990
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adia Reza Khaleda; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Gura Susana Waititalon
Abstrak:

Remaja putri yang tinggal di panti sosial merupakan kelompok rentan yang berisiko tinggi terlibat dalam perilaku seksual berisiko, seperti kehamilan di luar nikah, infeksi menular seksual (IMS), dan kekerasan seksual. Kerentanan ini dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga, pengalaman trauma, keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi, serta pola asuh institusional yang kurang memberikan bimbingan emosional. Kehidupan setelah keluar dari panti yang tidak dipersiapkan dengan baik juga memperbesar risiko mereka mengalami masalah reproduksi. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan intervensi kesehatan seksual dan reproduksi yang dirancang khusus untuk remaja putri di panti sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Comprehensive Sexuality Education (CSE) terhadap peningkatan pengetahuan, persepsi risiko (keparahan, kerentanan, efikasi diri), dan niat pencegahan perilaku seksual berisiko. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok intervensi (n=55), kontrol (n=62), dan peer educator (n=14). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel dalam kelompok intervensi dan peer educator (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol menunjukkan perubahan yang tidak bermakna secara statistik (p > 0,05). Intervensi CSE terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja putri menghadapi risiko perilaku seksual. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan CSE berbasis peer education secara berkelanjutan di panti sosial.




Adolescent girls living in child welfare institutions are a vulnerable group at high risk of engaging in risky sexual behavior, such as unintended pregnancy, sexually transmitted infections (STIs), and sexual violence. This vulnerability is influenced by a lack of family support, past trauma, limited access to reproductive health information, and institutional care that often lacks emotional guidance. Poor preparation for life after leaving the institution further increases their risk of reproductive health issues. Based on this situation, sexual and reproductive health interventions tailored specifically for adolescent girls in child welfare institutions are needed. This study aimed to assess the effect of Comprehensive Sexuality Education (CSE) on improving knowledge, risk perception (severity, vulnerability, self-efficacy), and the intention to prevent risky sexual behavior. A quasi-experimental design was used involving an intervention group (n=55), control group (n=62), and peer educator group (n=14). Wilcoxon tests showed significant improvements in all variables for the intervention and peer educator groups (p < 0.05), while the control group showed no statistically significant changes (p > 0.05). The CSE intervention proved effective in increasing adolescents’ preparedness to face risky sexual behavior. This study recommends the sustainable implementation of peer-based CSE in child welfare institutions.

Read More
S-12041
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive