Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 56 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dianiati Kusumo Sutoyo
JRI Vol.16, N0.3
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru, 1996
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mardiyah Chamim ... [et.al]
679.73 CHA g
Jakarta : KOJI Communication, 2011
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunik Kusumawardani
613.85 ROK r
Jakarta : Balitbangkes, 2016
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eneng Vini Widianti; Pembimbing: Yunis Miko Wahyono; Penguji: Anwar Hassan, siti Nuryanti
Abstrak: Merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan kematian. Jumlah perokok di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Selain itu, usia memulai kebiasaan merokok di Indonesia relatif tergolong muda. Penelitian ini berjudul Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Siswa SMP Negeri 'X' di Kota Bogor Tahun 2014.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara faktor-faktor (umur, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, ketersediaan rokok, keterjangkauan terhadap rokok, perilaku merokok keluarga, perilaku merokok teman, perilaku merokok guru, dan paparan iklan rokok) dengan perilaku merokok remaja di SMP Negeri 'X' Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 250 siswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat ukur penelitian.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23,2% responden pernah merokok, 38,1% berjenis kelamin laki-laki dan 12,4% berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil uji khai kuadrat terdapat empat variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 'X' Kota Bogor diantaranya jenis kelamin dengan OR 4,342, keterjangkauan terhadap rokok dengan OR 0,242, ketersediaan rokok dengan OR 3,624 dan perilaku merokok teman dengan OR 5,559. Dengan tingkat kepercayaan 95% untuk semua variabel.
 

Smoking is a public health concern because it lead to variety of illnesses and even death. The number of smokers in Indonesia from year to year tends to increase. In addition, age started smoking in Indonesia is relatively young. This study entitled Factors Associated with Smoking Behavior Junior High School "X" Students in the city of Bogor in 2014.
 
Purpose of this study was to determine the relationship between the factors (age, sex, knowledge, attitudes, cigarette availability, affordability of cigarettes, family smoking behavior, smoking behavior of friends, teachers smoking behavior and exposure to cigarette advertising) with adolescent smoking behavior in Junior High School "X" Bogor. This research is a quantitative study using cross-sectional design. The sample in this study amounted to 250 students. This study used a questionnaire as a measure of research.
 
The results of this study showed that 23,2% of respondents had ever smoked 38,1% were male and 12,4% female. Based on the test results khai squares are four variables have a significant association with smoking behavior in students of SMP Negeri "X" Bogor including sex with OR 4,342, affordability of cigarettes with OR 0,242, availability of cigarettes with OR 3,624 and smoking behavior of friends with OR 5,559. With a confidence level of 95% for all variables.
Read More
S-8442
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sari RG Sembiring; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, R. Sutiawan, Teti Tejayanti, Mouhamad Bigwanto
Abstrak: Pendahuluan: Bayi dengan BBLR mempunyai kemungkinan 4 kali lebih besar untuk meninggal selama 28 hari pertama masa hidupnya dibandingkan dengan bayi lahir dengan berat normal. Di Indonesia BBLR merupakan urutan kedua jenis penyakit terbanyak terkait pengunaan tembakau dimana dampaknya merupakan faktor yang sangat menentukan kesehatan di masa dewasa. Lebih dari 57% dalam sebuah rumah tangga mempunyai sedikitnya satu orang perokok dimana 91,8% merokok di dalam rumah tangga dan mengabaikan risiko serta bahaya paparan asap rokok. Metode: Penelitian ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia menggunakan data hasil Riskesdas 2018 dengan tujuan mengetahui efek paparan asap rokok dalam rumah tangga terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia setelah setelah dikontrol dengan faktor bayi (jenis kelamin), faktor ibu (tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, dan TBC pada ibu), faktor pelayanan kesehatan (frekuensi dan kualitas ANC) dan faktor lingkungan (wilayah tempat tinggal). Penelitian ini dilakukan dengan disain potong lintang serta analisis regresi logistik dan poisson. Hasil: Hasil penelitian dengan model akhir perilaku merokok berinteraksi dengan jenis kelamin serta dikontrol oleh variabel tingkat pendidikan ibu dan frekuensi ANC secara umum menunjukan bahwa tidak ada efek dari paparan asap rokok dalam rumah tangga dengan kejadian BBLR (meskipun p value pada jenis kelamin perempuan dengan paparan asap rokok ≥ 20btg lebih kecil dari 0.05, namun OR 0.056 atau bersifat protektif). Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian ini dan beberapa tinjauan hasil penelitian yang sejalan disimpulkan bahwa berat badan lahir tidak semata-mata dipengaruhi oleh riwayat paparan asap rokok, tetapi dalam suatu kondisi tertentu ada faktor lain yang mungkin lebih dominan. Dalam hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor seperti cara pengumpulan data hanya berdasarkan wawancara/kuesioner sehingga pengukuran terhadap paparan asap rokok dalam rumah tangga kurang dapat menggambarkan situasi sebenarnya (hasil pengukuran lemah. Kesimpulan: Berdasarkan analisis yang telah digunakan baik menggunakan metode regresi logistik maupun poisson adalah bahwa hasil penelitian ini belum dapat menjawab hipotesis yang menyatakan bahwa efek paparan asap rokok dalam rumah tangga meningkatkan kejadian BBLR di Indonesia tahun 2018 bahkan setelah dikontrol dengan variabel kovariat.

Introduction: Babies with LBW are 4 times more likely to die during the first 28 days
of life than babies born with normal weight. In Indonesia, LBW is the second largest
type of disease related to tobacco use where the impact is a very determining factor in
adulthood. More than 57% in a household has at least one smoker where 91.8% smoke
in the household and ignore the risks and dangers of exposure to cigarette smoke.
Method: This research was conducted in all regions of Indonesia using Riskesdas 2018
results with the aim of knowing the effect of exposure to cigarette smoke in the
household on the incidence of Low Birth Weight (LBW) in Indonesia after being
controlled by baby (sex), maternal factors (level maternal education, maternal
employment status, and tuberculosis to the mother), health service factors (frequency
and quality of ANC) and environmental factors (residential area). This research was
conducted with cross-sectional design and logistic and poisson regression analysis.
Result: The results of the study with the final model of smoking behavior interacting
with gender and controlled by variables of maternal education level and frequency of
ANC in general showed that there was no effect of cigarette smoke exposure in
households with LBW events (although p value in female sex with exposure cigarette
smoke b 20btg less than 0.05, but OR 0.056 or protective).
Discussion: Based on the results of this study and a few reviews of the results of the
research that are in line concluded that birth weight is not solely influenced by a history
of exposure to cigarette smoke, but in certain conditions there are other factors that may
be more dominant. In this case it might be due to several factors such as the way data is
collected based only on interviews / questionnaires so that the measurement of cigarette
smoke exposure in the household is less able to describe the actual situation (the
measurement results are weak).
Conclution: Based on the analysis that has been used both using logistic regression
methods and poisson is that the results of this study have not been able to answer the
hypothesis that the effect of cigarette smoke exposure in households increases the
incidence of LBW in Indonesia in 2018 even after being controlled by covariate
variables
Read More
T-5935
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irene Anastasia; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Krisnawati Bantas, Budi Raharjo
T-4191
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartono Mohamad
340.2 DAR d
Jakarta : Kompas, 2022
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masitoh; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Diah Utari Mulyawati, Widyastuti Wibisana
Abstrak: Prevalensi stunting di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 35.7%. Gizi kurang di Indonesia banyak terjadi di kalangan keluarga miskin (22.7%). Namun, prevalensi perokok justru lebih tinggi pada keluarga miskin (12%) daripada kelompok terkaya (7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran konsumsi rokok terhadap status gizi balita (stunting) pada keluarga miskin di Indonesia tahun 2010, mengunakan desain studi cross sectional pada 3562 rumah tangga miskin. Hasil penelitian menunjukkan balita dari keluarga dengan pengeluaran rokok pada kuintil 4-5 berisiko 1.2 kali lebih tinggi menderita stunting setelah dikontrol oleh variabel jumlah anggota rumah tangga, jumlah balita dan umur balita.
 

The prevalence of stunting in Indonesia is still high at 35.7%. Malnutrition in Indonesia is suffering commonly among poor families (22.7%). However, smoking prevalence is higher in poor families (12%) than the richest group (7%). This study aimed to determine the effect of cigarette consumption expenditure on stunting among toddlers in poor families in Indonesia in 2010, using a crosssectional study design in 3562 poor households. The result shows that toddlers from families with ciggarete expenditure at quintiles 4-5 have 1.2 times higher risk of suffering from stunting controlled by a variable number of household members, the number of infants and toddlers ages.
Read More
S-7926
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deby Triana Cyntia Wulandari; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Putri Bungsu, Punto Dewo, Maya Raiyan
Abstrak: Hipertensi saat ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa, akan tetapi juga diderita oleh remaja. Hipertensi pada remaja berkaitan dengan pola hidup tidak sehat yang dilakukan oleh remaja, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara merokok dengan hipertensi pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, menggunakan data Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5), dan analisis statistik dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami hipertensi sebesar 14,57% dan remaja yang merokok sebesar 17,99%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa perokok ringan memiliki risiko 0,63 kali lebih rendah untuk menderita hipertensi dibandingkan dengan bukan perokok setelah dikontrol dengan variabel jenis kelamin, sedangkan pada perokok berat tidak ditemukan hubungan yang bermakna. Screening hipertensi diperlukan untuk mengetahui status hipertensi pada remaja, sehingga penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan tepat
Kata kunci : Hipertensi, Merokok, Remaja, Indonesian Family Life Survey 5

Hypertension is currently not only suffered by adults, but also suffered by adolescents. Hypertension in adolescents related to unhealthy lifestyle by teenagers, one of them is smoking. This study aims to determine the relationship between smoking with hypertension in adolescents aged 15-19 years in Indonesia. This research is a quantitative research with cross sectional design, using Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5) data, and analysed statically with multiple logistic regression. The results showed that adolescents who experienced hypertension are 14.57% and adolescents smoked are 17.99%. Multivariate analysis showed that light smokers had a risk of 0.63 times lower for hypertension than not smokers after controlled for sex variables, whereas in heavy smokers there was no significant association. Screening of hypertension is needed to determine the hypertension status in adolescents, so that the management of hypertension can be done appropriately
Keywords: Hypertension, Smoking, Adolescents, Indonesian Family Life Survey 5
Read More
T-5511
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Mustaghfiri Asror; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Ary Susanti
Abstrak: Pada tahun 2017 Kota depok memiliki tingkat hipertensi primer mencapai angka 27,08% pada tahun 2017. Berdasarkan Riskesdas 2018 hasil tersebut mendekati prevalensi hipertensi Nasional yaitu sebesar (31,6%). Faktor risiko hipertensi yang diduga kuat oleh peneliti yaitu perilaku merokok di kalangan sopir hal tersebut mengacu pemeriksaan mengenai tingkat hipertensi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2013 terhadap supir bus, sebanyak 234 dari 314 responden yang diperiksa menderita hipertensi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai adanya hubungan antara kadar kotinin urin yang disebabkan oleh perilaku merokok sopir angkot terhadap gejala hipertensi serta variabel lain seperti riwayat hipertensi keluarga, aktivitas fisik, Indeks Masa Tubuh dan konsumsi alkohol menggunakan desain studi crossectional. Sebanyak 84,4% responden memiliki kadar kotinin ≥200 ng/mL, 13 responden (28,9%) mengalami gejala tekanan darah hipertensi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara kadar kotinin dengan hipertensi (p value = 0,093). Namun terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga (p value = 0,004). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki kadar kotinin yang tinggi akibat dari aktivitas merokok yang tinggi dan penemuan hipertensi juga tinggi
Kata Kunci: Hipertensi, kotinin, rokok, sopir, transportasi, urin

In 2017 Depok had a primary hypertension rate reaching 27.08% in 2017. Based on the Indonesia Basic Health Research 2018 the precentages approached the National Hypertension prevalence that is equal to (31.6%). The risk factor for hypertension that is strongly suspected by researchers is smoking behavior among drivers. It refers to an examination of the level of hypertension conducted by the Ministry of Health in 2013 on bus drivers, 234 of 314 respondents who were examined were suffering from hypertension. This study aims to provide an overview of the relationship between urinary cotinine levels caused by the smoking behavior of public transportation drivers on the symptoms of hypertension and other variables such as family history of hypertension, physical activity, Body Mass Index and alcohol consumption using a cross-sectional study design. As many as 84.4% of respondents had cotinin levels ≥200 ng / mL, 13 respondents (28.9%) experienced symptoms of hypertension. In this study no relationship was found between cotinin levels and hypertension (p value = 0.093). But there is a relationship between family history of hypertension (p value = 0.004). From this study it can be concluded that the majority of respondents have high levels of cotinin as a result of high smoking activity and the discovery of hypertension is also high.
Keywords: Hypertension, cotinine, cigarrette, driver, transportation, uri
Read More
S-10490
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive