Ditemukan 57 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Julita Hendrartini
JMPK Vol.03, No.03
Yogyakarta : UGM, 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Drajat Setiono, Rossi Sanusi
JMPK Vol.04, No.03
Yogyakarta : UGM, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ida Ayu Kade Widnjani, Ali Ghufron Mukti, Julita Hendrartini
JMPK Vol.07, No.03
Yogyakarta : UGM, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuniarsih Handayani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Besral, Amila Megraini, Danar Daya
Abstrak:
ABSTRAK
Read More
Tesis ini membahas hubungan antara dimensi kepuasan pasien dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan rawat inap di RS. Hermina Depok tahun 2012. Penelitian ini dilakukan karena peneliti melihat adanya penurunan pemanfaatan rawat inap (penurunan nilai BOR) pada tiga tahun terakhir serta hasil pengukuran kepuasan pelanggan yang tidak mengalami peningkatan pada dua tahun terakhir di RS. Hermina Depok. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan menggunakan Metode Service Quality (Servqual) yang terdiri dari lima dimensi yaitu tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien tertinggi terdapat pada dimensi assurance dan terendah pada dimensi responsiveness. Hasil uji statistik dimensi kepuasan tangibility, responsiveness, assurance, dan emphaty mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat pemanfaatan ulang. Dimensi tangibility adalah dimensi yang paling kuat hubungannya dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan rawat inap, dengan mendapat pengaruh dari dimensi assurance. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar RS. Hermina Depok memperbaiki kualitas pelayanan terutama pada dimensi tangibility.
ABSTRACT
This thesis studies the relation between dimensions of patient satisfaction and re-use interest of inpatient room service at RS. Hermina Depok in 2012. This study was held because the visiting of inpatient room service (BOR) had decreased since three years before, and patient satisfaction of RS. Hermina didn’t increase significantly for two years. This study is observational study and use cross sectional design. Method of Service Quality (Servqual) was used to measure patient satisfaction, which content of five dimensions there are tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty. The results of study are, the highest patient satisfaction is dimension of assurance and the lowest patient satisfaction is dimension of responsiveness. The results of statistic test are, dimensions tangibility, responsiveness, assurance, and emphaty have significantly relationship to re-use interest. Dimension of tangibility has the strongest relation to re-use interest of inpatient care service, influenced by dimension of assurance. The researcher suggests RS. Hermina Depok to increase quality of health care service especially for dimension of tangibility.
T-3708
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arif Prima; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Masyitoh, Muh. Syaiful Akbar
Abstrak:
Read More
Dalam hal mengukur kepuasan pasien, sudah menjadi bagian integral dari strategi manajemen penyedia pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Dengan demikian kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam keberhasilan penyedia pelayanan kesehatan dalam menyelenggerakan kesehatan. Dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Klinik nomor 028/MENKES/PER/I/2011 mencantumkan bahwa klinik sebagai salah satu bentuk fasilitas pelayanan kesehatan dibutuhkan untuk terselenggaranya pelayanan dan bermutu dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Permenkes RI, No 28 th 2011).Kepuasan pasien Ortotik Prostetik berkaitan dengan alat bantu dan pelayanan yang didapatkan sesuai kebutuhan yang dipengaruhi oleh harapan, pengalaman, kondisi kehidupan, serta pelayanan perawatan kesehatan yang didapatkan. tujuan peneltian ini yaitu untuk Mengetahui kepuasan pasien penerima layanan Ortotik Prostetik di Klinik CV. Kurnia Putra Ortosa Protesa Bekasi dengan model Service Quality (Servqual) tahun 2022.Jenis penelitian yang telah peneliti lakukan adalah penelitian kuantitatif dengan design penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 68 orang dalam waktu 2 (dua) bulan pengambilan data.Item pertanyaan pada setiap dimensi mendapat skor : tangible memiliki rata-rata harapan sebesar 89% dan kenyataan sebesar 91% dengan skor kepuasan 102,75%, responsiveness memiliki rata-rata harapan sebesar 92% dan kenyataan sebesar 95% dengan skor kepuasan sebesar 102,52%, reliability memiliki rata-rata harapan sebesar 90% dan kenyataan sebesar 93% dengan skor kepuasan 103,27%, assurance memiliki rata-rata harapan sebesar 90% dan kenyataan sebesar 92% dengan skor kepuasan sebesar 102,54%, dan empathy memiliki rata-rata harapan sebesar 91% dan kenyataan sebesar 94% dengan skor kepuasan 103,82%. Semua dimensi servqual pada penelitian ini mendapat skor rata-rata sebesar 102,98% Semua atribut kualitas pelayanan yang menjadi harapan pelanggan pada Klinik CV. Kurnia Putra Ortosa Protesa kinerjanya sudah memuaskan, hal ini dapat diketahui dari lima dimensi dengan rasio yang diukur rata-rata nilai kenyataan yang dibagi dengan nilai harapan pasien yang menandakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh Klinik CV. Kurnia Putra sudah melebihi ekspektasi (harapan) dari pasien
In terms of measuring patient satisfaction, it has become an integral part of the management strategy of healthcare providers worldwide. Thus the quality of health services with patient satisfaction is an important indicator of the success of health service providers in administering health care. In the regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia concerning Clinics number 028/MENKES/PER/I/2011 it states that clinics as a form of health service facility are needed for the implementation of quality and service in order to improve public health status (Permenkes RI, No 28 of 2011). Prosthetic Orthotic patient satisfaction is related to assistive devices and services obtained according to needs which are influenced by expectations, experiences, living conditions, and health care services obtained. The purpose of this research is to find out the satisfaction of patients receiving Orthotic Prosthetic services at the CV Clinic. Kurnia Putra Ortosa Protesa Bekasi with the 2022 Service Quality (Servqual) model. The type of research that the researchers have conducted is quantitative research with an observational research design using a cross-sectional approach. The sampling technique in this study was total sampling with the number of samples in this study as many as 68 people within 2 (two) months of data collection. Question items on each dimension got a score: tangible has an average expectation of 89% and reality of 91 % with a satisfaction score of 102.75%, responsiveness has an average expectation of 92% and a reality of 95% with a satisfaction score of 102.52%, reliability has an average expectation of 90% and a reality of 93% with a satisfaction score of 103 .27%, assurance has an average expectation of 90% and a reality of 92% with a satisfaction score of 102.54%, and empathy has an average expectation of 91% and a reality of 94% with a satisfaction score of 103.82%. All servqual dimensions in this study received an average score of 102.98%. All service quality attributes that customers expect at CV Clinic. Kurnia Putra Ortosa Protesa's performance has been satisfactory, this can be seen from five dimensions with the ratio measured by the average reality value divided by the patient's expectation value which indicates that the services provided by the CV Clinic. Kurnia Putra has exceeded the patient's expectations
T-6752
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Gusti Putu Maryanti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun, Iwan Turniawan, Puput Oktamianti
B-1663
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Veronika Hanny Soetisno; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Lanjar Sugiyanto,Yessy Susanti
B-1674
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Surya Nanda;Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Dian Ayubi, Besral; Beben Saiful Bahri, Elis Rohmawati
Abstrak:
Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pemberi layanan kesehatan tingkat petama milik pemerintah di Indonesia. Pada tahun 2016 sampai 2019 terdapat penurunan jumlah kunjungan rawat jalan puskesmas di Kota Pariaman sebesar 29,4%. Kepuasan atau ketidakpuasan pasien terhadap layanan puskesmas akan memengaruhi perilaku pasien berikutnya seperti pembelian kembali layanan atau minat untuk melakukan kunjungan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kualitas layanan pada minat kunjungan ulang pasien ke puskesmas di Kota Pariaman tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan data dikumpulkan dari 156 orang yang pernah berkunjung ke puskesmas di Pariaman dalam waktu 3 (tiga) minggu terakhir. Analisis statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 88,5% responden menyatakan akan melakukan kunjungan ulang kunjungan ulang; rata- rata kepuasan tertinggi responden berada pada dimensi emphaty yaitu sebesar 88,05%, dan terendah pada dimensi reliability yaitu sebesar 84,22%; terdapat perbedaan kepuasan dimensi responsivenes, dan assurance pada minat kunjungan ulang responden ke puskesmas; umur, jenis kelamin, pendidikan, dan aksesibilitas merupakan confounding pada dimensi responsiveness dan assurance. Pekerjaan hanya confounding pada dimensi assurance. Puskesmas diharapkan Puskesmas diharapkan melakukan prioritas pada peningkatan pelayanan perawat yang responsive serta menjamin obat tersedia dengan cukup dan lengkap serta mempertahankan hal-hal yang dianggap pelanggan yang baik.
Puskesmas is one of the first-level types of governments health care services in Indonesia. In 2016 and 2019, occurred a decrease in outpatient visits to the puskesmas by 29,4% in Pariaman. Patiens satisfaction or dissatisfaction with a service will affect subsequent patiens behavior such as product repurchase or revisit interest. This research aims to determine differences in service quality satisfaction in the interest of patients to revisit puskesmas in the Pariaman in 2019. This study design is a cross-sectional and the data was collected from 156 people who had visited the last 3 (three) weeks to the puskesmas in Pariaman. Statistical analysis using chi-square. The research results obtained 88.5% of respondents said they would make a revisit; the highest average satisfaction of respondents is in the empathy dimension that is equal to 88.05%, and the lowest in the reliability dimension that is equal to 84.22%; there are differences in the satisfaction dimensions of responsiveness, and assurance on the respondents' interest in visiting the puskesmas; age, gender, education, and accessibility are confounding on responsiveness and assurance dimensions. The work is only confounding on the assurance dimension.puskesmas is expected to prioritize efforts for improving the pharmacy service, nurse services and and to maintain things that are considered good customers
Read More
Puskesmas is one of the first-level types of governments health care services in Indonesia. In 2016 and 2019, occurred a decrease in outpatient visits to the puskesmas by 29,4% in Pariaman. Patiens satisfaction or dissatisfaction with a service will affect subsequent patiens behavior such as product repurchase or revisit interest. This research aims to determine differences in service quality satisfaction in the interest of patients to revisit puskesmas in the Pariaman in 2019. This study design is a cross-sectional and the data was collected from 156 people who had visited the last 3 (three) weeks to the puskesmas in Pariaman. Statistical analysis using chi-square. The research results obtained 88.5% of respondents said they would make a revisit; the highest average satisfaction of respondents is in the empathy dimension that is equal to 88.05%, and the lowest in the reliability dimension that is equal to 84.22%; there are differences in the satisfaction dimensions of responsiveness, and assurance on the respondents' interest in visiting the puskesmas; age, gender, education, and accessibility are confounding on responsiveness and assurance dimensions. The work is only confounding on the assurance dimension.puskesmas is expected to prioritize efforts for improving the pharmacy service, nurse services and and to maintain things that are considered good customers
T-5783
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Enka Rafsanjanie; pembimbing : Kurnia Sari; Penguji: Mieke Savitri, Indah Rosana
Abstrak:
Dari tahun 2009 sampai tahun 2012 kunjungan di klinik anak RSUD Kota Bekasi mengalami penurunan jumlah kunjungan setiap tahunnya. Oleh sebab itu perlu diteliti bagaimana keputusan berkunjung kembali di klinik anak serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi mutu pelayanan dengan keputusan berkunjung kembali di klinik Anak RSUD Kota Bekasi, dengan responden orangtua/wali pasien klinik anak. Hasil Penelitian inidianalisis secara univariat dan bivariat, dengan menggunakan Uji Chi-Square. Penelitian didapatkan bahwa 73% responden memutuskan untuk berkunjung kembali. Serta diketahui ada hubungan yang bermakna antara persepsi mutupelayanan dengan keputusan berkunjung kembali, yaitu: dimensiReliability (p-value 0,000 dan OR 23,21) dimensi Responsiveness (p-value 0,000 dan OR 15,23)dimensi Assurance (p-value 0,000 dan OR 27,72) dimensi Empathy (p-value0,000 dan OR 36,22) dimensi Tangibel (p-value 0,000 dan OR 8,75) Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Keputusan Berkunjung Kembali.
Read More
S-8271
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurlaili Maya Ramadhanty; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Mardiati Nadjib, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Adi Kuanto, Supriyantoro
Abstrak:
Read More
Latar belakang : Mencapai kualitas pelayanan yang baik merupakan hal krusial bagi Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Selain melalui aspek pengobatan, aspek lain yang dapat memengaruhi persepsi kualitas layanan adalah lingkungan fisik. Pasien akan menilai kualitas jasa rumah sakit yang tak wujud melalui lingkungan fisik yang konkret. Maka dari itu perhatian pada dimensi lingkungan fisik terbilang penting, mengingat pengaruhnya pada pembentukan persepsi kualitas layanan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan lingkungan fisik dan dimensi-dimensinya terhadap persepsi kualitas layanan di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional (potong lintang). Data primer diperoleh dari pengisian kuisoner sebanyak 200 orang. Lingkungan fisik dinilai dengan aspek kondisi lingkungan, tata letak fungsionalitas, tanda symbol, desain dan kebersihan, dan persepsi kualitas layanan dinilai dengan kualitas fungsional dan teknikal Hasil penelitian : Hasil analisis menunjukan terdapat korelasi sedang antara lingkungan fisik dengan persepsi kualitas layanan dengan aspek lingkungan fisik yang paling berhubungan dengan persepsi kualitas layanan adalah kondisi lingkungan. Sedangkan desain dan tanda symbol tidak terdapat hubungan. Kesimpulan : Peningkatan lingkungan fisik melalui peningkatan kondisi lingkungan, tata letak ruang dan fungsionalitas dan kebersihan dapat membantu membangun hubungan yang kuat terhadap persepsi kualitas layanan, oleh karena itu perlu untuk meningkatkan lingkungan fisik melalui peningkatan pengelolaan fasilitas yang telah. Kata kunci: Lingkungan Fisik, Kualitas Pelayanan, Rawat Inap
Background: Achieving good service quality is crucial for the Prabumulih General Hospital. Apart from the treatment, another aspect that can influence the perception of service quality is the servicescape. Patients will assess the quality of intangible hospital services through the concrete physical environment. Therefore, attention to the dimensions of the servicescape is important, considering its influence on the formation of perceived service quality. Objective: This study aims to examine the relationship between the servicescape and its dimensions on the perceived service quality in inpatient unit at the Prabumulih General Hospital. Methods: This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. Primary data was collected from a questionnaire filled out by 200 individuals. The physical environment was assessed based on environmental conditions, functional layout, symbols, design and cleanliness, and the perception of service quality was evaluated in terms of functional and technical quality. Results: Based on statistical tests, it was found that the servicescape had a significant correlation between the physical environment and the perception of service quality, with environmental conditions being the physical aspect most associated with the perception of service quality. Meanwhile, there is no correlation found between design and symbols and the perception of service quality. Conclusion : Improving the physical environment through the enhancement of environmental conditions, spatial layout, functionality, and cleanliness can help build a strong relationship with the perception of service quality. Therefore, it is necessary to improve the physical environment by enhancing the management of existing facilities Keywords: Servicescape, Service Quality, Inpatients
B-2407
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
