Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Dheif Athoillah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, M. Helmy Ilhamsyah
Abstrak:
Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta – Bawen Seksi 1 (Paket 1) merupakan proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang memiliki beberapa aktvitas kerja yang kompleks dan berisiko. Meningkatnya kompleksitas kegiatan kerja dalam sektor konstruksi dapat menyebabkan kurangnya akan kesadaran situasi pada pekerja. Kesadaran situasi dalam bekerja yaitu memperhatikan apa yang terjadi di sekitar pekerja, di mana pekerja berada dalam hubungannya dengan orang atau benda lain, dan potensi risiko dan bahaya apa yang mungkin ada pada lingkungan, perilaku, dan peralatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan pengumpulan data kesadaran situasi, kecelakaan kerja, dan faktor risiko lainnya dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi yang telah dilakukan pada bulan Maret 2023 dengan 260 responden (241 pekerja outdoor dan 19 pekerja indoor). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 237 (91.2%) pekerja memiliki tingkat kesadaran situasi sedang dan sebanyak 23 (8.8%) pekerja memiliki tingkat kesadaran situasi tinggi. Penelitian ini menemukan bahwa kesadaran situasi (OR = 3.733), beban kerja (OR = 3.367), durasi kerja (OR = 2.948), kelelahan (OR = 2.778), dan kuantitas tidur (OR = 2.032) memiliki hubungan terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil studi tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian seperti melakukan intervensi untuk meningkatkan kesadaran situasi pekerja, penerapan jadwal shift kerja, dan memperbanyak tenda tempat beristirahat untuk pekerja outdoor.

The Yogyakarta – Bawen toll road construction project package 1 (section 1) is a transportation infrastructure development project that has several complex and risky work activities. The increasing complexity of work activities in the construction sector can lead to a lack of situational awareness among workers. Situational awareness at work, namely paying attention to what is happening around the worker, where the worker is in relation to other people or objects, and what potential risks and hazards may exist in the environment, behavior and equipment. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design and data collection on situational awareness, work accidents, and other risk factors was carried out using questionnaires, interviews, and observations which were conducted in March 2023 with 260 respondents (241 outdoor workers and 19 indoor workers). ). The results showed that 237 (91.2%) workers had a moderate level of situational awareness and 23 (8.8%) workers had a high level of situational awareness. This study found that situation awareness (OR = 3.733), workload (OR = 3.367), work duration (OR = 2.948), fatigue (OR = 2.778), and sleep quantity (OR = 2.032) have a correlation to work accidents. Based on the results of these studies, it is necessary to carry out various control efforts such as conducting interventions to increase awareness of the situation of workers, implementing work shift schedules, and increasing the number of resting tents for outdoor workers.
Read More
S-11353
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Indriati Peramarani; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Abdul Kadir, Hanif Safar
Abstrak:
Human factors masih menjadi kontributor dominan terhadap kecelakaan di sektor penerbangan. Laporan IATA (2024), termasuk situational awareness. Mental workload (MWL) diketahui sebagai salah satu faktor yang memengaruhi situational awareness (SA). Petugas Airside Operation berperan penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional bandara, tetapi kajian mengenai MWL dan SA pada unit ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat MWL dan SA, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada petugas Airside Operation. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional pada komponen kuantitatif dan thematic analysis pada komponen kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 56 responden dan 8 informan petugas Airside Operation di Bandara X pada bulan September-Desember 2025. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan SART, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki MWL kategori tinggi (53,6%) dan SA kategori sedang (71,4%). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara MWL dan SA (r = −0,370; p = 0,005). Hasil thematic analysis mengidentifikasi 9 tema utama yang menggambarkan fenomena MWL dan SA pada petugas Airside Operation. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan MWL dan SA sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan operasional bandara.

Human factors remain a dominant contributor to accidents in the aviation sector. The IATA report (2024) highlights human factors, including situational awareness. Mental workload (MWL) is recognized as one of the factors influencing situational awareness (SA). Airside Operation personnel play a crucial role in maintaining airport safety and operational efficiency; however, studies on MWL and SA within this unit remain limited. This study aims to analyze the levels of MWL and SA and examine the relationship between these two variables among Airside Operation personnel. This study employed a mixed-method approach, consisting of a cross-sectional design for the quantitative component and thematic analysis for the qualitative component. The study participants included 56 respondents and 8 informants from the Airside Operation unit at Airport X, collected between November and December 2025. Quantitative data were obtained using the NASA Task Load Index (NASA-TLX) and the Situation Awareness Rating Technique (SART), while qualitative data were collected through semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using Pearson’s correlation test, and qualitative data were analyzed using thematic analysis. The results indicated that the majority of respondents experienced high MWL (53.6%) and moderate SA (71.4%). Correlation analysis revealed a significant negative relationship between MWL and SA (r = −0.370; p = 0.005). The thematic analysis identified nine main themes describing the phenomena of MWL and SA among Airside Operation personnel. These findings highlight the importance of managing mental workload and situational awareness as part of efforts to enhance airport operational safety.
Read More
S-12202
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive