Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Studi dari berbagai sumber melaporkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan terutama pada kategori usia mahasiswa merupakan pencetus Gangguan Media Sosial (GMS) yang dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental lainnya. Studi ini menggunakan kerangka Socio Ecological Model (SEM) dalam empat ruang lingkup yakni lingkup individual, social network, community, dan lingkup societal mahasiswa
Universitas Indonesia (UI). Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor ekologi sosial dalam kaitannya dengan GMS pada mahasiswa UI. Studi cross-sectional fokus pada media sosial Whatsapp, Youtube, Facebook, Instagram, Tiktok, X, Line, dan Telegram. Total sampel 320 mahasiswa sarjana angkatan 2021-2024 UI dilakukan pada Bulan Maret-Mei 2025 melalui googleform. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan 25,9% mahasiswa UI mengalami GMS. Hubungan yang signifikan
dengan Gangguan Media Sosial hanya ditemukan di lingkup individual yakni faktor durasi (p value = 0,042; OR=1,734; 95%CI=1,020-2,948) dan lingkup social network yakni faktor pengaruh teman sebaya (p value < 0,001; OR=3,175; 95%CI=1,820-5,538), setelah dikontrol oleh variabel lainnya. Diharapkan UI melalui Badan Kesejahteraan UI
dapat merumuskan kebijakan pencegahan GMS di level universitas yang bersifat preventif dan promotif dengan mempertimbangkan konten edukasi yang menjelaskan faktor durasi dan pengaruh teman sebaya.
Studies from various sources report that excessive use of social media, especially in the student age category, is a trigger for Social Media Disorder (SMD) which can be related to other mental health problems. This study uses the Socio Ecological Model (SEM) framework in four scopes; individual, social network, community, and societal scope of students at the Universitas Indonesia (UI). The study aims to analyze the relationship between social ecological factors in relation to SMD among UI students. The cross- sectional study focused on social media Whatsapp, Youtube, Facebook, Instagram, Tiktok, X, Line, and Telegram. This study was conducted in March-May 2025 with 320 respondents via Googleform. The data analysis used multivariate using the logistic regression test. This study found 25.9% of UI students have SMD. Significant relationships with SMD were only found in the individual scope, the duration factor (p value = 0.042; OR = 1.734; 95% CI = 1.020-2.948) and the social network scope, the peer influence factor (p value <0.001; OR = 3.175; 95% CI = 1.820-5.538). This study recommend Badan Kesejahteraan UI to formulate a preventive and promotive GMS prevention policy at the university level by considering educational content that explains the duration factor and peer influence.
Kata kunci: Preferensi Media Sosial, Sumber Informasi PMK, Bidan Musi Rawas
