Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Abdul Mahfuzh Zulfiqar Putra Hamid; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dian Ayubi, Hadi Pratomo, Bahrul Fuad, Harry Hikmat
Abstrak: Penyandang disabilitas merupakan kelompok yang termajinalkan di masyarakat sehingga seringkali dieksklusikan dalam lingkungan. Hal ini menjadi permasalahan serius karena adanya pandangan negatif terhadap disabilitas. Tidak hanya penyandang disabilitas yang mendapatkan stigma dari masyarakat namun orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas psikososial ikut terkena dampaknya. Stigmatisasi membuat keluarga tertekan secara fisik dan mental sehingga dibutuhkan strategi koping dalam menangani stres akibat adanya stigma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara mendalam stigma dan strategi koping keluarga dengan anggota keluarga disabilitas psikososial
People with disabilities are a marginalized group in society, so they are often excluded from the environment. This is a serious problem because of the negative view of disability. Not only people with disabilities who get stigma from society but parents who have children with psychosocial disabilities are also affected. Stigmatization makes families physically and mentally depressed so coping strategies are needed in dealing with stress due to stigma. The purpose of this research is to find out in depth the stigma and coping strategies of the family with family members with psychosocial disabilities. This research is qualitative research with a case study approach which was carried out in May – July 2022 at the SATUNAMA foundation with 12 informants including 6 families with psychosocial disabilities, 4 caregivers, 1 person in charge of the program, and 1 community leader. The results showed that the stigma experienced by the family in the form of feeling failed to be a good family, getting unpleasant treatment such as being scorned by relatives and society, and the stigma felt by the family anticipated related to the future of family members who experienced psychosocial disability schizophrenia. Coping strategies are carried out by families in reducing stress due to the stigma of asking for expert opinions, asking for family help, and worshiping. The results of this research recommend that the Office of Social Affairs can develop programs to reduce stigma and facilitate social rehabilitation for persons with psychosocial disabilities.
Read More
T-6424
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonia Viena Hemo; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Gabriel Amir
Abstrak:
Pemasungan kerap dijadikan keluarga sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan kondisi pasien dengan gangguan jiwa berat. Akan tetapi, alih-alih mengurangi beban, praktik pemasungan justru menjadi stressor baru bagi keluarga. Stressor ini muncul dalam bentuk beban perawatan yang meningkat karena pasien harus dirawat di rumah dan membutuhkan perhatian serta pengawasan secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui beban perawatan, serta dinamika koping caregiver dan noncaregier yang melakukan perawatan pada pasien gangguan jiwa berat selama masa pemasungan di wilayah urban dan rural yang berada di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur pada informan utama, informan kunci, dan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban yang dirasakan oleh caregiver dan noncaregiver sangat bervariasi, baik dari aspek objektif dan subjektif. Variasi ini turut memengaruhi strategi koping yang digunakan, dimana setiap individu menyesuaikan cara mengatasi beban berdasarkan jenis beban yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dalam merancang program yang bertujuan untuk mengurangi beban perawatan serta mendukung penguatan strategi koping yang lebih adaptif, baik caregiver maupun noncaregiver. 

Restraint is often used by families as a last resort to manage the condition of relatives with severe mental illness. However, instead of decreasing the burden, this practice often becomes a new stressor for the family. This stressor emerges in the form of an increased caregiving burden, as the patient must be cared for at home and requires constant attention and supervision. The aim of this study is to explore the caregiving burden and the coping dynamics of both caregivers and noncaregivers who are involved in the care of patients with severe mental illness during the period of restraint in both urban and rural areas of Manggarai Regency. This research employed a qualitative method, with data collected through semi-structured in-depth interviews with primary informants, key informants, and additional informants. The findings reveals that the burden experienced by caregivers and noncaregiers varies significantly, both in objective and subjective dimension. These variation also influence the coping strategies employed, as each individuals adapts their coping mechanisms according to the type and intensity of the burden they face. Therefore, collaboration between the Manggarai Regency Government and the Manggarai Regency Health Office is essential in designing programs aimed at reducing the caregiving burden and strengthening more adaptive coping strategies for both caregivers and noncaregivers.
Read More
S-11918
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sherry Anastasya; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Avita A.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan penerapan strategi koping terkait konsumsi rumah tangga selama pandemic COVID-19 di DKI Jakarta tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang berjudul "SituasiKetahanan Pangan Keluarga dan Coping Mechanism dalam Kondisi Pandemi COVID-19 di Wilayah Urban dan Semi Urban Tahun 2020", dengan total sampel sebanyak 247 rumah tangga.Analisis data menggunakan uji McNemar, uji chi-square, dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 30,8% rumah tangga tergolong tahan pangan, sedangkan 69,2% rumah tangga tergolong rawan pangan.
Read More
S-10694
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maham Gul; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Retno Mardhiati, Hilmansyah Panji Utama
Abstrak:
Gangguan kesehatan mental seperti stres, depresi, dan penurunan kesejahteraan psikologis memengaruhi lebih dari 970 juta orang di seluruh dunia dan semakin dikaitkan dengan penggunaan perangkat digital yang berlebihan, di mana studi ini menemukan bahwa 49% partisipan mengalami tingkat stres sedang hingga tinggi dan 42% melaporkan gejala depresi, menunjukkan beban signifikan yang terkait dengan perilaku berbasis layar modern. Indonesia dan Pakistan dipilih sebagai lokasi penelitian karena digitalisasi yang cepat, tingginya prevalensi waktu layar di kalangan pemuda, dan meningkatnya kekhawatiran terkait kesehatan mental di negara-negara berkembang ini. Tujuan utama penelitian ini adalah menyelidiki bagaimana strategi koping—baik adaptif maupun maladaptif—memoderasi hubungan antara paparan radiasi perangkat elektronik, yang diukur melalui rata-rata waktu layar harian, dengan hasil kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mengumpulkan data dari 200 partisipan berusia 15 tahun ke atas melalui survei daring yang dilakukan antara Desember 2024 hingga Februari 2025, menggunakan instrumen terstandar seperti Perceived Stress Scale (PSS), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), Mental Health Inventory (MHI), dan Brief COPE Inventory, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis korelasi, ANOVA, dan model regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,5% partisipan melaporkan penggunaan layar harian selama 6–9 jam, dengan analisis bivariat menunjukkan korelasi positif antara durasi waktu layar yang lebih panjang dengan tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi, serta hubungan negatif dengan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa strategi koping secara signifikan memoderasi hubungan tersebut, di mana koping adaptif mampu mengurangi, sementara koping maladaptif justru meningkatkan risiko masalah kesehatan mental yang terkait dengan penggunaan layar yang berlebihan. Temuan ini menekankan perlunya strategi kesehatan masyarakat yang mendorong kebersihan digital, literasi kesehatan mental, dan keterampilan koping adaptif, khususnya di kalangan pengguna perangkat digital yang muda dan berfrekuensi tinggi.

Mental health disorders such as stress, depression, and reduced psychological well-being affect over 970 million people worldwide and are increasingly linked to excessive use of digital devices, with this study finding that 49% of participants experienced moderate to high perceived stress and 42% reported depressive symptoms, indicating a significant burden tied to modern screen-based behaviors. Indonesia and Pakistan were chosen as study sites due to their rapid digitalization, high screen-time prevalence among youth, and rising concerns about mental health in these emerging economies. The primary objective of this research was to investigate how coping strategies—both adaptive and maladaptive—moderate the relationship between electronic device radiation exposure, measured via average daily screen time, and mental health outcomes. A cross-sectional design was employed, collecting data from 200 participants aged 15 years and older through an online survey conducted between December 2024 and February 2025, utilizing standardized instruments such as the Perceived Stress Scale (PSS), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), Mental Health Inventory (MHI), and Brief COPE Inventory, with analyses performed using descriptive statistics, correlation analysis, ANOVA, and multiple regression modeling. Results revealed that 54.5% of participants reported daily screen use of 6–9 hours, with bivariate analysis indicating positive correlations between longer screen time and higher levels of stress and depression, alongside lower overall psychological well-being. Multivariate analysis confirmed that coping strategies significantly moderated these relationships, where adaptive coping mitigated, and maladaptive coping exacerbated, mental health risks associated with extensive screen exposure. These findings emphasize the urgent need for public health strategies promoting digital hygiene, mental health literacy, and adaptive coping skills, particularly among young, high-frequency digital users.
Read More
T-7386
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive