Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lengga Herlina; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayunigtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Suprapto, Kamaluddin Latief
T-4173
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Islami Rusdianawati; Pembimbing: Ayuningtyas Dumilah; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Albani Nasution, Jalil
Abstrak: Tesis ini membahas tentang penyusunan Rencana Strategi Bisnis RSUD Palabuhanratu tahun 2012-2016 sebagai prasyarat untuk menjadi PPK BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah). Tujuan penelitian ini adalah disusunnya rencana strategi bisnis yang paling sesuai dan realistik dengan kondisi internal dan eksternal RSUD Palabuhanratu.
 
Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan pendekatan analisis masalah secara deskriptif analisis menggunakan alat formulasi strategi berupa Analisis SWOT, Matriks EFE, Matriks IFE, Matriks IE dan Matriks TOWS. Strategi terpilih hasil analisis adalah Product Development dan Market Penetration. Selanjutnya dari strategi terpilih dibuat alternatif strategi yang aplikatif untuk diimplementasikan langsung oleh RSUD Palabuhanratu.
 
Berdasar hasil penilaian dengan QSPM, maka strategi terpilih yang diimplementasikan dari strategi Product Development adalah : Meningkatkan Jenis Layanan, anatar lain dengan pembukaan poli eksekutif, penambahan jenis poli spesialis, dan pembangunan ruang VVIP. Adapun strategi yang akan diimplementasikan dari Market Penetration adalah : Pelayanan Luar Gedung, seperti pelayanan poli spesialis di Puskesmas, kerjasama dengan klinik-klinik perusahaan dalam hal pelayanan medis, penyediaan obat-obatan, layanan ambulan dan lain-lain.
 

This thesis discusses the preparation of the Strategic Business Plan for Hospital Palabuhanratu years 2012 - 2016 as a prerequisite for the KDP BLUD. The BLU policy is one of government's efforts to improve the quality of its Public Service including hospitals. The purpose of this study is to review the most appropriate and realistic formulation of business strategy plan due the condition of internal and external conditions Palabuhanratu hospitals.
 
This study is an operational research approach focusing on problem analysis and descriptive analysis using strategy formulation tools in the form of a SWOT analysis, EFE matrix, IFE Matrix, IE Matrix and Matrix tows. Based on strategy analysis and TOWS matrix IE result, this research chosen Product Development and Market Penetration. Furthermore, based from the chosen strategy this thesis made applicable alternative strategies to be implemented directly by the Palabuhanratu Hospital.
 
Based on the assessment results with QSPM, which is an instrument of strategic decision-making, then selected the strategy which is implemented from the Product Development strategy is to: improving the service type, such as opening executive poly, the addition of specialists poly types and the construction of VVIP room. Another strategy would be implemented from Market Penetration is: Foreign Service Buildings, such as poly specialist services in health centers, clinics cooperation with companies in terms of medical services, provision of drugs, ambulance services and others.
Read More
B-1392
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Citra Puspita; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Sudung Nainggolan, Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Sebagai rumah sakit swasta non profit kelas C di daerah 3 T, Rumah Sakit Umum Bethesda (RSUB) Serukam menghadapi berbagai tantangan untuk dapat mencapai visi misi dan mempertahankan kesinambungan organisasi (sustanibility). Oleh karena itu, RSUB perlu mengembangkan rencana strategis yang sesuai untuk tahun 2020-2024 yang berimbang antara perspektif finansial dan non finansial yaitu menggunakan pendekatan balanced scorecard. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sukses kritis dari lingkungan internal dan eksternal, menentukan posisi strategis, merumuskan strategi alternatif dan sasaran strategis beserta indikator kinerja yang terukur untuk RSUB Serukam. Ini adalah studi riset operasional dengan desain kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan metode Consensus Decision Making Group (CDMG) untuk menghindari bias. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) pada tahap input dan matriks Internal External (IE) dan matriks Threat Opportunity Weakness Strength (TOWS) pada tahap pencocokan. Tahap terakhir menggunakan matriks Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) dalam menentukan prioritas alternative strategi. Penelitian ini dilakukan di RSUB Serukam, kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, dari bulan April hingga Desember 2019. RSUB memiliki respons menengah ke bawah dalam memanfaatkan faktor strategis internal dan eksternal di mana kelemahan dan ancaman lebih menonjol daripada kekuatan maupun peluangnya. Hasil tahap pencocokan masih menempatkan RSUB pada posisi kotak V yaitu posisi strategi memegang dan mempertahankan dan merumuskan 6 strategi alternatif, 16 sasaran strategis dan 35 indikator kinerja utama yang berfokus pada penetrasi pasar, pengembangan produk dan penghematan.

As a non-profit class C private hospital in remote area, Bethesda General Hospital (BGH) faces various challenges in being able to achieve its vision and sustainability. Therefore, BGH needs to develop an appropriate strategic plan for 2020-2024 that is balanced between financial and non-financial perspectives using a balanced scorecard approach. This study aims to identify the critical success factors of the internal and external environment, determine strategic positions, formulate alternative strategies and strategic targets along with measurable key performance indicators for BGH. This is a operational research with qualitative design. Data were collected through in-depth interviews, document review and Consensus Decision Making Group (CDMG) method to avoid bias. Data were analyzed using Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrixes at the input stage and Internal External (IE) and Threat Opportunity Weakness Strength (TOWS) matrixes at the matching stage. At final stage, Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) were applied. This study was conducted at BGH, Serukam, Bengkayang Regency, West Borneo Province, Indonesia, from April to December 2019. The results indicate that BGH has average to low response in utilizing its internal and external strategic factors where weaknesses and threats are still overshadowing its strengths and opportunities. Consequently, the results of matching stage place BGH on the position of hold or maintain strategies and formulate 6 alternative strategies, 16 strategic objectives and 35 key performance indicators that focus on market penetration, product development and retrenchment. 
Read More
B-2116
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wirdah; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Amal Chalik Sjaaf, Endah Kartika Dewi
Abstrak:
Layanan radioterapi sebagai modalitas penanganan kasus kanker secara komprehensif menjadi permasalahan global atas sebaran yang belum merata dan pengembangan layanan yang memerlukan investasi sumberdaya manusia serta sarana dan prasarana berbiaya tinggi. Pemanfaatan layanan radioterapi yang optimal diharapkan dapat menjadikan layanan tersebut sustainable dan mandiri dalam pembiayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi optimalisasi pemanfaatan layanan radioterapi yang dikembangkan dalam suatu rencana aksi. Dengan pendekatan kualitatif dilakukan pengolahan data primer dan sekunder melalui tahap input stage dengan matriks IFE dan EFE, matching stage dengan matriks SWOT dan IE Matriks, serta decission stage dengan matriks QSPM. Hasil penelitian didapatkan strategi terpilih meliputi product development, market penetration dan market development. Strategi product development meliputi pengembangan layanan okologi terpadu dalam kemampuan diagnostik, layanan kanker sistemik (kemoterapi) pengembangan cakupan layanan pembedahan dan penyinaran (radiasi), serta penyusunan layanan radioterapi eksekutif. Strategi market penetration meliputi penyusunan jejaring rujukan kanker dan penyusunan kesepakatan kerja sama rujukan radioterapi pada RSUD di Jakarta dan rumah sakit jejaring rujukan. Strategi market development yang dipilih adalah pengembangan pemasaran radioterapi dengan digital marketing, pengukuran capaian pemasaran radioterapi serta promosi layanan rasioterapi dengan menggunakan sistem informasi estimasi waktu tunggu layanan. Rekomendasi hasil penelitian menitik beratkan pada perlunya pengkajian pemanfaatan SDM unit radioterapi dalam penelitian selanjutnya.

Radiotherapy services as a comprehensive cancer case treatment modality are a global problem due to uneven distribution and service development that requires investment in human resources and high-cost facilities and infrastructure. Optimal utilization of radiotherapy services is expected to make these services sustainable and independent in their financing. This study aims to determine the strategy for optimizing the utilization of radiotherapy services developed in an action plan. With a qualitative approach, primary and secondary data processing was carried out through the input stage with the IFE and EFE matrices, the matching stage with the SWOT and IE matrices, and the decision stage with the QSPM matrix. The results of the study obtained selected strategies including product development, namely market penetration and market development. The product development strategy includes the development of integrated oncology services in diagnostic capabilities, systemic cancer services (chemotherapy), development of surgical and radiation (radiation) service coverage, and the preparation of executive radiotherapy services. The market penetration strategy includes the preparation of a cancer referral network and the preparation of a radiotherapy referral cooperation agreement at regional hospitals in Jakarta and referral network hospitals. The chosen market development strategy is the development of radiotherapy marketing with digital marketing, measurement of radiotherapy marketing achievements and promotion of ratiotherapy services using a service waiting time estimation information system. The recommendations of the research results emphasize the need for an assessment of the utilization of radiotherapy unit human resources in further research.
Read More
B-2542
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Betania Samboe; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Rini Pratiwi, Dyah Eko Judihartanti
Abstrak:
Implementasi rencana strategis di rumah sakit umum daerah menghadapi tantangan signifikan karena ketidakselarasan indikator, keterbatasan sumber daya, dan sistem tata kelola yang lemah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rencana strategis RSUD Sukajadi Banyuasin Tahun 2025-2029 untuk mengidentifikasi hambatan implementasi dan  merumuskan rekomendasi perbaikan. Mengevaluasi implementasi rencana strategis RSUD Sukajadi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan informan dari pihak eksternal dan internal RSUD Sukajadi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan review dokumen. Analisis data menggunakan model CIPP untuk mengevaluasi empat dimensi: Context (faktor lingkungan), Input (sumber daya), Process (mekanisme implementasi), dan Product (hasil/outcome). Hasil penelitian didapatkan hambatan di semua dimensi CIPP: (1) Context: ketidakselarasan indikator antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Renstra Dinkes, dan Renstra RSUD, dengan fenomena "silo mentality" dalam perencanaan kesehatan daerah; (2) Input: keterbatasan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan alokasi anggaran; (3) Process: tata kelola keuangan yang lemah, sistem monitoring evaluasi yang belum optimal, dan komunikasi ke pihak eksternal yang tidak efektif; (4) Product: kinerja RSUD yang rendah dengan Bed Occupancy Rate (BOR) 7% (target 75%), Average Length of Stay (ALOS) 2,5 hari (target 3-5 hari), Angka Kepuasan Pasien yang rendah dan tingkat komplain yang tinggi, cakupan ASPAK 61% (target >80%), dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak tercapai. Kesimpulan: Implementasi rencana strategis RSUD Sukajadi memerlukan perbaikan sistemik di semua dimensi CIPP. Rekomendasi jangka pendek, menengah, dan panjang mencakup pengembangan prosedur cascading indikator, implementasi Balanced Scorecard, perbaikan tata kelola keuangan, penguatan sistem monitoring evaluasi, dan advokasi untuk perubahan regulasi yang mendukung perencanaan strategis terintegrasi di tingkat daerah.

Strategic plan implementation in regional general hospitals faces significant challenges due to indicator misalignment, resource limitations, and weak governance systems. This study evaluates the strategic plan of Sukajadi Regional General Hospital (RSUD) Banyuasin for 2025-2029 to identify implementation barriers and formulate improvement recommendations.  Objective of this study is to evaluate the strategic plan implementation of Sukajadi RSUD using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) and formulate recommendations for improvement.  Methods: This descriptive qualitative study involved informant from intern and external of RSUD Sukajadi. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGD), and document review. Data analysis used the CIPP model to evaluate four dimensions: Context (environmental factors), Input (resources), Process (implementation mechanisms), and Product (outcomes).  Results: The study identified critical barriers across all CIPP dimensions: (1) Context: misalignment of indicators between Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), Health Department Strategic Plan, and RSUD Strategic Plan, with "silo mentality" in regional health planning; (2) Input: limitations in infrastructure, human resources, and budget allocation; (3) Process: weak financial governance, suboptimal monitoring-evaluation systems, and ineffective inter-management communication; (4) Product: low RSUD performance with Bed Occupancy Rate (BOR) 7% (target 75%), Average Length of Stay (ALOS) 2.5 days (target 3-5 days), low patient satisfaction score, ASPAK score 61% (target >80%), and unmet Minimum Service Standards (SPM).  Conclusion: Strategic plan implementation at Sukajadi RSUD requires systemic improvements across all CIPP dimensions. Short-term, medium-term, and long-term recommendations include developing cascading indicator procedures, implementing Balanced Scorecard, improving financial governance, strengthening monitoring-evaluation systems, and advocating for regulatory changes to support integrated strategic planning at the regional level.
Read More
B-2619
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Tri Ariantik; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Tatiek, Prima Kartika Esti
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di RS. X Tangerang bertujuan untuk menganalisa situasiinternal dan eksternal, mengetahui strategi yang diperoleh berdasar pendekatanBSC dan mengetahui program kerja yang dapat dikembangkan sesuai denganstartegi terpilih tersebut. Jenis penelitian ini merupakan Action Research dengananalisa data kualitatif, melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danConcensus Decision Making Group (CDMG) terhadap manajemen RS. XTangerang. Hasil positioning RS. X Tangerang berada di Kuadran II yaituInternal Fix-It Quadran dan Sel V Hold and Maintain. Strategi alternatif yangmenjadi prioritas yaitu pengembangan Product Development dengan contohprogram Pengembangan Instalasi Rawat Khusus (UGD, VK, ICU, HCU,PERISTI-Perinatal Resiko Tinggi dan Kamar Operasi) dengan melakukankerjasama dengan Rumah Sakit lain sebagai mitra rujukan.Kata Kunci : Rencana Strategis, Balanced Scorecard, Organisasi KesehatanRumah Sakit
This study was conducted at Hospital X Tangerang aims to analyze the internaland external situation, knowing the strategy obtained based on the BSC approachand know the work program that can be developed in accordance with the chosenstrategy. This type of research is Action Research with qualitative data analysis,through document analysis, in-depth interviews and Consensus Decision MakingGroup (CDMG) to the management of the Hospital X Tangerang. Resultspositioning X Tangerang Hospital is in Quadrant II, namely the Internal Fix-ItQuadran and Cells V Hold and Maintain. The alternative strategy is a priority isthe development of Product Development with examples of programsDevelopment Special Care Installation (ER, VK, ICU, HCU, PERISTI-High RiskPerinatal and Operating Rooms) through cooperation with other hospitals asreferral partners.Keywords: Strategic Plan, Balanced Scorecard, Hospital Health Organisation.
Read More
B-1753
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lena Elfrida Situmeang; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Anhari Achadi, Rahmat
S-6616
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Muhandari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Mieke Savitri, Amila Megraini, Achmad Soebagjo Tancarino
B-1564
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Janita Ristianti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Purnawan Junadi, Arum Ambarsari
Abstrak: Tesis ini membahas Evaluasi Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022 Terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Pada Indikator Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain non-eskperimental. Hasil penelitian Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan pada indikator pelayanan hipertensi yang mengalami kenaikan signifikan dalam renstra DKI Jakarta tahun 2017-2022 didalam faktor struktur yang paling berperan dalam peningkatan ketercapaian signifikan tersebut adalah bentuk program yang terjadwal seperti kegiatan posbindu dan KPLDH serta kegiatan strategis daerah yang dilaksanakan di pasar, trans jakarta, taman dan MRT, kemudian terdapat juga kerjasama lintas sector seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Disnakertrans. Kemudian hasil penelitian menyarankan dinas kesehatan DKI Jakarta dapat menyusun kebijakan terkait pelayanan hipertensi yang terpisah dengan program lain, termasuk kebijakan pembiayaan kesehatan SPM hipertensi sebagai mandatory regulation dalam hal penyusunan unit cost untuk masing-masing komponen layanan sebagai dasar perumusan costing SPM hipertensi. Kemudian penguatan kebijakan lintas sektor dan program dalam upaya perluasan cakupan pelayanan SPM khususnya hipertensi melalui pendekatan kolaborasi, serta memberikan edukasi dan sosialisasi kembali kepada masyarakat akan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin terkait dengan hipertensi. 
This thesis discusses the Evaluation of the DKI Jakarta Provincial Health Office's Strategic Plan for 2017-2022 on Minimum Service Standards (SPM) in the Health Sector on Health Service Indicators for Hypertension Sufferers. This research is a qualitative research with non-experimental design. The results of the research on Implementation of Minimum Service Standards (SPM) in the Health Sector on hypertension service indicators which experienced a significant increase in the DKI Jakarta strategic plan for 2017-2022 in the structural factors that play the most role in increasing this significant achievement are the form of scheduled programs such as posbindu and KPLDH activities as well as activities regional strategies carried out in markets, trans jakarta, parks and the MRT, then there is also cross-sector cooperation such as the Social Service, the Education Office and the Manpower and Transmigration Office. Then the results of the study suggest that the DKI Jakarta Health Office can formulate policies related to hypertension services that are separate from other programs, including the hypertension MSS health financing policy as a mandatory regulation in terms of compiling unit costs for each service component as the basis for the formulation of hypertension MSS costing. Then strengthening cross-sectoral policies and programs in an effort to expand the scope of MSS services, especially hypertension through a collaborative approach, as well as providing education and socialization to the public about the importance of carrying out routine checks related to hypertension.
Read More
T-6726
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggun Retnita; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Erni Trisnasari, Amila Megraini
Abstrak:

Penyusunan rencana strategis merupakan langkah penting dalam memastikan rumah sakit mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan, menjawab tantangan persaingan, dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategis RS Permata Serdang untuk periode 2025–2029 berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis IE Matrix, dan TOWS Matrix, serta penyusunan Key Performance Indicators (KPI) dan rencana tindak lanjut. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara mendalam, serta telaah terhadap data sekunder terkait demografi, epidemiologi, dan kebijakan kesehatan di wilayah Serang dan Cilegon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Permata Serdang berada pada Kuadran V (hold and maintain) dalam Matriks IE. Namun demikian, strategi yang dipilih diarahkan ke pendekatan grow and build untuk mendorong pertumbuhan layanan dan daya saing rumah sakit. Beberapa strategi prioritas yang dihasilkan meliputi pengembangan layanan poli spesialis, telemedicine, homecare, serta perluasan kerja sama dengan mitra eksternal. Penyusunan KPI strategis difokuskan pada empat perspektif Balanced Scorecard: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RS Permata Serdang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Penelitian ini merekomendasikan agar manajemen rumah sakit segera menerapkan strategi yang telah dirumuskan, serta melakukan monitoring berkala terhadap implementasi strategi


The preparation of a strategic plan is an important step in ensuring that the hospital is able to adapt to environmental changes, respond to competitive challenges, and meet the needs of public health services sustainably. This study aims to prepare a strategic plan for Permata Serdang Hospital for the period 2025–2029 based on an analysis of internal and external factors. The method used is descriptive qualitative with the IE Matrix and TOWS Matrix analysis approaches, as well as the preparation of Key Performance Indicators (KPIs) and follow-up plans. Data were collected through document studies, in-depth interviews, and a review of secondary data related to demographics, epidemiology, and health policies in the Serang and Cilegon areas. The results of the study indicate that Permata Serdang Hospital is in Quadrant V (hold and maintain) in the IE Matrix. However, the chosen strategy is directed towards a grow and build approach to encourage service growth and hospital competitiveness. Several priority strategies produced include the development of specialist polyclinic services, telemedicine, homecare, and expanding cooperation with external partners. The preparation of strategic KPIs is focused on four Balanced Scorecard perspectives: finance, customers, internal business processes, and learning. This study concludes that Permata Serdang Hospital has great potential to develop. This study recommends that hospital management immediately implement the formulated strategy, and conduct regular monitoring of the implementation of the strategy.

 

Read More
B-2539
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive