Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Clara Pratista Wijaya; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Sudiro
Abstrak:
Read More
Kelelahan kerja merupakan masalah serius yang berdampak pada produktivitas dan keselamatan pekerja, termasuk di industri jasa survei. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan gambaran kelelahan dan menganalisis hubungan antara faktor risiko kelelahan terkait kerja dan di luar pekerjaan pada inspektor PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri atas 74 inspektor merupakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner Subjective Self Rating Test, PSQI, dan NASA-TLX kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan seluruh inspektor mengalami kelelahan, yaitu 79,7% kelelahan ringan dan 21,3% kelelahan sedang. Faktor yang berhubungan signifikan pada kelelahan, yaitu kualitas tidur kurang 6 kali lebih berisiko dibandingkan kualitas tidur baik (OR=6,26) dan tidak aktif secara fisik 12 kali lebih berisiko dibandingkan aktif (OR=12,34), sedangkan durasi kerja (OR=0,15) dan waktu perjalanan (OR=0,15) tidak sesuai teori umum dan berbeda dengan penelitian lain sehingga diperlukan penelitian lanjutan. Perlu dilakukan upaya pengendalian oleh perusahaan berupa program manajemen kelelahan secara komprehensif dan terintegrasi dengan mempertimbangkan berbagai faktor risikonya. Pola hidup sehat, manajemen istirahat yang cukup, meningkatkan kualitas tidur dapat mengurangi risiko kelelahan kerja.
Occupational fatigue is a critical issue affecting worker productivity and safety, including in the surveying service industry. This study aimed to describe the prevalence of fatigue and analyze the relationship between work-related and non-work-related risk factors among inspectors at PT X in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach involving 74 inspectors selected by total sampling. Data were collected using the Subjective Self-Rating Test, PSQI, and NASA-TLX questionnaires then analyzed using the Chi-square test and odds ratio (OR). The results showed that all inspectors experienced fatigue, 79.7% reporting mild fatigue and 21.3% moderate fatigue. Significant risk factors associated included, poor sleep quality, which posed a 6 times higher risk than good sleep quality (OR = 6.26), and physical inactivity, which presented a 12 times higher risk than being physically active (OR = 12,34). In contrast, work duration (OR = 0.15) and travel time (OR = 0.15) did not align with general theories and differed from previous studies, highlighting the need for further research. The study recommends comprehensive fatigue management programs by considering various risk factors. A healthy lifestyle, adequate rest management, and improving sleep quality can reduce the risk of occupational fatigue.
Occupational fatigue is a critical issue affecting worker productivity and safety, including in the surveying service industry. This study aimed to describe the prevalence of fatigue and analyze the relationship between work-related and non-work-related risk factors among inspectors at PT X in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach involving 74 inspectors selected by total sampling. Data were collected using the Subjective Self-Rating Test, PSQI, and NASA-TLX questionnaires then analyzed using the Chi-square test and odds ratio (OR). The results showed that all inspectors experienced fatigue, 79.7% reporting mild fatigue and 21.3% moderate fatigue. Significant risk factors associated included, poor sleep quality, which posed a 6 times higher risk than good sleep quality (OR = 6.26), and physical inactivity, which presented a 12 times higher risk than being physically active (OR = 12,34). In contrast, work duration (OR = 0.15) and travel time (OR = 0.15) did not align with general theories and differed from previous studies, highlighting the need for further research. The study recommends comprehensive fatigue management programs by considering various risk factors. A healthy lifestyle, adequate rest management, and improving sleep quality can reduce the risk of occupational fatigue.
S-12114
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursanti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Laksita Ri Hastiti, Katherina Welong, Fera Liza
Abstrak:
Read More
Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan selama 24 jam sehari, sangat membutuhkan kesiapan fisik, mental dan waktu. Hal ini berpotensi menyebabkan kelelahan kerja, yang berdampak pada penurunan kewaspadaan dan konsentrasi, terganggunya pengambilan keputusan dan terjadinya kesalahan atau kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko tingkat kelelahan kerja subjektif pada perawat di RS.Otak DR.Drs. M. Hatta Bukittinggi Sumatera Barat tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 100 orang perawat yang dihitung menggunakan rumus simple random sampling. Responden pada penelitian ini mencakup perawat pada 5 unit kerja yang dihitung secara proporsional. Pengukuran kelelahan kerja dengan kuesioner SSRT(Subjective Self Rating Test) dari IFRC; beban kerja mental dengan kuesioner NASA-TLX (National Aeronautics & Space Administration Task Load Indeks); untuk peran, kontrol dan kepuasan kerja dengan kuesioner COPSOG (Copenhagen Psychosocial Questionnaire) III; pengukuran pencahayaan dengan lux meter; dan karakterik individu dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 79% perawat mengalami tingkat kelelahan kerja ringan dan tingkat kelelahan kerja sedang (21%). Terdapat 3 Faktor risiko yang dianalisis untuk melihat hubungannya dengan tingkat kelelahan kerja yaitu faktor risiko karakteristik individu, faktor risiko terkait pekerjaan dan faktor lingkungan kerja (pencahayaan). Dari faktor risiko karakteristik individu yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kelelahan kerja adalah usia (p 0,013; OR = 6,82), status gizi kategori gemuk (p 0,020; OR = 3,77), durasi tidur (p 0,050; OR = 3,14). Untuk faktor risiko terkait pekerjaan yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kelelahan kerja adalah shift kerja siang (p 0,028; OR 4,69) dan beban kerja (p < 0,001). Sedangkan untuk faktor lingkungan kerja : pencahayaan didapatkan hasil sesuai dengan standar (100%) sehingga tidak dapat dinilai hubungannya dengan tingkat kelelahan kerja. Kesimpulan didapatkan bahwa sebagian besar perawat mengalami tingkat kelelahan kerja ringan (79%) dan faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan adalah usia, status gizi gemuk, durasi tidur, shift kerja siang dan beban kerja. Penerapan manajemen kelelahan/fatigue manajement seperti promosi kesehatan dan peningkatan pengetahuan melalui pelatihan, pengawasan jadwal kerja, pengaturan beban kerja, diet gizi seimbang, pentingnya mendapatkan pemulihan antarshift/istirahat tidur adekuat, olahraga rutin dan teratur, skrining kelelahan secara berkala diharapkan dapat mencegah meningkatnya tingkat kelelahan kerja.
Nurses, in providing 24-hour nursing care, require physical readiness, mental preparedness, and time. This can potentially lead to work fatigue, which impacts alertness and concentration, disrupts decision-making, and increases the risk of errors or workplace accidents. This study aims to analyze the risk factors for the subjective level of work fatigue among nurses at RS.Otak DR.Drs. M. Hatta Bukittinggi, West Sumatra, in 2024. The study uses a cross-sectional design involving 100 nurses, calculated using the simple random sampling formula. Respondents in this study include nurses from 5 work units, calculated proportionally. Work fatigue was measured using the SSRT (Subjective Self Rating Test) questionnaire from IFRC; workload was measured using the NASA-TLX (National Aeronautics & Space Administration Task Load Index) questionnaire; roles, control, and job satisfaction were assessed using the COPSOG (Copenhagen Psychosocial Questionnaire) III; lighting was measured with a lux meter; and individual characteristics were assessed using a questionnaire. The results showed that 79% of nurses experienced mild work fatigue and 21% experienced moderate work fatigue. Three risk factors were analyzed for their relationship with the level of work fatigue: individual characteristics, work-related factors, and work environment factors (lighting). Among individual characteristics, the factors significantly associated with work fatigue were age (p = 0.013; OR = 6.82), nutritional status categorized as overweight (p = 0.020; OR = 3.77), and sleep duration (p = 0.050; OR = 3.14). For work-related factors, significant associations with work fatigue were found for daytime shifts (p = 0.028; OR = 4.69) and workload (p < 0.001). Regarding the work environment factor: lighting was found to meet the standard (100%), hence its relationship with work fatigue could not be assessed. The conclusion is that the majority of nurses experience mild work fatigue (79%), and the significant risk factors are age, overweight nutritional status, sleep duration, daytime shifts, and workload. Implementing fatigue management strategies such as health promotion and knowledge enhancement through training, monitoring work schedules, managing workload, maintaining a balanced diet, ensuring adequate rest between shifts, regular exercise, and periodic fatigue screening are expected to prevent an increase in work fatigue levels.
T-7073
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
