Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dhiana Rachmawati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Pujiyanto, Samkani, Eti Rohati
Abstrak:
Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang disekresikan oleh kelenjar payudara ibu berupa makanan alamiah atau susu terbaik bernutrisi dan berenergi tinggi yang diproduksi sejak masa kehamilan ibu (Wiji, 2013). Secara nasional dari data Kemenkes 2017 cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi berjumlah 61,33% namun masih ada beberapa provinsi yang belum mencapai cakupan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberi ASI eksklusif di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil analisis bivariat bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif yaitu pada variabel status bekerja ibu (p value 0,013), fasilitas kesehatan saat bersalin (p value 0,001), keterpaparan infornasi (p value 0,044), dan IMD (p value 0,000). Kesimpulan: Secara garis besar cakupan pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini sudah cukup baik yaitu berjumlah 61,0%. Dari hasil analisis multivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang paling memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklussif yaitu pada variabel staus pekerjaan ibu dan IMD.

Breast milk (ASI) is the liquid secreted by the mother's breast glands in the form of natural food or the best nutritious and high-energy milk produced since the mother's pregnancy (Wiji, 2013). Nationally, from the 2017 Ministry of Health data, the coverage of exclusive breastfeeding for babies is 61.33%, but there are still some provinces that have not reached this coverage. This study aims to determine the factors that influence exclusive breastfeeding in Indonesia. This study used a quantitative approach with a cross sectional study design. The results of the study were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. In this study, the results of the bivariate analysis showed that the variables that had a relationship with exclusive breastfeeding were the mother's working status variable (p value 0.013), health facilities during childbirth (p value 0.001), information exposure (p value 0.044), and IMD. (p value 0,000). Broadly speaking, the coverage of exclusive breastfeeding in this study is quite good, amounting to 61.0%. From the results of the multivariate analysis, it was found that the variables that had the most association with exclusive breastfeeding were maternal occupational status and BMI.

Read More
T-5931
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhmad; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Kamaluddin Latif, Dieta Nurrika
T-3916
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maylan Wulandari; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Yovsyah; Penguji: Mieke Savitri, Wira Hartiti, Ning Sulistiyowati
Abstrak: ABSTRAK Tingginya presentase keluhan kesehatan pada lansia di Indonesia pada tahun 2014 yaitu 52,67%. Hal tersebut menunjukkan bahwa keluhan kesehatan di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Adanya penurunan fungsi berbagai sistem organ pada lansia dan akibat dari faktor lain memperburuk keluhan kesehatan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kesehatan pada lansia di Indonesia tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis lanjut data sekunder Susenas Kor 2015. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 94.326 lansia. Sampel diambil secara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui lansia yang mengalami keluhan kesehatan sebesar 46.202 lansia (49%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian keluhan kesehatan pada lansia yaitu usia ≥ 80 tahun (POR=1,17), usia 70-79 tahun (POR=1,18); jenis kelamin perempuan (POR=0,82), status perkawinan hidup tanpa pasangan (POR=1,08); pendidikan tidak pernah bersekolah/tidak tamat SD (POR=1,68), pendidikan rendah (POR=1,41), pendidikan sedang (POR=1,12); sudah tidak bekerja (POR=1,38); daerah tempat tinggal perdesaan (POR=1,04); merokok (POR=0,89) dan memiliki jaminan kesehatan (POR=1,24). Status ekonomi tidak berhubungan dengan terjadinya keluhan kesehatan pada lansia. Nilai EF% tertinggi pada faktor pendidikan (tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD 38,56% dan berpendidikan rendah 26,78%) dan faktor pekerjaan (sudah tidak bekerja 14,78%). Sedangkan nilai PF% tertinggi pada faktor pendidikan (tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD 59,65% dan berpendidikan rendah 35,02%) dan faktor pekerjaan (sudah tidak bekerja 14,38%). Kata kunci : keluhan kesehatan, lansia, penuaan, susenas The high percentage of health complaints in Indonesian elderly in 2014 is 52.67%. This shown that health complaints in Indonesia still be a public health problem. Decreased of multiple organ systems in the elderly and the consequences of other factors maked health complaints increased in the Indonesian elderly. The purpose of this study was to determine the factors associated with health complaints in the Indonesian elderly viii Universitas Indonesia in 2015. This study was analyze the secondary data of Susenas Kor 2015. This study used a cross sectional design with 94,326 sample. Samples were taken in total sampling. The result showed that 46,202 elderly (49%) the elderly had health complaints. Factors associated with the incidence of health complaints in the elderly are age ≥ 80 years (POR = 1.17), age 70-79 years (POR = 1.18); sex female (POR = 0.82), life without spouse (POR = 1.08); education never attended school / did not complete primary school (POR = 1.68), low education (POR = 1.41), medium education (POR = 1.12); is not working (POR = 1.38); rural area (POR = 1.04); smoking (POR = 0.89) and have health insurance (POR = 1.24). Economic status is not related to the occurrence of health complaints in the elderly. The highest EF% were education factor (never attended school or did not complete elementary school 38.56% and low educated 26.78%) and work factor (not working 14.78%). While the highest PF% were education factor (never attended school or did not complete primary school 59.65% and low education 35.02%) and work factors (already not working 14.38%). Key words : health complaints, elderly, ageing, susenas
Read More
T-5415
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tinton Mohammad Akbar; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari, Ingrat Padmosari
Abstrak: Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan jumlah populasi lansiameningkat. Hal ini berdampak pada lonjakan angka kesakitan lansia danberpengaruh pada tingginya pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan olehlansia. Kenaikan ini akan dilihat pada periode sebelum (tahun 2013) dan setelahJKN (tahun 2016). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan pemanfaatan pelayaan kesehatan di fasilitas rawat jalanoleh lansia. Desain studi penelitian adalah repeated cross-sectional,menggunakan data Susenas 2013 dan 2016 dengan sampel yang memenuhikriteria inklusi sebanyak 25.070 (tahun 2013) dan 27.723 (tahun 2016)responden. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa sebagian besar variabelyang diteliti memberikan hasil signifikan berhubungan dengan pemanfaatanrawat jalan oleh lansia di tahun 2013 maupun 2016. Variabel status ekonomikuintil memberikan hubungan yang kuat terhadap pemanfaatan rawat jalan olehlansia dimana lansia dalam lansia yang berada pada kuintil 5 berpeluangmenaikkan pemanfaatan rawat jalan sebesar 13% di tahun 2013 dan 12% ditahun 2016. Disarankan bagi lansia di semua kuintil/kategori ekonomi didoronguntuk mengikuti program jaminan kesehatan nasional agar seluruh lansia dapatmengakses layanan kesehatan tanpa hambatan finansial.
Kata kunci :lansia; pemanfaatan layanan kesehatan; rawat jalan; susenas.
Read More
T-5265
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriliya Prihayati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Prastuti Soewondo, Citra Jaya, Nana Tristiana
Abstrak:
Tingginya biaya pengobatan merupakan salah satu kendala dalam mengakses layanan kesehatan yang terjangkau bagi kelompok miskin dan rentan miskin, sehingga pemerintah Indonesia membuat program JKN melalui skema subsidi/bantuan iuran jaminan untuk menjamin kelompok tersebut dalam memenuhi kebutuhan pemeliharaan kesehatan tanpa kesulitan membayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan dan biaya pelayanan kesehatan (OOP) rawat jalan bagi peserta jaminan bersubsidi dan tidak bersubsidi. Desain studi ini adalah cross-sectional menggunakan data Susenas 2018 dengan sampel memenuhi kriteria inklusi sebanyak 66.132 responden. Hasil analisis menunjukan bahwa dengan adanya jaminan kesehatan dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan bagi peserta asuransi jaminan bersubsidi sebesar 49% dan tidak berubsidi sebesar 48% serta dari hasil analisis masih terdapat OOP pada pelayanan kesehatan rawat jalan yang disebabkan peran ganda provider dan asimetrik informasi yang menyebabkan fenomena Supplier Induced Demand (SID). Oleh karena itu perlu dilakukan penegakan monitoring dan evaluasi terhadap fungsi kontrol BPJS Kesehatan sehingga tujuan jaminan kesehatan dapat memberikan perlindungan keuangan dapat terwujud.

The high cost of treatment is one of the obstacles in accessing affordable health services for the poor and vulnerable, so the Indonesian government created the JKN program through a guarantee scheme for contributions / subsidy assistance to ensure groups meet health care needs without difficulty paying. This study aims to determine the effect of health insurance on the utilization and cost of outpatient health services (OOP) for participants in subsidized and non-subsidized insurance. The study design was cross- sectional and quantitative approach of secondary data (data Susenas 2018) with the amount of research sampels which fit with inclusive criteria was 66,132 respondents. The analysis shows that the existence of health insurance can increase the utilization of outpatient health care services for subsidized is 49% and non-subsidized is 48% and from the results of the analysis there are still OOP in outpatient health services due to the dual role of providers and asymmetries. information that causes the supplier induced demand (SID). Therefore it is necessary to monitor and evaluate the BPJS Health control function so that the goal of health insurance can provide financial protection can be realized.
Read More
T-5943
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Hendro Yudho; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Herlinawati, Rien Pramindari
Abstrak: Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) angka kematian ibu(AKI) menunjukkan penurunan dari 390 tahun 1991 menjadi sebesar 305 per 100.000kelahiran hidup pada tahun 2015. Walaupun demikian pencapaian AKI di 2015 tersebutmasih jauh dari target yang ditetapkan dalam Program MDGs sebesar 102, sehingga targetdari MDGs tidak tercapai. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI adalah persalinanyang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas kesehatan.Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan masih tinggi persalinan dilakukan dirumah yang disebabkan sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan dan keterbatasanfinansial. Salah satu mekanisme yang dapat digunakan untuk mengurangi hambatanfinansial terhadap pemanfaatan layanan kesehatan adalah kepemilikan jaminankesehatan. Penelitian ini bertujuan membuktikan kepemilikan jaminan kesehatan dapatmeningkatkan pemanfaatan persalinan di fasilitas kesehatan setelah dikontrol denganvariabel Sosio demografi, Enabling Resouces, dan faktor sistem kesehatan di tahun 2015-2016. Desain studi yang digunakan adalah potong lintang dan pendekatan kuantitatifdengan menggunakan data sekunder berupa data susenas 2015-2016 dan podes 2014.Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebesar 33.695 tahun 2015 dan 33.348tahun 2016. Untuk menjawab tujuan penelitian ini dilakukan analisis multivariat denganpendekatan probit-marginal effect dan memasukkan analisis endogenitas terhadapjaminan kesehatan.Hasil analisis menunjukkan Ibu yang memiliki jaminan kesehatan menaikkan peluangmelakukan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 5,2% (2015) dan 5,4% (2016) biladibandingkan yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Sedangkan berdasarkan jenisjaminan kesehatan, bahwa kepemilikan JKN-KIS meningkatkan 4,6% dan 5,1% danjaminan kesehatan non JKN-KIS meningkatkan sebesar 4,6% dan 6,6% probabilitas ibumelakukan persalinan di fasilitas kesehatan bila dibandingkan yang tidak memilikijaminan kesehatan pada tahun 2015-2016. Walaupun demikian masih ditemukan ibu yangtidak memiliki jaminan kesehatan sebesar 46,1% tahun 2016, jarak fasilitas kesehatanyang jauh dan jumlah fasilitas kesehatan yang lebih sedikit memberikan pengaruh ibudengan status ekonomi rendah yang memiliki jaminan kesehatan tidak melakukanpersalinan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya intervensi berupapeningkatan kepesertaan JKN-KIS, mempertahankan pembiayaan DAK non fisik bidangkesehatan program Jampersal yang berhubungan dengan pemberian biaya operasionaldan transportasi bagi ibu yang bersalin di fasilitas kesehatan. Serta mempertahankanpembiayaan DAK fisik bidang kesehatan dengan prioritas kegiatan pembangunanpuskesmas, sarana penunjang dan penyediaan puskesmas keliling.
Kata kunci: JKN-KIS, Persalinan di fasilitas kesehatan, Podes, Susenas.
Read More
T-5258
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiah Resti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari; N. Nurlina Supartini; Eti Rohati
T-5271
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Pramesti Nurlitasari; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anwar Fachry
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kepemilikan jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan bantuan persalinan di fasilitas kesehatan berdasarkan data SUSENAS 2018-2020. Lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan bagi Pemerintah dalam upaya peningkatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan. Hasil penelitian disajikan secara kuantitatif dengan memanfaatkan perangkat Microsoft Excel dan SPSS. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan jaminan kesehatan, umur, tingkat Pendidikan, tipe daerah dan status ekonomi terhadap pemanfaatan pelayanan persalinan.
Read More
S-10872
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uray Cindy Hafinur; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Adriadiannisa Yuniar Milasari, Donni Hendrawan
Abstrak:
Implementasi program JKN seharusnya dapat meningkatkan akses masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan. Namun pada kenyataannya, ketimpangan akses terhadap pelayanan kesehatan masih banyak ditemui. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan status wilayah pada peserta JKN di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2021 serta serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap pada peserta JKN di Indonesia Penelitian ini menggunakan data sekunder susenas 2019, 2020 dan 2021. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model logit. Secara statistik, status wilayah berhubungan secara signifikan (p-value 0,000 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN dari tahun 2019 hingga 2021. Responden yang tinggal di perkotaan pada tahun 2019 berpeluang memanfaatkan pelayanan rawat inap 1,141 kali, 1,127 kali pada 2020 dan 1,127 kali pada 2021 dibandingkan dengan responden yang tinggal di pedesaan. Usia, jenis kelamin, status pendidikan, status perkawinan, status pekerjaan, status ekonomi dan provinsi berhubungan secara signifikan (p-value 0,000 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN.
Implementation of the JKN program should be able to increase people's access to health services. However, disparities in health services still exist. The study aims to analyze the utilization of health services based on regional status for JKN participants in Indonesia from 2019 to 2021 and also examine the factors that influence the utilization of inpatient healthcare for JKN participants in Indonesia. This research uses Susenas secondary data for 2019, 2020 and 2021. Data were analyzed bivariately and multivariately using the Binary Regression method using a logit model. The results showed that regional status is significantly related (p-value 0.000 <0.05) to health utilization of JKN participants from 2019 to 2021. Respondents who live in urban areas in 2019 have 1,141 times, 1,127 times in 2020 and 1,127 times in 2021 higher odds ratio than respondents who live in rural areas. Age, gender, educational status, marital status, employment status, economic status and province are significantly related (p-value 0.000 <0.05) to the utilization of inpatient healthcare for JKN participants.
Read More
T-6597
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessi Oktafianti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Doni Hendrawan, Taufik Hidayat
Abstrak: WHO menetapkan jaminan kesehatan semesta/Universal Health Coverage (UHC) untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan tanpa melihat status sosial masyarakat, pemerintah menetapkan program Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekuitas/inekuitas utilisasi pelayanan kesehatan pada peserta JKN dan mengetahui karakteristik yang menjadi dasar terjadinya ketimpangan utilisasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Studi ini mengunakan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2014. Hasil menunjukkan bahwa penduduk kaya di Indonesia lebih banyak memanfaatkan pelayanan rumah sakit dibandingkan dengan penduduk miskin. Rata-rata jumlah kunjungan rawat jalan peserta JKN khususnya pada kuintil 1 dan kuintil 2 lebih besar daripada bukan peserta JKN pada kelompok yang sama. Tingkat ketimpangan pelayanan rawat inap pada responden peserta JKN lebih kecil daripada peserta non JKN. Ketidakmerataan utilisasi rawat jalan dan rawat inap yang pro-kaya disebabkan oleh ketidaksetaraan umur, jenis kelamin, geografis, pernikahan, pendidikan dan pengeluaran. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan perlu monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional. Kata kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, ekuitas, Susenas 2014
Read More
T-4799
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive