Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
A. Meliala, Sunartini
JMPK Vol.07, No.03
Yogyakarta : UGM, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meutia; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Masyitoh, Eko Yulianto
Abstrak: Rumah sakit perlu melakukan pengembangan karyawan salah satunya melalui pelatihan yang dikembangkan secara teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanan program pelatihan di RSIJPK tahun 2014 berdasarkan pendekatan sistem. Metode yang digunakan adalah kualitatif serta mengumpulkan data sekunder berupa data pelatihan tahun 2013 dan 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat kesenjangan kuantitas pelatihan antar unit dan ketidaksesuaiaaan dengan kebutuhan pelatihan unit tersebut. Penyebab masalah antara lain beban kerja di Bagian Diklat, uraian tugas yang belum spesifik, keterbatasan dana untuk kebutuhan unit, sarana-prasana yang belum menunjang, serta belum adanya kebijakan yang mengatur pembagian porsi pelatihan. Implemetasi belum berjalan sesuai harapan karena kurangnya pemahaman akan analisis kebutuhan pelatihan baik di Bagian Diklat maupun unit selain itu metode pelatihan yang diusulkan dan selain tahapan evaluasi yang belum mencakup keseluruhan komponen, bukan hanya saat pelatihan berlangusung. Disarankan agar mengembangkan analisis kebutuhan pelatihan dan merencanakan pelatihan yang lebih sistematis. Kata Kunci : Pelaksanaan Program Pelatihan, Rumah Sakit Hospital needs to do develop capacity of their employees by providing good training programs. This research aims to analyze the implementation of training program at RSIJPK 2014 based on system approach. A qualitative method and also collected RSIJPK data on training held in year 2013 and 2014. The research found that there were some challenges in providing a proposed number of training. The reason were the unclear job descriptions, lack of fund to support traing for units, lack of infrastructures, and no clear policy that regulates ideal number of training . Lack of understanding for training needs assessment was also a challange, at both training department and the units. Training methods have not been fully met due to lack of coordination while evaluation was only executed during the training process. The study suggest to develop a more systematic training need assessment and planning for immplementation. Keywords : Training Program Implementation, Hospital
Read More
S-8565
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luzi Adriyanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Endah Sulistiana
Abstrak:
Implementasi program pendidikan dan pelatihan perawat pada RSKD Duren Sawit masih belum mencapai target yang telah ditetapkan sesuai ketentuan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit maupun sasaran mutu unit Pendidikan dan Pelatihan. Penelitian ini yang bertujuan mengetahui bagaimana terselenggaranya proses diklat tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan eksplorasi terhadap proses perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi diklat perawat. Dalam setiap proses, faktor yang dieksplorasi adalah faktor sumber daya manusia (SDM), biaya dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSKD Duren Sawit Jakarta pada tahun 2013 telah melakukan implementasi Diklat untuk Perawat mengacu pada kebijakan Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktur RSKD Duren Sawit Jakarta. Seluruh proses dari tahap perencanaan, pengorganiasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi sudah dilakukan, akan tetapi proses ini belum terintegrasi dan pendokumentasian masih terpisah antara bagian diklat dan bagian Keperawatan. Biaya yang diberikan sudah berkesinambungan akan tetapi belum sesuai dengan kebutuhan. Rumah Sakit diharapkan melakukan analisis penyebab belum tercapainya target yang ditetapkan sebagai bukti bahwa Rumah sakit tetap memperhatikan target mutu yang seharusnya dicapai. Pola pelatihan dapat diubah menjadi pola Training for Trainer dengan tujuan efisiensi dan perawat dapat menjadi pelatih untuk pelatihan internal di Rumah Sakit.

The Implementation of Nurse?s Education and Training Program in Duren Sawit Mental Health Hospital in Jakarta 2013 still hasn?t reached the target set by the Minimum Service Standards for Hospitals nor the quality objectives by the Training Unit, therefore this research is conducted to acknowledge how the training process is conducted. This research uses qualitative method by exploring the planning process, organizing process, actuating, controlling and evaluation of nurse?s education and training program. In each process, the factor explored is human resource, cost and method. The result of this research shows that Duren Sawit Mental Heath Hospital in 2013 has implemented nurse's education and training program as commanded by the Governor of DKI Jakarta's Regulation and the General Manager of RSKD Duren Sawit Jakarta, but this process hasn't yet integrated with the factors explored above and report made on this issue is still divided between the Training Unit and the Nursing Unit. The cost spent has already balanced but it hasn?t fulfilled the need of the cost required for Nurse?s Education and Training Program. The hospital is expected to be able to make a cause analysis as evidence that the hospital still gives attention to the target of quality that has to be attained and change the training method to "Training for Trainer", hoping it would train the nurses to become trainers during internal trainings.
Read More
B-1638
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekarlangit Putri Akbar; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Teguh Jati Prasetyo
Abstrak:
Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang stunting, pemahaman terhadap faktor-faktor penyebabnya menjadi penting dilakukan oleh pengasuh anak. Edukasi berperan sebagai katalisator penting dalam peningkatan perilaku kesehatan, dengan keberhasilan program berhubungan dengan berbagai faktor yang mendukung tingkat penerimaan media edukasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan buklet edukasi gizi pada program Rumah Anak X, sebuah intervensi pencegahan stunting untuk pengasuh anak usia 0-3 tahun yang beroperasi sejak 2019 di lima lokasi Jakarta. Penerimaan media edukasi diukur menggunakan instrumen Suitability Assessment of Materials yang meliputi aspek konten, kemudahan membaca, gambar, tata letak, dorongan pembelajaran, dan kesesuaian budaya. Faktor yang diuji meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, motivasi belajar, dan pengetahuan. Sebanyak 167 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan 91,2% responden menilai media sangat sesuai kebutuhan dengan skor median 85,71 dari 100,00. Motivasi belajar merupakan satu-satunya faktor yang signifikan berhubungan dengan tingkat penerimaan media (p-value <0,001). Penelitian merekomendasikan peningkatan pendekatan pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan personal peserta untuk mempertahankan motivasi belajar sekaligus kualitas media edukasi.


Stunting is a public health issue in Indonesia that requires understanding of causal factors by child caregivers. Nutrition education serves as an important catalyst in improving health behaviors, with program success influenced by the level of educational media acceptance. This study analyzes factors associated with acceptance of nutrition education booklets in the Rumah Anak X program, a stunting prevention intervention for caregivers of children aged 0-3 years’ operating since 2019 in five Jakarta locations. Educational media acceptance was measured using the Suitability Assessment of Materials instrument covering content, readability, graphics, layout, learning stimulation, and cultural appropriateness aspects. Factors examined included age, gender, education, economic status, learning motivation, and knowledge. A total of 167 respondents participated in this study. Results showed 91.2% of respondents rated the media as highly suitable for their needs with a median score of 85.71 out of 100.00. Learning motivation was the only factor significantly associated with media acceptance level (p-value <0.001). The study recommends enhancing interactive learning approaches relevant to participants' personal needs to maintain learning motivation while preserving the quality of educational media
Read More
S-12094
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive