Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Irfan Nafis Sjamsuddin; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dadan Erwandi, Wahyu Septiono, Ika Malika
Abstrak:
Read More
Saat ini, masyarakat semakin mudah mengakses informasi melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan teknologi internet. Namun, hal tersebut menimbulkan berbagai kekhawatiran baru, salah satunya penyebaran infromasi yang salah atau tidak akurat. Untuk mengatasinya, pendekatan literasi yang lebih spesifik dibutuhkan yaitu literasi kesehatan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan determinan personal terhadap literasi kesehatan digital pada mahasiswa program sarjana Universitas Indonesia. Studi ini menggunakan analisis data sekunder dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan melalui survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menggunakan instrumen eHEALS dengan delapan pertanyaan tentang literasi kesehatan digital pada studi ini. Analisis menggunakan regresi linear berganda dengan literasi kesehatan sebagai variabel dependen dan determinan sosial meliputi jenis kelamin, usia, rumpun ilmu, dan uang saku sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi kesehatan digital pada mahasiswa program sarjana dalam kategori baik (M=3,14; SD=0,501). Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan variabel usia saku berhubungan secara signifikan dengan literasi kesehatan digital setelah dikontrol oleh variabel usia (β=0,926; 95% CI=0,037 – 1,785). Oleh karena itu, diperlukan upaya dalam pengembangan program edukasi kesehatan yang dapat menjangkau mahasiswa dari beragam latar belakang dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan digital mereka.
Currently, it is easier for people to access information through various devices connected to internet technology. However, this raises various new concerns, one of which is the spread of false or inaccurate information. To overcome this, a more specific literacy approach is needed, namely digital health literacy. This study aims to determine the relationship between personal determinants of digital health literacy in undergraduate students at the University of Indonesia. This study uses secondary data analysis with a cross-sectional design. Data was collected through a survey conducted by a research team from the Faculty of Public Health, University of Indonesia, using the eHEALS instrument with eight questions about digital health literacy in this study. The analysis uses multiple linear regression with health literacy as the dependent variable and social determinants including gender, age, knowledge class, and pocket money as independent variables. The results showed that the level of digital health literacy in undergraduate students was in the good category (M=3.14; SD=0.501). The results of multiple linear regression analysis show that the pocket age variable is significantly related to digital health literacy after controlling for the age variable (β=0.926; 95% CI=0.037 – 1.785). Therefore, efforts are needed to develop health education programs that can reach students from various backgrounds with the aim of increasing their digital health literacy.
T-6709
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Ma'shum; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Ika Malika
Abstrak:
Read More
Mahasiswa sarjana bertransisi dari remaja menuju dewasa dengan menghadapi berbagai tantangan, sehingga mereka rentan terhadap masalah kesehatan mental. Terdapat rata-rata masalah depresi tingkat ringan dan kecemasan tingkat sedang di kalangan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Perilaku mencari bantuan kesehatan mental penting untuk dipromosikan dalam rangka mencegah memburuknya masalah tersebut. Menurut theory of planned behavior (TPB), intensi untuk melakukan suatu perilaku dipengaruhi oleh faktor sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketiga faktor tersebut, dengan intensi mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa sarjana reguler FKM UI. Penelitian kuantitatif cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner daring, dilakukan pada Maret 2025 dengan melibatkan 108 responden mahasiswa. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata intensi responden berada pada tingkat moderat cenderung positif, sikap terhadap perilaku pada tingkat positif, serta norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku pada tingkat cukup positif. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa sikap terhadap perilaku dan persepsi kontrol perilaku berhubungan signifikan dengan intensi, sedangkan norma subjektif tidak berhubungan signifikan dengan intensi. Berdasarkan temuan tersebut, upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan intensi mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa sarjana reguler FKM UI, dapat lebih ditekankan pada aspek sikap terhadap perilaku dan aspek persepsi kontrol perilaku.
Undergraduate students transition from adolescence to adulthood while facing various challenges, making them vulnerable to mental health problems. Among students at the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI), mild depression and moderate anxiety have been reported. Promoting mental health help-seeking behavior is important to prevent the escalation of these problems. According to the Theory of Planned Behavior (TPB), intention to perform a behavior is influenced by attitude toward the behavior, subjective norm, and perceived behavioral control. This study aims to determine the association between these three factors and mental health help-seeking intention among FKM UI regular undergraduate students. A quantitative cross-sectional study was conducted using an online questionnaire in March 2025, involving 108 respondents. Descriptive results showed that the average intention level was moderate with a slight positive tendency, attitude was positive, and both subjective norm and perceived behavioral control were fairly positive. Spearman correlation analysis showed that attitude toward behavior and perceived behavioral control were significantly associated with intention, while subjective norm was not significantly associated with intention. These findings suggest that health promotion efforts to increase help-seeking intention among FKM UI undergraduate students, should place greater emphasis on attitude toward the behavior and perceived behavioral control.
S-11966
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
