Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratih Dewanti Alawiyah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Baiduri Widanarko, Dadan Erwandi, Yuni Kusminati, Devi Partina Wardani
Abstrak: Berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2005 dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen, serta tenaga pendidikan berhak memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan. Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap dosen dalam pelaksanaan tugas. Perlindungan tersebut diantaranya adalah perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau risiko lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Universitas Indonesia dan National University of Singapore berdasarkan ISO 45001:2018. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi komparatif semi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan adanya perbandingan antara Universitas Indonesia dan National University of Singapore. Universitas Indonesia dan National University of Singapore telah memenuhi persyaratan ISO 45001, terdapat 3 elemen yang memiliki perolehan skor tidak terpenuhi, sedangkan elemen lainnya memperoleh skor penilaian terpenuhi dan melebihi ekspektasi.
Read More
T-5813
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oryza Yanuaristi; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Dwi Adi Maryandi
Abstrak: Data Kementrian Kesehatan (2012) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
 
(2012) menunjukkan bahwa infeksi menular seksual dan angka kehamilan tidak diinginkan
 
terbesar dialami oleh golongan remaja dan dewasa muda. Hal ini merupakan dampak dari perilaku
 
seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor
 
yang mempengaruhi perilaku seksual mahasiswa Universitas Indonesia. Penelitian ini
 
menggunakan data sekunder Survei Perilaku Sehat Mahasiswa Universitas Indonesia Tahun 2010.
 
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian
 
adalah mahasiswa yang mewakili 12 fakultas dengan rentang umur remaja akhir (18-24 tahun)
 
yang berjumlah 1819 responden. Proporsi perilaku seksual berisiko tinggi pranikah adalah 137
 
(7,5%). Hasil analisis menunjukkan bahwa umur mempengaruhi perilaku seksual mahasiswa, lakilaki
 
lebih beresiko (OR=2,39) dibanding perempuan, rumpun fakultas yang memiliki resiko paling
 
besar adalah Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora (OR=15,46), mahasiswa yang pernah
 
berpacaran memilki resiko lebih besar (OR=2,31) daripada mahasiswa yang belum pernah
 
berpacaran
 

 
Data from the Ministry of Health (2012) and the National Population and Family Planning (2012) showed that sexually transmitted infections and unwanted pregnancies most common in adolescents and young adults group. This is the impact of premarital sexual behavior. The purpose of this research is to reveal premarital sexual behavior and factors that influence the students at the University of Indonesia. This study uses secondary data survey of health behavior 2010. The type of this research is quantitative with cross sectional approach. The study population was all students who represent 12 faculties with a lifespan 'late teens' (18-24 years) which amounted to 1819 respondents. The proportion of high-risk sexual behavior before marriage is the 137 (7,5%). The analysis showed that age affects the sexual behavior of college students, men are more at risk (OR = 2.39) than women, clumps of faculty who have the greatest risk is Clumps Social Sciences and Humanities (OR = 15.46), a student who was dating have the greater risk (OR = 2.31) than students who have not been dating.
Read More
S-8436
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Kurniawati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Arman Nefi, Christina Rialine Titaley
Abstrak: Salah satu faktor risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular adalah perilaku merokok. Penyebab seseorang merokok antara lain kurangnya pengetahuan, pengaruh orangtua, teman dan juga iklan.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran dan hubungan antara pengetahuan, sikap, keluarga, teman dekat dan keterpaparan iklan rokok terhadap perilaku merokok pada mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2010.
 
Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan menggunakan data sekunder survei perilaku sehat 2010.
 
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang mewakili 12 fakultas, sedangkan sampel yang digunakan adalah mahasiswa yang termasuk kedalam rentang umur remaja akhir (18-21 tahun) yang berjumlah 2.108 responden.
 
Penelitian menunjukkan bahwa ada 263 (12.5%) responden adalah merokok. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan antara jenis kelamin, rumpun, pengetahuan, sikap dan pengaruh keluarga terhadap perilaku merokok.
 

Smoking behavior is one of the factors that risk the infections diseases. The reason why someone smokes can be because of lacking of knowledge, family influence, friends and advertisement.
 
The objectives of this research are to know the description and connections among knowledge, attitude, family, close friends and exposition of cigarette advertisement toward smoking behavior of the students university of Indonesia year 2010.
 
Research design that is used is cutting across using secondary data survey of healthy behavior 2010.
 
Population of this research is from all student represent 12 faculties, while the sample that is used is from students within range of late teenages (18-21 years old) consist of 2108 respondents. The research shows that 263 (12.5%) respondents are smokers.
 
Result test statistically shows the connections among gender, faculty asociation, knowledge, attitude and family influence to wand smoking behavior.
Read More
S-7963
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Fadhlan Perdana Vitra; Pembiming: Tri Krianto; Penguji: Rita Damayanti, Muhammad Syaeful Mujab
Abstrak:
Latar Belakang: Kecemasan adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan dan ketegangan mendalam, seringkali tanpa pemicu jelas. Fenomena ini menjadi perhatian serius, khususnya di kalangan mahasiswa. Kemunculan tagar Indonesia Gelap di media sosial mencerminkan keresahan publik, terutama generasi muda, terhadap ketidakpastian sosial, politik, dan ekonomi. Kondisi ini dapat memicu tekanan psikologis, termasuk kecemasan. Mahasiswa, sebagai kelompok usia dewasa muda yang aktif di media social. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 191 responden yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Indonesia angkatan 2022 dari berbagai fakultas dan program studi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga kuesioner yaitu persepsi terhadap tagar Indonesia Gelap (disusun peneliti), IUS-12 untuk mengukur intoleransi ketidakpastian, dan skala kecemasan DASS-21. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil.: Mayoritas responden memiliki persepsi negatif terhadap tagar Indonesia Gelap (55 %) dan tingkat intoleransi ketidakpastian yang tinggi (55,5%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap tagar Indonesia Gelap dengan kecemasan (p = 0,007), intoleransi ketidakpastian dengan kecemasan (p < 0,001) dan kecemasan dengan intoleransi ketidakpastian (p < 0.001) Kesimpulan: Persepsi narasi tagar Indonesia Gelap dan intoleransi ketidakpastian memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan mahasiswa.


Background: Anxiety is a psychological condition characterized by excessive worry and profound tension, often without a clear trigger. This phenomenon has become a serious concern, particularly among university students. The emergence of the  Indonesia Gelap hashtag on social media reflects public unease, especially among the younger generation, regarding social, political, and economic uncertainty. This situation can trigger psychological distress, including anxiety. University students, as a young adult age group active on social media, are particularly susceptible. Method: This study employed a cross-sectional design and involved 191 active University of Indonesia students from the 2022 cohort, spanning various faculties and study programs. Sampling was conducted using a proportional cluster random sampling technique. Research instruments consisted of three questionnaires: perception towards the Indonesia Gelap hashtag (developed by the researcher), the IUS-12 to measure intolerance of uncertainty, and the DASS-21 anxiety scale. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Result: The majority of respondents had a negative perception of the Indonesia Gelap hashtag (55%) and a high level of intolerance of uncertainty (55.5%). Bivariate test results showed a significant relationship between perception of the Indonesia Gelap hashtag and anxiety (p = 0.007), intolerance of uncertainty and anxiety (p < 0.001), anxiety and intolerance of anxiety (p < 0.001) Conclusion: Perception of the Indonesia Gelap hashtag narrative and intolerance of uncertainty have a significant relationship with students' anxiety levels.
Read More
S-12081
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Dwi Tama; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Ani Isnawati
S-7006
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niratih Widhi Hapsari; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:

Masalah kesehatan mental merupakan persoalan yang sering dihadapi mahasiswa akibat adanya tuntutan akademik dan sosial di lingkungan universitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kesehatan mental, faktor risiko psikososial, dan strategi coping pada mahasiswa dengan program sarjana di Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah desain studi deskriptif cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei – Juni tahun 2025. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan mengisi secara sukarela (voluntary) dan menerapkan perhitungan Slovin dari 14 fakultas. Data diperoleh menggunakan metode pengambilan data primer melalui penyebaran kuesioner di fakultas dengan program sarjana di Universitas Indonesia. Total partisipan pada penelitian ini adalah 395 mahasiswa.
Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mental meliputi risiko beban akademik kategori sedang (69%), hubungan interpersonal kategori risiko rendah (54,9%), kondisi lingkungan rumah kategori sedang (65,3%), serta tingkat kerentanan yang rendah (78%). Strategi coping yang paling dominan digunakan mahasiswa adalah problem-focused coping. Prevalensi gangguan kesehatan mental meliputi depresi sebesar (47,2%), kecemasan (79%), distres (50,1%), dan kesepian (15,4%). Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai rancangan pelaksanaan pedoman kesehatan mental dan sebagai tolak ukur untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mengelola kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Indonesia.


Mental health problems are common issues faced by university students due to academic and social demands within the university environment. This research aims to examine the mental health status, psychosocial risk factors, and coping mechanisms among undergraduate students at Universitas Indonesia. A descriptive cross-sectional design was utilized for the study and used a quantitative approach. The study was conducted between May and June 2025. Sample selection was carried out using stratified random sampling with participants taking part voluntarily and Slovin's formula were used to choose the sample from 14 faculties. Data were obtained through primary data collection by distributing questionnaires to various bachelor faculties at Universitas Indonesia. The total number of participants in this study was 395 undergraduate students. The findings indicated that multiple factors were linked to mental health conditions, including a moderate risk academic burden (69%), low risk category of interpersonal relationships (54.9%), average risk home environment conditions (65.3%), and low risk levels of vulnerability (78%). The primary coping strategy most frequently employed by students was problem-focused coping. The rate of mental health concerns among students includes depression (47.2%), anxiety (79%), distress (50.1%), and loneliness (15.4%).  The results of this research are anticipated to provide a foundation for creating mental health guidelines and act as a reference for future initiatives in addressing mental health among students at Universitas Indonesia.

Read More
S-12139
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faisa Rachma Maurizka; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Arinta Adhininggar
Abstrak:
Keamanan lingkungan kampus merupakan aspek penting karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas akademik maupun non-akademik. Kampus Universitas Indonesia di Depok merupakan kampus terbuka, sehingga memiliki potensi risiko keamanan baik faktor internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai risiko keamanan di Universitas Indonesia, khususnya Kampus Depok menggunakan desain studi deskriptif analitik dengan metode kualitatif sehingga didapatkan gambaran risiko terkait keamanan di Universitas Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Kampus Universitas Indonesia Depok pada bulan Maret hingga Juni 2025. Data primer didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan petugas keamanan, serta data sekunder didapatkan dari dokumen laporan kasus di kantor keamanan Universitas Indonesia, serta literatur lain yang relevan dengan penelitian ini. Hasil identifikasi ancaman menunjukkan terdapat 38 potensi ancaman keamanan di lingkungan kampus, antara lain 2 ancaman extreme risk, 3 ancaman high risk, 18 ancaman significant risk, 10 ancaman medium risk, dan 5 ancaman low risk. 5 prioritas ancaman yang memerlukan perhatian lebih meliputi pelanggaran aturan lalu lintas, parkir, berdagang, memancing dan pemulung tanpa izin di dalam kampus, pencurian, perampokan, serta kekerasan seksual. Penilaian risiko keamanan yang sistematis di Universitas Indonesia penting dilakukan sebagai dasar penerapan sistem manajemen keamanan kampus di masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan di lingkungan kampus.


Campus security is important as it directly impacts the comfort and continuity of both academic and non-academic activities. Universitas Indonesia Depok Campus is an open campus, which has potential security risks from both internal and external factors. This study aims to assess security risks in Universitas Indonesia, specifically at Depok Campus, using descriptive analytical study design with qualitative method to describe security-related risks at Universitas Indonesia. The research conducted at Universitas Indonesia Depok from March to June 2025. Primary data gathered through observation and interview with security officers and secondary data through case report documents, as well as other literature related to this research. Threat identification indicates 38 potential threats on campus which included 2 threats of extreme risk, 3 threats of high risk, 18 threats of significant risk, 10 threats of medium risk, and 5 threats of low risk. Top 5 priority threats were traffic violation, parking, fishing, selling, and scavenging illegally in campus, theft, robbery, and sexual harrashment. A systematic security risk assessment at Universitas Indonesia is important to be the foundation for implementing a university security management system in the future which aims to improve security in the university.
Read More
S-12135
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Davin Edbert Yang; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Fitri Hudayani
Abstrak:

Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menduduki peringkat ke-5 dunia dengan jumlah penderita terbanyak, diperkirakan akan meningkat menjadi 29 juta kasus pada tahun 2045. Keparahan DM sering kali dikaitkan dengan komplikasi jangka panjang seperti gangguan jantung, stroke, dan kerusakan saraf. Salah satu indikator untuk mengukur keparahan DM adalah kadar HbA1c, yang mencerminkan kontrol gula darah dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan diabetes melitus pada pasien di RS Universitas Indonesia (RS UI) Poli IPD Tahun 2022-2023, dengan menggunakan kadar HbA1c sebagai indikator keparahan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan membuka website cengkeh.ui.ac.id bagian CPPT (SOAP Notes) untuk membaca catatan dokter dan ners, serta membuka Medical Support Result untuk membaca lebih lanjut hasil lab yang dijalani pasien. Total data yang dikumpulkan oleh peneliti sebanyak 129 orang dari data rekam medis pasien DM 2022-2023 di Poli IPD RS UI. Peneliti akan mengolah data dengan cara analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,8% pasien DM di RS UI dalam kondisi parah dengan kadar HbA1c ≥8%, dengan mayoritas pasien (78,3%) berusia lanjut (≥60 tahun), 53,5% berjenis kelamin perempuan, dan 70,5% menggunakan pembiayaan melalui BPJS. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel usia, GDP kadar LDL, trigliserida, dan riwayat keluarga dengan tingkat keparahan DM (p-value <0,05).


Diabetes mellitus (DM) is a major health issue in Indonesia, ranking 5th worldwide with the highest number of sufferers, and it is estimated to increase to 29 million cases by 2045. The severity of DM is often associated with long-term complications such as heart disease, stroke, and nerve damage. One of the indicators used to measure the severity of DM is the HbA1c level, which reflects long-term blood glucose control. This study aims to identify factors that are related to the severity of diabetes mellitus in patients at the RS Universitas Indonesia (RS UI) Internal Medicine Outpatient Department (IPD) from 2022 to 2023, using HbA1c levels as an indicator of severity. The method used in this study is cross-sectional with data collection techniques using purposive sampling. Data collection was carried out by opening the cengkeh.ui.ac.id website in the CPPT (SOAP Notes) section to read the doctor's and nurse's notes, as well as opening the Medical Support Results to read more about the patient's lab results. The total data collected by researchers was 129 people from medical records of 2022-2023 DM patients at the UI Hospital IPD Polyclinic. Researchers will process the data using univariate analysis to describe the frequency distribution, as well as bivariate analysis using the chi-square test to see the relationship between variables. The results showed that 38.8% of DM patients at UI Hospital were in severe condition with HbA1c levels ≥8%, with the majority of patients (78.3%) being elderly (≥60 years), 53.5% female, and 70 .5% uses financing through BPJS. Bivariate analysis showed a significant relationship between the variables age, fasting plasma glucose, LDL levels, triglycerides, and family history with the severity of DM (p-value <0.05). 

Read More
S-11843
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Friadita; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Nenden Solihatul Zannah, Susmiati
Abstrak:
Literasi gizi telah didefinisikan sebagai kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi gizi dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi gizi fungsional pada mahasiswa program sarjana Angkatan 2018 Universitas Andalas di Sumatera Barat serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan sampel penelitian mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi gizi fungsional pada mahasiswa ini menggunakan alat instrumen yakni The Newest Vital Sign (NVS). Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa sebesar 2,65 yakni termasuk kurang memadai. Terdapat hubungan yang signifkan antara suku, bidang keilmuan dan kepemilikan asuransi dengan tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa. Diperlukan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman literasi gizi fungsional pada mahasiswa seperti seminar tahunan atau diskusi publik bersama professional

Nutritional literacy has been defined as the capacity to acquire, process and understand information and the skills needed to make appropriate nutritional decisions. This study aims to determine the level of functional nutrition literacy in students Batch 2018 Andalas University undergraduate program in West Sumatra and the factors related to it. This study used secondary data from the 2019 Health Literacy Study with a sample of 2018 batch students from 15 faculties at Andalas University (n=363). The instrument that been used in this research is The Newest Vital Sign (NVS). The results of this study show that the average score for thefungctional nutrition literacy level of students is 2.65 out of a scale of 4, limited literacy. There is a significant relationship between ethnicity, academic background and insurance ownership with the level of student nutritional literacy. Educational programs are needed to increase understanding of nutritional literacy in students such as annual seminars or public discussions with professionals
Read More
T-6645
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Safitri; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Ratna Djuwita, Herdis Herdiansyah, Legis Novianthy, Sri Herlin K.
Abstrak:
Timbulan food waste tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, sosial dan lingkungan, namun juga menyebabkan masalah kesehatan. Mahasiswa, sebagai kelompok dewasa muda, memiliki kecenderungan tinggi dalam menghasilkan food waste, terutama di area kantin kampus. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku food waste mahasiswa di kantin universitas. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan embedded design. Penelitian kuantitatif sebagai penelitian utama dan penelitian kualitatif sebagai penelitian penunjang. Pengisian kuesioner dilakukan terhadap 160 responden dengan analisis data menggunakan model mediasi PROCESS dari Hayes. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor sosiodemografi meliputi jenis kelamin, umur, biaya hidup per bulan, klaster fakultas, asal daerah dan pengaturan tempat tinggal tidak berhubungan signifikan dengan niat perilaku food waste. Namun, biaya hidup per bulan berhubungan signifikan dengan frekuensi perilaku food waste dan faktor pengaturan tempat tinggal berhubungan signifikan dengan estimasi jumlah food waste yang ditimbulkan. Sikap dan perceived behavioral control determinan signifikan perilaku, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui niat (p<0.05 dan 95% CI tidak mencakup 0). Norma subjektif merupakan determinan signifkan perilaku food waste jika di mediasi oleh niat (b=0.217, 95% CI [0.117; 0.325]). Sementara pada variabel personal norm, tidak terbukti sebagai determinan perilaku food waste (p>0.05 dan 95% CI mencakup 0). Disarankan Universitas Indoneisa dapat melakukan upaya edukasi yang difokuskan pada penguatan sikap dan persepsi kontrol mahasiswa terhadap food waste sehingga mahasiswa merasa mampu untuk mencegah timbulan food waste di lingkungan kampus.

The generation of food waste not only causes economic, social, and environmental losses, but also poses health problems. University students, as a group of young adults, tend to generate a significant amount of food waste, particularly in campus canteens. This thesis aims to identify the factors associated with students’ food waste behavior in university canteen settings. A mixed method with an embedded design was employed, in which the quantitative method served as the primary method and the qualitative method as a complementary method. The quantitative phase involved 160 respondents, and data were analyzed using Hayes' PROCESS mediation model. The results revealed that sociodemographic factors including gender, age, monthly living expenses, faculty cluster, place of origin, and housing arrangement were not significantly associated with the intention of food waste. However, monthly living expenses were significantly associated with the frequency of food waste behavior, and housing arrangements were significantly associated with the estimated amount of food waste generated. Attitude and perceived behavioral control were found to be significant determinants of food waste behavior, both directly and indirectly through intention (p < 0.05, 95% CI excluding 0). Subjective norm also emerged as a significant determinant of food waste behavior when mediated by intention (b = 0.217, 95% CI [0.117; 0.325]). In contrast, personal norm was not identified as a determinant of food waste behavior (p > 0.05, 95% CI including 0). It is recommended that Universitas Indonesia implement educational efforts focused on strengthening students’ attitudes and perceived behavioral control toward food waste, thereby empowering students to actively prevent food waste generation on campus.
Read More
T-7430
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive