Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nabila Putri Reiyan; Pembimbing: Tiara Amelia Penguji: Evi Martha, Nur Khajanah
Abstrak:
Didapati bahwa sebanyak 22% dari total penduduk dunia memiliki hipertensi. Di Indonesia sebesar 34,1% dengan Jawa Barat sebesar 39,6%, Kota Bogor sebanyak 36,2%, dan Kecamatan Tanah Sareal sebanyak 30%. Dari jumlah penderita hipertensi tersebut paling banyak adalah perempuan. Hipertensi pada perempuan banyak dialami dalam kehamilan dan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui gambaran karakteristik, pengetahuan, dan sikap ibu hamil terhadap hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal tahun 2021-2022. Studi cross sectional dilakukan kepada 40 responden yang didapati dari purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan hasil penelitian menunjukkan bahwa 5% ibu hamil mengalami hipertensi, 80% usia 20-35 tahun, 47,5% memiliki pendidikan menegah, 82,5% tidak memiliki faktor genetik, 75% sedang mengalami hamil tunggal, 62,5% multigravida, 72,5% memiliki pengetahuan tinggi, dan 55% memiliki sikap positif. Pengetahuan pada ibu hamil dapat mempengaruhi dalam pencegahan hipertensi dengan meningkatnya pengetahuan dapat meningkatkan kesadaran dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit.
22% of the total world population has hypertension. In Indonesia it has 34.1% with 39.6% in West Java, 36.2% in Bogor City, and 30% in Tanah Sareal District. From the number of patients with hypertension, most are women. Hypertension in women is often experienced in pregnancy and can cause death. This study aims to describe the characteristics, knowledge, and attitudes of pregnant women towards hypertension at Tanah Sareal Public Health Center in 2021-2022. A cross-sectional study was conducted on 40 respondents which was obtained from purposive sampling. The data analyzed with univariate and the results showed that 5% of pregnant women had hypertension, 80% aged 20-35 years, 47.5% had secondary education, 82.5% did not have genetic factors, 75% were having a single pregnancy, 62, 5% are multigravida, 72.5% have high knowledge, and 55% have a positive attitude. Knowledge of pregnant women can affect the prevention of hypertension with increased knowledge can increase awareness in the prevention and early detection of disease.
Read More
22% of the total world population has hypertension. In Indonesia it has 34.1% with 39.6% in West Java, 36.2% in Bogor City, and 30% in Tanah Sareal District. From the number of patients with hypertension, most are women. Hypertension in women is often experienced in pregnancy and can cause death. This study aims to describe the characteristics, knowledge, and attitudes of pregnant women towards hypertension at Tanah Sareal Public Health Center in 2021-2022. A cross-sectional study was conducted on 40 respondents which was obtained from purposive sampling. The data analyzed with univariate and the results showed that 5% of pregnant women had hypertension, 80% aged 20-35 years, 47.5% had secondary education, 82.5% did not have genetic factors, 75% were having a single pregnancy, 62, 5% are multigravida, 72.5% have high knowledge, and 55% have a positive attitude. Knowledge of pregnant women can affect the prevention of hypertension with increased knowledge can increase awareness in the prevention and early detection of disease.
S-11071
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Della Andina Suladiah; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Rismaniar Oktaviani
Abstrak:
ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MEMPUNYAI DAMPAK YAITU MENURUNKAN PRODUKTIVITAS DAN PRESTASI REMAJA (DEPKES, 2003). PEMERINTAH MENINDAKLANJUTI DENGAN MELAKUKAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DENGAN CARA PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (TTD) (DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT, 2016). PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS KELAPA DUA DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN TEORI LOGIC MODELS YANG TERDIRI DARI RESOURCES(INPUT), PROSES, DAN OUTPUT. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENDEKATAN KUALITATIF DAN MELIBATKAN SATU INFORMAN STAKEHOLDER DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG DAN TIGA INFORMAN STAKEHOLDER PUSKESMAS KELAPA DUA SEBAGAI INFORMAN KUNCI. SEDANGKAN YANG MENJADI INFORMAN ADALAH GURU PIK-R SMA NEGERI 23 KABUPATEN TANGERANG DAN REMAJA PUTRI KELAS XI YANG MENGALAMI ANEMIA BERAT. PENGUMPULAN DATA DILAKUKAN DENGAN CARA WAWANCARA MENDALAM. TEKNIK PENGOLAHAN DATA DILAKUKAN DENGAN MENYUSUN TRANSKRIP, PENGKODEAN, MEMBUAT MATRIKS, DAN MENGANALISIS DATA. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA DILIHAT DARI SISI RESOURCES (INPUT) MASIH PERLU DITINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIANYA DAN PERLU ADANYA KEBIJAKAN DI TINGKAT KABUPATEN YANG DAPAT MENJADI PAYUNG HUKUM TENTANG PEMBERIAN TTD, SERTA MEMPUNYAI KOMITMEN YANG TINGGI DARI PARA LINTAS SEKTOR UNTUK MEMBANTU PELAKSANAAN PROGRAM. DARI SISI PROSES MASIH BANYAK MELAKUKAN DENGAN UPAYA KURATIF YANG MANA MENUNJUKKAN OUTPUTS YAITU CAKUPAN PROGRAM ANEMIA MENGALAMI PENURUNAN YANG SIGNIFIKAN.
KATA KUNCI: LOGIC MODELS, PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA, REMAJA PUTRI.
Read More
KATA KUNCI: LOGIC MODELS, PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN ANEMIA, REMAJA PUTRI.
S-9851
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Silmy Kaaffah; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Rita Damayanti, Ida Tri Wahyuni
Abstrak:
Literasi kesehatan merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan untuk membuat keputusan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi kesehatan memiliki hubungan terhadap bagaimana seseorang menerima informasi kesehatan sehingga berkaitan dengan status kesehatan seseorang.Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran literasi kesehatan mahasiswa program sarjana reguler tingkat pertama Universitas Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel yang terkumpul adalah 373 mahasiswa Universitas Indonesia tingkat pertama pada 14 fakultas. Literasi kesehatan diukur menggunakan European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU Q16) secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai literasi kesehatan mahasiswa UI tingkat pertama adalah 2.91 dari skala 0-4 yang jika di presentasekan mencapai 72.8%. Domain pencegahan penyakit memiliki nilai literasi terendah, sedangkan domain yang memiliki nilai literasi tinggi adalah domain pelayanan kesehatan. Fakultas dengan nilai literasi tertinggi adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat sementara fakultas dengan nilai literasi terendah adalah Fakultas Ilmu Budaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diperlukan pembuatan program intervensi peningkatan literasi kesehatan pada mahasiswa UI terutama pada domain pencegahan penyakitdan lebih dimasifkkan di fakultas non rumpun ilmu kesehatan.
Kata kunci: literasi kesehatan, mahasiswa, fakultas, Health Literacy Questionaire (HLS EU)
Read More
Kata kunci: literasi kesehatan, mahasiswa, fakultas, Health Literacy Questionaire (HLS EU)
S-9744
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risiya Sunarni; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Arustiyono
Abstrak:
Penelitian ini menjelaskan tentang gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan produk pencerah kulit pada mahasiswa Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling yang diikuti sebanyak 200 responden dengan mengisi kuesioner daring berbasis google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (10%) mahasiswa UI pernah menggunakan produk pencerah kulit dan (70,5%) menggunakan produk pencerah kulit setahun terakhir. Selain itu, (42,5%) mahasiswa UI memiliki pengetahuan yang rendah tentang kandungan bahan aktif produk pencerah kulit, (61,5%) mahasiswa UI memiliki sikap yang positif yang tinggi terhadap kulit yang cerah cerah dan produk pencerah kulit.
Read More
S-10718
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sylvia Riski Anggraeny; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Wayan Sri Agustini
Abstrak:
Persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam upaya menurunkanAngka Kematian Ibu (AKI). Cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan di DesaWanaherang wilayah kerja Puskesmas Gunung Putri sebesar 82,38% masih di bawahtarget SPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemilihan penolongpersalinan pada 6 ibu nifas di desa Wanaherang wilayah kerja Puskesmas GunungPutri tahun 2016. Faktor yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap, biaya persalinan,kepemilikan BPJS, sumber informasi, dukungan suami, keluarga dan kelompok ibunifas. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data primer yangdikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 10 informan dan diskusikelompok kepada tiga kelompok yaitu suami, nenek dan teman sebaya. Hasil analisismenunjukkan pengetahuan yang baik dalam memilih penolong persalinan tidak selaluberujung dalam menentukan pertolongan persalinan dengan tenaga kesehatan karenadipengaruhi oleh faktor pemungkin yaitu sumber informasi. Biaya persalinan dankepemilikan kartu BPJS tidak memiliki peran dengan pemilihan penolong persalinan.Dukungan suami dan keluarga berperan dalam menentukan penolong persalinan.
Kata Kunci : Penolong Persalinan, Bidan, Paraji, Kesehatan Ibu.
Delivery by health personnel is an important factor in efforts to reduce MaternalMortality Rate (MMR). Scope aid by health workers at the village PuskesmasWanaherang Gunung Putri amounted to 82.38% is still below the target SPM. Thisstudy aims to reveal the birth attendant election at 6 postpartum mother in theWanaherang District the work area of Gunung Putri Health Center 2016. Factorsstudied were knowledge, attitude, labor costs, ownership BPJS, resources, support thehusband, family and peers. The design study is qualitative primary data collectedthrough in-depth interviews to 10 informants and discussion groups to three groupshusband, grandmother and peers. The analysis showed a good knowledge in choosinga birth attendants do not always lead in determining the delivery assistance by healthprofessionals because it is influenced by the enabling factor that is the source ofinformation. The cost of labor and ownership BPJS card has no role in the selectionof birth attendants. Support of her husband and family play a role in determining thebirth attendant.
Keywords: Helper Delivery, Midwives, Paraji, Maternal Health.
Read More
Kata Kunci : Penolong Persalinan, Bidan, Paraji, Kesehatan Ibu.
Delivery by health personnel is an important factor in efforts to reduce MaternalMortality Rate (MMR). Scope aid by health workers at the village PuskesmasWanaherang Gunung Putri amounted to 82.38% is still below the target SPM. Thisstudy aims to reveal the birth attendant election at 6 postpartum mother in theWanaherang District the work area of Gunung Putri Health Center 2016. Factorsstudied were knowledge, attitude, labor costs, ownership BPJS, resources, support thehusband, family and peers. The design study is qualitative primary data collectedthrough in-depth interviews to 10 informants and discussion groups to three groupshusband, grandmother and peers. The analysis showed a good knowledge in choosinga birth attendants do not always lead in determining the delivery assistance by healthprofessionals because it is influenced by the enabling factor that is the source ofinformation. The cost of labor and ownership BPJS card has no role in the selectionof birth attendants. Support of her husband and family play a role in determining thebirth attendant.
Keywords: Helper Delivery, Midwives, Paraji, Maternal Health.
S-9133
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sa`adatul Aliyah; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Agustina
S-9555
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shelly Shalihat; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Tri Krianto, Yunita Fitriani
Abstrak:
ABSTRAK Kurangnya aktivitas fisik pada anak dapat menyebabkan kejadian penyimpangan gizi yaitu berupa kegemukan dan obesitas yang dapat menimbulkan kejadian penyakit lainnya seperti diabetes, jantung koroner dan sebagainya. Proporsi aktivitas fisik yang kurang aktif berdasarkan umur, tertinggi pada kelompok umur 10 ndash; 14 tahun sebesar 49,6 Riskesdas 2013. Berdasarkan pendidikan angka proporsi tertinggi kurangnya aktivitas fisik berada pada kelompok pendidikan tidak tamat Sekolah Dasar SD atau Madrasah Ibtidaiyah MI yaitu sebesar 33,0. SD IT Ummu l Quro mengalami sedikit peningkatan angka obesitas setiap tahunnya. Pada tahun 2017 angka obesitas di SD IT Ummu l Quro mencapai kurang lebih 30 dari total keseluruhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada anak di SD IT Ummu l Quro Kecamatan Beji Kota Depok tahun 2018 dengan mengunakan mix methode yaitu studi kuantitatif dan studi kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan bahwa gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada siswa SD IT Ummu l Quro adalah faktor pemungkin enabling yang terdiri dari sarana prasarana serta faktor penguat reinforcing yang terdiri dari pembiasaan orang tua, dukungan guru, peraturan disekolah, program pemerintah.
ABSTRACT Lack of physical activity in children can lead to the occurrence of torture of nutrition that is in the form of obesity and obesity that can cause events such as diabetes, coronary heart and so forth. The proportion of inactive physical activity was age, the highest among the 10 14 years age group was 49.6 Riskesdas 2013. Based on education, the figures are the most effective in the education group did not complete elementary school SD or Madrasah Ibtidaiyah MI that amounted to 33.0. SD IT Ummu 39 l Quro, slightly faster, figures, numbers every year. In 2017 obesity rates in SD IT Ummu 39 l Quro reach approximately 30 of the total students. The purpose of this study is to determine the factors that affect the physical in children in Elementary School IT Ummu 39 l Quro Beji District Depok city in 2018 by using a mixed method of quantitative studies and qualitative studies. The result of this research is to know the factors that influence the activity of the students of SD IT Ummu 39 l Quro is a enabling factor consisting of various facilities and infrastructure. Reinforcing factor consisting of parents, teachers, school rules, government programs.
Read More
S-9854
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jakaria; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Anwar Hassan, Adang Mulyana
Abstrak:
Tingginya angka TB di Puskesmas Dramaga menyebabkan di perlukannya penelitian kualitatif mengenai hal-hal dalam kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dan ketidak berhasilan pengobatan TB Paru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengacu pada teori Health Belief Model (HBM). Pengambilan data dilakukan pada 11 orang dari pasien TB Paru, keluarga, dan petugas kesehatan dengan metode wawancara mendalam. Keberhasilan pengobatan TB dalam kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh persepsi informan terhadap kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan yang dialami selama menjalani pengobataan TB. Selain itu juga pengaruh dari besarnya dukungan keluarga dan pemberian informasi TB yang lengkap kepada pasien dan keluarga. Kata kunci: TB Paru, kepatuhan minum obat TB, Health Belief Model The high rate of TB in Puskesmas Dramaga led to the need for qualitative research on matters in medication adherence. This study aims to see what factors influence the success and failure of pulmonary tuberculosis treatment. This research is a qualitative research that refers to the theory of Health Belief Model (HBM). Data were collected on 11 people from TB patients, family, and health care workers with in-depth interview method. The success of TB treatment in medication adherence is influenced by informants' perceptions of the susceptibility, severity, benefits and constraints experienced during TB treatment. It also influences the extent of family support and the provision of complete TB information to patients and families. Keywords: TB Lung, TB medication adherence, Health Belief Model.
Read More
S-9577
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Taufiqa Hidayati; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Anwar Hassan, Agustina
Abstrak:
Edukasi pencegahan demensia pada lansia penting untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia terhadap upaya pencegahan demensia. Implementasi program edukasi pencegahan demensia dilihat berdasarkan upaya peningkatan aktifitas fisik, sosial, kognitif dan gizi lansia di wilayah Puskesmas Kecamatan Jatinegara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III. Pengumpulan data melalui indepth interview, focus group discussion dan observasi. Hasil penelitian ini adalah program edukasi pencegahan demensia sudah berjalan namun belum optimal dari sisi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Selain itu, lansia memiliki risiko tinggi terkena demensia sedangkan pengetahuan mengenai demensia masih kurang. Hal ini dikarenakan fokus program saat ini adalah skrinning pencatatan dan pelaporan jumlah lansia berdasarkan perintah Kemenkes RI. Saran penelitian ini adalah meningkatkan koordinasi dan komitmen seluruh pelaksana dan pemangku kebijakan untuk menjadikan upaya pencegahan demensia sebagai prioritas program. Kata kunci: Edukasi, demensia, implementasi program, lansia Dementia prevention education among elderly is important to improve knowledge and attitude toward prevention of dementia. Implementation of dementia prevention education program can be seen based on efforts to increase physical, social, cognitive activity and nutritional fulfillment in elderly community of Puskesmas Jatinegara sub-district. This is a qualitative research with descriptive design using Edward III implementation theory. Data collection was obtained using indepth interview, focus group discussion and observation. The result of this research mention that dementia prevention educational program is running with unsatisfactory result from communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Furthermore, elderly have a high risk of dementia, while knowledge of dementia still lacking. All this happen because the focus of current program are screening, recording and reporting the number of elderly based on the Ministry of Health's order. The research recommendation is to improve coordination and commitment of all implementers and stakeholders to make dementia prevention as a priority program. Key words: Dementia, education, elderly, implementation program
Read More
S-9416
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuradia Puspawati; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Masyitoh, Iwan Setiawan
Abstrak:
The condition of prison which does not fulfill the reproduction health right of women prisoners and the high risk of communicable disease have been the background of the research. The aim is to find out the deep information about perineal hygiene behavior of women prisoners at Prison Class II A Bogor in 2015. Primary and secondary data have been taken since March until June 2015. Data collection methoad was using In-Depth Interview to four women prisoners and four key informants. As a result, perineal hygiene behavior of women prisoners are influenced by knowledge, attitude, availability of prison facility, accessibility to information, peers and official support. The behavior is also influenced by belief of some informants. Prison facility are not fulfilling the right of prisoners.
Kondisi Lapas yang pada umumnya tidak memenuhi hak kesehatan reproduksi narapidana wanita serta tingginya risiko penularan penyakit melatarbelakangi penelitian kualitatif ini. Penelitian bertujuan mengetahui informasi mendalam mengenai gambaran perilaku perineal hygiene narapidana wanita di Lapas Klas II A Bogor tahun 2015. Data primer dan sekunder diambil sejak bulan Maret hingga Juni 2015. Pengambilan data primer menggunakan metode wawancara mendalam kepada empat orang narapidana wanita dan empat orang informan kunci. Perilaku perineal hygiene narapida wanita dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, sebagian oleh kepercayaan, ketersediaan sarana, keterpaparan informasi, dukungan teman sebaya, serta peran petugas. Keterbatasan sarana di Lapas masih belum memenuhi hak narapidana.
Read More
S-8840
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
