Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 177 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Edward Nangoy; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Mieke Savitri, Arthur H.P. Mawuntu
B-1514
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rivie Rianda Iskandar; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Gatot Soeryo, Haura Karlina
Abstrak: Pelayanan rawat jalan sebagai unit terdepan yang menampilkancitra rumah sakit dan merupakan penyumbang pasien terbesar harusdikelola dengan baik, salah satunya adalah dengan meperbaiki waktutunggunya. Waktu tunggu merupakan salah satu dimensi mutu dalampelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktutunggu pelayanan rawat jalan di RSIA Aulia tahun 2014. Penelitiandilakukan dengan metoda penelitian kualitatif dan kuantitatif pada unitrawat jalan, mulai dari pendaftaran, poliklinik, farmasi, dan kasir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pendaftaran rata-rataadalah 8,77 menit saat peak hours dan 7,37 menit saat non peak hours.Lama waktu tunggu poliklinik paling lama adalah pada poliklinik anakdengan waktu tunggu rata-rata 63,82 menit saat peak hours dan 40,27menit saat non peak hours. Waktu tunggu farmasi rata-rata saat peakhours adalah 21,39 menit untuk obat jadi, dan 33,92 menit untuk obatracikan, sedangkan saat non peak hours 17,50 menit untuk obat jadi dan31,23 menit untuk obat racikan. Waktu tunggu pelayanan kasir adalah15,09 menit saat peak hours dan 9,43 menit saat non peak hours.Semua waktu tunggu sudah sesuai Standar Pelayanan Minimaluntuk Rumah Sakit menurut Kepmenkes no.129 Tahun 2008 dan RSkecuali untuk waktu tunggu polilinik. Waktu tunggu dipengaruhi olehbeberapa faktor, yaitu Man, Material, Methode, Mechine, dan Money.Pada poliklinik, waktu tunggu yang lama terutama disebabkan oleh faktorSDM, yaitu ketidakdisiplinan dokter terhadap jam praktek, sehingga hasilpenelitian ini menyarankan kepada managemen untuk menganalisiskembali dan memperbaiki ikatan kerja sama dengan para dokter praktekguna mempersingkat waktu tunggu, sehingga dapat meningkatkan mutupelayanan dimasa yang akan datang.
Outpatient services as the leading unit which displays image of thehospital and the largest contributor to patient must be properly managed,one of which is improving wait-times. Wait-times is one of thedimensions of quality in health care. This research aims to analyze thewait-times in outpatient services at Rumah Sakit Ibu Dan Anak Aulia for2014. This research is using the qualitative and quantitative methods inoutpatient services, starts from registration, polyclinic, pharmacy, andcashier.The results showed that approximate time for registration is 8.77 minutesat peak hours and 7.37 minutes at non peak hours. The longest wait-timesis in the children's polyclinic with approximate wait-times about 63.82minutes at peak hours and 40.27 minutes at non peak hours. Theapproximate wait-times in pharmacy at peak hours is 21.39 minutes forgeneric medicine and 33.92 minutes for personalized medicine, whileapproximate wait times at non peak hours is 17.50 minutes for genericmedicine and 31.23 minutes for personalized medicine. At cashier, theapproximate wait times is 15.09 minutes in peak hours and 9.43 minutesin non peak hours.All wait times is already referred to Minimum standard of services forhospital according to Kepmenkes no. 129/2008 except for the polyclinic'swait times. Wait times is influenced by some factors, consists of man,material, method, machine, and money. At polyclinic, the long wait timesis mainly due to human resources factor, which is indiscipline doctor topractice hours, so the result of this research suggests the management tore-analyze and restore the agreement with the doctors to shorten the waittimes so the quality of service in the future will improve.
Read More
B-1649
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ibnu Mas`ud; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, Soeko Nindito
B-1676
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wida Guslianti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Dewi R. Anggraini, Ati Nirwanawati
Abstrak: Tesis ini membahas kelengkapan resume medis dan ketepatan koding diagnosis dalam potensi risiko klaim BPJS di Unit Rawat Inap RSUD Cempaka Putih Tahun 2016. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian ditemukan ketidaklengkapan pengisian resume medis pada variabel diagnosis sekunder 46%, variabel tanda tangan dokter penanggung jawab layanan 10,5%, variabel pemeriksaan penunjang 1,6 %. Ketidaktepatan koding diagnosis pada diagnosis utama 28,2%, diagnosis sekunder 6,4% dan prosedur 6%. Didapatkan risiko klaim tertunda akibat ketidaklengkapan resume medis sebesar Rp. 159.580.200,-, dan didapatkan selisih klaim akibat ketidaktepatan koding diagnosis sebesar Rp. 7.062.100,- pada bulan November dan Rp. 4.821.400,- di bulan Desember. Hasil penelitian menyarankan agar dilakukan sosialisasi Standar Prosedur Operasional (SPO), pelatihan koding, pemberlakuan reward dan punishment, audit koding, pembentukan Tim Koding, dan evaluasi secara berkesinambungan oleh manajemen.

Analysis of medical resume completeness and the accuracy of coding diagnoses against potential risks of BPJS claims at Inpatient Units of RSUD Cempaka Putih in 2016. This research discussed about medical resume completeness and the accuracy of coding diagnoses against potential risks of BPJS claims at Inpatient Units of RSUD Cempaka Putih in 2016. This research used mix method approach with cross sectional design. This research found that there is still incompleteness in filling the medical record for secondary diagnostic variables 46%, the signature of in charge physician variable 10,5%, and supporting examination variable 1,6 %. Inaccuracy of coding diagnoses on primary diagnostic 28,2%, secondary diagnostic 6,4% and procedur 6%. The risk of claims is delayed due to the incompleteness of medical resume amounting to Rp. 159.580.200,- ,and obtained the difference in claims due to inaccuracy of Rp. 7.062.100,- in November and Rp. 4.821.400,- in December. The results suggested that socialization of standar operational procedur,coding practice, reward dan punishment implementation, coding audit, coding team formulation, and continous evaluation by management. 
Read More
B-1889
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atmiroseva; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Donni Hendrawan, Elsa Novelia
T-4888
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puput Okta Wijayanti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Adik Wibowo, Sandy Iljanto, Sarwanti, Budiman Widjaja
Abstrak: Salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah mutu pelayanan rekam medis yaitu tentang kelengkapan pencatatan rekam medis. Indikator mutu rekam medis yang baik adalah kelengkapan isinya, akurat, tepat waktu, dan pemenuhan aspek hukum. Rekam medis yang pengisiannya lengkap akan memberikan kemudahan bagi penyediaan informasi di rumah sakit. Pelayanan rekam medis di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Denpasar dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa permasalahan, yaitu pengembalian berkas rekam medis yang lebih dari batas waktu yang ditetapkan dan kelengkapan berkas rekam medis. Hasil evaluasi laporan triwulan ke III tahun 2017 menunjukkan bahwa rata-rata lama pengembalian berkas rekam medis dari bulan Juli hingga September 2017 yang lebih dari 1x24 jam adalah 22% sedangan yang kurang dari 1x24 jam adalah 78%. Rata-rata ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Denpasar pada bulan Juli hingga September tahun 2017 adalah 73%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelengkapan review dokumen berdasarkan retrospective review dan concurrent review terhadap kelengkapan berkas rekam medis pasien Sectio Caesaria (tindakan inpasif) dan Pneumonia (tindakan konvensional) di Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan membandingkan dua (2) populasi yaitu Retrospektive Review dan Concurrent Review. Penelitian ini dilakukan pada berkas rekam medis pasien Sectio Caesaria dan pada berkas rekam medis pasien Pneumonia. Penentuan populasi dilakukan berdasarkan clinical pathways yang ada di Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar. Terdapat perbedaan terhadap kelengkapan berkas rekam medis antara retrospektif review dan concurrent review. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa angka kelengkapan rekam medis dengan metode concurrent review lebih tinggi dari pada dengan metode retrospektif review. Hal tersebut karena petugas rekam medis melakukan pengecekan terhadap kelengkapan berkas saat pasien masih rawat inap dan memberikan tanda atau note pada berkas yang belum lengkap sehingga saat dokter melakukan visite maka lebih mudah untuk melengkapi berkas rekam medis
Kata Kunci : Kelengkapan Berkas Rekam Medis, Retrospective Review, Concurrent Review

One of the parameters to determine the quality of health services in the hospital is the quality of medical record services that is about the completeness of recording medical records. A good medical record quality indicator is the completeness of its content, accurate, punctual, and legal aspects fulfillment. A complete medical record will provide convenience for the provision of information in the hospital. The medical record services at Kasih Ibu General Hospital Denpasar in the implementation are still facing some problems, to wit the return of medical record file that is more than the deadline specified and the completeness of the medical record file. The evaluation results for the third quarter report in 2017 showed that the average length of medical record file returns from July to September 2017 which is more than 1x24 hours is 22% while less than 1x24 hours was 78%. On average incompleteness charging inpatient medical record file at the General Hospital Kasih Ibu Denpasar in July to September 2017 was 73%. The purpose of this study was to determine differences in the completeness of the document review is based on a retrospective review and concurrent review of the patient's complete medical record file Sectio Caesaria (inpasif action) and pneumonia (by conventional measures) Kasih Ibu Hospital in Denpasar. The type of research used in this research is using quantitative approach method by comparing two (2) population that is Retrospecttive Review and Concurrent Review. The study was conducted on the medical records of Sectio Caesaria patients and on the medical records of patients with Pneumonia. Determination of population is done based on clinical pathways in Kasih Ibu Hospital Denpasar. There is a difference to the completeness of the medical record file between the retrospective review and the concurrent review. The data obtained shows that the number of medical record completeness with concurrent review method is higher than in the retrospective review method. This is because the medical recorder to check the completeness of the file when the patient is still inpatient and provide a sign or note on the file that is not complete so that when the doctor visits it is easier to complete the medical records file
Keywords: Medical File Recordings, Retrospective Review, Concurrent Review
Read More
B-1962
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariani Khairunnisa Nasution; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Amila Begraini, Atik Waharti
Abstrak: Pada 1 Januari 2014 dilaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional diIndonesia, dimana penyelenggaraannya dilaksanakan oleh BPJS. RS ANTangerang bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014, dimana sejak saat itupeningkatan produktivitas kunjungan pelayanan RS sangat melonjak. Peningkatankunjungan tinggi juga terdapat di Perawatan Intensif dimana penyediaan gasoksigen menjadi salah satu kebutuhan penting. Peningkatan tersebut jugameningkatkan kebutuhan penyediaan gas medis oksigen. Perubahan pola biayapada pelayanan JKN dimana dibayarkan dalam konsep package payment ,sehingga penyediaan gas oksigen medis menjadi salah satu biaya besar yang perludievaluasi dalam penyediaanya. Terdapat beberapa sediaan gas medis oksigenuntuk pelayanan rumah sakit. Diantara pilihan tersebut manakah sediaan yangsesuai secara biaya dengan karakteristik RS AN. Penelitian ini bertujuanmenganalisis perbandingan biaya penyediaan gas oksigen dengan tabung silindergas, vessel gas liquid(VGL) dan oksigen liquid tank pada penyediaan gas medis diRumah Sakit AN Tangerang. Desain penelitian dari tesis ini bersifat kuantitatifmenggunakan rancangan retrospektif survey dengan dilakukan studi perbandinganbiaya (comparative study) diantara 3 alternatif yang ada. Dilakukan perhitunganbiaya dengan metode Activity Based Costing yang kemudian dilanjutkan dengananalisa perbandingan biaya dengan metode Cost Minimization Analysis. Darihasil penelitian didapatkan biaya pengadaan untuk masing-masing sediaan gasmedis sebesar rp 10.316,00 /m³ untuk sediaan tabung gas, rp 6.173,00 /m³ untuksediaan VGL dan rp 6.121,00 /m³ untuk sediaan tangki liquid. Biaya tersebut akanberbeda tergantung dengan besarnya biaya investasi, jumlah utilisasi dan letaksarana prasarana. Pemilihan sediaan liquid oksigen tangki 6 ton dengan kapasitas4.620 m³ untuk keperluan penyediaan gas medis pada RS AN dengan jumlahtempat tidur 170, ruang intensif sebanyak 19 tempat tidur, dengan BOR 60-67% ,pemakaian oksigen medis rata-rata sebesar 74.198 m³ per tahun, menjadi pilihaninvestasi dan penghematan biaya yang terbaik bila dibandingkan dengan sediaantabung gas maupun VGL .Kata kunci : Activity Based Costing; Cost Minimization Analysis; gas medis;oksigen; rumah sakit; tabung gas; Tangki Liquid; VGL.
On 1 January 2014, a National Health Insurance program (Jaminan KesehatanNasional/JKN) was implemented in Indonesia, where the implementation wascarried out by the BPJS. RS AN Tangerang collaborated with BPJS since 2014,where since then the increase in hospital service visit productivity has soared.Increased visits are also found in Intensive Care where the supply of oxygen gas isan important requirement. The increase also increases the need for oxygenmedical gas. Changes in the pattern of costs for JKN services are paid for in thepackage payment concept, so that the supply of medical oxygen gas is one of thebig costs that need to be evaluated in its provision. There are several medicaloxygen gas preparations for hospital services. Among these choices are thepreparations that are cost-appropriate with the characteristics of the RS AN. Thisstudy aims to analyze the comparison of the cost of providing oxygen gas with gascylinders, gas vessels liquid (VGL) and oxygen liquid tanks in the provision ofmedical gas at RS AN Tangerang . The research design of this thesis isquantitative using a retrospective survey design with a comparative study among 3alternatives. Cost calculation is done using Activity Based Costing method whichis then continued with cost comparison analysis using the Cost MinimizationAnalysis method. From the results of the study, the procurement costs for eachmedical gas preparation were Rp. 10,316.00 / m³ for gas cylinder preparations,Rp. 6,173.00 / m³ for VGL preparations and Rp. 6,121.00 / m³ for liquid tankpreparations. These costs will differ depending on the amount of investment costs,the amount of utilization and location of infrastructure. The selection of a 6-tonliquid oxygen tank with a capacity of 4,620 m³ for the purposes of providingmedical gas in RS AN with 170 beds, 19 intensive rooms, with a BOR of 60-67%,medical oxygen consumption an average of 74,198 m³ per year, becoming the bestinvestment choice and cost savings when compared to gas cylinders and VGL.Keywords: Activity Based Costing; Cost Minimization Analysis; medical gas;oxygen; hospital; gas cylinders; oxygen liquid tank; VGL.
Read More
B-2045
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suherman; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Amila Begraini, Agus Purwanto
Abstrak: ABSTRAK Pelayanan kesehatan yang bermutu harus ditunjang dengan pelayanan farmasi yang berkualitas, ketersedian perbekalan logistik farmasi terutama obat menjadi perhatian serius dari manajemen RS MBSD. Masih terdapat kekosongan ketersediaan obat pada setiap bulannya menimbulkan pertanyaan bagaimana pengelolaan logistik farmasi pada instalasi farmasi RS MBSD. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui bagaimana sistem manajemen logistik perbekalan obat serta berbagai permasalahan yang terjadi pada setiap tahap pelaksanaan di Instalasi Farmasi RS MBSD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik yang bersifat kuantitatif serta kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan penghitungan klasifikasi analisa ABC obat untuk kemudian dilakukan perhitungan nilai Economic Order Quantity serta waktu ReOrder Point pada obat yang tergolong kategori A indeks kritis. Analisa ABC dilakukan pada 571 jenis obat yag digunakan pada periode Juli 2017 sampai dengan Juni 2018. Pada ABC pemakaian terdapat 45 jenis obat yang tergolong kategori A dengan jumlah pemakaian obat mencapai 69.8 % dari seluruh pemakaian obat pada periode penelitian. Pada analisa ABC investasi terdapat 72 jenis obat yang termasuk kategori A dengan nilai investasi sebesar 69.8% dari seluruh investasi yang dikeluarkan selama periode dan hasil perhitungan ABC Indeks Kritis menunjukan jumlah obat sebanyak 48 jenis yang tergolong kategori A. Hasil perhitungan EOQ dan ROP pada obat kategori A dari analisa ABC Indeks Kritis menunjukan hasil yang dapat dipertimbangkan oleh pihak RS MBSD untuk digunakan pada evaluasi perbekalan obat di Instalasi Farmasi. Kata Kunci : Logistik Farmasi, Persediaan Obat, Analisa ABC, Economic Order Quantity dan Reorder Point ABSTRACT Quality health services must be supported by quality pharmaceutical services, availability of pharmaceutical logistics supplies, especially drugs, is a serious concern of MBSD Hospital Management. There is still a vacuum in the availability of medicines on a monthly basis, raising questions about how to manage pharmaceutical logistics in MBSD Hospital Pharmacy Installation. The purpose of this research is to find out how the logistics management system of drug supplies and various problems that occur at each stage of implementation in the MBSD Hospital Pharmacy Installation. This research uses descriptive and analytical methods that are quantitative and qualitative by conducting in-depth interviews, document review, and calculation of ABC drug classifications to then calculate the Economic Order Quantity value and Re Order Point time on drugs classified as category A critical index. ABC analysis was carried out on 571 types of drugs used in the period July 2017 to June 2018. On ABC usage there are 45 types of drugs classified as category A with the number of drug use reaching 69.8% of all drug use in the research period. In the ABC investment analysis there are 72 types of drugs including category A with an investment value of 69.8% of all investments spent during the period and the calculation of ABC Critical Index shows the number of drugs as many as 48 types classified as category A. The results of EOQ and ROP calculations on category A drugs from the ABC analysis of the Critical Index show results that can be considered by the MBSD Hospital to be used in evaluating drug supplies at the Pharmacy Installation. Keywords : Pharmaceutical Logistics, Drug Inventory, ABC Analysis, Economic Order Quantity and Re Order Point
Read More
B-2063
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Kurniawati; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Prastuti C. Soewondo, Jaenuri, Doni Arianto
Abstrak: Sejak 1 Januari 2014 pemerintah Indonesia berkomitmen melaksanakan sistem jaminan sosial nasional untuk memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang dilakukan secara bertahap menuju Universal Health Coverage pada tahun 2019 sesuai dengan Renstra Kemenkes 2015 2019. Kenaikan pendapatan seiring dengan kenaikan beban semenjak adanya implementasi JKN. kinerja RSUD mengalami peningkatan bila dilihat dari rasio keuangan. Selama tahun 2014 2017 nilai casemix index pada rawat jalan tidak mengalami perubahan sedangkan pada rawat inap mengalami peningkatan. Hospital Base Rate untuk rawat jalan dan rawat inap meningkat selama tahun 2014 2017
Read More
T-5495
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tetriadi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Vetty Yulianty Permanasari, Saragih Berman, Nazeli Buyung
Abstrak: Latar Belakang Studi ini membahas selisih pendapatan BPJS dengan tarif pelayanan sectio caesaria sebesar Rp508.932.651. Hal ini terjadi karena Perda tarif yang sudah lama tidak direvisi (tahun 2011) dan perhitungannya belum menggunakan unit cost. RSD Kol. Abundjani Bangko berdiri sejak tahun 1982 sampai sekarang belum menghitung biaya pelayanan sesuai standar keuangan. BPJS sesuai undang-undang nomor 24 tahun 2011 ditunjuk pemerintah untuk menjalankan pelayanan kesehatan bagi seluruh Indonesia. Agar rumah sakit dapat berjalan normal maka perlu dihitung biaya per layanan unit cost dan efisiensi yang bisa dilakukan berdasarkan standar clinical pathway yang dijalankan di rumah sakit Kol. Abundjani Bangko.

Tujuan Penelitian ini adalah terciptanya unit cost pelayanan sectio caesaria (SC) dan efisiensi yang bisa dilakukan di RSD Kol Abundjani Bangko. Metode Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cros sectional, menggunakan data retrospektif tahun 2017. Pengolahan data menggunakan metode double distribution dilanjutkan RVU untuk perhitungan unit cost. Efisiensi dapat diketahui dengan menggunakan alat bantu clinical pathway beserta tool-nya.

Hasil Penelitian diperolehnya biaya layanan section caesaria di RSD Kol. Abundjani Bangko, Ruang rawat VIP Rp6.704.891, Kelas I Rp6.491.721, Kelas II Rp6.320.449 dan Kelas III Rp6.503.920, serta inefisiensi kapasitas ruang VIP dan OK/OKE ditambah terjadi penambahan layanan pada laboratorium, obat dan BHP. Kesimpulan diperolehnya biaya satuan pelayanan kasus sectio caesaria dan upaya efisiensi yang dapat dilakukan di RSD Kol, Abundjani Bangko
Read More
B-2086
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive