Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Soenarjati Djajanegara; Pembimbing: Haryati Soebadio, Harsja W. Bachtiar
D-120
Jakarta : FS UI, 1987
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi' Zainal Abidin Farid; Pembimbing: Haryati Soebadio, Jacobus Noorduyn
D-123
Jakarta : Universitas Indonesia, 1980
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tjokorda Rai Sudharta; Haryati Soebadio, co-promotor; Masinambow, Eduard Karel Markus, co-promotor
Abstrak:
ABSTRAK Memang benar peryataan J.A. Scheterman dalam tulisannya berjudul "An Introduction to old Javanese Sanskrit Dictionaries and Grammars"(BKI 137/IV,1981,hlm.439) bahwa lontar-lontar Krtabhasa masih banyak dan terus diperbanyak yang berupa Lexicography. Krtabhasa yang diperbanyak itu untuk dipakai membantu mereka yang senang kebebasan, yaitu membaca Kekawin berbahasa Jawa Kuno. Setelah dibaca atau dilagukan Kekawin itu diterjemahkan ke bahasa daerah oleh salah seorang yang mengelilingi pembaca itu, disaksikan oleh banyak orang. Tetapi lantar yang berisi pelajaran bahasa Sanskerta masih sangat sedikit dan terus menurun jumlahnya dari hari ke hari. Demikian antara lain pernyataan J.A. Schoterman setelah diberitahu oleh Ida Bagus Gde Griya dari Sidewan (Karangasem, Bali). Pernyataan ini memang benar, karena di Gedung Kirtya, Singaraja yang merupakan tempat penyimpanan ribuan lontar, dari empat lontar Krtabhasa, hanya satu lontar yang berisi pelajaran kahasi Sanskerta. Di samping itu dari tigapuluh tuju judul Krtabhasa yang dicantumkan oleh Juynbell, hanya ada sepuluh Krtabhasa yang berisi pelajaran Tata bahasa dan bacaan prosa dan puisi Sanskerta. Walau pun demikian sebenarnya Gedung Kirtya memiliki juga lontar-lontar yang berisi soal Tata bahasa Sanskerta tanpa memakai judul Krtabhasa. Lontar-lontar itu berjudul antara lain berjudul Aji Krakah, Krakah Aji, Krakah Sangraha, Catur Sandhi, Jnana Sandhi dan Krakah Puja, Lontar-lontar ini membantu Krtabhasa dalam bidang Tata Bahasa dan bacaan prosa dan puisi Sanskerta. Rontal Krakah Puja ini isinya bukan tuntunan tata cara pemujaan tetapi berisikan hal Vibhekti. (Deklinasi Sanskerta). Mungkin karena pada permulaan isi lontar itu mencantumkan kata Dewa, maka lontar itu dinamai Krakah Puja. Demikian pula ada lontar dengan judul Svarasambita jangan mengira bahwa rontal itu adalah Kamus sesuai dengan judulnya yang berarti 'kumpulan kata-kata terutama vokal: Karena sebenarnya isi lontar Svarasamhita adalah puisi Sanskerta terkenal, yaitu JanakTharuna yang dikarang oleh Pangeran Kumaradasa dari Sri Langka yang pernah mendapat suwaka politik di Sriwijaya. Juga sama halnya dengan lontar berjudul Svaravyanjana (Codex.1159) yang tidak berisi hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan Vokal dan Konsonan sebagai mana tertera sebagai judulnya. Lontar Svaravyanana tersebut ini berisikan fragmen puisi Sanskerta juga yaitu, puisi Trayaatakam dikarang oleh raja Bhartrhari. Memang benar Krtabhasa yang berisikan pelajaran Bahasa Sanskerta sedikit sekali jumlahnya. Tetapi karena ada bantuan oleh lontar-lantar lain yang tidak berjudul Krtabhasa, pelajaran tata Bahasa dan pembacaan prosa dan puisi Sanskerta di dalam lontar masih cukup, Walau tidak ada pelajaran Tasrifan Kata Kerja dalam lantar-lontar yang dibahas dalam tesis ini. Cara mengajarkan Bahasa Sanskerta kira-kira baik jika urutan penyajiannya sesuai dengan urutan yang ada dalam buku Sarasvatavyakarana yang ada di halaman 30-32 pada tesis.
Read More
D-153
Jakarta : FS UI, 1986
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Partini Sardjono-Pradokokusumo; Pembimbing: Haryati Soebadio, A. Teeuw
D-162
Jakarta : FS UI, 1984
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fachruddin Ambo Enre; Pembimbing: Haryati Soebadio, J. Noorduya
Abstrak:
Tulisan ini bukanlah karya yang pertama, apalagi un_tuk dikatakan satu-satunya menyangkut cerita Galigo. telah ada beberapa usaha terdahulu, dimulai jauh di masa silam, baik untuk mencari dan mengumpul naskahnya, maupun untuk mengungkapkan isinya. Kesemuanya itu telah memberikan sum-bangan menurut kadarnya masing-masing, dalam rangkaian su_atu pekerjaan bersambung yang masih menunggu uluran pikir_an, tenaga dan biaya yang tidak sedikit bila is hendak di-rampungkan.Adapun orang yang pertama menulis tentang Galigo dan memperkenalkannya kepada dunia luar, ialah Th.S.Raffles me_lalui bukunya The History of Java, terbitan tahun 18171). la mencatat sedikit tentang isinya serta cara membacanya , yang dikatakannya terdiri atas satuan lima suku kata yang diakhiri denran jeda. Iramanya disebutnya rangkaian dakti_lus dan trokhaeus. Menurut dia puisi wiracarita ini adalah satu-satunya jenis pustaka di kalangan orang Bugis yang di_kenal pengarangnya, yaitu I La Galigo putera Sawerigading.Setengah abad kemudian barulah perkenalan tersebut disusul dengan minat untuk mengetahuinya secara bersungguh_sungguh. B.F.Matthes yang pernah tinggal di Makssar antara tahun 1848 - 18792) -- dengan diselingi dua-kali cuti pan-jang ke ne ;eri belanda -- menggunakan banyak waktu.
Read More
D-169
Jakarta : FS UI, 1983
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
