Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ema Suryani; Pembimbing: Zakianis; Ririn Arminsih; Penguji: Ema Hermawati, Satria Pratama, Fachrudin Ali Achmad
Abstrak: Ventilator mekanik merupakan salah satu aspek yang penting dan banyak digunakan bagi perawatan pasien kritis di Intensif Care Unit (ICU). Lama pemakaian ventilator mekanik merupakan salah satu faktor penting penyebab VAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian ventilator mekanik dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di ICU RSUD Tarakan Jakarta tahun 2014 2017 Jenis peneltian analitik, desain penelitian studi potong lintang (cross sectional). Metode pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan cara observasi catatan medik pasien yang memakai ventilator mekanik minimal 48 jam dan dirawat minimal 3 hari di ruang ICU RSUD Tarakan Jakarta Tahun 2014 2017 dan sampel berjumlah 106 sampel. Data dianalisis dengan uji chi square, t-test independent, dan regresi logistik. Prevalensi Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) sebesar 17,9%. Lama pemakaian ventilator mekanik dan lama perawatan secara statistik menunjukkan berhubungan yang bermakna dengan kejadian VAP. Sedangkan variabel umur, penyakit yang mendasari, posisi tidur, pembedahan dan pemberian antibiotik secara statistik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Hasil analisis multivariat diperoleh bahwa variabel lama pemakaian ventilator mekanik merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian VAP, dengan OR=5,265 (95% CI: 1,084-25,548)
Mechanical ventilator is one of the important aspects and frequently used for treatment of critical patients in the Intensive Care Unit (ICU). The duration for using mechanical ventilator is important factors caused VAP. This research aimed to find the correlation between duration of mechanical ventilator use and Ventilator Associated Pneumonia (VAP) case in ICU RSUD Tarakan Hospital Jakarta 2014 2017. This was an analitic research with observational study (cross-sectional design). Sampling method used consecutive sampling by observed medical records of patients who used mechanical ventilator at least 48 hours and treated at least 3 days in ICU RSUD Tarakan Hospital Jakarta January 2014 December 2017, as many as 106 sampels. Data was analyzed by chi-square, t-test independent, and logistic regression. Prevalention of Ventilator Associated Pneumonia (VAP) was about 17,9%. Duration of mechanical ventilator use and duration of treatment had significant correlation to VAP. While age, basic disease, sleep position, surgery and antibiotic treatment insignificant to VAP. Multivariate analysis showed that duration of mechanical ventilators use variable was the most dominant variable related to VAP OR=5,265 (95% CI: 1,084-25,548)
Read More
T-5509
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Wulandari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Dewi Susanna, Lestari Kusuma Wardhani, Fachrudin Ali Achmad, Zakianis
T-4048
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Putu Wilandari Dewi; Pembimbing: Arminsih, Ririn; Penguji: Zakianis, Laila Fitria, Ricki Marojahan Mulia, Fachrudin Ali Achmad
Abstrak:

Abstrak

Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya dapat mengakibatkan kenaikan tekanan darah dan apabila terjadi terus menerus akan berakibat pada hipertensi. Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini, dimana 27,5% penduduk di Indondesia menderita hipertensi. Kasus hipertensi di DKI Jakarta terbanyak terdapat di Wilayah Jakarta Timur yaitu 75.099 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah sesudah kerja pada pekerja di PT. Sanggar Sarana Baja Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional dengan jumlah sampel 196 orang.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara umur (5,97; 3,03–11,76) dan kebiasaan merokok (5,85; 2,91–11,77) dengan kejadian peningkatan tekanan darah. Besar risiko yang dialami oleh pekerja yang berumur > 40 tahun dan memiliki kebiasaan merokok dalam satu hari > 2 batang untuk mengalami kejadian peningkatan tekanan darah adalah 7,87 kali dibandingkan dengan pekerja yang berumur ≤ 40 tahun dan memiliki kebiasaan merokok dalam satu hari ≤ 2 batang.


Noise is unwanted sound and can cause health problems, one of which can result in increased blood pressure and the event will continue to result in hypertension. Hypertension is one of the non-communicable diseases are a serious health problem today, where 27,5% of the population suffers from hypertension in Indondesia. Cases of hypertension in Jakarta are the highest in the East Jakarta District 75.099 cases. This study aims to analyze the risk factors associated with increased blood pressure after work on workers at PT. Sanggar Sarana Baja in 2013. This study uses cross-sectional design with a sample of 196 people.

The results showed a significant relationship between age (5,97; 3,03-11,76) and smoking (5,85; 2,91-11,77) with an increased incidence of blood pressure. Major risks faced by workers aged > 40 years and have a habit of smoking in one day > 2 sticks to experience an increased incidence of blood pressure was 7,87 times compared with workers aged ≤ 40 years and has a habit of smoking in one day ≤ 2 sticks.

Read More
T-3977
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edwin Nasli; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Bambang Wispriyono, Budi Hartono, Fachrudin Ali Achmad, Edwan NS
Abstrak:

Kolam renang adalah salah satu tempat yang diminati masyarakat, namun mempunyai potensi gangguan kesehatan karena pajanan gas klor ketika hasil disinfeksi yang menggunakan kaporit. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan yang disebabkan oleh pajanan gas klor pada pengguna kolam renang Cilandak Sport Centre Cilandak Jakarta Selatan Tahun 2013.Penelitian ini menggunakan metode estimasi risiko kesehatan lingkungan dengan disain tipe I (ATSDR, 1998) dengan besar sampel 100 pengguna kolam renang. Data konsentrasi dan variable lainnya dikumpulkan melalui pengukuran, wawancara dan observasi. Tingkat risiko kesehatan non karsinogenik diestimasi dengan membagi rata-rata asupan harian gas klor dengan dosis respon gas klor (0,00006 mg/M3).Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi klor (0,1004; 0,0690 - 0,1389) mg/M3 (SD=0,0299), dengan RQ>1 98% (1 - 447) dan hanya 2% yang mempunyai RQ≤1. Keluhan pengguna adalah mata merah dan perih, iritasi kulit dan hidung dan tenggorokan panas/rasa terbakar.Disimpulkan bahwa penggunaan disinfeksi dengan kaporit saat ini sangat berisiko mengganggu kesehatan oleh pajanan gas klor. Dirumuskan pengendalian penggunaan kaporit harus dikurangi dari 8 kg menjadi 0,167 kg dan waktu beraktivitas tidak lebih dari 1,82 jam per hari.


Swimming pool is one place that the public interest, but have potential health problems due to exposure to chlorine gas when the result of disinfection using chlorine. The purpose of this study was to estimate the health risks caused by exposure to chlorine gas among the swimming pool attendant in Cilandak Sport Center Swimming Pool Cilandak South Jakarta Year 2013.

This study uses estimates of environmental health risk assessment (EHRA) with design of Type-I (ATSDR, 1996) with a sample of 100 attendant. Concentration chlorine gas and data of other variables collected through measurements, interviews and observation. Non carcinogenic health risk estimated by dividing the average daily intake of chlorine gas with chlorine gas response dose reference (0,00006 mg/M3).The result of research shows us that of chlorine concentrate (0,1004; 0,0690 - 0,1389) mg/M3 (SD=0,0299) with RQ>1 is 98% (1 - 447) and only 2% have RQ≤1. The complaints are red and burning eyes, skin irritation and nose and throat hot/burning sensation.The conclusion is health risk of non carsinogenic affects all attendant. By being so, it’s a must to do risk management by reducing chlorine from 8 kg to 0,167 kg and time dose not more than 1,82 hours per day.

Read More
T-3787
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive