Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 45 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ana Sariasih; Pembimbing: Amal C. Sjaaf, Mardiati Nadjib; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Sawijan
T-2184
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fajrina Alyani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Raissa Rifkandini Darajah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Program Studi Gizi UI. Pada penelitian ini, perilaku gizi seimbang sebagai variabel dependen sedangkan pengetahuan gizi seimbang, status gizi, citra tubuh, pengaruh teman, tempat tinggal, dan uang saku sebagai variabel independen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2019 kepada 117 mahasiswa Program Studi Gizi UI yang diambil secara random semester dua hingga semester delapan. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner, wawancara dua kali 24-h food recall, dan pengukuran tinggi serta berat badan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28.2% responden menerapkan perilaku gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengaruh teman dengan perilaku gizi seimbang (pvalue: 0.001), variabel ini juga muncul sebagai faktor dominan terhadap perilaku gizi seimbang mahasiswa. Untuk meningkatkan perilaku mahasiswa disarankan bagi fakultas untuk menyediakan fasilitas seperti timbangan, dan alat olahraga yang aman, mudah diakses dan gratis bagi mahasiswa. Sebagai tambahan, untuk dinas kesehatan agar mempromosikan gizi seimbang menggunakan pendekatan peer educator
Kata kunci: Perilaku gizi seimbang, mahasiswa gizi, pengaruh teman faktor individu, faktor lingkungan

This study aims to determine factors associated with balanced nutrition behavior in nutrition student of Universitas Indonesia. On this study balanced nutrition behavior was the dependent variable while balanced nutrition knowledge, nutritional status, body image, peer influences, student resident, and pocket money were independent variable. This is a quantitative study with cross-sectional design. Data were collected in April-Mei 2019 from 117 nutrition student which randomly selected from first year until fourth year. Data were collected through self-administered questionnaires, twice 24-h food recall interviews, and measuring their height and weight. The results showed that 28.2% of the students had applied balanced nutrition behavior. The result indicated that there was a significant relationship between peer influences and balanced nutrition behavior (p-value: 0.001), as this variabel had emerged as a dominant factor as well. To enhance student balanced nutrition behavior, it is recommended for the faculty to provide facilities such as scales, dan safety sport equipment which can be accessed easily and free. It is also recommended for the health office to promote balanced nutrition using the peer educator approach.
Key words: Balanced nutrition behavior, nutrition student, peer influence, individual factor, and environmental factor
Read More
S-10163
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Hayyati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Emilya Hartati
S-4617
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setia Wati Asmelda; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Dewi Sartika, Sy
Abstrak:
Pendanaan kesehatan yang memadai, efektif, dan efisien berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada konteks desentralisasi ketika pemerintah daerah memiliki kewenangan luas dalam pengelolaan anggaran sektor kesehatan. Anggaran Kesehatan Kota Padang tahun 2023 meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun indikator utama seperti angka kematian ibu dan bayi belum menunjukkan perbaikan. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan, ketepatan sasaran, dan efektivitas belanja kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis belanja kesehatan publik di Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menggunakan pendekatan District Health Account (DHA) pada berbagai dimensi, serta menelaah secara khusus belanja program Kesehatan Ibu dan Anak sebagai evaluasi pendanaan terhadap capaian indikator kesehatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan DHA yang mengklasifikasikan pengeluaran kesehatan berdasarkan sumber pembiayaan, pengelola pembiayaan, penyedia pelayanan, program kesehatan, jenis kegiatan, mata anggaran, jenjang kegiatan, dan penerima manfaat, dengan data sekunder dari dokumen anggaran dan realisasi belanja kesehatan tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan belanja kesehatan publik masih terkonsentrasi pada sumber dan pengelola tertentu, dengan porsi besar pada belanja operasional dan belanja pada kegiatan langsung. Alokasi untuk kegiatan promotif dan preventif, termasuk program Kesehatan Ibu dan Anak, belum sejalan dengan tingginya beban kematian ibu dan bayi. Distribusi belanja antar penyedia layanan dan jenjang kegiatan juga belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan pada layanan kesehatan primer dan kelompok berisiko. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pemanfaatan DHA secara rutin untuk perencanaan dan evaluasi pembiayaan kesehatan daerah, penyesuaian komposisi belanja agar lebih berorientasi promotif dan preventif, serta peningkatan prioritas anggaran bagi program Kesehatan Ibu dan Anak.

Adequate, effective, and efficient health financing plays an important role in improving population health in a decentralized context where local governments have broad authority over health sector budget management. The health budget of Padang City in 2023 increased compared to the previous year, yet key indicators such as maternal and infant mortality have not improved. This raises questions regarding the adequacy, targeting, and effectiveness of public health expenditure. This study aims to describe and analyze public health expenditure at the Padang City Health Office in 2023 using the District Health Account (DHA) approach across various dimensions, and to specifically examine expenditure on Maternal and Child Health (MCH) programs as an evaluation of financing in relation to health indicators. The study uses a quantitative descriptive design with the DHA approach, which classifies health expenditure by source of financing, financing agent, service provider, health program, type of activity, budget line, level of activity, and beneficiary group, using secondary data from the 2023 health budget and expenditure realization documents. The results show that public health expenditure remains concentrated in specific sources and agents, with a large proportion allocated to operational and direct activity expenditure. Allocations for promotive and preventive activities, including MCH programs, are not yet aligned with the high burden of maternal and infant mortality. The distribution of expenditure across service providers and levels of activity also does not fully reflect the needs of primary health care and high risk groups. The study recommends strengthening the routine use of DHA for planning and evaluating local health financing, adjusting the composition of expenditure to be more oriented toward promotive and preventive efforts, and increasing budget priority for Maternal and Child Health programs.
Read More
S-12393
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anas Ma`aruf; pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wiku Bakti Adisasmito, Martahan Sitorus, Ace Kurniawan
T-3386
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Jundi Khalifatullah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Mungki Rahadian, Fikrotul Ulya
Abstrak:
Introduction: The Provincial Government of West Java has issued Governor of West Java Decree Number: 443/Kep.350-BUMD DAN INVESTASI/2021 concerning Oxygen Command center. An oxygen command center was formed to deal with oxygen emergencies at the peak of the Covid-19 variant of the delta in West Java July-September 2021. Evaluation is very important as lesson learning to prepare for handling emergency medical oxygen needs in the future. Purpose: Evaluate the implementation of the implementation of the oxygen command post based on the tasks contained in the Decree of the Governor of West Java Number 443/Kep.350-BUMD AND INVESTASI/2021 concerning the oxygen command post, especially at the peak of the delta variant. Methods: This research is a non-experimental research with a qualitative case study approach which is expected to answer research questions. This study uses the theoretical approach of George C. Edward III's Policy Implementation Model and William Dunn's Theoretical Decision Evaluation. The methods used in data collection were in-depth interviews with informants and document review. Result: The research shows that the oxygen command center does its job well but not optimal. In the aspect of communication, good communication has been established within the oxygen command center, more consistent communication is needed with partners outside the command center. In the aspect of resources, staff have been fulfilled and given authority, the available budget is sufficient to meet the needs of facilities in the field. The aspect of the bureaucratic structure runs optimally, the mechanism is made very detailed and routine coordination. The disposition aspect is well implemented. In evaluating the task of preparing a needs plan that is running well enough, seen from the availability of data to prepare a needs plan, distribution control by appointing a BUMD is the right choice with a yield of 12.44 tons/day of liquid oxygen and ownership of 1,634 oxygen cylinders. The coordination and synchronization that is carried out must build a common understanding of oxygen so that there are no communication errors that hinder coordination. The command center to form a secretariat/warehouse with centralized information management on the West Java Province Pikobar service is appropriate in accordance with the mandate of the governor's regulations. The monitoring carried out is also quite good and it is better to involve partners outside the oxygen command center so that they can also find out the current situation and condition of oxygen emergencies. So it can be concluded that the oxygen command center carried out its duties properly.Pendahuluan: Pemerintah Prvinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 443/Kep.350-BUMD DAN INVESTASI/2021 Tentang Pos Komando Oksigen. Pos komando oksigen dibentuk untuk mengatasi kedaruratan oksigen pada puncak covid-19 varian delta di Jawa Barat Juli-September 2021. Evaluasi menjadi sangat penting sebagai pembelajaran dalam rangka mempersiapkan penanganan kebutuhan darurat oksigen medis dimasa depan. Tujuan: Mengevaluasi implementasi pelaksanaan pos komando oksigen berdasarkan tugas yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.350-BUMD DAN INVESTASI/2021 tentang Pos Komando oksigen khususnya pada puncak varian delta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode kualitatif pendekatan studi kasus yang diharapkan dapat menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Model Implementasi Kebijakan George C. Edward III dan Evaluasi Keputusan Teoritis William Dunn. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam kepada informan dan telaah dokumen. Hasil: Penelitian menunjukkan pos komando oksigen menjalankan tugas dengan baik namun belum optimal. Aspek komunikasi, sudah terbangun komunikasi yang baik didalam pos komando oksigen, diperlukan komunikasi yang lebih konsisten dengan mitra di luar posko. Aspek sumber daya, sudah terpenuhi staf dan diberikan kewenangan, anggaran yang tersedia cukup memenuhi kebutuhan fasilitas dilapangan. Aspek struktur birokrasi berjalan cukup optimal, mekanisme yang dibuat sangat detail dan koordinasi rutin. Aspek disposisi diimplementasikan dengan baik. Pada evaluasi tugas penyusunan rencana kebutuhan yang berjalan sudah cukup baik dilihat dari ketersediaan data untuk menyusun rencana kebutuhan, pengendalian pendistribusian dengan menunjuk BUMD adalah pilihan tepat dengan hasil 12,44 ton/hari oksigen cair dan kepemilikan 1.634 tabung oksigen. Pengkoordinasian dan pensikronan yang dilakukan harus membangun kesamaan pemahaman tentang oksigen sehingga tidak terjadi kesalahan komunikasi yang menghambat koordinasi. Pos komando membentuk sekretariat/gudang dengan pengelolaan informasi terpusat pada layanan Pikobar Provinsi Jawa Barat sudah tepat sesuai dengan amanat peraturan gubernur. Monitoring yang dilakukan juga cukup baik dan sebaiknya melibatkan mitra diluar pos komando oksigen agar juga dapat mengetahui situasi dan kondisi terkini kedaruratan oksigen. Sehingga dapat disimpulkan pos komando oksigen melaksanakan tugas dengan baik.
Read More
T-6832
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elin Herliana; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Wiku Adisasmito, Suprijanto Rijadi, Chairulsjah Sjahrudin
B-924
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Priyatni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wiku Bakti Adisasmito, Paripurna; Togi Asman Sinaga
T-2422
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lovely Daisy; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Pujiyanto, Flourisa Juliaan, Ardi
Abstrak:

Jumlah penduduk tahun 2010 melebihi proyeksi jumlah penduduk oleh BPS. Dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49% dikhawatirkan akan terjadi ledakan penduduk. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap jumlah anak dalam satu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi  yang terdiri dari status ekonomi (kuintil pengeluaran), pekerjaan ibu, pendidikan ibu dan lokasi tempat tinggal berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah anak dalam satu rumah tangga. Kata kunci : faktor sosial ekonomi, jumlah anak


 Abstract Total population in 2010 exceeded the projected total population by the BPS. With the population growth rate of 1.49% of the population explosion feared would happen. This study was conducted to see the influence of socioeconomic factors on the number of children in one household. The results showed that socioeconomic factors comprising economic status (quintiles spending), maternal employment, maternal education and location of residence significantly affected the number of children in one household. Key words : socioeconomic factor, number of children

Read More
T-3346
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusrahma Nurina; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: HM. Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Ahmad Husni Basuni
Abstrak: Situasi saat ini RS Cengkareng sedang dalam tahap mengubah image atau citra rumah sakit pemerintah yang masih melekat dan berkonotasi negative, Perencanaan strategik pemasaran merupakan upaya pemecahan masalah dan antisipasi terhadap keadaan mendatang, strategi pemasaran yang akan dijalankan adalah migrasi segmentation ke target market kelompok masyarakat menengah keatas, hal ini dilakukan karena peluang yang besar , dimana wilayah RS berada merupakan daerah pemukiman dan industri, sehingga peluang ini dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pendanaan RS, tetapi tidak meninggalkan segmen awalnya (current market ). Desain strategi pemasaran RS Cengkareng secara sistematis terdiri dari : strategi segmentasi pasar, marketing targeting srategik dan yang terakhir adalah market positioning strategy. Kemudian dilakukan Taktis strategi berupa marketing program development dengan mix marketing (produk, price, place, promotion). Penelitian dilaksanakan di RS Cengkareng dengan metoda penelitian operational reseach. Dimana data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang kemudian dilakukan proyeksi dan korelasi data base . Hasil proyeksi tersebut digunakan sebagai informasi didalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk mengidentifikasi variabel lingkungan eksternal dan internal rumah sakit. Dari hasil penelitian Wilayah yang menjadi segmentasi target sasarannya adalah wilayah Jakarta Barat , Tanggerang serta Jakarta Utara berusia 25-64 tahun dengan pendidikan D3 – S1. Target sasarannya secara moderat maka potensi penjualan untuk Jakarta barat per bulan rata ratanya pada tahun 2005 sampai dengan 2010 adalah 210, 814, 907 , 979, 984 : dengan pertumbuhan pertahunnya masing- masing wilayah ± 30 – 40 % , keadaan ini diimbangi dengan penambahan kapasitas layanan meningkat 50 % di tahun 2006 dan 100 % pada tahun 2007. Untuk pengembangan pemasaran produk RS Cengkareng adalah mengoptimalkan performance core produknya : poliklinik dan rawat inap serta mengangkat issue kesehatan dan keselamatan kesehatan kerja, termasuk medical check up. Promosi produk tersebut diimbangi dengan Penetapan harga dimulai berdasarkan kebutuhan dan manfaat yang didapat dari produk dibandingkan dengan produk dari kompetitor. Harga ditentukan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga dari kompetitor untuk dapat memberikan nilai lebih bagi konsumen . Selain itu distribusi (place) Lebih mendekat ke industrial market dan pasar komunitas kelas menengah keatas di sekitar RS. Cengkareng, tujuannya adalah untuk menyesuaikan citra produk yang dihubungkan dengan segmen yang dituju. dengan memaksimalkan kinerja staf pemasaran. Kata kunci :Strategik pemasaran (STP) , Bauran Pemasaran
At present Cengkareng Hospital has just entering into the stage of changing an image of a government Hospital that is still attached and has a negative conotation.marketing strategic Plan constitutes an effort of solving the problem and anticipation toward the future, a marketing strategy that will be perform is migration segmentation toward a target on middle to upper community group market, this issue is performed because of a large opportunity, where the existence area of the Hospital is a residencial and industrial area so that this opportunity will be able to give maximum contribution for the hospital funding, however it doesn’t leave out the current market. The Design of Cengkareng Hospital systematically consist of market segmentation strategy, marketing targeting strategy and the last one is strategy positioning market. Further Tactic strategy is carried out in the form of development marketing program by mix marketing (product, price, place and promotion). This research is held in RS Cengkareng , using kuantitative and kualitatif analysis . Where secondary data obtained from various sources and corelation data base . And result from projection of the data used as information in Focus Group Discussion (FGD) activity to identify hospital’s internal and external environmental. From the result of regional research that become the segmentation target, its aim is West Jakarta district, Tanggerang as well as North Jakarta with the community segmentation who domiciled in the area mentioned above aged 25 – 64 , with minimal graduate diploma 1 – University. The main objective is in a moderate manner then the selling potential for west Jakarta per month in the year of 2005 up until 2010 is as follow : 210, 814, 907 , 979, 984 persons. By the annual increase of each district +/- 30 – 40 % this condition is kept in balance by additional service capacity increases with 50 % in 2006 and 100 % in 2007. To optimalize more the result of developing in marketing product of Cengkareng Hospital is to optimalize the performance of its core product : Policlinic and Hospitalization and also to raise the issue of health and work health safety, including medical checkup. The promotion product mentioned is balanced by decisioning of price which start based on the need and benefit which is gained from the product to compared with the product of competitors. The price is decided relatively to be compared with competitors price to be able to give value added for the consumers. Other than that (becides) the place is closer to the industrial market and middle and upper class community market around Cengkareng Hospital, its objective is to make in accordance with the image product which is connected with the pricing segment by maximalizing marketing staff performance. Intensive networking by Soekarno Hatta Airport managers and the road managers around Cengkareng . Keyword : strategic marketing , marketing mix
Read More
B-905
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive