Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dela Riadi; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita, Abdul Razak Thaha, Yati Afiyanti
Abstrak:
Hasil studi penggunaan RPM pada pasien COVID-19 beragam dan hasil bervariasi tergantung kondisi dan implementasi. Sintesis bukti efek penggunaan RPM terhadap penurunan risiko rawat inap kembali pasien COVID-19 menggunakan meta-analisis diperlukan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas program RPM dalam penurunan risiko rawat inap kembali pada pasien COVID-19 dengan meta-analisis. Pencarian literature menggunakan database online yaitu PubMed, Science Direct, Scopus, ProQuest, Embase dan tambahan data dari sumber lain (2019-2022). Ukuran statistik menggunakan odds ratio (OR), interval kepercayaan 95% (CI), dan heterogenitas dengan uji I2. Lima studi pada pasien COVID-19 dengan sampel 2685 peserta (intervensi=1060, kontrol=1625), menunjukkan penggunaan RPM dapat mengurangi rawat inap kembali 0.56 kali pengurangan risiko dibanding tidak menggunakan RPM dan ada perbedaan signifikan secara statistik dengan variasi studi rendah (homogen) (I2 = 9%; n=2.685; OR 0.56 [95% CI 0.39–0.82]; p=0.003). Jenis kelamin, komorbid hipertensi, gagal jantung, obesitas, paru-paru kronis, dan penyakit ginjal kronis tidak ada efek signifikan, sedangkan komorbid diabetes menunjukkan efek signifikan. Durasi intervensi RPM, pemantauan jangka panjang (>14 hari) efektif untuk menurunkan rawat inap kembali. Kepatuhan dari pasien & dokter maupun perawat dalam menyelesaikan program pemantauan, sangat penting untuk efektifitas RPM.

The results of studies on the use of RPM in COVID-19 patients vary and results vary depending on conditions and implementation. Synthesis of evidence the effect of the use of RPM on reducing the risk of readmission of COVID-19 patients using meta-analysis is required. Purpose this study to determine the effectiveness of the remote patient monitoring (RPM) program in reducing the risk of re-hospitalization in COVID-19 patients using a meta-analysis. Literature search of this study is through online databases, namely PubMed, Science Direct, Scopus, ProQuest, Embase, and additional other sources (2019-2022). Statistical measures used odds ratio (OR), 95% confidence interval (CI), and heterogeneity with the I2 test. Five studies on COVID-19 patients with a sample of 2685 participants (intervention=1060, control=1625), showed that the use of RPM can reduce re-hospitalization by 0.56 times the risk reduction compared to not using RPM and there is a statistically significant difference with low (homogeneous) study variation (I2 = 9%; n=2.685; OR 0.56 [95% CI 0.39–0.82]; p=0.003). Gender, comorbid hypertension, heart failure, obesity, chronic lung, and chronic kidney disease had no significant effect, while diabetes comorbidity showed a significant effect. Duration of RPM intervention, long-term monitoring is effective in reducing re-hospitalization (>14 days). Compliance from patients & doctors and nurses in completing the monitoring program is critical to the effectiveness of RPM.
Read More
T-6636
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Chalada; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Yati Afiyanti, Nurlaelasari
Abstrak:
Latar belakang: Fakta global bahwa gangguan kecemasan dan depresi semakin meningkat dari tahun ketahun. Ibu hamil termasuk kelompok rentan dengan gangguan kecemasan dan depresi karena mengalami perubahan fisik dan psikologis, serta perubahan peran dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan kekhawatiran akan mengurus bayi, selain itu wanita 3,01 kali berisiko mengalami cemas dibandingkan pria. Studi baru-baru ini bahwa ibu hamil mengalami kecemasan 37%. Tujuan: Mengetahui efektivitas intervensi CBT untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil Sumber Data: Penelusuran studi hingga oktober 2022 pada database online: Proquest, Scince Direct dan PubMed, selanjutnya melakukan penelusuran melalui sumber yang tidak di publikasikan seperti tesis dan disertasi dari Universitas Indonesia (UI) Repository. Seleksi Studi: Kiteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebagai subyek, desain studi randomized controll trial (RCT). Originalresearch, periode studi tahun 2012 sampai dengan 2022 dan berbahasa inggris. kriteria ekslusi: ibu hamil pengguna obat psikiatri. Ekstraksi Data: Peninjau ektraksi data dan penilai risiko bias dilakukan oleh dua orang secara independent, bila menemukan ketidkasesuaian dilakukan diskusi sampai hasil yang di sepakati dan pengecekan ulang oleh pembimbing penelitian. Hasil: Tiga studi masuk kedalam meta-analisis dengan sampel CBT (117) dan control (118). terdapat perbedaan rerata efektivitas intervensi kelompok CBT dan Kontrol pada masing-masing studi, penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan secara statistic dan klinis dengan nilai Tau2=36.85, efek gabungan yang diperoleh (perbedaan rata-rata = -20.84; IK 95% dari -30.06 sampai -11.62), sesuai dengan ukuran efek yang besar (4.43), setelah mengecualikan satu studi karena hasil post intervensi yang tidak signifikan (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) dimana kondisi kontrol treat as usual (TAU) yang tidak memungkinkan untuk mengontrol layanan kesehatan (bidan, dokter, perawat maternitas) yang diakses selama masa percobaan. Pada karakteristik usia ibu dan usia kehamilan tidak signifikan setelah dilakukan analisis Kesimpulan: Studi saat ini menunjukan bahwa kecemasan ibu hamil dapat diatasi atau di turunkan melalui terapi prilaku kognitive, dibuktikan dengan hasil temuan tinjauan sistematis dan meta-analisis terdapat efektifitas intervensi CBT dari masing-masing studi penelitian, dan memiliki keefaktifan yang berbeda setelah dibandingkan dengan kelompok control. Keseluruhan ada dua temuan utama: Durasi intervensi CBT (durasi jangka pendek dan jangka Panjang) efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Kedua populasi, CBT efektif untuk ibu hamil dengan hasil skrining positif kelainan kromosom dan riwayat infertilitas primer.

Background: It is a global fact that anxiety disorders and depression are increasing from year to year. Pregnant women are a vulnerable group with anxiety disorders and depression due to physical and psychological changes, as well as changing roles during pregnancy, childbirth, postpartum and worrying about taking care of the baby, besides women are 3.01 times more likely to experience anxiety than men. Recent studies that pregnant women experience anxiety 37%. Objective: to determine the effectiveness of CBT interventions to reduce anxiety levels in pregnant women Data Source: Search studies until October 2022 on online databases: Proquest, Science Direct and PubMed, then carry out searches through unpublished sources such as theses and dissertations from the University of Indonesia (UI) Repository. Study Selection: Inclusion criteria in this study were pregnant women as subjects, randomized control trial (RCT) study design. Original research, study period from 2012 to 2022 and speak English. Exclusion criteria: Pregnant women who use psychiatric drugs. Data Extraction: Reviewers of data extraction and risk assessments can be carried out by two people independently, if discrepancies are found, discussions are carried out, until the results are agreed upon and re-checked by the research supervisor. Result: Three studies entered into the meta-analysis with CBT (117) and control (118) samples. there were differences in the average effectiveness of the CBT and control group interventions in each study, the study showed statistically and clinically significant differences with a Tau2 value = 36.85, the combined effect was obtained (mean difference = -20.84; 95% CI from -30.06 to -11.62), corresponding to a large effect size (4.43), after excluding one study because the postintervention outcome was not significant (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) whereas the treat as usual (TAU) control condition was it is not possible to control the health services (midwives, doctors, maternity nurses) accessed during the trial period The characteristics of maternal age and gestational age are not significant after analysis. Conslusion: The current study shows that the anxiety of pregnant women can be overcome or reduced through cognitive behavioral therapy, as evidenced by the findings of a systematic review and meta-analysis showing the effectiveness of CBT interventions from each research study, and having different effectiveness when compared to the control group. Overall there were two main findings: The duration of the CBT intervention (short term and long term duration) was effective in reducing pregnant women's anxiety levels. In both populations, CBT is effective for pregnant women with positive screening results for chromosomal abnormalities and a history of primary infertility. Key words: effective intervention, cognitive behavioral therapy, anxiety disorders, pregnant women.  
Read More
T-6508
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafiah Maharani; Promotor: Tri Yunis Miko Wahyono; Kopromotor: Helda, Noorwati Sutandyo; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Pujiyanto, Sudarto Ronoatmodjo, Misnaniarti, Yati Afiyanti, Denni Joko Purwanto
Abstrak:

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di dunia, khususnya di Indonesia. Pengobatan yang lama dan berat memiliki dampak psikologis yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Dukungan sosial penting untuk kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi longitudinal dan kualitatif dengan case study. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker payudara yang berobat dan tercatat pada di RS Kanker Dharmais periode bulan Agustus-Desember 2023 yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 190 pasien. Pengukuran kualitas hidup dengan kuesioner EORTC QLQ 30 dan BR-23 Pengukuran dukungan sosial dengan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Pengumpulan data kualitatif dengan kelompok focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik untuk pengukuran data berulang pada data kategorik dengan General Estimation of Equotion (GEE). Dukungan sosial mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara sebesar 3,9 kali (OR=3,9; 95% CI: 3,3-4,6) setelah dikontrol faktor umur dan stadium kanker payudara. Sumber dukungan yang paling berpengaruh yaitu dukungan keluarga (OR=5,2 CI 95% 2,8-7,6) dan tenaga kesehatan (OR=2,0 CI 95% 1,3-3,1). Bentuk dukungan sosial yang paling berpengaruh yaitu dukungan emosional (OR=5,3 CI 95% 3,0-9,0), nyata (OR=3,6 CI 95% 2,5-5,2), dan informasi (OR=2,4 CI 95% 1,4-4,3). Pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup berdasarkan waktu terdapat penurunan seiring berjalannya waktu. Diharapkan untuk peningkatan dukungan sosial dari keluarga, tanaga Kesehatan dalam bentuk dukungan emosianal, nyata dan informasi. Rumah Sakit Kanker Dharmais juga diharapkan untuk mengoptimalkan program paliatif dan NAPAK sebagai bentuk dukungan sosial terhadap pasien kanker payudara. Kata Kunci : Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Pasien Kanker Payudara


 

Breast cancer is the most common type of cancer affecting women worldwide, particularly in Indonesia. The lengthy and intensive treatment process often has psychological impacts that affect patients' quality of life. Social support plays a crucial role in improving the quality of life of breast cancer patients. This study aims to analyze the effect of social support on the quality of life of breast cancer patients at Dharmais Cancer Hospital. A mixed-methods design was used, combining a quantitative longitudinal approach with a qualitative case study. The sample consisted of 190 breast cancer patients who were treated and registered at Dharmais Cancer Hospital between August and December 2023, and who met the study's inclusion and exclusion criteria. Quality of life was measured using the EORTC QLQ-C30 and BR-23 questionnaires, while social support was assessed using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Qualitative data were collected through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews. Data were analyzed using logistic regression for repeated measurements, employing the Generalized Estimating Equation (GEE) method for categorical data. The results showed that social support significantly influenced the quality of life of breast cancer patients, increasing the odds by 3.9 times (OR = 3.9; 95% CI: 3.3–4.6) after controlling for age and cancer stage. The most influential sources of support were family (OR = 5.2; 95% CI: 2.8–7.6) and healthcare workers (OR = 2.0; 95% CI: 1.3–3.1). The most impactful forms of support were emotional (OR = 5.3; 95% CI: 3.0–9.0), tangible (OR = 3.6; 95% CI: 2.5–5.2), and informational support (OR = 2.4; 95% CI: 1.4–4.3). However, the effect of social support on quality of life was found to decrease over time. It is therefore recommended to enhance social supports particularly from family and healthcare professionals through emotional, tangible, and informational forms. Dharmais Cancer Hospital is also expected to optimize its palliative care and NAPAK programs as a structured form of social support for breast cancer patients. Keywords: Quality of Life, Social Support, Breast Cancer Patients

Read More
D-576
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lastri Mei Winarni; Promotor: Rita Damayanti; Kopromotor: Sabarinah, Yati Afiyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Elizabeth Kristi Poerwandari, Jubaedah, Fidiansyah, Risatianti Kolopaking
Abstrak:
Kesejahteraan psikologis merupakan komponen penting untuk menunjang status kesehatan mental ibu hamil pada tingkat yang baik. Ibu hamil yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik akan memiliki sikap dan emosi positif. Hal ini akan mendorong peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu mengenai perawatan kesehatan selama kehamilannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi penerapan intervensi psikoedukasi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif, sedangkan pada penelitian kuantitatif menggunakan desain kuasi eksperimental. Penelitian ini menerapkan sebuah intervensi psikoedukasi yang dikembangkan dengan kerangka Behavior Centered Design (BCD). Penelitian ini dilaksanakan dalam lima tahapan, yaitu Asses, Build, Create, Deliver dan Evaluation. Lokasi penelitian ini adalah di Kota Tangerang, dengan melibatkan 23 Puskesmas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan 0-34 minggu di Kota Tangerang, dengan sampel 196 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, 96 responden masuk ke dalam kelompok intervensi dan 100 responden masuk ke dalam kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Clustered random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan psychological wellbeing scale, prenatal distress scale dan dikembangkan untuk mengukur variabel kovariat. Analisis data yang akan dilakukan adalah univariat, uji T-Test berpasangan, Mann Whitney dan difference in difference untuk melihat perbedaan skor kesejahteraan psikologis dan efikasi intervensi. Hasil penelitian ini adalah terbentuklah intervensi psikoedukasi bernama Kelas Ibu Hamil Terintegrasi yang diaplikasikan dalam kelompok intervensi. Efek intervensi sebesar 3,184 dalam skor kesejahteraan psikologis lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p value 0,0001 < 0,05) dan R-square 60%. Terdapat peningkatan rata-rata pada variabel pengetahuan (mean: 1,91; R2 45%), sikap (mean: 6,29; R2 33%) dan perilaku ibu (mean: 1,39; R2 45%) mengenai perawatan kehamilan antara sebelum dan setelah intervensi psikoedukasi. Implikasi intervensi Kelas Ibu Hamil Terintegrasi ini memperkuat program edukasi Kelas Ibu Hamil yang telah ada dengan memperhatikan struktur kegiatan kelas yang baru, serta menambah kegiatan pembelajaran yang membuat kejutan, reevaluasi, dan peningkatan kinerja dengan permainan yang menyentuh emosi dan penugasan sederhana.

Psychological well-being is an important component to support the mental health status of pregnant women at a good level. Pregnant women who have good psychological well-being will have positive attitudes and emotions. This will encourage increased knowledge, attitudes and behavior of mothers regarding health care during pregnancy. The purpose of this study was to determine the efficacy of implementing psychoeducational interventions to improve the psychological well-being of pregnant women. This research method uses qualitative and quantitative research. The qualitative research used a descriptive design, while the quantitative research used a quasi-experimental design. This study applies a psychoeducational intervention developed within the Behavior Centered Design (BCD) framework. This research was carried out in five stages, namely Assess, Build, Create, Deliver and Evaluation. The location of this research is in the City of Tangerang, involving 23 Community Health Centers. The population in this study were all pregnant women with a gestational age of 0-34 weeks in Tangerang City, with a sample of 196 respondents who were divided into two groups, 96 respondents entered the intervention group and 100 respondents entered the control group. The sampling technique used Clustered random sampling. Data collection instruments used the psychological wellbeing scale, prenatal distress scale and were developed to measure covariate variables. The data analysis that will be carried out is univariate, paired T-test, Mann Whitney and difference in difference to see differences in scores of psychological well-being and intervention efficacy. The results of this study is the formation of a psychoeducational intervention called the Integrated Antenatal Class which was applied in the intervention group. The intervention effect of 3.184 in the psychological well-being score was higher in the intervention group than the control group (p value 0.0001 <0.05) and R-square 60%. There was an average increase in the variables of knowledge (mean: 1,91; R2 45%), attitudes (mean: 6,29; R2 33%) and behavior (mean: 1,39; R2 45%) of mothers regarding pregnancy care between before and after the psychoeducation intervention. The implications of this Integrated Maternity Class intervention strengthen the existing Maternity Class education program by taking into account the new class activity structure, as well as adding learning activities that surprise, re-evaluate, and improve performance with games that touch emotions and simple assignments.
Read More
D-489
Depok : FKM-UI, 2023
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive