Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Umar Mulkhan Fajar; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tertinggi di dunia, namun implementasi K3 di kalangan petani di Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan kecelakaan kerja pada petani aktif di Desa X, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan seluruh 54 petani aktif anggota kelompok tani sebagai responden melalui metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri atas instrumen pengetahuan (11 item, skala dikotomi), sikap (7 item, skala Likert 4 poin), dan praktik (12 item, skala frekuensi 4 poin) mengenai pencegahan kecelakaan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (83,3%) dengan rata-rata usia 52,5 tahun dan rata-rata masa kerja 21,0 tahun. Sebanyak 57,4% responden belum pernah memperoleh informasi mengenai pencegahan kecelakaan kerja dan 33,3% pernah mengalami kecelakaan kerja. Dari sisi pengetahuan, sebagian besar responden (59,3%) tergolong memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan kecelakaan kerja (skor ≥8 dari 11) dengan mean 7,52 (SD ± 2,55), meskipun pengetahuan terendah ditemukan pada aspek keselamatan kelistrikan (46,3%) dan membaca petunjuk penggunaan mesin (55,6%). Dari sisi sikap, sebanyak 57,4% responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan kecelakaan kerja (mean 21,28; SD ± 3,84) berdasarkan cut-off mean setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Dari sisi praktik, hanya 37,0% responden yang tergolong memiliki praktik pencegahan kecelakaan kerja yang baik (skor ≥36 dari 48) dengan mean 30,39 (SD ± 8,05). Praktik terendah ditemukan pada pencatatan penggunaan pestisida (68,5% tidak pernah) dan perlindungan kelistrikan mesin (50,0% tidak pernah). Terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan sikap yang relatif lebih baik dibandingkan dengan praktik pencegahan kecelakaan kerja yang masih rendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan faktor pendukung (enabling factors) dan peningkatan akses terhadap alat pelindung diri guna mendukung penerapan pencegahan kecelakaan kerja di kalangan petani.

The agricultural sector is one of the industries with the highest occupational safety and health (OSH) risks worldwide. However, the implementation of occupational safety and health (OSH) among farmers in Indonesia remains suboptimal. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practices regarding occupational accident prevention among active rice farmers in Village X, Rancaekek District, Bandung Regency. A descriptive study with a quantitative approach was conducted involving all 54 active members of farmer groups using a total sampling method. Data were collected using a structured questionnaire consisting of a knowledge instrument (11 dichotomous items), an attitude instrument (7 items on a 4-point Likert scale), and a practice instrument (12 items on a 4-point frequency scale) related to occupational accident prevention. Data were analyzed using univariate analysis with frequency distributions and descriptive statistics. The results showed that most respondents were male (83.3%), with a mean age of 52.5 years and an average working experience of 21.0 years. A total of 57.4% of respondents had never received information regarding occupational accident prevention, while 33.3% had experienced a work-related accident. Regarding knowledge, most respondents (59.3%) demonstrated good knowledge of occupational accident prevention (score ≥8 out of 11), with a mean score of 7.52 (SD ± 2.55). The lowest levels of knowledge were found in electrical safety (46.3%) and reading machine operating instructions (55.6%). Regarding attitudes, 57.4% of respondents demonstrated positive attitudes toward occupational accident prevention (mean = 21.28, SD ± 3.84), based on the mean cut-off after the Shapiro-Wilk normality test. Regarding practices, only 37.0% of respondents demonstrated good occupational accident prevention practices (score ≥36 out of 48), with a mean score of 30.39 (SD ± 8.05). The poorest practices were related to recording pesticide use (68.5% never performed) and protecting machinery electrical systems (50.0% never performed). A noticeable gap was observed between respondents' relatively good knowledge and attitudes and their poor occupational accident prevention practices. These findings indicate the need for interventions that not only improve knowledge but also strengthen enabling factors and increase access to personal protective equipment to support the implementation of occupational accident prevention among farmers.
Read More
S-12373
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Tri Rizki Febriansyah; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:
Kondisi kerja di sektor pertanian masih ditandai oleh rendahnya pengetahuan, sikap, dan praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keterbatasan penyediaan alat pelindung diri, jam kerja yang panjang dan tidak teratur, serta beban kerja yang tinggi dengan upah yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu dengan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani padi di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan metode survei analitik. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung kepada petani padi menggunakan kuesioner terstruktur pada Mei-Juni 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman penyuluhan dengan pengetahuan K3. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan sikap K3, serta antara pengalaman penyuluhan dengan praktik K3. Penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa karakteristik individu berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani padi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan K3 melalui penguatan program penyuluhan pertanian serta dukungan kebijakan dari instansi terkait yang mempertimbangkan karakteristik individu petani padi guna mendorong terbentuknya perilaku kerja yang lebih aman di sektor pertanian.

Working conditions in the agricultural sector continue to be characterized by inadequate occupational safety and health (OHS) knowledge, attitudes, and practices, limited availability of personal protective equipment (PPE), long and irregular working hours, and high workloads accompanied by relatively low wages. This study aimed to analyze the association between individual characteristics and OHS knowledge, attitudes, and practices among rice farmers in Haurpugur Village, Rancaekek District, Bandung Regency. A quantitative approach with a cross-sectional study design and an analytical survey method was employed. Bivariate data analysis was performed using the Chi square test. Data were collected through face-to-face interviews with rice farmers using a structured questionnaire between May and June 2026. The findings revealed significant associations between age, educational level, and participation in agricultural extension programs and OHS knowledge. In addition, significant associations were found between sex and OHS attitudes, as well as between participation in agricultural extension programs and OHS practices. This study concludes that several individual characteristics are associated with OHS knowledge, attitudes, and practices among rice farmers. Therefore, efforts to improve OHS knowledge and its implementation should be strengthened through enhanced agricultural extension programs and policy support from relevant institutions that take farmers' individual characteristics into account in order to promote safer work practices in the agricultural sector.
Read More
S-12382
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Isnain Ismi Humairoh; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kesehatan mental (depresi, gangguan kecemasan, dan distress), faktor psikososial, strategi coping stress, dan kerentanan (vulnerability) pada dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah desain studi deskriptif cross sectional dengan metode kuantitatif. Data diperoleh menggunakan metode pengambilan data primer melalui penyebaran kuesioner di Universitas Indonesia dari Mei hingga Juni. Teknik sampling yang digunakan adalah voluntary sampling dengan responden mengisi secara sukarela dan mandiri. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 267 dosen dan 451 tenaga kependidikan. Hasil penelitian pada dosen menunjukkan sebagian besar responden berada pada rentang usia 35–50 tahun (54,3%), berjenis kelamin perempuan (64,8%), berpendidikan terakhir doktor (75,3%), dan memiliki masa kerja 11–20 tahun (36,3%). Sebagian besar responden dosen memiliki kondisi kesehatan normal baik terhadap indikasi depresi (79%), gangguan kecemasan (59,2%), dan distress (85,4%). Selain itu, sebagian besar responden berada pada tingkat kerentanan yang rendah (85%) dan memiliki jenis strategi coping stress dominan berupa problem-focused coping (85,8%). Faktor psikososial yang dipersepsikan memiliki risiko tinggi oleh responden dosen yaitu faktor individu, jadwal kerja, dan beban kerja. Di sisi lain, hasil penelitian pada tenaga kependidikan menunjukkan sebagian besar responden berada pada rentang usia 35–50 tahun (47,7%), berjenis kelamin perempuan (60,5%), berpendidikan terakhir sarjana (60,5%), dan memiliki masa kerja ≤ 10 tahun. Kondisi kesehatan mental pada sebagian besar tenaga kependidikan berada pada tingkat normal dari indikasi depresi (71,2), gangguan kecemasan (52,8%), dan distress (82,3%). Tingkat kerentanan yang dimiliki sebagian besar tenaga kependidikan adalah normal (80%) dan strategi coping stress yang sering digunakan berupa problem-focused coping (85,6%). Faktor psikososial yang dipersepsikan memiliki risiko tinggi oleh responden tenaga kependidikan yaitu pengambilan keputusan, jadwal kerja, dan faktor individu. Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Universitas Indonesia sebagai pelaksanaan pedoman kesehatan mental dan sebagai tolak ukur untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mengelola kesehatan mental pada dosen dan tenaga kependidikan Universitas Indonesia.


This study aims to analyze the mental health profile (depression, anxiety, and distress), psychosocial factors, stress coping strategies, and vulnerability among lecturers and academic staff at Universitas Indonesia. The study employed a descriptive cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected through a primary data collection method by distributing the questionnaire at Universitas Indonesia from May to June. The sampling technique used was voluntary sampling, with participants completing the questionnaire voluntarily and independently (self-claim). The total numbers of respondents obtained from this study were 267 lecturers and 451 academic staff. The results for lecturers indicate that the majority of the respondents were aged 35–50 years (54,3%), female (64,8%), had a doctoral degree (75,3%), and had a working period of 11–20 years (36,3%). The mental health overview of lecturers shows most of the respondents have normal health conditions to the indications of depression (79%), anxiety (59,2%), and distress (85,4%). In addition, most respondents were categorized as having a low level of vulnerability (85%) and predominantly used problem-focused coping (85,8%) as a dominant type of stress coping strategy. Psychosocial factors perceived as high risk by the respondents are individual factors, work schedule, and workload. On the other hand, the results for academic staff show majority of the respondents were aged 35–50 years (47,7%), female (60,5%), had a bachelor degree (60,5%), and had a working period of ≤ 10 years. Most academic staff also reported normal level indications of depression (71,2%), anxiety (52,78%), and distress (82,3%). The majority exhibited a normal level of vulnerability (80%) and the stress coping strategy often used was problem-focused coping (85.6%). Psychosocial factors perceived as high risk by academic staff respondents were decision making, work schedule, and individual factors. The research findings are expected to be beneficial for Universitas Indonesia in implementing mental health guidelines and serving as a benchmark for taking further steps in managing the mental health of lecturers and academic staff at Universitas Indonesia.
Read More
S-12105
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niratih Widhi Hapsari; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:

Masalah kesehatan mental merupakan persoalan yang sering dihadapi mahasiswa akibat adanya tuntutan akademik dan sosial di lingkungan universitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kesehatan mental, faktor risiko psikososial, dan strategi coping pada mahasiswa dengan program sarjana di Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah desain studi deskriptif cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei – Juni tahun 2025. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan mengisi secara sukarela (voluntary) dan menerapkan perhitungan Slovin dari 14 fakultas. Data diperoleh menggunakan metode pengambilan data primer melalui penyebaran kuesioner di fakultas dengan program sarjana di Universitas Indonesia. Total partisipan pada penelitian ini adalah 395 mahasiswa.
Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mental meliputi risiko beban akademik kategori sedang (69%), hubungan interpersonal kategori risiko rendah (54,9%), kondisi lingkungan rumah kategori sedang (65,3%), serta tingkat kerentanan yang rendah (78%). Strategi coping yang paling dominan digunakan mahasiswa adalah problem-focused coping. Prevalensi gangguan kesehatan mental meliputi depresi sebesar (47,2%), kecemasan (79%), distres (50,1%), dan kesepian (15,4%). Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai rancangan pelaksanaan pedoman kesehatan mental dan sebagai tolak ukur untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mengelola kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Indonesia.


Mental health problems are common issues faced by university students due to academic and social demands within the university environment. This research aims to examine the mental health status, psychosocial risk factors, and coping mechanisms among undergraduate students at Universitas Indonesia. A descriptive cross-sectional design was utilized for the study and used a quantitative approach. The study was conducted between May and June 2025. Sample selection was carried out using stratified random sampling with participants taking part voluntarily and Slovin's formula were used to choose the sample from 14 faculties. Data were obtained through primary data collection by distributing questionnaires to various bachelor faculties at Universitas Indonesia. The total number of participants in this study was 395 undergraduate students. The findings indicated that multiple factors were linked to mental health conditions, including a moderate risk academic burden (69%), low risk category of interpersonal relationships (54.9%), average risk home environment conditions (65.3%), and low risk levels of vulnerability (78%). The primary coping strategy most frequently employed by students was problem-focused coping. The rate of mental health concerns among students includes depression (47.2%), anxiety (79%), distress (50.1%), and loneliness (15.4%).  The results of this research are anticipated to provide a foundation for creating mental health guidelines and act as a reference for future initiatives in addressing mental health among students at Universitas Indonesia.

Read More
S-12139
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Dwi Utari; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mufti Wirawan, Putri Ayuni Alayyannur, Muthia Ashifa
T-7653
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive