Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nadya Aviliyanti Taufik; Pembimbing : Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Alinur, Wirda Saleh
Abstrak: Pemasaran di era sekarang berupa promosi produk atau merek yang dilakukan melalui media elektronik. Pemasaran rumah sakit bertujuan memperkenalkan rumah sakit pada masyarakat luas, menginformasikan fasilitas dan kemampuan pelayanan kepada masyarakat, membentuk dan membina citra rumah sakit melalui kepercayaan dan penghargaan masyarakat terhadap kemampuan rumah sakit, pemanfaatan sumber daya rumah sakit secara optimal dan juga mengharapkan terjadinya peningkatan penghasilan. Pemasaran digital yang sudah berjalan di rumah sakit perlu dilakukan pembaharuan agar terlihat up to date. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan google form yang disebar melalui aplikasi whats app. Hasil analisis terdapat satu variabel yaitu jejaring media sosial yang tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat masyarakat untuk datang berobat ke rumah sakit Kartika Husada Jati Asih (p>0,05). Dari analisis regresi logistik didapatkan dua variabel yang memiliki hubungan yang paling signifikan terhadap minat masyarakat, yaitu variabel customization dan navigasi (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah sakit Kartika Husada Jati Asih sudah melakukan pemasaran digital tetapi masih perlu dimodifikasi tampilan situs web dan media sosialnya. Disarankan memperbarui konten marketing dan lebih interaktif di situs web ataupun media sosial.
Read More
B-2076
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tertia Yudya Aldyth; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktamianti, Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Alinur
Abstrak: Sistem manajemen gas medis dalam pelayanan kesehatan harus diperhatikan dalam perencanaan pemasangannya dengan mempertimbangkan kemungkinan bahaya yang akan ditimbulkan. Namun untuk menentukan jumlah kebutuhan gas medis pada suat u rumah sakit dapat lebih sulit dibandingan dengan menentukan jumlah kunjungan pasien. Karena jika tidak sesuai kebutuhan logistik gas medis akan mempengaruhi kualitas pelayanan di rumah sakit. Dengan menggunakan pendekatan ISO 31000:2018 proses manajemen risiko diharapkan dapat membantu menekan angka kejadian yang tidak diinginkan khususnya pada instalasi gas medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen gas medis pada suatu rumah sakit beserta potensial resiko yang dapat ditimbulkan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan observasi dari instalasi gas medis yang diikuti oleh wawancara mendalam kepada kepala bagian instalasi gas medis, staf manajemen instalasi gas medis serta staf dokumentasi laporan logistik instalasi gas medis. Disimpulkan bahwa sistem manajemen gas medis di rumah sakit belum efektif dan efisien karena pada rumah sakit tersebut masih menggunakan tabung gas medis konvensional karena kurangnya dana operasional serta keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia yang belum baik sehingga berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit.
Read More
B-2096
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firman Kurnianto; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Surya Ede Darmawan, Vetty Yuliantiy Permanasari, Alinur, Hendik Wicaksono
Abstrak: Latar Belakang: PPI adalah salah satu bab dalam SNARS Edisi 1 meliputi 9 fokus area. Saat ini belum ada analisa capaian standar PPI berdasarkan kepemilikan rumah sakit dengan data sekunder SNARS Edisi 1 di Indonesia. Metode: Cross sectional menggunakan data sekunder KARS. Sampel seluruh RS terakreditasi tahun 2018-2019 yang diuji berdasarkan variable kepemilikan. Hasil dan Pembahasan: Didapatkan 1.271 RS dengan RS pemerintah (537 RS) dan RS swasta (734 RS). Fokus Area 4 nilai tertinggi pada regulasi pelayanan sterilisasi, pengelolaan linen serta nilai terendah pada penjaminan proses sterilisasi dan desinfeksi di luar CSSD, bukti pelaksanaan monitoring kepatuhan PPI dalam pelayanan sterilisasi pihak ketiga dan pihak ketiga pengelolaan linen harus memenuhi sertifikasi mutu. Fokus Area 8 nilai tertinggi pada regulasi penempatan pasien infeksi airborne, hand hygiene dan alat pelindung diri serta nilai terendah pada bukti monitoring IPCN terhadap penempatan pasien imunitas rendah, terhadap penempatan dan proses transfer pasien airborne disease serta RS menyediakan ruang isolasi tekanan negatif. Kesimpulan: Nilai tertinggi Fokus Area 4 didapatkan pada unsur regulasi pelayanan sterilisasi dan pengelolaan linen. Nilai tertinggi Fokus Area 8 didapatkan pada unsur regulasi penempatan pasien infeksi airborne, hand hygiene, alat pelindung diri
Background: PPI is one of the chapters in SNARS Edition 1 covering 9 focus areas. Currently, there is no analysis of the achievement of PPI standards based on hospital ownership with secondary data from SNARS Edition 1 in Indonesia. Cross sectional using KARS secondary data. Samples of all accredited hospitals in 2018-2019 were tested based on ownership variables. Results and Discussion: There were 1,271 hospitals with government hospitals (537 hospitals) and private hospitals (734 hospitals). Area 4 focuses on the highest score on regulation of sterilization services, linen management and the lowest score on the guarantee of sterilization and disinfection processes outside of CSSD, evidence of PPI compliance monitoring in third party sterilization services and third party linen management must meet quality certification. Focus Area 8, the highest score on the regulation of the placement of patients with airborne infections, hand hygiene and personal protective equipment and the lowest score on the evidence of IPCN monitoring on the placement of patients with low immunity, on the placement and transfer process of airborne disease patients and hospitals providing negative pressure isolation rooms. Conclusion: The highest value of Focus Area 4 was obtained on the elements of regulation of sterilization services and linen management. The highest value of Focus Area 8 was obtained on the elements of regulation of the placement of patients with airborne infections, hand hygiene, personal protective equipment
Read More
B-2239
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive