Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lisye Konny; Pembimbuing: Anhari Achadi; Penguji: Puput Oktamianti, Supriyantoro, Diba Astried, Mitzi
Abstrak:
Pandemi telah memperkuat kesadaran global akan pentingnya kesehatan, dan di Indonesia, survei PwC mencatat peningkatan belanja konsumen, khususnya untuk produk kesehatan, setelah COVID-19. Sejalan dengan tren ini, perusahaan kesehatan, seperti EHCU RSPI Puri Indah, merespons dengan melakukan renovasi dan peningkatan layanan untuk mempertahankan loyalitas pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, menggabungkan metode kuantitatif non eksperimental deskriptif dan metode kualitatif analisis konten. Sampel penelitian melibatkan pasien EHCU RSPI Puri Indah pada bulan Oktober hingga November 2023, yang secara sukarela mengisi umpan balik yang disediakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung EHCU memiliki keseimbangan jenis kelamin, mayoritas berusia 26-35 tahun, dan sebagian besar adalah pegawai swasta dengan penjaminan perusahaan. Meskipun kepuasan pasien belum mencapai target, respon positif terhadap layanan terlihat dari faktor-faktor seperti fasilitas, lingkungan, dan interaksi dengan dokter serta perawat. Layanan dokter dan perawat dinilai baik dan menciptakan pengalaman positif, sementara area layanan seperti variasi menu makanan dan cita rasa memerlukan perhatian lebih. Meskipun demikian, mayoritas responden bersedia menggunakan kembali layanan EHCU dan merekomendasikannya kepada keluarga atau kerabat, menandakan keberhasilan EHCU dalam mempertahankan kepercayaan pasien setelah renovasi. Disarankan untuk fokus pada perbaikan area layanan yang belum mencapai target, seperti efisiensi administrasi dan variasi menu makanan, guna memastikan EHCU RSPI Puri Indah terus memberikan layanan berkualitas dan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien di masa mendatang.

The pandemic has heightened global awareness of the importance of health, and in Indonesia, PwC surveys noted an increase in consumer spending, particularly on health products, post-COVID-19. In line with this trend, healthcare companies, such as EHCU RSPI Puri Indah, responded by undertaking renovations and service enhancements to maintain patient loyalty. This research employs a mixed-method approach, combining descriptive non-experimental quantitative methods with qualitative content analysis. The research sample includes EHCU RSPI Puri Indah patients from October to November 2023, who voluntarily provided feedback. The results indicate a balanced gender distribution among EHCU visitors, with the majority aged 26-35, mostly private sector employees with corporate insurance. While the patient satisfaction index has not reached its target, positive responses to services are evident, particularly regarding facilities, environment, and interactions with doctors and nurses. The services of doctors and nurses are highly rated, creating a positive experience, though areas like food menu variety and taste require attention. Nevertheless, the majority of respondents are willing to reuse EHCU services and recommend them to family or friends, signaling EHCU's success in retaining patient trust after renovation. Recommendations focus on improving service areas that have not met targets, such as administrative efficiency and food menu variety, ensuring EHCU RSPI Puri Indah continues to deliver quality services and enhances patient satisfaction and loyalty in the future.
Read More
B-2406
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Juwitasari; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adang Bachtiar, Dewa Ayu Martasari Badung, Diba Astried
Abstrak: Budaya keselamatan menjadi hal yang diutamakan dalam melaksanakan pelayanan pasien terutama di RS. Penelitian mengenai budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah dilakukan untuk memenuhi temuan JCI pada trianneal survey tahun 2016 yaitu belum dilaksanakannya evaluasi terhadap persepsi staf mengenai budaya keselamatan pasien. Metode penelitian ini memakai mix method explanatory dengan menganalisis outcome dari hasil survei AHRQ dengan menggunakan pendekatan sistemik Malcolm Baldrige. Instrumen penelitian yang dipakai adalah dengan menggunakan kuesioner HSOPC (Hospital Survey of Patient Safety Culture) dari AHRQ (Agency for Health Research and Quality) yang terdiri dari 42 pertanyaan dan dikelompokkan dalam 12 dimensi dan dilanjutkan dengan wawancara terstruktur menggunakan pendekatan 7 aspek dari Malcolm Baldrige yaitu Kepemimpinan, Rencana Startegis, Fokus pada Tim, Fokus pada Pelanggan, Fokus pada Proses, Pengukuran,Analisis dan Manajemen Pengetahuan serta Hasil. Hasil penelitian ini mendapatkan dimensi Pembelajaran Organisasi dan Peningkatan Berkelanjutan (77%) dan dimensi Kerjasama Dalam Unit (76%) memiliki hasil persepsi positif yang tertinggi dan digolongkan dalam kategori Baik. Dimensi Respon non-punitive terhadap kesalahan, Staffing dan Serah terima dan transisi mempunyai hasil persepsi positif terendah dan masuk dalam kategori Kurang. Rencana tindakan yang akan dilakukan adalah perbaikan kebijakan dan prosedur mengenai penanganan pelaporan insiden yang menjelaskan mengenai respon non-punitif serta RS akan membuat program mengenai budaya keselamatan pasien yang akan dievaluasi secara berkala. Kata Kunci : Budaya Keselamatan Pasien, AHRQ, Malcolm Baldrige.
Read More
B-1841
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive