Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Riyadi Rangga Saputra; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Puput Oktamianti, Anny Tri Dewo
Abstrak:

Abstrak Bed occupancy rate merupakan salah satu indikator pelayanan kesehatan yang menunjukan seberapa jauh masyarakat memanfaatkan jasa rawat inap di rumah sakit. Angka bed occupancy rate yang rendah menunjukan kurangnya pemanfaatan rawat inap yang berakibat kepada pendapatan rumah sakit menjadi rendah. Untuk dapat meningkatkan jasa rawat inap diperlukan strategi namun sebelumnya dibutuhkan informasi yang berhubungan dengan pemanfaatan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari faktor-faktor predisposing, enabling, reinforcing dan need terhadap pemanfaatan rawat inap di Rumah Sakit Tria Dipa. Keputusan seseorang dalam pemanfaatan rawat inap ini mengadopsi dari teori Andersen dan Lawrence Green. Pengukuran dilakukan melalui self administrated questionnaire menggunakan skala Likert dan Guttman dengan penilaian dari pasien yang dinyatakan harus dirawat inap oleh dokter. Penelitian ini mengambil pendekatan kuntitatif dengan rancangan cross sectional dengan 2 populasi, dengan responden sebanyak 112 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan, pendidikan, health belief 2, SDM 1, SDM 2, SDM 3, tarif 1, tarif 2, sarana dan prasarana 1, sarana dan prasarana 2, aksesibilitas 1 aksesibilitas 2, kelompok acuan, perceived dan evaluated terhadap keputusan pasien dalam pemanfaatan rawat inap di Rumah Sakit Tria Dipa. Faktor yang paling berpengaruh adalah evaluated. Salah satu saran dalam temuan ini adalah perlunya meningkatkan kualitas SDM penunjang medis dan peralatannya agar dapat memberikan hasil yang akurat dan cepat untuk mendukung diagnosa yang tepat. Kata kunci : Bed Occupancy Rate, Predisposing, Enabling, Reinforcing, Need, Pemanfaatan Rawat Inap. Daftar Pustaka : 43 (1975 - 2010)


 Abstract Bed occupancy rate is one of indicator health service which how far people use hospital inpatient service. The number of the lowest bed occupancy rate show the minimum utilization of inpatient service which cause to the low income of the hospital. It needs a strategy to increase the hospital inpatient service, but before that it needs an information that related with the inpatient service utilization. This research aiming to find out the relation from predisposed, enabling, reinforcing, and need factors to hospital inpatient service in Tria Dipa General Hospital. The decision in hospital inpatient service utilization taken from Andersen and Lawrence Green theory. The Measurement is by self administrated questionare self administrated questionnaire using Likert and Guttman scale with the rating from the patient who's need to inpatient by Doctor. This research use quantitative approach with cross sectional designed in 2 population, with 112 correspondents. The results of this research shows that there still a significant relationship between a jobs, education, health belief 2, Human resources 1, Human resources 2, Human resources 3, rate 1, rate 2, Facilities and infrastructure 1, Facilities and infrastructure 2, an access 1, access 2, the group of reference perceived and evaluated to patient decision in hospital inpatient service at Tria Dipa General Hospital. The most influent factor is evaluated. One of the suggestion in this founding is need to increase the quality from the medical support human resources and the tools so will give a accurate results and fast to support the right diagnose. Key words: Bed Occupancy Rate, Predisposing, Enabling, Reinforcing, Need, hospital inpatient service utilization. Billiography : 43 (1975 - 2010).

Read More
B-1297
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lediana Tampubolon; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, Anny Tri Dewo, Tri Dewo Asmoro
Abstrak: Latar Belakang:Selama proses pengobatan berlangsung dapat terjadi kesalahan yang mungkin disebabkanoleh tenaga kesehatan maupun pasien itu sendiri. Kesalahan medikasi adalah kejadianpemberian obat yang dapat menimbulkan cedera kepada pasien yang seharusnya dapatdicegah selama dalam kontrol tenaga kesehatan, dan pasien itu sendiri. Salah satu peranpenting perawat di layanan kesehatan yaitu memperhatikan prinsip tujuh benar obat saatmemberikan obat kepada pasien. Dari data insiden keselamatan pasien di rumah sakit Xtahun 2015 - 2017 tercatat ada 35 kasus insiden keselamatan pasien yang 14 kasusdiantaranya adalah kasus kesalahan pemberian obat di rawat inap. Hal ini tidak sesuaidengan standar yang diatur oleh Kemenkes RI tahun 2008 yang menyatakan bahwa insidendi rumah sakit seharusnya zero accident.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa faktor faktor yang mempengaruhi penerapanprinsip keselamatan pasien oleh perawat dalam proses pemberian obat di bangsal rawatinap rumah sakit XMetode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data primer diperolehmelalui wawancara mendalam dengan 10 orang informan dan observasi. Data yangterkumpul dianalisa untuk mengetahui penyebab kesalahan dan kemungkinanperbaikannya.Hasil Penelitian: Dari penelitian terlihat bahwa faktor yang memicu terjadinya kesalahanpemberian obat di ruang rawat inap rumah sakit X berasal dari kondisi laten yaitukurangnya jumlah staff keperawatan, turnover yang tinggi dan tidak tersedianya SPO 7benar pemberian obat. Faktor lingkungan tempat kerja yang kurang memadai, adanyapekerjaan tambahan perawat, kurangnya supervisi dari pimpinan , panduan yang kurangjelas serta tidak adanya farmasi klinik merupakan faktor kontributor yang dapatmempengaruhi terjadinya insiden keselamatan pasien dimana salah satunya adalah kejadianmedication error di unit rawat inap rumah sakit X saat ini.Kesimpulan: Faktor faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip keselamatan pasiendalam pemberian obat di rawat inap rumah sakit X antara lain adalah faktor leadership,kurangnya jumlah SDM pelayan kesehatan , tingginya turnover perawat, faktor lingkungantempat kerja yang kurang kondusif, tidak tersedianya SPO pemberian obat dengan prinsip 7benar, sosialisasi yang tidak dilakukan secara konsisten dan kontinyu serta tidakberjalannya program diklat atau pelatihan.Kata kunci: Keselamatan Pasien, medication error, pemberian obat, perawat.
Read More
B-2012
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive