Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 235 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andrafikar; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Ratna Djuwita Hatma
T-1622
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mariani; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Ratna Djuwita Hatma
Abstrak:
Makanan modern seperti fried chicken, hamburger, pizza, spaghety,dll disukai oleh banyak kalangan terutama anak-anak dan remaja karena makanan modern mempunyai daya pikat selain praktis, cepat dalam penyajian dan mengandung gengsi bagi kalangan tertentu. Disisi lain makanan tersebut mengandung tinggi lemak, protein, gula dan garam tetapi miskin serat. Jika sering dikonsumsi secara berkesinambungan dan berlebihan dapat menimbulkan munculnya masalah gizi lebih yaitu obesitas. Bersamaan dengan itu, menurut hasil survei dan beberapa laporan penelitian di Indonesia menunjukan bahwa masalah obesitas sudah mulai tampak pada populasi usia sekolah dan prevalensinya cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi makanan modern terhadap kejadian obesitas pada remaja SLTP Kesatuan Kota Bogor Jawa Barat tahun 2003. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain `case control'. Yang menjadi kasus (obes) adalah remaja kelas I - kelas III dengan IMT 95 percentil, sebagai kontrol (non obes) adalah remaja kelas I - kelas III dengan IMT 5 - 85 percentil, dengan jumlah sampel sebanyak 140 (70 kasus dan 70 kontrol), ditetapkan nilai kemaknaan dengan 95 % CI kemudian ditelusuri pengaruh paparan pola konsumsi makanan modern (variabel independen) terhadap kejadian obesitas (variabel dependen) dengan mengontrol covariat (jenis kelamin, aktifitas olah raga, asupan zat gizi, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status gizi orang tua dan pendapatan orang tua. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan chi square Mantel Haenszel dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Secara statistik didapatkan nilai p < 0,05 yang artinya pola konsumsi makanan modern berpengaruh terhadap kejadian obesitas, didapatkan nilai OR 2,96 maka dapat disimpulkan bahwa remaja yang sexing mengkonsumsi makanan modern memiliki resiko 3 kali untuk mengalami obesitas dibanding remaja yang jarang mengkonsumsi. Diketahui pola bahwa jenis kelamin aktifitas olah raga, asupan zat gizi, tingkat pendidikan ibu, dan status gizi orang tua merupakan confounder, artinya variabel tersebut turut berperanan terhadap hubungan pola konsumsi makanan modern dan obesitas. Hasil analisis bivariat membuktikan makanan modern yang berpengaruh terhadap kejadian obesitas pada remaja SLTP Kesatuan adalah fried chicken dan chicken nugget. Ditemukan pula dose-response relationship pada analisis ini yaitu semakin tinggi frekuensi konsumsi semakin besar risiko untuk mengalami obesitas. Mengingat dampak obesitas yang terjadi, maka diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah dalam upaya menurunkan prevalensi obesitas dikalangan remaja, melalui upaya promotif dengan memasang poster di sekolah tersebut berisi tentang makanan modern yang perlu diwaspadai dan dibatasi dan pedoman umum gizi seimbang untuk remaja. Penyuluhan pada guru perlu dilakukan. Sosialisasi pengukuran IMT pada tim UKS sekolah tersebut agar dapat mengidentifikasi obesitas. Peran orang tua khususnya ibu sangat penting dalam memilih atau menentukan jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi. Perlunya penelitian lanjutan untuk mengetahui secara spesifik pengaruh tiap jenis makanan modern terhadap obesitas pada populasi remaja yang lebih luas, terutama untuk mengetahui masalah gizi yang terjadi pada populasi etnik Cina dengan melengkapi variabel dalam penelitian ini dan memilih desain yang lebih tepat.

The Effect of Modern Food Consumption Pattern for Incidence of Obesity on Adolescent of SLTP Kesatuan in the Bogor City the Year of 2003 Modern food such as fried chicken, hamburger, pizza, spaghetti, etc. preferred by most people especially the children and adolescent since it is practical, fast served and had a relative prestige for some people. Even so, these sort of food present high fat, protein, sugar, and salt but less in fiber. When this condition done continually and in excessive way it might cause nutrition problem that is obesity. That simultenously, survey and researches conducted reveals that the problem of obesity in Indonesia arise in schooling age and it prevalence trends to rise. The purpose of this study was to know the effect of modern food consumption pattern for incidence obesity in adolescent of SLTP Kesatuan in the Bogor city, West Java, year of 2003. The method of research used is case control design, the case group are adolescent from the class 1 to 3 who have BMI > 95 percentiles, as control are adolescent class l to 3 who have BMI 5 - 85 percentiles, the size of samples are 140 (70 cases and 70 controls), determined meaning value with 95% .Cl then inspected the influence of modem food consumption (independent variable) for incidence of obesity (dependent variable) by controlling covariate (gender, exercises, nutrient intake, mother's level of education, mother's occupation status, nutrition status of parent's, and parent's income. This research used the bivariat analysis with Mantel Haenszei's Chi Square and multivariate with multiple logistic regression analysis. Statistically the p value < 0,05 obtained, meant that the modern food consumption pattern does have effect on obesity, adolescent that frequently consumed modern food had relative risk 3 times of getting obesity compared to those that consumed it rarely (value of Odds Ratio was 2,96). It is also obtained that the gender, exercises, nutrient intake, mother's level of education, nutrition status of parent's as a confounder; or means that then have implication on the relationship of modern food and the obesity an adolescent of SLTP Kesatuan. The bivariate analysis proved that the modern food which effected of obesity on adolescent of SLTP Kesatuan are fried chicken and chicken nugget it is also obtained that dose-response relationship in this analysis, which higher consumption frequency effect higher risk of becoming obesity. Concerning obesity effect that occurs, it would take serious concern from the government to decreased obesity prevalence on adolescent, such promotive effort can be done through wall poster in the school, about modern food must be limited and warn, and also contained the general guidelines of balanced nutrition for adolescent. Health promotion to teacher also need to be done, in other that the teacher can be role for giving information about nutrition, especially modern food which affected on obesity. Socialization regarding BMI Measurement to UKS team of schools for identify obesity. The role of parent, especially mother are very important in choosing and deciding good food to consumes. There is a need of further study to examine specifically the effect of each modem food on obesity toward a larger adolescent population, especially to know the nutrition problem on Chinese population by completing variables in this study and choosing a proper design method.
Read More
T-1722
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firma Oktaviaan; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Ratna Djuwita, Budi Santoso
S-5384
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jahiroh; Pemb. Nurhayati Prihartono; Penguji: Ratna Djuwita, Rusli
T-3889
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vierto Irrenius Girsang; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Ratna Djuwita, Sulistyo, Fajrinayanti
T-4093
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alimatuz Zahroh; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Anik Luthfiyah
Abstrak: Hipertensi dalam kehamilan atau HDK masih menjadi penyumbang terbesar penyebab kematian ibu di seluruh dunia. Hipertensi dalam kehamilan juga menjadi penyebab terbesar kematian ibu di Jawa Timur berturut-turut dari tahun 2015-2020. Selain itu, saat ini terjadi peningkatan tren prevalensi obesitas baik pada ibu hamil maupun wanita usia subur. Tujuan penelitian untuk mencari hubungan antara indeks massa tubuh ibu terhadap terjadinya gangguan hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Kebomas Gresik tahun 2021. Desain studi yang digunakan cross-sectional dengan total sampel yang diperoleh sebesar 420 sampel. Berdasarkan hasil analisis, prevalensi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Kebomas Gresik tahun 2021 sebesar 12,1%. Ditemukan hubungan signifikan antara ibu yang overweight dengan terjadinya gangguan hipertensi dalam kehamilan dengan nilai PR 4,10 (95% CI 1,52 ? 11,02). Pada variabel kovariat, tingkat pendidikan ibu berhubungan signifikan dengan terjadinya hipertensi dalam kehamilan dengan nilai PR 1,92 (1,05 ? 3,51). Setelah dilakukan stratifikasi, risiko terbesar ibu yang mengalami overweight untuk menderita hipertensi ada pada kelompok ibu hamil berusia ≥35 tahun, memiliki jarak kehamilan Hypertension disorders of pregnancy or HDP is still the biggest contributor to maternal mortality worldwide. HDP is also the biggest cause of maternal death in East Java from 2015-2020. In addition, currently there is an increasing trend of obesity prevalence in both pregnant women and women of reproductive age. The study was to find a relationship between maternal body mass index and the occurrence of hypertensive disorders in pregnancy at Kebomas Health Center in 2021. The study design cross-sectional with a total sample of 420 samples. The prevalence of hypertension in pregnancy at Kebomas Health Center 2021 was 12.1%. A significant relationship was found between overweight women and the occurrence of HDP with PR value 4.10 (95% CI 1.52 ? 11.02). Maternal education level as a covariate variable was significantly associated with HDP, PR value 1.92 (1.05 ? 3.51). After stratification, the greatest risk of overweight women to get hypertension is in the group of pregnant women aged ≥35 years, pregnancy interval of <3 years, highly educated, and working. The need for regular measurements and education especially young women about the importance of maintaining a normal weight. The importance of carrying out adequate ANC visits needs to be encouraged in the community.
Read More
S-11013
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vesvy Mandasari; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Ratna Djuwita, Aries Hamzah
Abstrak: Penyakit kanker kolorektal merupakan kanker usus besar dan rektum yang saat ini masih menjadi masalah kesehatan didunia termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dan dominan dari kanker kolorektal. Desain studi yang digunakan adalah matched case control dengan matching umur menggunakan data rekam medis, kasus adalah pasien kanker kolorektal dan kontrol adalah pasien trauma dan patah tulang. Sampel berjumlah 122 orang dengan 61 pasangan kasus dan kontrol. Hasil analisis bivariat mc nemar chi square menunjukkan faktor risiko yang berhubungan adalah pola makan daging merah dengan OR=27 (95% CI 4,45-1105,4), asupan lemak tinggi dengan OR=2,2 (95% CI 0,967-5,542), dan asupan serat rendah OR=44 (95% CI 7,49-1776,9). Analisis multivariat conditional regresi logistic menunjukkan faktor paling dominan adalah asupan serat rendah dengan OR=26,8 (95% CI 3,44-209,5). Adapun faktor risiko yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat keluarga, pendapatan keluarga, aktifitas fisik, obesitas, merokok dan alkohol. Diperlukan upaya pencegahan penyakit kanker kolorektal dengan cara memperbanyak asupan serat, mengurangi asupan lemak tinggi dan pola konsumsi daging merah.
Kata kunci : Kanker kolorektal, Matched case control, Faktor risiko

Colectal cancer disease is colon cancer and rectum until now is a health problem in the word, including in Indonesia yet. The purpose of this study is to investigate the risk factor and dominant factor of colorectal cancer. The design of study used was matched case control with age matching using the medical record data, the data of case were colorectal cancer patients and control were trauma and fracture patients. The calculate sample is 122 people were 61 pairs of cases and controls. The result of bivariate analysis of mc nemar chi square showed related risk factor was red meat diet with OR=27 (95% CI 4,45-1105,4), high fat intake with OR=2,2 (95% CI 0,967-5,542), and low fiber intake with OR=44 (95% CI 7,49- 1776,9). Multivariate analysis of conditional logistic regression showed the most important factor was low fiber intake with OR=26,8 (95% CI 3,448-209,5). The unrelated risk factors are gender, education level, family history, family income, physical activity, obesity, smoking and alcohol. It is necessary to prevent the prevention of colorectal cancer by increasing fiber intake, reducing fat intake and concumption pattern of read meat.
Keywords : Colorectal cancer, Matched case control, Risk factor
Read More
T-5033
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sara Sonnya Ayutthaya; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Ratna Djuwita, Marihot Tambunan
Abstrak: Penyakit komorbid Diabetes Melitus (DM) yang umum dan paling sering adalah hipertensi. DM dan hipertensi terdapat secara bersamaan pada 40%-60% penderita DM tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unmodifiable factors dan modifiable factors pada penderita DM tipe 2 sebagai faktor risiko hipertensi. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang berobat di poli penyakit dalam RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada tanggal 30 September-19 Oktober 2019 dengan total sampel sebanyak 292 responden. Unmodifiable factors meliputi gender, umur, pendidikan, status perkawinan, lama menderita DM, hereditas DM, hereditas hipertensi dan golongan darah. Sedangkan modifiable factors terdiri dari indeks massa tubuh, pekerjaan, aktifitas fisik dan merokok. Hipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik ≥ 140 mm Hg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mm Hg. Analisis data dengan Cox regression menggunakan Stata versi 15. Persentase hipertensi pada penderita DM tipe 2 adalah 46,57%. Dari analisis multivariat faktor risiko hipertensi yang signifikan untuk unmodifiable factors adalah faktor umur > 50 tahun (Pv= 0,02; PR= 1,93) dan kelompok dengan hereditas DM yang berasal dari kakek/nenek (Pv= 0,04; PR= 1,86) dan orang tua (Pv= 0,04; PR= 1,54). Sedangkan dari modifiable factors, Indeks Massa Tubuh berat badan lebih (Pv= 0,01; PR=1,81) dan obesitas (Pv=0,02; PR=1,81), merupakan faktor risiko hipertensi yang signifikan. Disarankan agar terhadap pasien DM tipe 2 terutama bila disertai dengan berat badan berlebih atupun obesitas perlu diberikan informasi lengkap tentang faktor risiko hipertensi.
Read More
T-5857
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qania Faradillah Arumdias; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Ismelya
S-10238
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utri Triana; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Soewarta Kosen
Abstrak: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang terusmeningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi PGK dan faktor-faktoryang berhubungan dengan kejadian PGK di Indonesia. Data yang dianalisis adalah dataIndonesian Family Life Survey (IFLS) 5 dan dianalisis untuk menghitung prevalenceratio (PR) dengan batas kepercayaan 95%. PGK didefinisikan berdasarkan diagnosistenaga kesehatan.
Read More
S-10303
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive