Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suryawati Endaningsih; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Laksmi Dwiati, Bambang Tutuko
Abstrak:

Abstrak

Dalam Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 pasal 29 menyatakan bahwa setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki STR sesuai sertifikat kompetensi yang dimiliki. STR berlaku lima (5) tahun. Jika sampai masa berlaku STR habis dokter atau dokter gigi tidak melakukan registrasi ulang, akan kehilangan kewenangan untuk melakukan praktik kedokteran. Sanksi bagi yang menjalankan praktik dengan sengaja tanpa STR dan surat ijin adalah denda maksimal Rp 100 juta ( pasal 75). Hasil pencapaian registrasi ulang belum 100%.

Penelitian ini ditujukan untuk melakukan analisis terhadap kebijakan dan analisis untuk menyusun rekomendasi (analysis of policy dan analysis for policy) registrasi ulang dokter dan dokter gigi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan untuk analisis data digunakan model content analisis diolah dengan pendekatan model Patton Savicky dengan kriteria boulton disajikan berdasarkan analysis of policy dan analisis for policy sebagai rekomendasi.

Hasil penelitian menemukan bahwa dokter dan dokter gigi kurang bersedia melakukan registrasi ulang karena : alur sertifikasi kompetensi untuk persyaratan registrasi ulang terlalu panjang, pemenuhan persyaratan terlalu sulit, pengisian borang borang terlalu banyak, pengumpulan SKP untuk memperoleh sertifikat kompetensi bagi registrasi ulang kurang menilai kompetensi (skill) lebih untuk menilai administrasi, pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi profesi membutuhkan biaya dan hanya untuk peningkatan pengetahuan (knowledge) bukan untuk meningkatkan keterampilan (skill), proses penerbitan sertifikat kompetensi dan STR ulang menjadi terlalu lama.Kesimpulannya, implementasi kebijakan registrasi ulang dokter dan dokter gigi kurang efektif pelaksanaannya karena dipengaruhi oleh peraturan itu sendiri, upaya dokter atau dokter gigi, institusi yang melaksanakan kebijakan serta kondisi lingkungan.

Peneliti menyarankan agar mengembangkan sistem registrasi, meningkatkan komitmen, meningkatkan otoritas KKI, meningkatkan resources, meningkatkan pemahaman dan kesepakatan terhadap tujuan dan stakeholder agar meningkatkan pembinaan dan pengawasan.


According to the Law Number 29 in 2004 article 29 States that every doctors and dentists who conduct medical practices in Indonesia must have a certificate of competence in accordance STR owned .STR is expired after five (5) years. If until the expiration date of STR, doctor and dentist do not apply for the re-registration, so doctors or dentists will loss their authority to conduct medical practices. The consequence for doctors and dentists who running practice without STR and licence intentionally is a fine of up to Rp 100 million (article 75). The achievements of re-registration have not been 100% yet.

This study aimed to analysis the policy and analysis to make recomendations for reregistration policy of doctors and dentists in Indonesia. This study used qualitative approach and for data analysis using the content analysis model, prepared by "Patton Savicky model approach with Boulton criteria based on the analysis of policy and analysis for policy as a recommendation.

The study has found that doctors and dentists are less willingness to be registered as the competencies certification flow for the reregistration are too long, too difficult STR making requirements, too many forms must be fulfilled, the SKP activity colllecting to have competence certificate for the reregistration is not to assess the competencies (skills) but to assess the administration, education and training organized by professional organizations to expensive and only for knowledge increase, not for the skills the,and the waiting time for STR publishing is too long. To sum up, the implementation of the re-registration policies of doctors and dentists have not performed well because it was influenced by the re-registration policy and efforts of the doctors and dentists and institutions in implementing the policy and environmental circumstance.

Researchers suggests to develop a registration system, to increase the commitment, to improve KKI authority, increase resources, to increase the understanding and agreement on goals and stakeholders in order to improve the guidance and supervision

Read More
T-3973
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Febrini Meutia; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dian Ayubi, Evi Martha, Laksmi Dwiati, Adib Khumaidi
Abstrak: Berdasarkan data Centre for Internasional Trade Thailand (2012), kualitastenaga profesi praktisi medis Indonesia ditempatkan pada kualitas menengah.Liberalisasi jasa kesehatan akan menimbulkan daya saing luar terhadap pelayanankesehatan di Indonesia, karena bukan tidak mungkin penyelesaian masalahkesehatan di Indonesia membutuhkan tenaga kesehatan asing untuk mengatasimasalah kesehatan di Indonesia.Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam,menguraikan dan menganalisis kompetensi praktisi medis dalam era masyarakatekonomi ASEAN. Informan penelitian merupakan dari beberapa organisasi yangterkait dengan peningkatan kompetensi praktisi medis. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif dan dilaksanakan pada bulan Februari- Mei 2016 oleh peneliti.Penelitian ini menggunakan data primer melalui wawancara mendalam denganmenggunakan panduan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Wawancaraakan dilakukan oleh peneliti.Hasil penelitian menyimpulkan personal skill, keterampilan dan eksplisitknowledge dokter Indonesia dalam hal kompetensi medik tidak kalah saing dengandokter negara anggota ASEAN lainya, tetapi dalam hal kompetensi pelayananmasih harus diperbaiki kembali agar pasien Indonesia tidak keluar ke pasar asing.Kata kunci: Keywords: Personal Skill, Kemampuan, Eksplisit Knowledge, MEA,Kompetensi Dokter
Based on data from the International Centre for Trade of Thailand ( 2012) , thequality of professional medical practitioners Indonesia placed on medium quality.Health services liberalization will lead to competitiveness outside of the healthservices in Indonesia , because it is not possible settlement of health problems inIndonesia requires foreign health workers to address health problems in Indonesia.This research was conducted to obtain in-depth information , describes and analyzesthe competence of medical practitioners in the era of the ASEAN economiccommunity . The informants are from several organizations associated withincreased competence of medical practitioners . This research is qualitative andimplemented from February through May 2016 by researchers . This study usesprimary data through in-depth interviews using guidelines depth interviews andreview documents. Interviews will be conducted by researchers.The study concluded personal skills, the skills and knowledge of Indonesian doctorsexplicit in terms of the competence of medical doctors do not lose competitivenesswith other ASEAN member countries , but in terms of the competence of the serviceremains to be repaired so that the patient Indonesia did not come out to foreignmarketsKeywords: Personal Skill, ability, Explicit Knowledge, MEA, PhysicianCompetency
Read More
T-4670
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Goalbertus; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Anshari, Sylvia Detri Elvira, Tri Erri Astoeti, Laksmi Dwiati
Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan SARS-COV2. Pada bulan Mei 2020, Kecamatan Cibinong merupakan ke-4 terbanyak kasus terkonfirmasi COVID-19 yakni 18 kasus dengan kematian 16,6%. Kecamatan cibinong merupakan daerah pusat pemerintahan dengan interaksi soisal yang tinggi. Tempat yang strategis dengan fasilitas umum dengan pemenuhan kebutuhan primer salah satunya adalah pasar. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pedagang menjalani protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Pasar Cibinong. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif desain studi cross sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 pedagang secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner online, data di analisis menggunakan uji chi-squere. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan isyarat dalam bertindak merupakan variabel memiliki hubungan bermakna dengan kepatuhan pedagang dalam menjalani protokol kesehatan di pasar. Untuk mengoptimalkan kepatuhan pedagang akan COVID-19 disarankan meningkatkan pengetahuan akan COVID-19 dan protokol kesehatan di pasar dengan pemberdayaan pedagang melalui pembentukan kader pencegahan COVID-19 dan system keamanan keliling, penyebaran informasi terkait dapat melalui group online paguyuban pedagang pasar, SMS LBA Serta pemenuhan fasilitas cuci tangan.
COVID-19 is a disease caused by SARS-CoV2. In May 2020, Cibinong District was the 4th most confirmed case of COVID-19. It was reported 18 cases with 16.6% mortality. Cibinong is central government area with high social interaction. One of place with public facilities to fulfill primary needs is the market. The purpose of this study was to determine the factors related to merchant compliance with health protocols to prevent the spread of COVID-19 at Cibinong Market. This si crossectional research, the sample in this study is 110 traders taken using random. Data was collected through filling out an online questionnaire, the data was analyzed using the chi-square test. The results showed that knowledge, perceived vulnerability, perceived seriousness, perceived barriers and cues in action were variables that had a significant relationship with traders' compliance with health protocols in the market. To optimize trader compliance with COVID-19, it is recommended to increase knowledge of COVID-19 and health protocols in the market by empowering traders through the formation of COVID-19 prevention cadres and mobile security systems, dissemination of related information can be through the online group of market traders, SMS LBA as well as the fulfillment of hand washing facilities
Read More
T-6245
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive