Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dihartawan; Pembimbing: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Bagus B. Edvantoro, Yudhi Indharto
T-4530
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Hermiyanti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Turmudi, Bagus B. Edvantoro
Abstrak:

Penelitian ini berfokus pada analisis penyebab kecelakaan kerja fatal jatuh dari kapal pada transportasi air dalam kegiatan survei seismik 2D PT. X di Simenggaris, Kalimantan Timur tahun 2010, dimana satu orang kru rintis #2 pada line 26 karyawan PT. SMK (mitra kerja) kehilangan nyawa karena korban terjatuh dari kapal saat akan mengambil pelampung yang diletakkan di atap kapal dan kemudian tenggelam. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif berdasarkan data sekunder berupa dokumen laporan hasil investigasi kecelakaan dan foto kejadian mengenai kecelakaan kerja fatal jatuh dari kapal pada penggunaan transportasi air dalam survei seismik yang dilakukan oleh PT. X di Simenggaris, Kalimantan Timur. Adapun teknik yang digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan adalah 5 Whys dan SCAT. Hasil analisa peneliti terkait penyebab kecelakaan fatal ini, mencakup dua hal, yaitu penyebab langsung berupa tindakan tidak aman korban yang tidak memperkirakan risiko yang dihadapi saat mengambil pelampung, dan kondisi tidak aman yaitu akses untuk menaiki dan menuruni kapal (bridging) yang belum disesuaikan dengan kondisi pasang-surut permukaan air sungai sehingga kondisi berlumpur, housekeeping yang buruk serta pengaman kapal yang tidak memadai. Sedangkan penyebab pedukung, mencakup: mitra kerja tidak memiliki SMK3, HSE Plan, dan Instruksi Kerja/SOP pekerjaan yang belum dilaksanakan secara konsisten oleh mitra kerja, tidak memadainya standar K3, serta kurangnya kesadaran dan pengawasan mandor. Kata kunci :  kecelakaan fatal, jatuh dari kapal, penyebab langsung, penyebab pendukung


This study focused on analyzing the causes of fatal accident man overboard on water transport in the 2D seismic survey activities of PT. X in Simenggaris, East Kalimantan in 2010. One crew of Rintis # 2 on line 26, employees of PT. SMK (partners) lost his lives because fell from the ship when took a life jacket which placed on the ship roof and then he sank. The study was conducted with a qualitative approach based on secondary data from the investigation report documents of the accident, as well as the documentation pictures.  The technique used to analyze the causes of accidents is 5 Whys and SCAT. The results of research analysis on the causes of this fatal accident, include two major; 1) direct cause of action; the victim did not conscious about the risk in front of him, by did not cleaned up the boot and use the life jacket before entering the boat) and unsafe conditions of access to up and down ship (bridging) that have not adapted to the conditions of the tidal river water surface, poor housekeeping, and minimum fence security on boat. While the contributing cause, including: sub-contractor did not have HSE system, HSE Plan, and Work Instructions / SOPs of work was not carried out consistently, minimum HSE, minimum training and controlling by PT X, as well as lack of supervision. Key words : fatal accidents, man overboard, direct causes, contributing causes

Read More
T-3495
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Irwansyah; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi, Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Bagus B. Edvantoro, Yudhi Indharto
Abstrak: Tesis ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik yang akan menganalisis kesenjangan (gap) yang ada antara Standar yang berlaku dengan implementasi di lapangan mengenai sistem penanggulangan tumpahan minyak pada kegiatan hulu migas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang penyebab terjadi tumpahan minyak pada kegiatan hulu migas dan cara penanggulangannya. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan dari Lembaga X. Adapun data tersebut mencakup organisasi emergency response dan prosedur tetap (PROTAP) Peralatan Tumpahan Minyak skala tier 1 yang terkini serta peralatan yang handal dan siap pakai skala tier 1. Selain itu dihasilkan rekomendasi-rekomendasi terkait sistem penanggulangan tumpahan minyak pada kegiatan hulu migas
Kata Kunci : Organisasi emergency response dan prosedur tetap (PROTAP) Peralatan Tumpahan Minyak skala tier 1 yang terkini serta peralatan yang handal dan siap pakai skala tier 1.
Read More
T-4453
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moch Romli; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Sucipta, Bagus B Edvantoro
Abstrak: Fasilitas disposal demo yang akan dibangun pada Tapak Kawasan Nuklir Serpong menggunakan desain tipe Near Surface Disposal. Fasilitas disposal tersebut digunakan sebagai disposal limbah radioaktif tingkat rendah sekaligus sebagai sarana pembelajaran dan penelitian di bidang disposal limbah radioaktif. Sebagai fasilitas disposal limbah radioaktif pertama di Indonesia, perlu dilakukan analisis risiko terhadap desain yang ada untuk mengaktualisasi tingkat risiko dari kemungkinan kegagalan yang terjadi terhadap komponen disposal dengan tujuan memberikan keyakinan kepada badan pengawas, masyarakat, dan para pemangku kepentingan bahwa semua potensi bahaya telah diidentifikasi dan risiko yang terkait telah dinilai secara tepat dan dikendalikan secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian deskritif analitik. Penilaian risiko dilakukan terhadap desain engineered barrier, natural barrier, dan kendali akses yang ada dalam fasilitas disposal dengan menggunakan metode HAZOPS. Node yang menjadi objek studi adalah desain cover, bahan backfill, drainase, matriks limbah, vault (termasuk bottom cover), kendali akses, dan karakteristik tapak. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan Peraturan Kepala BATAN No. 20 Tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dari beberapa studi node tersebut, risiko awal tertinggi ada di peringkat C untuk node matriks limbah. Setelah diberikan safeguard dan rekomendasi, risiko di seluruh node dapat diturunkan ke peringkat A yang berarti risiko dapat diterima dan langkah pengendalian dinilai efektif. Kata kunci : disposal demo, near surface disposal, penilaian risiko, HAZOPS, engineered barrier, natural barrier, kendali akses
Read More
T-4457
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rio Syidel Mursyid; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi, Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Bagus B Edvantoro, Yudhi Indharto
Abstrak:
Tesis ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik, untuk mengetahui tingkat bahaya dan risiko yang ada di divisi ERS (equipment repair and service), departemen MOSC (Maintenance Operation Support and Certification), pada sebuah perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas (Oil and Gas Company). Hasil penelitian ini memberikan gambaran tingkat risiko untuk masing-masing shop yang ada di divisi ERS, dimana tingkat risiko tertinggi ada pada PSV shop, dan hot tapping shop yang bekerja di lokasi pipa minyak produksi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan JSA. Semua potensi bahaya yang diperoleh akan dilakukan penilaian consequences, probability, dan exposure. Metode analisis risiko yang digunakan adalah kualitatif dan semikuantitatif yang mengacu pada AS/NZS 4360 : 2004. Selain itu dihasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk mengendalikan risiko-risiko yang ada sehingga sampai risiko dikategorikan menjadi risiko yang dapat diterima.

This thesis is a descriptive analytic study, to determine the level of hazards and risks that exist in ERS (equipment repair and service) division MOSC (Maintenance Operation Support and Certification) departement, in Oil and Gas Company. The study provides an overview of the level of risk for each shop in the ERS division, where there is the highest risk level at PSV shop, and hot tapping shop working on production of oil pipeline location. Data processing is done by using the JSA. All potential hazard assessment earned will be consequences, probability, and exposure. Risk analysis methods used are qualitative and semiquantitative which refers to the AS / NZS 4360: 2004. Moreover resulting recommendations to control the risks that exist so until the risk is categorized into acceptable risk.
Read More
T-4459
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive